00:01Saya melihat mereka tuh dari binaran matanya, dari senyumnya,
00:06punya harapan yang jauh lebih besar dari saya gitu.
00:26Pake kaki palsu ini?
00:27Iya.
00:30Tapi ini bisa-bisa jalan.
00:31Bisa, tapi kayak rumput.
00:53Setiap 4 tahun sekali, dunia menyaksikan mereka melangkah.
00:58Bukan hanya dengan kekuatan, tetapi dengan identitas yang mereka bawa.
01:05Kali ini, pelangkah itu dibalut oleh sehelai kain yang lahir dari tanah Indonesia.
01:12Busana ini lahir dari tangan salah satu nama besar mode Indonesia.
01:21Oke, jadi sebelum para atletnya berkompetisi nanti di Jepang, saya mungkin terlebih dahulu untuk mengikuti kompetisinya.
01:29Jadi, pemilihan siapa yang akan mendesain buat teman-teman NPC ini, ada beberapa desainer yang saya tahu yang dilibatkan di
01:40dalam kompetisi pemilihan uniform ini.
01:45Walaupun saya dirahasiain, ada siapa aja gitu, tapi saya bersyukur banget diantara satu nama besar desainer, akhirnya keluar dua nama
01:55dan akhirnya desain saya yang terpilih.
01:57Jadi, ini merupakan momen pertama saya mendesain untuk atlet dan ini bukan sembarang atlet, tapi buat saya memang atlet yang
02:06dikasih dan dititipin sama Allah kemampuan ekstra melebihi manusia sempurna pada umumnya.
02:15Jadi, ini untuk atlet paralimpik, jadi saya juga tertantang untuk membuat busana untuk defile.
02:26Nah, untuk koleksi ini saya ambil judul Sekar Jagat Vijaya, karena kebetulan di tahun ini bersama dengan brand saya, Ivan
02:35Gunawan, saya tahun ini sedang mempopulerkan kembali batik Sekar Jagat dari Madura.
02:42Jadi, dari motif Sekar Jagat ini dengan saya kasih tambahan Vijayanya di sini, saya melihat bahwa motif Sekar Jagat ini
02:50relate banget untuk teman-teman yang sedang berlomba nantinya di Jepang dan Vijaya itu sendiri memiliki arti dan melambangkan sebuah
03:01kemenangan.
03:11Kemenangan yang dimaksud bukan hanya tentang apa yang akan diraih di arena.
03:16Kemenangan juga tentang perjuangan panjang yang membawa mereka sampai ke titik ini.
03:30Perjalanan sebagai atlet tidak dimulai dari sebuah rencana besar.
03:35Dari yang semula tidak mengenal olahraga ini, ia mulai berlatih, mengikuti pertandingan, hingga akhirnya meraih medali.
03:45Perkenalkan, nama saya Lely Marlina. Saya dari cabur para tebel tenis.
03:52Awalnya itu saya ikut pelajar, tapi itu disuruh dulu dari orang yang mengerti olahraga.
04:03Waktu itu saya masih duduk di bangku SMA yang baru masuk. Dia itu nyuruh, kamu mau gak ikut tenis meja
04:12gitu.
04:13Terus saya bilang, saya kan belum, apa, gak ngerti olahraga sama sekali ya.
04:19Ya, boleh dicoba, tapi saya gak punya peralatannya segala macam, gak apa-apa, kamu pinjam dulu.
04:25Terus latihan-latihan, ikut pertandingan. Kebetulan waktu itu saya dapat, apa, dapat medali emasnya.
04:36Sejak itu saya dikenal dari, apa, dari pusatnya. Dipanggil, dipanggil, dipanggil sampai sekarang gitu.
05:00Jauh sebelum dikenal sebagai atlet para renang, air hanyalah bagian dari kehidupan masa kecilnya.
05:07Ia tumbuh jauh dari kota. Sungai menjadi tempat bermain, sekaligus tempat pertama ia mengenal renang.
05:17Saya Jendi Pangabean, saya dari cabur para renang.
05:23Karena saya besarnya di desa ya, desa ya jauh lah dari kota.
05:28Ya renangnya itu ya sebenarnya dari kecil, kota didak gitu.
05:32Karena saya dulu ya kecilnya, berenangnya di sungai.
05:36Jadi memang dari kecil sudah hobinya ya, kita bermainnya di alam, tentunya di sungai, jadi sama di hutan.
