Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 menit yang lalu
Link Terkait::
https://www.suara.com/bisnis/2026/10/02/173811/bahlil-berkoordinasi-dengan-bahlil-apa-urgensi-rangkap-jabatan-menteri-esdm

Bahlil Rangkap Jabatan Menko dan Menteri ESDM, Pengamat Pertanyakan Urgensinya

Penunjukan Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM dalam kabinet Presiden Prabowo Subianto menuai kritik dari para pengamat. Langkah ini dinilai ganjil secara tata kelola birokrasi karena fungsi koordinasi kementerian baru tersebut justru menyasar kementerian yang juga ia pimpin sendiri. Sejumlah ekonom dan peneliti menilai penambahan kementerian koordinator baru ini minim urgensi serta berpotensi menimbulkan tumpang tindih kewenangan.

Selain masalah efisiensi, pakar hukum tata negara memperingatkan bahaya potensi konflik kepentingan jika rangkap jabatan ini berjalan secara permanen. Meski praktik penunjukan sementara atau ad interim kerap terjadi dalam sejarah ketatanegaraan, statusnya dinilai harus dibatasi demi kepastian hukum. Oleh karena itu, pemerintah didesak segera menunjuk menteri definitif di Kementerian ESDM guna menjaga efektivitas kerja dan kepentingan publik.

Selengkapnya dalam video di atas.

#BahlilRangkapJabatanMenkoDanMenteriESDM
#PengamatPertanyakanUrgensiRangkapJabatanBahlil

Creative/Video Editor: Aqilah/Rizal
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Bahlil rangkap jabatan Menko dan Menteri ESDM, pengamat pertanyakan urgensinya.
00:06Penunjukan Bahlil sebagai Menko hilirisasi dan transisi energi sekaligus Menteri ESDM
00:12mendadak menuai sorotan tajam dari sejumlah pakar.
00:16Keputusan ini dinilai memunculkan kejanggalan tata kelola birokrasi,
00:20di mana Bahlil sebagai Menko seolah-olah mengkoordinasikan dirinya sendiri
00:24yang juga menjabat Menteri ESDM.
00:27Pengamat menilai pembentukan kementerian koordinator baru ini kurang memiliki urgensi
00:33dan berpotensi memicu tumpang tindih kewenangan antar kementerian.
00:37Selain itu, praktik rangkap jabatan yang bersifat permanen beresiko melahirkan konflik kepentingan
00:44serta melanggar prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.
00:48Meski penunjukan Menteri at interim bisa terjadi secara sementara,
00:52para ahli mendesak Presiden Prabowo agar segera menunjuk Menteri Defentif di Kementerian ESDM
00:59demi menjaga integritas dan efektivitas pelayanan publik.

Dianjurkan