KOMPAS.TV Final FIFA ASEAN Cup 2026 digelar malam ini (5/10/2026). Timnas Indonesia akan menghadapi Thailand di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Tim Garuda mengincar kemenangan untuk mengakhiri puasa gelar selama 35 tahun.
Secara statistik atau head to head, Thailand masih lebih unggul. Dalam tujuh laga terakhir menghadapi Thailand, Timnas Indonesia belum meraih kemenangan. Indonesia terakhir menang atas Thailand pada 2016.
Kemenangan di final juga akan mengakhiri puasa gelar Timnas Indonesia yang terakhir kali meraih juara pada 1991 melalui medali emas SEA Games.
Lantas, bagaimana taktik yang akan dimainkan skuad Garuda malam ini? Kita bahas bersama analis sepak bola Haris Pardede.
#timnasindonesia #timnasthailand #aseancup2026 #fifaaseancup #sepakbola #harispardede
Baca Juga LIVE! Antusias Nobar Final Indonesia vs Thailand, Dukungan Warga dari Jakarta hingga Solo|SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/694343/live-antusias-nobar-final-indonesia-vs-thailand-dukungan-warga-dari-jakarta-hingga-solo-sapa-malam
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/694349/full-laga-panas-final-indonesia-vs-thailand-haris-pardede-ungkap-strategi-timnas-sapa-malam
Secara statistik atau head to head, Thailand masih lebih unggul. Dalam tujuh laga terakhir menghadapi Thailand, Timnas Indonesia belum meraih kemenangan. Indonesia terakhir menang atas Thailand pada 2016.
Kemenangan di final juga akan mengakhiri puasa gelar Timnas Indonesia yang terakhir kali meraih juara pada 1991 melalui medali emas SEA Games.
Lantas, bagaimana taktik yang akan dimainkan skuad Garuda malam ini? Kita bahas bersama analis sepak bola Haris Pardede.
#timnasindonesia #timnasthailand #aseancup2026 #fifaaseancup #sepakbola #harispardede
Baca Juga LIVE! Antusias Nobar Final Indonesia vs Thailand, Dukungan Warga dari Jakarta hingga Solo|SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/694343/live-antusias-nobar-final-indonesia-vs-thailand-dukungan-warga-dari-jakarta-hingga-solo-sapa-malam
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/694349/full-laga-panas-final-indonesia-vs-thailand-haris-pardede-ungkap-strategi-timnas-sapa-malam
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Dan saat ini kita akan bahas taktik yang akan dimainkan Squad Garuda malam ini
00:05bersama analis sepak bola Haris Pardede yang sudah bergabung melalui sambungan virtual.
00:10Selamat malam, Bung Harpa.
00:12Selamat malam juga.
00:13Ya, Bung Harpa kalau menyimak Hartman yang menyiapkan semua strategi dan squadnya di final,
00:22ini katanya mengatakan anak-anak tidak perlu main indah, yang penting menang, bawa trofi.
00:27Kira-kira kalau dengan pernyataan seperti itu, bagaimana gambaran permainan Timnas malam hari ini?
00:33Ya, pertama saya sangat setuju, seribu persen, dan mendukung apa yang dikatakan oleh John Hartman.
00:39Dan ini sebenarnya sudah saya gaungkan dari beberapa tahun yang lalu, dari dulu-dulu ya.
00:43Jadi, jangan kita terjebak dengan permainan cantik gitu.
00:47Karena nggak ada juara ditentukan permainan cantik.
00:49Tapi juara itu adalah siapa yang bisa mencetak gol lebih banyak dari lawannya titik.
00:54Jadi, saya sepakat filosofinya nih.
00:55Nah, pendekatannya seperti Hata, apa?
00:58Tentu pendekatannya adalah bagaimana bermain dengan efektif.
01:01Ya, nanti kalau kita lihat ya, Tim ini, Thailand ini kan kita juga ga bisa anggap enteng ya.
