- 14 jam yang lalu
- #jokowi
- #kapolri
- #reshuffle
KOMPAS.TV - Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo merespons soal pergantian Kapolri.
Jokowi menilai Jenderal Listyo sudah cukup lama menjabat Kapolri, dan sudah waktunya diganti.
Menurut Jokowi, pergantian pucuk pimpinan Polri merupakan hak prerogatif Presiden.
Presiden Prabowo Subianto menunjuk Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Selama ini Listyo sering dianggap sebagai "orang Jokowi". Keduanya sudah dekat sejak Jokowi menjabat sebagai Wali Kota Solo.
Saat itu, Listyo adalah Kapolresta Solo. Jokowi menegaskan Kapolri pilihan Prabowo adalah sosok yang tepat.
Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Selain mengganti Kapolri, Prabowo juga mengganti Wakapolri, yang kini dijabat Komjen Wahyu Hadiningrat.
Bagaimana membaca pergantian pucuk pimpinan Polri ini? Kita ulas bersama, Staf Ahli Kapolri, Irjen Purnawirawan Aryanto Sutadi dan Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid.
Baca Juga Suyudi Jabat Kapolri, Anggota Komisi III: Presiden Punya Pertimbangan Matang Pilih Pimpinan Polri di https://www.kompas.tv/nasional/693737/suyudi-jabat-kapolri-anggota-komisi-iii-presiden-punya-pertimbangan-matang-pilih-pimpinan-polri
#jokowi #kapolri #reshuffle
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/693744/full-analisis-staf-ahli-kapolri-dan-usman-hamid-soal-suyudi-ario-seto-jadi-kapolri-sapa-malam
Jokowi menilai Jenderal Listyo sudah cukup lama menjabat Kapolri, dan sudah waktunya diganti.
Menurut Jokowi, pergantian pucuk pimpinan Polri merupakan hak prerogatif Presiden.
Presiden Prabowo Subianto menunjuk Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Selama ini Listyo sering dianggap sebagai "orang Jokowi". Keduanya sudah dekat sejak Jokowi menjabat sebagai Wali Kota Solo.
Saat itu, Listyo adalah Kapolresta Solo. Jokowi menegaskan Kapolri pilihan Prabowo adalah sosok yang tepat.
Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Selain mengganti Kapolri, Prabowo juga mengganti Wakapolri, yang kini dijabat Komjen Wahyu Hadiningrat.
Bagaimana membaca pergantian pucuk pimpinan Polri ini? Kita ulas bersama, Staf Ahli Kapolri, Irjen Purnawirawan Aryanto Sutadi dan Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid.
Baca Juga Suyudi Jabat Kapolri, Anggota Komisi III: Presiden Punya Pertimbangan Matang Pilih Pimpinan Polri di https://www.kompas.tv/nasional/693737/suyudi-jabat-kapolri-anggota-komisi-iii-presiden-punya-pertimbangan-matang-pilih-pimpinan-polri
#jokowi #kapolri #reshuffle
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/693744/full-analisis-staf-ahli-kapolri-dan-usman-hamid-soal-suyudi-ario-seto-jadi-kapolri-sapa-malam
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:02Saudara Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan atau reshuffle kabinet.
00:07Dalam reshuffle, kali ini Prabowo melantik 3 menko, 2 menteri, 1 wamenko, dan 4 wakil menteri.
00:143 menko yang dilantik Prabowo adalah Menteri SDM Bahlila Adalia,
00:18yang dilantik sebagai menko hilirisasi dan transisi energi.
00:22Kemudian, nama Sugiyono dilantik sebagai menko PMK menggantikan Pratikno,
00:26dan Dudung Abdurrahman yang kini menjabat sebagai menko Polkam menggantikan Jamari Cianiago.
00:34Posisi Menteri Luar Negeri ditempati oleh Armana Tanashir,
00:37sedangkan Kepala Staf Kepresidenan KSP kini dijabat Jenderal Listio Sigit Prabowo.
00:43Prabowo kemudian hari ini juga melantik Kepala Lembaga dan Pejabat Setingkat Menteri
00:48di antaranya Kaporri Wakaporri dan Kepala Badan Reforma Agraria.
01:00Presiden Prabowo Saudara melantik Jenderal Suyudi Arioseto sebagai Kapolri.
01:05Suyudi menggantikan Jenderal Listio Sigit Prabowo.
01:13Sebelum menjadi Kapolri, Jenderal Suyudi sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional BNN.
