Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 8 jam yang lalu
KOMPAS.TV - Presiden Prabowo melantik Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, didampingi Komjen Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri.

Sehari seusai dilantik sebagai Kapolri, Jenderal Suyudi merombak jajaran perwira tinggi dan menengah Polri.

Sebanyak 88 perwira Polri dimutasi dan dirotasi dengan pertimbangan penyegaran, kebutuhan organisasi, serta tantangan tugas yang terus berkembang.

Jenderal Suyudi berjanji di bawah kepemimpinannya Polri akan meningkatkan pelayanan publik, penegakan hukum yang adil, serta lebih dekat ke masyarakat.

Kepemimpinan baru Suyudi menghadapi sejumlah pekerjaan rumah dalam membenahi institusi Polri.

Salah satunya disampaikan Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman, yakni persoalan terkait masih adanya oknum pejabat Polri yang dinilai bersikap arogan.

Sementara itu, pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies, Bambang Rukminto menyebut selain soal arogan, pekerjaan rumah yang utama bagi Kapolri Jenderal Suyudi adalah bagaimana berjarak dengan kekuasaan atau taat pada konstitusi.

Sebelumnya dalam uji kelayakan, Suyudi menyinggung keteladanan Jenderal Hoegeng Iman Santoso. Kejujuran, kesederhanaan, keberanian menjaga integritas, menghindari konflik kepentingan, dan keteguhan menjalankan tugas harus menjadi kompas moral institusi Polri.

Setiap pergantian pemimpin terjadi, tentu akan disertai harapan baru untuk melangkah lebih baik ke depan. Begitu pula harapan publik kepada Kapolri yang baru, Jenderal Suyudi.

Janji Kapolri baru, Jenderal Suyudi turun ke lapangan untuk melihat dan mendengar langsung dari personel yang bertugas bisa menjadi harapan baru. Karena pemimpin yang baik dan kuat bukanlah pemimpin yang perintah dari balik meja. Dia harus turun langsung, memberikan contoh agar perubahan budaya organisasi benar-benar bisa terjadi.