01:06Mereka peringkat kalau saya ga salah 87 atau sekitar 90 lah ya.
01:10Jadi, dengan kita itu bedanya 20 sekian peringkat.
01:14Jadi, kita kemarin lawan Bangladesh yang peringkatnya itu berbeda sekitar 60 dengan kita.
01:2060 atau 80, sekarang malah di atas kita sekitar 20.
01:24Jadi, ini ga bisa diakap enteng.
01:25Dan yang kedua juga stamina ya.
01:29Thailand ini mungkin banyak orang yang nageh.
01:31Mereka dua hari itu lebih banyak istirahatnya dibandingkan kita.
01:36Karena tanggal 29 September itu mereka memang baru memainkan partai kedua.
01:40Tapi, tanggal 2 Oktober itu pemain utama mereka sudah istirahat semua.
01:43Ya, kecuali satu, nomor 15.
01:46Saya lupa namanya, kalau ga salah, Kaman namanya.
01:49Oke.
01:49Nah, lalu yang berikutnya, Thailand ini kan sudah lebih lama terbentuk timnya kan.
01:54Jadi, mereka akan lebih kompak dalam melakukan pressing.
01:57Dan ingat setelah hari ini, setelah malam ini, sebenarnya kita berdua ya.
02:01Tidak main lagi, ga ada main lagi.
02:03Jadi, ga seperti kemarin, Mas.
02:05Jaga-jaga tuh.
02:06Jaga-jaga stamina, jadi mainnya ga terlalu high pressing.
02:08Nah, sekarang kemungkinan besar.
02:10Ini akan dalam tempo tinggi.
02:11Nah, itu yang saya katakan.
02:12Pasukan John Hartman, kita tidak perlu khawatir kalau kita lebih banyak untuk reaktif atau bertahan.
02:17Yang penting kita bisa cetak satu gol, menang, selesai.
02:20Oke.
02:20Jadi, bermain pragmatis juga ga masalah ya, Bunga Rupa ya.
02:23Yang penting menang dulu aja nih.
02:24Sangat tidak masalah.
02:25Sangat tidak masalah.
02:26Kalau memang ujungnya menang, ya.
02:27Oke.
02:28Nah, tapi ada sedikit masalah.
02:29Mungkin mudah-mudahan terselesaikan malam hari ini.
02:33Kemarin pada sesi latihan, Ole ini tidak bergabung dengan rekan-rekan yang lain.
02:38Melakukan latihan terpisah dan rumornya adalah Ole kurang fit.
02:44Sedangkan dia berkali-kali jadi pemain kunci pada pertandingan di FIFA ASEAN Cup.
02:49Nah, kalau memang malam ini diragukan tampil atau bahkan tidak tampil sama sekali,
02:53kira-kira siapa yang cocok untuk menggantikan?
02:55Egi Maulana Fikrika atau ada yang lain?
02:59Ya, memang peran Ole ini sangat krusial ya.
03:01Lawan Bangladesh, 9 gol tercipta.
03:05Memang dia tidak menampilkan atau menempatkan namanya di score sheet ya.
03:09Tapi, peran dia kita semua tahu seperti apa.
03:114 asis, lalu buka ruang dan lain-lain.
03:14Kontribusi dia buat tim itu sangat luar biasa.
03:15Sehingga memang Ole ini akan menjadi sentral dalam permainan nanti malam.
03:21Nah, ketika kemarin di PTK, konon katanya dia latihan terpisah.
03:25Ya, saya sih senyum-senyum aja, Mas.
03:27Saya senyum-senyum aja gitu.
03:28Mungkin salah satu taktiknya, Herman juga ini ya.
03:31Ya, andai yang ngomong, bukan saya.
03:34Tapi, saya rasa kita cukup memaparkannya dengan telepati saja.
03:39Kalau kita melihat di sesi konferensi Persamin 1 juga,
03:43cara dia memaparkan kan bagaimana benar-benar cedera sama enggak,
03:47kan kita bisa lihat kurang lebih.