01:20Suyudi juga pernah menjabat sebagai Kapolda Banten.
01:24Pergantian Kapolri juga telah mendapat persetujuan dari DPR dalam rapat paripurna
01:30yang dikelar beberapa jam sebelum pelantikan di istana siang tadi.
01:34Selain Kapolri, Presiden juga melantik Wakapolri yang kini dijabat Komjen Wahyu Hadi Ningrat
01:41menggantikan Komjen Dedy Prasetyo.
01:54Kapolri Jenderal Suyudi Arioseto menyatakan Presiden Prabowo mengingatkan jajaran kepolisian
02:01agar fokus pada pemberantasan narkoba dan penyelundupan judi online.
02:05Selain itu, Kapolri juga berjanji akan meningkatkan pelayanan publik,
02:09penegakan hukum yang adil, serta lebih dekat ke masyarakat
02:12sesuai dengan program polisi bersama masyarakat.
02:15Kapolri bilang polisi harus bisa memberi respons atau jawaban cepat pada masyarakat
02:21terkait masalah kantipmas.
02:28Pertama, Presiden selalu mengingatkan pada kami semua,
02:32ya terutama dalam berbagai kegiatan,
02:34dan juga kemarin pada saat rapat bersama,
02:37terutama terkait dengan masalah-masalah narkotika,
02:42kemudian penyelundupan, judi online,
02:44dan hal-hal lain yang menjadi kerasahan di tengah masyarakat.
02:48Kita akan mengedepankan upaya-upaya peningkatan pelayanan publik,
02:54kemudian juga penegakan hukum yang adil,
02:57dan juga kami berupaya untuk bisa lebih dekat kepada masyarakat
03:03sesuai dengan apa yang menjadi program kerja kami,
03:06yaitu polisi bersama masyarakat.
03:08Memang sejatinya polisi harus selalu dekat dengan masyarakat,
03:13harus berada di tengah-tengah masyarakat,
03:15dan juga dapat memberikan jawaban kepada masyarakat secara cepat
03:23dalam kerangka hal kaptik mas.
03:27Sementara Presiden ke-7 RI Jokowi Dodo berespon soal pergantian Kapolri,
03:32Jokowi menilai Jenderalistio sudah cukup lama menjabat Kapolri,
03:36dan sudah waktunya untuk diganti.
03:38Menurut Jokowi, pergantian pucuk pimpinan Polri adalah hak prerogatif Presiden.
03:44Presiden Prabowo menunjuk Jenderal Suyudi Arioseto sebagai Kapolri
03:49menggantikan Jenderalistio Sigit Prabowo.
03:51Selama ini, Listio sering dianggap sebagai orang Jokowi.
03:55Keduanya sudah dekat sejak Jokowi menjabat sebagai wali kota Solo.
04:00Saat itu, Listio adalah Kapolresta Solo.
04:04Jokowi tegaskan Kapolri adalah pilihan Prabowo,
04:07adalah sosok yang tepat.
04:12Itu kan kewenangan hak prerogatif dari Bapak Presiden Prabowo,
04:23dan juga memang sudah saatnya Pak Kapolri, Pak Listio Sigitnya sudah 5 tahun, 8 bulan.
04:33Dan menjabat sebagai Kapolri, saya kira memang sudah saatnya.
04:44Dan penggantinya menurut saya juga sangat baik.
04:48Pak Suyudi.
04:50Saudara Presiden Prabowo Subianto melatih Jenderal Suyudi Arioseto sebagai Kapolri
04:55menggantikan Jenderal Listio Sigit Prabowo.
04:58Selain mengganti Kapolri, Prabowo juga mengganti Wak Kapolri
05:01yang kini di Jabat Komjen Wahyu Hadidingrat.
05:04Bagaimana membaca pergantian pucuk pimpinan Polri?
05:07Kita ulas sore hari ini bersama staf ahli Kapolri,
05:10Irjen Purnawirawan Ariyanto Sutadip.
05:11Ariyanto, selamat malam.
05:13Selamat malam, ma'am.
05:14Dan hadir juga Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid.
05:18Selamat malam, Mas Usman.
05:22Masih di mute, Mas Usman.
05:23Oke, saya mau tanya ke Mas Usman dulu.
05:24Mas Usman, kalau kemarin dari teman-teman wartawan ini hanya mendengar
05:27rencananya hari ini ada rapat paripurna yang direncanakan dihadiri oleh Presiden Prabowo.