05:45Jadi memang terbentuknya itu memang tersendirinya di sana.
05:48Karena tempat kita bermain dulu, kalau dari renangnya.
05:54Terus pada saat saya sekolah SMA, baru di sana di kota Palembang, baru saya mulai menekuni olahraga renang ini.
06:06Karena saya tahu ada olahraga untuk disabilitas, jadi saya diarahkan ke renang.
06:19Sementara baginya, perkenalan dengan olahraga datang melalui orang lain.
06:25Sebuah pertemuan memperkenalkannya pada cabang olahraga yang kemudian ia tekuni.
06:32Dari sana, latihan menjadi bagian dari kesehariannya.
06:36Dan kini, setiap gerakan yang ia lakukan bukan hanya untuk mengasah kemampuan.
06:42Tetapi juga untuk mempersiapkan dirinya, membawa nama Indonesia.
06:47Perkenalkan, nama saya Dedit Diantoro dari Capur Paravencing Indonesia.
06:54Ya, dulunya saya di daerah, kenal sama teman saya.
07:01Itu juga adik, adik dari daerah.
07:04Mengenalkan saya ke Capur Paravencing.
07:08Dan event pertama disuruh ikut langsung ke Parnas.
07:12Di Solo dari budang panjang.
07:14Mereka datang dari latar yang berbeda.
07:17Menemukan olahraga dengan cara yang berbeda.
07:20Menjalani perjalanan yang berbeda.
07:23Namun, ada satu hal yang kemudian mempertemukan mereka.
07:27Sebuah busana yang akan mereka kenakan ketika membawa identitas Indonesia
07:33ke panggung Asian Paragames 2026 di Aichi, Nagoya, Jepang, Oktober mendatang.
07:42Jadi makanya saya bilang, tadinya saya mau dikirimin ukuran atletnya, saya bilang enggak, saya mau ketemu langsung.
07:49Saya mau ketemu langsung, saya mau ke Solo.
07:52Jadi, ya kebetulan mereka dikarantina di sini, mereka latihannya di sini.
07:57Jadi, saya mau ketemu langsung supaya sentuhannya lebih dapet lah.
08:01Ternyata mereka bukan atlet yang main-main.
08:03Ada yang pernah dapet tujuh emas, ada delapan emas.
08:08Dan buat aku, kesempurnaan sekarang udah bukan menjadi sebuah bentuk kesuksesan sih.
08:19Wah, kalau personal pastinya iya.
08:21Karena sentuhan detailnya kita juga bermain.
08:24Ada sulaman, ada patchwork.
08:29Jadi, batik itu tidak gelondongan langsung di pola gitu.
08:35Jadi, teknik-tekniknya juga ya sedikit rumit gitu.
08:40Jadi, teknik patchwork yang saya gabungkan motif-motifnya.
08:44Saya sulam lagi, saya bikin timbul.
08:47Dan mereka nanti pakai tutupan kepala.
08:51Kita pakai belangkon madura gitu.
08:54Jadi, ya beda gitu.
08:56Sentuhannya itu beda.
08:58Dan saya mikirin juga sampai sepatunya.
09:00Kita desain khusus sepatunya.
09:02Ada motif sekar jagatnya di kakinya.
09:05Jadi, tampilnya keseluruhannya all out.
09:08Jadi, bukan hanya sekedar begitu aja.
09:12Tapi, saya pikirin secara all out.
09:14Excited banget mbak.
09:16Punya rasa bangga.
09:17Baju kita dibikinin oleh desain Ertunoma Indonesia gitu ya.
09:21Lihat dari foto-fotonya kemarin sama baju-baju yang udah dibawakan itu bagus banget mbak.
09:28Ya, tentunya ini apa ya.
09:31Hal pertama di kita di-desain oleh seorang ipen gunawan.
09:40Itu di Indonesia beliau sangat terkenal.
09:44Jadi, ini momen yang spesial tentunya bagi kita.
09:47Kemarin saya sempat lihat bahwa di situ ada batik Madura ya.
09:52Ya, saya suka di situ ya sih ada batik-batiknya.
09:56Tapi, tidak terlalu banyak coraknya.
09:58Jadi, di bajunya.
10:01Jadi, menurut saya kayak...
10:03Terus, desainnya itu simpel.
10:05Tidak terlalu banyak motifnya.