Ingatlah selalu pesan Jenderal Hoegeng, "Memang baik menjadi orang penting, tetapi lebih penting menjadi orang baik." Selamat bertugas Kapolri Jenderal Suyudi.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/694147/janjikan-pembenahan-lebih-dekat-ke-masyarakat-kapolri-jenderal-suyudi-bawa-angin-segar-bagi-publik
Transkrip
00:01Saudara di bawah kepemimpinan baru, Jenderal Suyudi Aryoseto, publik berharap perbaikan bagi institusi Polri.
00:10Membawa konsep polisi bersama masyarakat, Kapolri berjanji akan mengedepankan penegakan hukum yang adil.
00:17Selengkapnya dibawakan oleh rekan Sintia Rompas. Silahkan Sintia.
00:30Ya, kepemimpinan Jenderal Suyudi juga dihadapkan dengan beragam tantangan, mulai dari arogansi oknum polisi hingga berjarak dengan segala kepentingan di
00:42luar penegakan hukum.
00:44Termasuk kepentingan dalam pembenahan di lembaga kepolisian untuk lebih dipercaya masyarakat.
00:50Dan inilah catatan Kompas TV. Selamat bertugas, Kapolri baru.
00:57Mengangkat Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Aryoseto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.
01:06Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.
01:27Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal Suyudi Aryoseto sebagai Kapolri didampingi Komjen Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri.
01:36Sehari selesai dilantik sebagai Kapolri, Jenderal Suyudi Aryoseto merobak jajaran perwira tinggi dan menengah Polri.
01:4388 perwira Polri yang dimutasi dan dirotasi dengan pertimbangan penyegaran, kebutuhan organisasi, serta tantangan tugas yang terus berkembang.
01:51Jenderal Suyudi berjanji di bawah kepemimpinannya, Polri akan meningkatkan pelayanan publik, penegakan hukum yang adil, dan lebih dekat ke masyarakat.
02:00Kita akan mengedepankan upaya-upaya peningkatan pelayanan publik, kemudian juga penegakan hukum yang adil, dan juga kami berupaya untuk bisa
02:12lebih dekat kepada masyarakat sesuai dengan apa yang menjadi program kerja kami, yaitu polisi bersama masyarakat.
02:22Kepemimpinan baru Suyudi menghadapi sejumlah pekerjaan rumah dalam membenahi institusi Polri.
02:27Salah satunya disampaikan Ketua Komisi 3 DPR RI, Habibu Rohman, yakni persoalan terkait masih adanya oknub pejabat Polri yang dinilai
02:36bersikap arogan.
02:38Beliau menyatakan konsepnya untuk memaksimalkan konsep polisi sahabat masyarakat.
02:45Tunggara anggota-anggota Komisi juga menyampaikan berbagai persoalan di jatuh yang berkemasin, termasuk ada juga soal pandangnya masukan soal adanya
02:56oknub pejabat Polri di berbagai daerah yang bersikap arogan.
03:01Sementara itu pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies, Bambang Rukminto menyebut,
03:07selain soal arogansi, pekerjaan rumah yang utama bagi Kapolri, Jenderal Suyudi adalah bagaimana berjarak dengan kekuasaan atau taat pada konstitusi.
03:18Bagaimana dia bisa berjarak dengan kekuasaan, meskipun ini akan sulit ya, berjarak dengan kekuasaan ini bukan berarti tidak taat pada
03:28presiden
03:28atau tidak taat pada pemerintahan tetapi lebih taat pada konstitusi, saya lihat seperti itu.
03:39Dan ini yang menjadi PR utama Jenderal Suyudi Aruseto karena isu-isu terkait dengan Partai Coklat dan yang lain-lainnya
03:47ini juga tentu akan terus menghantui, mengiringi langkah-langkah beliau sebagai Kapolri.
03:55Sebelumnya dalam uji kelayakan, Suyudi menyinggung keteladanan Jenderal Hugeng Iman Santoso.
04:00Soal kejujuran, kesederhanaan, keberanian menjaga integritas, menghindari konflik kepentingan,
04:06dan keteguhan menjalankan tugas harus menjadi kompas moral institusi Polri.
04:11Tim Liputan, Kompas TV
04:18Setiap pergantian pemimpin terjadi tentu akan disertai harapan baru untuk melangkah lebih baik ke depan.
04:26Begitu pula harapan publik kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia atau Kapolri yang baru, Jenderal Suyudi Aruseto.
04:37Publik menginginkan polisi semakin profesional dan lembaga kepolisian yang bisa dipercaya sebagai pelayan masyarakat.