05:32Tapi hari ini, rapat paripurna tidak dihadiri Presiden.
05:35Tiba-tiba ada uji kelayakan dan kepatutan Kapolri.
05:39Ini terkesan mendadak banget kah?
05:42Ya, terkesan mendadak sulit untuk diingkari.
05:46Tadi malam, tadi subuh, saya menerima begitu banyak pesan-pesan yang terkesan ada sesuatu yang sedang terjadi.
05:56Dan bukan hanya pergantian Kapolri, tapi juga pergantian sejumlah pejabat kabinet.
06:01Nah, saya tidak tahu persis, tetapi idealnya, saya kira idealnya memang proses politik di DPR itu
06:09membuka kesempatan bagi masyarakat untuk ikut berpartisipasi.
06:14Katakanlah membuka rekam jejak calon Kapolri.
06:17Idealnya juga kalau ada calon alternatif misalnya begitu.
06:21Atau hal-hal yang sifatnya melibatkan partisipasi masyarakat secara sebaik-baiknya lah, bukan dengan aklamasi yang bahkan hitungan satu jam
06:34bisa dikatakan itu ya.
06:35Dan ini memperlihatkan fungsi Dewan kurang optimal di dalam konteks mengawasi, sehingga terkesan segedar menjadi stempel.
06:47Dan ini tentu yang saya maksud terlepas dari siapapun Kapolri-nya gitu.
06:52Padahal Undang-Undang Polri kan mensyaratkan Kapolri yang benar-benar punya pertanggung jawaban kepada publik gitu ya.
07:03Nah kalau proses kilat tanpa partisipasi publik justru menghilangkan fungsi kontrol dan keseimbangan.
07:10Dan kesannya Polri adalah alat presiden semata.
07:14Padahal Polri adalah alat negara dan untuk kepentingan masyarakat.
07:20Jadi yang Anda maksud adalah karena waktunya yang terkesan mendadak atau tahapan-tahapannya yang tidak dilalui seperti pada biasanya.
07:29Termasuk misalnya mengunjungi kediaman dari rumah calon Kapolri yang kemudian hanya kurang dari satu jam saja uji fit and proper
07:35kemudian di Ketua Palu.
07:36Yang mananya Mas Usman?
07:38Tapi nanti jangan dijawab dulu ya Mas Usman dan juga Pak Arianto.
07:41Karena kita akan sebentar lagi mendengarkan kemandang azar maghrib bagi wilayah Jakarta dan sekitarnya tetap bersama kami di Sapa Indonesia
07:49Malam.
07:54Kita lanjutkan perbincangan di Sapa Indonesia Malam.
07:57Saya mau melanjutkan kembali pertanyaan saya sebelumnya ke Mas Usman.
08:00Mas Usman jadi yang Anda baca ini yang Anda kritik apanya nih?
08:03Waktunya yang terkesan mendadak atau tahapan demi tahapan yang seakan-akan dilewati?
08:09Ya ada soal waktu, ada soal kebutuhan misalnya membuka dokumen, rekam jejak, harta kekayaan, sampai dengan juga memancing perdebatan publik
08:22supaya ikut berpartisipasi.
08:24Sambil contoh misalnya penunjukan Kapolri Pak Sutahanto, waktu itu melalui penjaringan internal yang melibatkan kompornas.
08:32Apakah yang sekarang melibatkan kompornas misalnya?
08:35Yang kedua, contoh waktu Kapolri Pak Bambang Hindar Sodanuri, ada banyak proses terbuka yang membuka kritik media masa kepada Polri
08:46atau kepada seorang calon Kapolri.
08:48Dan yang ketiga misalnya contoh waktu Pak Tito Karnavian, meskipun calon tunggal, tapi ada tanya jawab misalnya tentang masalah terorisme
08:56dan hak asasi manusia.
08:58Memang ada juga pengalaman yang cukup kontroversial ketika pencalonan Kapolri Pak Budi Gunawan, waktu itu ada perselisihan antara Polri dan
09:08KPK.
09:09KPK sudah menetapkan sebagai tersangka, sementara proses fit and proper test seperti berjalan bertabrakan.
09:16Nah, contoh-contoh itu tentu bisa jadi perbandingan untuk melihat dan mengukur bagaimana proses pengunjukan Kapolri yang sekarang ini terlepas
09:26dari siapapun Kapolri-nya.