03:49Walaupun kita bukan cenayang,
03:50tapi ya rasa-rasanya kita bisa merasakan.
03:53Dan saya pikir ini yang mungkin akan menjadi alaman surprise ya.
03:56Dalam perang itu seperti itu ya.
03:58Ketika ada satu jagoan yang tadinya dikabarkan gak ikut,
04:01tiba-tiba dia muncul ke tengah-tengah pasukan,
04:03itu kan membuat mental itu kan fans juga berkobar.
04:06Dan itu yang kita harapkan.
04:07Apa ya, ini bukan dalam arti negatif ya.
04:10Tapi seperti ini dalam sepak bola perlu saja.
04:12Dan kita harapkan, dan saya yakin Ole akan fit,
04:14dan dia akan main, dan dia akan memberikan yang terbaik.
04:17Kita tunggu kurang lebih kalau biasanya one hour before kick off ya.
04:20Jam 7 biasanya akan kelihatan tuh, akan nongol ini ya.
04:2445 menit lagi nih.
04:2545 menit lagi.
04:27Terus aja di-refresh ya, Instagramnya.
04:31Sampai kita memastikan bahwa Ole main apa tidak.
04:34Nah, ada yang menarik juga, Bung Erpa.
04:35John Hartman, Anthony Hudson, ini bukan dua orang yang asing satu sama lain.
04:40John Hartman di Timnas Kanada,
04:42dan Anthony Hudson pernah menangani Timnas Amerika.
04:45Dan mereka sering dalam satu zona begitu bertemu.
04:50Nah, kira-kira dengan mereka sudah saling mengenal, saling berhadapan di kompetisi yang lain,
04:57menurut Anda bagaimana pengaruh pengetahuan keduanya terhadap masing-masing tim,
05:02Indonesia maupun Thailand, dan juga dilihat dari pendekatan taktik masing-masing?
05:08Ya, ini memang parameter yang bisa iya bisa enggak ya digunakan.
05:13Kenapa? Karena mungkin secara flavor, secara touch itu setiap orang, setiap pelatih itu memang punya gaya tersendiri.
05:21Tapi kan saat ini kuda tunggangannya berbeda ya.
05:24Walaupun sebenarnya komparasinya agak mirip nih.
05:27Kanada dengan Amerika Serikat.
05:29Tetangga, tetangga, kemudian punya level kompetisi yang dia juga sama.
05:34Kan Kanada sama USA enggak terlalu beda jauh lah.
05:36Walaupun USA ada di atas sedikit.
05:38Demikian juga saat ini kuda tunggangannya.
05:41Thailand dan Indonesia, tetanggaan.
05:43Secara kekuatan 11-12, walaupun kita akui secara historis head-to-head lebih bagusan Thailand.
05:48Jadi sebenarnya serupa tapi tidak sama ya.
05:50Dan semua sangat cair, sangat dinamis.
05:53Dengan kuda tunggangannya yang berbeda, dengan situasi yang sangat fluktuatif juga ya.
05:58Kita di awal-awal tertatih-tatih, to be honest ya.
06:00Tapi lama-lama semakin baik.
06:02Jadi ya ini pertemuan final yang sangat ideal.
06:05Mempertemukan dua kekuatan Asia Tenggara.
06:07Dan perjalanannya juga agak beda.
06:09Thailand itu cukup mulus.
06:10Dua pertandingan awal langsung menang dan langsung lolos.
06:12Kita berluluh sampai detik terakhir di pertandingan ketiga.
06:14Jadi saya pikir ya itu hanya nostalgia.
06:18Again nanti pembuktianya adalah detail-detail kecil ya.
06:20Seperti apa setiap pelatih.
06:22Terutama Hartman untuk bisa membaca kekuatan dan kelemahan Thailand.
06:27Dengan chip-nya bernama Anthony Hudson.
06:31Sehingga mereka bisa meng-overcome lawan pada laga yang akan berlangsung saat lagi.