04:46Jenderal Suyudi tentu tidak memulainya dari nol.
04:50Kapolri baru sudah punya modal sosial yang tinggi untuk menjalankan amanah yang diterimanya.
05:03Paling tidak, Saudara, ini tercermin dari hasil survei Litbang Kompas
05:09yang dilaksanakan pada periode 9 sampai 18 April 2026.
05:15Sebanyak 82,4 persen responden yakin kinerja Polri akan semakin baik.
05:26Kemudian, bila dilihat citra yang dimiliki Polri saat ini cukup tinggi, yakni 71,5 persen.
05:34Dan paling tinggi jika dibandingkan dengan lembaga lain seperti Kejaksaan Agung, kemudian ada pula Mahkamah Agung dan KPK.
05:47Namun begitu, Saudara, masih dibutuhkan konsistensi dan komitmen kuat dari Kapolri baru untuk terus membenahi institusi Polri.
05:58Masih ada beberapa persoalaan perilaku polisi yang dinilai publik sering tidak mendapatkan sanksi tegas dari pimpinan polisi.
06:07Seperti penyalahgunaan wawenang, penyalahgunaan barang bukti, pemerasan, suap, bergaya hidup mewah,
06:16menjadi backing hingga tindakan pungutan liar.
06:20Persoalan ini seharusnya menjadi prioritas Kapolri Jenderal Suyudi untuk bersih-bersih internal
06:27dalam program kerja 100 hari pertamanya.
06:31Karena kenapa budaya perilaku itu bisa bertahan?
06:36Tentu tidak hanya karena faktor individu, personil kepolisian saja.
06:40Tetapi terjadi karena lemahnya pengawasan internal,
06:45tata kelola institusi yang buruk, kultur organisasi, kapasitas sumber daya manusia,
06:51hingga persoalan kesejahteraan.
06:54Jadi memperbaiki perilaku personil sama saja dengan pembendahan sistem kelembagaan secara menyeluruh.
07:06Pekerjaan rumah lainnya adalah komitmen Polri untuk menjaga demokrasi di negeri ini.
07:13Studi desain transformasi Polri yang dilakukan setara institut tahun 2024 menyebut
07:19hanya 19,8 persen responden yang setuju kinerja polisi baik dalam menjaga demokrasi.
07:29Salah satu kondisi yang mempengaruhi jeleknya persepsi publik saat riset tersebut dilaksanakan
07:35adalah tingginya pengaduan masyarakat terkait kekerasan yang dilakukan personil polisi.
07:41Berdasarkan laporan tahunan Komnas HAM tahun 2024,
07:46Polri menjadi instansi yang paling banyak diadukan
07:51karena dugaan pelanggaran HAM yakni 751 pengaduan.
07:57Dan di tahun-tahun berikutnya, tindakan kekerasan ini juga masih menjadi perhatian publik.
08:03Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan atau Kontras Mencatat
08:09Dalam periode Juli 2025 hingga Juni 2026,
08:15terjadi 60 kasus penyiksaan yang dilakukan Oknum Polisi
08:19yang menyebabkan 334 orang terluka dan 8 orang meninggal dunia.
08:32Puncaknya, pada Agustus 2025 lalu,
08:36publik di berbagai daerah dibuat marah
08:39akibat peristiwa meninggalnya pengemudi Ojek Online,
08:43Avan Kurniawan, yang tewas karena dilindas mobil taktis
08:47BRIMOB Polisi saat pengamanan demonstrasi.
08:51Agar kasus kekerasan aparat kepolisian ini tidak terus berulang,
08:56dalam Undang-Undang Polri yang baru,
08:58sebetulnya sudah ada pasal khusus yang mewajibkan kurikulum pendidikan polisi
09:04memasuki pengajaran tentang demokrasi,
09:07perlindungan terhadap HAM,
09:09dan tindakan humanis.
09:11Tetapi, persoalan selalu terjadi saat implementasi di lapangan.
09:17Karena kondisi realnya selalu berbeda
09:19dari apa yang diajarkan dalam ruang kelas.
09:23Di sinilah peran pemimpin atau komandan
09:25di setiap tingkatan operasional menjadi sangat penting.
09:35Janji Kapol Ribaru, Jenderal Suyude,
09:39turun ke lapangan untuk melihat dan mendengar langsung
09:43dari personil yang bertugas bisa menjadi harapan baru.
09:46Karena pemimpin yang baik dan kuat
09:48bukanlah pemimpin yang memerintah dari balik meja.
09:53Dia harus turun langsung,
09:55memberikan contoh agar perubahan budaya organisasi
09:59benar-benar bisa terjadi.
10:02Ingatlah selalu pesan Jenderal Hugeng.
10:06Memang baik menjadi orang penting,
10:08tetapi lebih penting menjadi orang baik.
10:12Selamat bertugas Kapolri Jenderal Suyude Ario Seto.
10:20Demikian catatan Kompas TV.
10:22Sampai jumpa pekan depan.
10:24Selamat menikmati.

Dianjurkan