09:28Saya tanyain hal itu ya, Mas Usman ke Pak Arianto-Parianto, apakah benar ini tidak ada pelibatan masyarakat, termasuk juga
09:35kompornas, dengan pemilihan calon Kapolri Tunggal tadi, Pak Yusuyudi?
09:42Yang jelas saya sendiri baru tahu tadi pagi.
09:45Baru tahu juga, Pak?
09:47Iya, baru tahu tadi pagi.
09:49Tapi kalau desa-sesu sudah lama.
09:52Katanya kemarin surprise-nya itu sudah dikasih, tapi belum tahu juga, Pak Arianto berarti itu?
09:57Tidak, saya tidak tahu.
09:58Saya tidak tahu.
09:59Jadi, saya hanya dengar Pak Yusuyudi memang belum pernah dimasukkan kurang lebih sebulan yang lalu, sudah ada, oh ini calonnya
10:05ini, tapi kan banyak calon waktu itu ya.
10:08Cuma baru tahu tadi pagi, yang tahu itu tidak tahu sudah ada DPR.
10:14Itulah yang saya tahu.
10:15Jadi, saya tidak mengerti mengapa cepat seperti ini, apakah itu melanggar aturan atau tidak, saya juga tidak begitu paham ya.
10:21Tapi yang jelas, karena itu sudah ada surprise, surat daripada Presiden, di dalam keleksian, DPR tinggal menyidangkan apakah setuju atau
10:30tidak.
10:31Itu ternyata juga disetujui, nah itulah proses yang sudah berjalan.
10:35Tapi kalau menurut Pak Arianto, sebagai penasihat ahli Kapolri, memang terkesan sangat mendadak ketika hanya tadi uji kepatutan dan kelayakan,
10:44kurang dari satu jam, sudah diketokpalu, tanpa melewati tahapan-tahapan yang sebagaimana mestinya calon Kapolri ini lalui dulu.
10:51Ya, kalau dibandingkan dengan kebiasaan yang lalu, ya ini sangat cepat sekali ya.
10:56Karena tidak ada proses pengusulan, kalau teorinya kan gitu ya, kalau dari yang pengusulan oleh Komponas.
11:05Komponasnya mengajukan usulan pada Presiden, kemudian Presiden yang memilih.
11:10Tetapi kan usulan dari Komponas ini pada Presiden yang lalu juga sudah pernah dilanggar juga ya.
11:16Jadi yang diusulkan Komponas malah nggak dipilih, itu kan terjadi juga gitu.
11:22Jadi itu intinya adalah peraturan yang ada itu tidak selalu ditahti sesuai dengan aturan,
11:28tetapi karena itu sudah dianggap tidak melanggar aturan yang fatal, ya itu diterima saja begitu.
11:33Oke, Mas Usman, kalau disebut-sebut Pak Lisio ini kan salah satu Kapolri terlama ya, yang pernah menjabat di Indonesia
11:40sebagai Kapolri begitu.
11:42Nah, kemudian juga Pak Lisio sering dikaitkan dengan orang dekatnya Pak Jokowi.
11:46Lalu kemudian publik tadinya bertanya-tanya, oh mungkin jangan-jangan orang-orang terdekatnya Pak Jokowi dikesampingkan begitu.
11:53Makanya diganti Kapolri yang baru.
11:55Tapi kemudian malah sekarang Pak Lisio juga diangkat sebagai KSP.
12:00Apa yang Anda lihat di sini, Mas Usman?
12:03Ya, sebenarnya ini hanya rotasi jabatan saja.
12:08Jadi, karena ketika saya mendengar kabar subuh tadi, malam tadi juga bukan hanya pergantian Kapolri,
12:14tapi juga pengangkatan Pak Lisio sebagai kepala staf presiden atau kantor staf presiden.
12:20Nah, ini memang ujiannya buat pemerintah juga untuk memperlihatkan bagaimana kepolisian diletakkan.
12:27Tentu kita ingin kepolisian tetap menjadi badan penegak hukum yang ada di tengah di antara kepentingan masyarakat dan kepentingan pemerintah
12:37yang berkuasa.
12:38Yang kedua, juga penting untuk memastikan bahwa seorang Kapolri ketika diganti,
12:44ia bisa mencerminkan bukan hanya pergantian pimpinan, tapi juga pergantian kultur.
12:51Nah, kultur semacam ini yang saya kira seringkali menjadi bahan kritik masyarakat kepada kepolisian.