06:36Oke, masuk ke taktif formasi.
06:39Di turnamen kali ini, John Hartman sudah memakai beberapa skema formasi.
06:46Seperti 3-4-2-1 yang invert menjadi 3-4-3 bahkan 5-4-1.
06:51Nah dengan skema ini dan melihat fluiditas pemain-pemain Thailand.
06:55Karena kalau saya lihat Thailand ini sangat fluid.
06:57Sangat terpola mainnya dan punya kecepatan.
07:00Terutama 2 pemain Thailand yang sudah diantisipasi juga oleh John Hartman.
07:06Ada Chanatip Songkrasin dan Supacok Saracat.
07:09Ini punya kecepatan.
07:10Nah dengan formasi-formasi itu, sudah compact kah dengan squad yang ada kita sekarang?
07:16Ya, kita harus akui lagi-lagi ya.
07:18Thailand ini nggak bisa dianggap enteng.
07:20Dari segala aspek mereka punya checklist untuk berbuat sesuatu di GBK nanti.
07:27Dari sekolah kompakan tadi kita sudah menyinggung.
07:30Mereka sudah cukup lama bermain secara bersama.
07:33Secara individu juga kita nggak bisa menganggap enteng ya.
07:35Beberapa nama itu salah satunya tadi sudah disebutkan Chanatip Songkrasin.
07:39Ada yang bilang masa peaknya sudah lewat.
07:41Tapi menurut saya itu bisa dua sisi.
07:43Bisa berarti dia mungkin secara speed sudah turun.
07:47Secara stamina mungkin tidak seperti dulu.
07:49Tapi pengalaman dia kan semakin sarat dengan experience tentunya ya.
07:54Kemudian juga Sarah Yoyen ini pemain yang punya kecepatan.
07:56Kemarin kalau kita lihat di pertandingan kedua itu goal keduanya.
08:00Thailand ke gawang Vietnam itu serangan baliknya begitu cepat.
08:03Dan tentunya juga striker mereka.
08:05Supacai Jaidet.
08:06Ini pemain atau striker yang sangat berbahaya.
08:08Dan tiga pemain yang tadi saya sebut.
08:10Ini akan menjadi skema ketika melakukan serangan balik.
08:14Jadi kita harus hati-hati juga nih.
08:16Optimis pasti ya.
08:17Tapi lawan yang kita hadapi ini berbeda dengan Bangladesh.
08:20Bangladesh itu peringkat 183.
08:22Malaysia pun masih di bawah kita sekitar 10 strip.
08:24Demikian juga dengan Singapura.
08:26Ini lawan yang sudah berpengalaman berpuluh-puluh tahun dan selalu sulit kita kalahkan.
08:31Sehingga kita harus ekstra waspada.
08:33Tekanan juga akan berbeda nih mas.
08:35Karena kalau waktu Bangladesh kita menghadapi transisi menyerang lawan.
08:39Dua kali kita kena.
08:40Tapi kelawanan Thailand ini bisa kombinasi.
08:43Bisa kombinasi serangan balik.
08:45Bisa juga pressing.
08:46Makanya saya melihat kalau untuk penjaga gawang.
08:48Kelihatan ya ini akan menjadi milik emuladera yang kita tahu di Rayo Faikano.
08:53Maupun juga musim lalu di Kromenese.
08:55Lebih bagus ya bermain atau build up dibandingkan Martin Pass.
08:59Oke.
08:59Nah sekarang masuk ke meskipun belum diumumkan.
09:01Kita coba intip apa ya.
09:02Bahas-bahas dikit lah.
09:03Starting line up-nya nanti John Herman yang akan diturunkan.
09:06Kalau dari sisi penjaga gawang Anda prefer Martin Pass atau Emil Audero?
09:14Penjaga gawang Emil.
09:15Karena tadi sudah katakan Emil.
09:17Oke.
09:18Nah di back tengah sepertinya agak tidak tergantikan ya.