12:57Misalnya, ya, kedekatan dengan, katakanlah Pak Jokowi, itu dipandang sudah sampai pada tahap mempolitisir institusi kepolisian,
13:07yang tentu tidak sama-sama kita inginkan.
13:09Kita tidak ingin kepolisian menjadi partisan, kita tidak ingin ada politisasi struktural di dalam kepolisian.
13:16Sehingga, siapapun yang katakanlah mengkritik negara, lalu berhadapan dengan kepolisian.
13:21Atau siapapun yang mengkritik pemerintah, lalu berhadapan dengan kepolisian.
13:26Nah, hal semacam ini yang sekarang ini sedang terjadi di sejumlah negara yang mengalami proses otoritarian.
13:32Nah, kita tidak ingin Indonesia terjerumus kembali ke dalam politik atau rezim otoriter.
13:38Nah, kalau sekarang pergantiannya Kapolri dengan Pak Suyudi?
13:42Nah, ini yang tadi Pak Arianto juga akui, memang ini prosesnya terkesan sangat mendadak gitu kan.
13:48Tadi saya malah bertanya, apakah komponen sudah dilibatkan?
13:52Apakah sudah ada, katakanlah, partisipasi masyarakat?
13:56Apakah sudah ada penjaringan internal?
13:58Ini terlepas dari siapa Kapolri-nya, salah kali lagi.
14:02Saya kenal dengan Pak Suyudi, tetapi saya kira kritiknya bukan kepada Pak Suyudi,
14:08melainkan kepada DPR.
14:11Dan seharusnya DPR membukalah partisipasi masyarakat,
14:16supaya tidak terkesan menjadi rubber stamp, gitu.
14:20Supaya tidak sekedar menjadi pemberi stampel saja atas keputusan apapun yang dibuat oleh Presiden.
14:27Apalagi dalam proses yang sangat cepat.
14:30Tidak ada waktu, tidak ada kesempatan untuk masyarakat terpartisipasi,
14:33tidak ada pengujian.
14:35Kan kita meletakkan proses di DPR itu sebagai pengujian.
14:40Makanya namanya disebut fit and proper test.
14:43Tes kelayakan, gitu.
14:45Apakah ada tes itu?
14:47Nah, ini yang saya kira menjadi kritik kepada Dewan, saya kira.
14:53Nah, Pak Arianto, oke.
14:55Kalau di tahun lalu kan salah satu tuntutan masyarakat itu adalah reformasi Polri.
14:59Nah, tetapi kemudian Kapolri-nya waktu itu belum dikati masih paling, Tio.
15:02Dan sekarang apakah dengan pergantian yang terkesan sangat mendadak ini,
15:06ada riak-riak internalkah sehingga mendesak pergantian Kapolri hari ini secepat mungkin
15:12dan langsung kemudian uji fit and proper test, siangnya dilantik di sana?
15:18Kalau di lingkungan polisi sendiri ya,
15:21apa lagi yang namanya memperbincangkan pergantian Kapolri?
15:24Tidak pernah ada itu.
15:25Karena lembaga kepolisian itu lembaga formal, gitu ya.
15:29Loyalitas ya kepada Kapolri yang masih ada, gitu.
15:32Jadi, untuk riak-riak untuk mengganti itu ya memang di luar kan ada, gitu.
15:36Tapi di lingkungan polisi sendiri tidak pernah itu diperbincangkan, gitu.
15:40Jarang sekali saya sendiri nggak pernah mendengar.
15:42Bahkan orang-orang yang berpotensi menjadi Kapolri pun
15:46selama ini kan nggak kelihatan bermanover seperti yang tahun-tahun dulu.
15:50Tahun-tahun dulu kan itu kan calon-calon itu kan bermanover.
15:53Mencari dukungan sini, dukungan sana, gitu.
15:56Tapi di bawah tanah, ya, gitu.
15:58Kalau tahun ini saya lihat nggak ada itu.
16:00Sama sekali nggak ada orang yang pengen dari Kapolri kemudian
16:04mencari dukungan tokoh siapa, tokoh siapa.
16:06Semua silent.
16:08Ini bahwa sikit ini hebat sekali.
16:10Sampai enam tahun, gitu.
16:12Itu yang terjadi di lingkungan polisi.
16:14Jadi begitu dengan adanya bergantian seperti ini,
16:17ya karena tidak ada orang yang berambisi untuk situ, ya...
16:21Nggak ada orang yang berreaksi.
16:24Karena memang nggak ada yang itu.
16:26Nggak ada yang bersaing, ya.
16:27Di situ menurut saya sih.
16:29Sehingga tidak ada yang berreaksi, apa-apa.
16:31Ya silent semua.
16:32Kita menerima apadanya.
16:34Dan itulah kehidupan polisi.
16:36Memang siapapun menjadi kepala polisi,
16:39pasti nanti akan apa,
16:41para bawahannya itu akan mengikuti perintahnya.
16:43Karena itulah memang figur formal yang harus diikuti.
16:46Oke, Mas Usman kembali lagi tadi ke Anda yang menyoroti soal kepemimpinan Kapolri.
16:53Bagaimana caranya menjawab tantangan atau PR terbesar Kapolri baru yang sekarang ini?
16:57Terlebih misalnya dengan yang masa lalu yang diduga ada keterlibatan parcok begitu ya di pemilu,
17:04terus kemudian netralitas.
17:05Apa tantangan terbaru atau tantangan terbesar yang harus diselesaikan Kapolri yang baru ini?
17:11Ya, yang pertama adalah menjaga kebebasan berekspresi masyarakat ketika mengkritik pemerintah.
17:19Bulan Oktober adalah bulan di mana ada peringatan pelantikan Presiden dan juga terbentuknya Kabinet.
17:27Menurut saya kemungkinan besar ada demonstrasi.
17:30Dan kita akan menguji apakah Polri di bawah kepemimpinan Pak Suyudi bisa menjaga ketertibaan umum,
17:38tapi juga sekaligus menjamin hak masyarakat untuk menyampaikan kritik.
17:43Tantangan kedua adalah untuk mencegah adanya kekerasan oleh aparat.
17:49Misalnya di dalam proses penegakan hukum,
17:52menyiksa orang, menggunakan kekerasan,
17:55dan lain-lain sebagainya termasuk meminta uang atau memperjual belikan perkara.
18:01Nah ini tantangan yang tidak mudah.
18:03Siapapun Kapolri-nya selalu menghadapi tantangan yang sangat berat
18:07untuk mencegah tidak adanya kekerasan,
18:11tidak adanya praktik KKN di dalam pelayanan kepolisian.
18:15Yang ketiga misalnya penanganan situasi khusus seperti di Papua.
18:19Kita tahu belakangan Papua mengalami eskalasi konflik bersenjata
18:23dan juga konflik politik yang meningkat
18:25karena ada peningkatan pembukaan sumber daya alam yang baru,
18:30ekstraksi sumber daya alam yang baru,
18:32sehingga masyarakat juga mulai meningkatkan protesnya.
18:36Dan berkali-kali kita melihat di Papua ada penggunaan kekuatan yang berlebihan.
18:40Apakah Pak Suyudi sebagai Kapolri bisa mengubah pendekatan Polisi di Papua
18:46yang cenderung represif menjadi lebih persuasif.
18:49Itu tantangannya.
18:51Untuk kasus-kasus lama, saya kira masyarakat tentu masih bertanya
18:54apakah kepolisian punya kemauan misalnya untuk membuka kembali kasus-kasus besar.
19:00Contoh saja misalnya pembunuhan munir.
19:02Itu seringkali ditanyakan.
19:05Nah, tantangan-tantangan seperti itu...
19:07Termasuk juga dengan mematahkan anggapan no viral no justice.
19:11Betul. Seperti yang dikatakan Pak Suyudi sendiri di dalam forum di DPR,
19:16ia ingin mencoba memecahkan persoalan-persoalan hukum yang diadukan oleh masyarakat
19:21tanpa harus menjadi viral.
19:23Nah, ini saya kira penting.
19:25Mungkin masyarakat sekarang bisa menjadi pengawas
19:28untuk melihat apakah pengaduan mereka misalnya kehilangan mobil
19:31atau kehilangan motor
19:33atau menjadi korban dari kekerasan
19:36itu bisa ditindaklanjuti oleh kepolisian secara segera
19:40dengan perubahan signifikan.
19:42Tentu selama ini ada tindaklanjutnya,
19:44tapi ada juga yang mungkin berjalan lambat.
19:46Nah, apakah dengan kepemimpinan yang baru
19:48memang ada perubahan kultur yang lebih responsif?
19:51Itu masih kita harus tunggu.
19:53Pak Arianto, yang hari ini juga menjadi sorotan
19:56bukan hanya tadi penggantian dari Kapolri,
19:58tetapi juga Wak Kapolri-nya juga diganti
20:00meskipun mendapat jabatan yang baru.