09:21Ada Alkan Bagat, Justin Hubner, dan Rizky Rido.
09:24Nah yang saya ingin tanyakan justru di luar itu.
09:27Ada satu pemain yang sebenarnya nature-nya adalah center back.
09:30Kevin Dix.
09:31Di Muncon Gelabah dia bermain naturalnya sebagai center back.
09:34Tapi disini seringkali menjadi wingback.
09:36Bagaimana performa Dix sejauh ini di turnamen?
09:40Saya pikir untuk bertahan dia oke ya.
09:42Terbukti dari lawan Malaysia dan Singapura.
09:45Kita bisa mencatat tinggal in seat.
09:47Lawan Bangladesh saya bukan membela dia ya.
09:49Tapi karena kita memang bermain total football.
09:52All out attack.
09:53Sehingga ya resikonya kita bisa bawa bulan sembilan.
09:56Bisa jebol sembilan.
09:57Bisa kebawa bulan dua.
09:58Itu normal aja gitu.
09:59Jadi gak ada kesalahan individu menurut saya.
10:03Memang menurut saya crossing dia gak terlalu bagus ya.
10:06That's why tadi disebutkan Dix kalau di bloodbuck lebih banyak bermain sebagai CB ya.
10:12CB kiri, CB kanan.
10:13Walaupun kadang-kadang juga main sebagai B kiri, B kanan ya.
10:16Nah itu alasannya.
10:17Dan dia saat ini adalah B kanan terbaik kita.
10:19Jadi saya pikir untuk formasi tadi balik lagi.
10:23Kita udah dapet nih kemistrinya dengan tiga back.
10:25Dan memang dari dulu kita selalu lebih handa, lebih biasa main tiga back.
10:29Jadi yang gak diganti.
10:30Dan untuk Kevin Dix ya gak ada masalah dia di kanan.
10:32Oke.
10:33Nah ada satu lagi Tom Haye yang sudah masuk lagi ke squad setelah menjalani hukuman
10:37Pembelapan Tenggara Tumera ketika melawan Malaysia.
10:39Kalau untuk di double pivot, Anda prefer Tom Haye,
10:44Joey Pelupesi, atau Joey Pelupesi, Ivar Jenner kira-kira.
10:46Karena kalau saya hilangkan Pelupesi,
10:49Seperti ini dari awal tidak tergantikan oleh Eric Hedman.
10:53Iya, saya pikir gak akan berbeda jauh ya kalau buat saya ya.
10:57Dibandingkan atau dikomparasi dengan laga menghadapi Bangladesh.
11:00Jadi kiri tetap Verdon, double pivot itu jauh Pelupesi dengan,
11:05Kalau saya Ivar Jenner malah.
11:07Ya karena, ya to be honest kita sudah dapet nih tasnya.
11:10Dan kedua ya, sorry to say ya, Tom Haye ini belakangan agak sering marah-marah.
11:17Tapi mungkin kalau kita sudah mentok, dia masuk, nah boleh, itu bagus tuh.
11:21Oke, nah nanti yang misterinya masih ditenantikan lagi, elemen of surprise-nya.
11:25Apakah OLED diturunkan atau enggak?
11:26Kalau diturunkan sudah tahu lah di depannya komposisinya bagaimana ya, Bung Harpa ya.
11:30Baik, Mitch Becker ya.
11:31Mitch Becker, Mitch Becker, ada OLED penopang di kiri dan juga ada Fikri ya.
11:37Fikri atau Ragnar.
11:38Fikri atau Ragnar, oke.
11:40Baik, terima kasih Bung Harpa, ini momentum, 35 tahun tanpa gelar.
11:44Mudah-mudahan ini jadi momentum dan menghadapi Piala Asia ya di 2027
11:48dengan semangat trofi FIFA Asian Cup jika kita menang malam hari ini.
11:52Terima kasih Bung Harpa, selamat malam, sampai jumpa lagi.
11:54Selamat malam.
11:55Saudara-saudara.