20:01Pertanyaannya, apakah ini lazim biasanya
20:04atau berbeda juga nih warnanya
20:07karena Kapolri-Wak Kapolri sekaligus diganti?
20:11Saya pikir enggak ya.
20:12Karena ini mungkin Pak Kapolri sama Wak Kapolri
20:15langsung diganti ya.
20:16Mungkin ya karena memang kebutuhan Polri.
20:19Saya pikir perhitungannya begini ya.
20:20Seandainya nanti, apa itu?
20:23Ini Kapolri dulu, kemudian nanti baru Wak Kapolri-nya lagi.
20:27Itu perubahan yang dia bawa oleh Kapolri yang baru
20:29ini tidak secepat kapabila sekarang ini
20:32bersama-sama Kapolri dengan Wak Kapolri-nya gitu.
20:35Saya kira itu pertimbangan taktis ya.
20:37Sehingga diganti bersama.
20:39Dan itu juga tidak menyalahi aturan sih.
20:42Dan sepanjang yang dulu-dulu itu juga
20:45karena kebetulan apa itu
20:47antara Kapolri dengan Wak Kapolri itu
20:49selisihnya berbeda itu.
20:50Masa penciwanya sekarang.
20:52Kalau kelihatannya sekarang kan
20:53sudah berada mepet-mepet semua itu.
20:58Sehingga dibersamakan gitu.
21:00Dan kemudian
21:03kalau saya melihat tadi ya
21:04boleh menanggapi Pak Anu tadi Pak Asim tadi
21:09apa yang diinginkan oleh masyarakat itu
21:11kelihatannya tadi oleh Pak Kapolri yang baru ini
21:14apa itu?
21:15Dijawab gitu loh.
21:17Kapolri yang baru ini tidak muluk-muluk ya.
21:20dan kemudian niatnya dari Kapolri pun
21:22bukan sebagai tujuan
21:24tapi tanggung jawab.
21:25Nah itu kan menunjukkan bahwa
21:27beliau itu ingin menjadi Kapolri
21:29bukan ingin mencari jabatan
21:30tapi punya tanggung jawab
21:31untuk merbaiki polisi.
21:32Dan itu yang tadi memang sudah disuarakan juga
21:34sama Pak Susu Yudi
21:35pada saat uji fit and proper test ya?
21:37Iya.
21:38Di fit and proper test
21:39saya kan selalu menyemah itu ya
21:41apa-apa pidato Kapolri
21:43pada saat fit and proper test.
21:45Dulu waktu Pak Sigit
21:47saya tuh wah hebat ini.
21:48tapi kalau ini hebat juga
21:49karena apa?
21:50Apa adanya
21:51terus kemudian bahasa-bahasa rakyat
21:54kemudian sehingga ngomong gitu
21:56gak perlu penjabaran lagi.
21:57Rakyat sudah tahu kira-kira gitu.
21:59Oke.
21:59Mudah-mudahan ini dengan semangat ini
22:01polisi ke depan akan lebih baik gitu.
22:04Tapi pertanyaan gini Pak Arianto
22:05ketika tadi
22:07gimana caranya juga meyakinkan
22:09Kapolri yang baru ini
22:10tidak hanya terkesan mendadak
22:12kemudian semua dari anggota DPR setuju
22:15bagaimana caranya mewujudkan
22:17bahwa janji-janji Kapolri ini
22:19bisa terwujud seperti yang
22:20tadi disampaikan di
22:21uji fit and proper test
22:22sehingga tidak hanya sekedar
22:24omongan belakang.
22:26Kalau saya ya
22:27saya melihat ya
22:27karena selama ini
22:28saya gak mati polisi.
22:29Apa yang diomongkan oleh Pak Kapolri
22:31sekarang ini
22:32ya emang cita-cita polisi
22:33dari dulu
22:34saya berada ya
22:35kayak gitu
22:35cita-cita polisi itu kayak gitu.
22:37Cuman selama ini kan
22:39tidak pernah digaungkan
22:40di depan publik
22:41bahwa yang
22:41begini ya maunya begini.
22:43Yang kelihatan kan
22:44banyak polisi yang melanggar-melanggar
22:45terus disangka
22:47kepala polisinya itu
22:48mendidik seperti itu.
22:50Tapi kalau ini
22:51kelihatannya mudah-mudahan
22:52ini bisa diwujudkan ya.
22:54Contoh yang saya senang
22:56apa tadi?
22:56Kalau saya memperbaiki polisi Pak
22:58saya tidak bisa
22:59nyuruh-nyuruh anggota itu
23:00bahwa baik.
23:01Harus pimpinannya
23:02harus pimpinan yang baik.
23:04Nah ini mudah-mudahan
23:05ini kalau bagi saya
23:06seperti semacam
23:07fakta integritas ya.
23:08Jadi kalau
23:09sehingga tidak baik
23:11gantilah saya
23:12seakan-akan gitu.
23:13Jadi dia
23:15mempunyai tanggung jawab
23:16betul-betul ingin
23:17membaiki bawaan
23:17dengan cara yang
23:19memang sesuai dengan
23:19teoritis
23:20ya memang tidak begitu.
23:21Kalau mau ingin
23:22bawaan baik
23:23ya harus pimpinannya
23:25harus baik gitu.
23:26Kira-kira itu
23:27yang melegakan saya itu
23:28untuk Pak Kapolri yang baru.
23:30Dengan sosok Pak Soyudi ini
23:32Kapolri yang baru
23:33Mas Usman
23:34apakah Anda juga yakin
23:35bahwa sinergitas
23:36penindakan
23:37termasuk dengan
23:38melibat
23:39misalnya melibatkan
23:40okno-okno
23:40misalnya katakanlah
23:41di pihak kejaksaan
23:42atau pihak-pihak lainnya
23:43ini dapat independen
23:44bisa dilakukan oleh
23:45Kapolri yang baru?
23:47Kita lihat saja nanti
23:49saya punya
23:49pengalaman
23:50beberapa kali
23:52misalnya
23:52pertama ketika
23:54Pak Soyudi masih
23:55jadi kasat serse
23:57di Jakarta Selatan
23:58ada
23:59pengejaran terhadap
24:00aktivis-aktivis Papua
24:01yang melakukan
24:02demonstrasi di
24:03Plaza 89
24:03dan melakukan
24:04pengerusakan.
24:05Pagi-pagi
24:06jam 6
24:07Pak Soyudi
24:07di dalam kantor saya
24:08di Jalan Buru Budur
24:09nomor 14
24:10dan saya temui
24:11dan ada
24:13negosiasi yang
24:14saya kira
24:14bisa menjadi contoh
24:16terbaik gitu ya
24:16untuk akhirnya
24:18tidak melakukan
24:19penangkapan segera
24:20kepada aktivis-aktivis Papua
24:21dan mudah-mudahan
24:21cara seperti itu
24:22bisa dipertahankan.
24:23Yang kedua
24:24waktu
24:25kelompok para korban
24:27periswa penggunaan
24:28masal tahun
24:2865-66
24:29menggelar
24:30loka karya
24:31bersama para akademisi
24:32dan sejarawan
24:32di Yayasan LBH Indonesia
24:34ketika itu
24:35ada demonstrasi
24:36anti-komunis
24:37ada demonstrasi
24:38yang cukup besar
24:39bahkan
24:40menggunakan
24:41kekerasan
24:41menyerang LBH
24:42menggunakan
24:43batu
24:43melempar
24:44merusak kaca
24:45dan seterusnya
24:46hingga
24:46mengancam
24:47keselamatan
24:48banyak sekali orang tua
24:49termasuk masyarakat
24:50dari Kendang
24:51yang ketika itu
24:51sedang ada di Jakarta.
24:52Pak Suidi
24:54saya kira mengambil
24:55keputusan yang cukup
24:58relatif baik
24:59di malam itu
25:00dengan memastikan
25:01bahwa
25:01para
25:03korban
25:04yang sedang ada
25:05di LBH itu
25:05mendapatkan
25:06perlindungan
25:07tapi
25:07tentu untuk ke depan
25:08termasuk dalam konteks
25:10hubungan dengan kejaksaan
25:11dalam kasus
25:12Jampitsus
25:12itu masih kita harus
25:14lihat lagi.
25:15Oke
25:15tentunya tadi
25:16ada Kapol yang baru
25:18ada harapan yang baru juga
25:20tetapi
25:21jangan hanya sekedar harapan
25:22tapi realisasinya
25:23dapat segera
25:24dinikmati oleh
25:24masyarakat Indonesia bersama.
25:26Terima kasih
25:26Pak Aryan Tosuk tadi
25:28Mas Usman
25:28terima kasih
25:29Bapak-bapak
25:30selamat malam.
25:30Selamat malam.