10:09Jadi, kayaknya pas dipakai nanti keren gitu.
10:14Bangga sih mbak.
10:15Bisa mengikuti Davilek.
10:17Untuk mewakili Indonesia di kejuaraan APJ Asia Nagoya.
10:24Apalagi pakai baju yang ada unsur Indonesia-nya.
10:38Sehalai Kain akhirnya menemukan pemakainya.
10:42Di dalamnya ada identitas.
10:45Ada kebanggaan.
10:47Dan ada tujuan yang ingin mereka bawa sampai ke Aichi Nagoya, Jepang.
10:54Tetapi sebelum sampai pada panggung itu.
10:57Ada perjalanan panjang yang membentuk langkah mereka.
11:12Terima kasih telah menonton!
11:51Sebuah langkah tidak pernah lahir dalam satu malam.
11:55Ada proses panjang.
11:57Ada jatuh.
11:58Dan ada alasan untuk kembali berdiri.
12:02Ya, tadi balik lagi bahwa pada saat saya, ya tadi 12 tahun, ya saya mengalami kecelakaan.
12:10Mengalami kecelakaan, saya menjadi disabilitas.
12:13Dan pada saat saya sekolah di SMA, SMA di Kota Pelembang.
12:18Saya diperkenalkan dengan olahraga disabilitas.
12:22Mengenal olahraga ini.
12:23Terus, saya diarahkan ke Renang.
12:34Piti terendah ya, kayaknya pada saat peralihan ya.
12:39Saya udah mengerti bahwa diri saya berbeda dengan yang lain.
12:46Mungkin sekitar, ya awal-awal karir lah.
12:49Awal-awal karir Renang.
12:51Terus, dengan saya masih sekolah, tentu itu menurut saya berat.
12:56Karena pada saat itu saya hanya tidak punya pilihan lain.
13:01Mungkin saya bisa gagal di dunia ini.
13:05Jadi, di dunia olahraga Renang tentunya.
13:08Sana kayak, saya mau melanjutkan atau enggak ya, gitu.
13:13Dengan olahraga ini.
13:14Karena persaingan dulu ya lumayan berat.
13:18Tentu karena dengan faktor-faktor ekonomi juga,
13:22persaingan itu saya tidak baik, gitu kan.
13:24Jadi, menurut saya ya, masa peralihan jati diri lah.
13:28Saya ingin menemukan kenapa diri saya, gitu.
13:32Ada apa dengan diri saya.
13:34Ya tentunya, apa ya.
13:35Bisa bangkit ya.
13:37Masih bisa bangkit.
13:40Yang dari, ya bukan siapa-siapa.
13:44Saya tadi belai saya orang kampung.
13:47Dan dulu kan ya, saya dari normal.
13:52Terus tiba-tiba disabilitas.
13:54Tentu harapan keluarga juga dulu sangat kecil dengan diri saya tentunya.
14:02Tapi, ketika saya melihat diri saya sekarang,
14:07tentunya ada kebanggaan tersendiri buat diri saya.
14:12Bahwa saya bisa melewati semua ini dengan proses yang panjang.
14:28Kalau target saya pribadi ya, mbak.
14:31Pengennya saya meraih medali emas ya.
14:34Walaupun saya sudah tahu kemampuan saya,
14:37lawan-lawannya di sana.
14:39Tapi, saya tetap berusaha.
14:41Soalnya kan ini kan,
14:43kalau tenis meja ini permainan ya.
14:45Bukan olahraga terukur.
14:48Jadi, ya kita sama-sama berusaha.
14:52Paling saya tanamkan dalam diri gini, mbak.
14:55Ayo lawan rasa takutnya aja.
14:58Biar bisa bermain lebih leluasa.
15:02Bangga banget, mbak.
15:03Soalnya, ya dengan kondisi kayak gini ya, mbak.
15:07Kapan lagi loh kita bawa nama Indonesia ya
15:10ke kanca internasional gitu.
15:20Aktivitas saya di sini sehari-harinya full latihan, mbak.
15:24Pagi jam 9 sampai jam 12 latihan.
15:28Rest satu jam, jam 1 sampai jam 3 latihan lagi.
15:32Sore udah rest.
15:33Satu harinya dua kali sesi, dua sesi.
15:37Kalau pagi biasanya percaburan dulu gaya fisik.
15:43Ntar kalau sore biasanya main.
15:49Ya, pastinya bisa bawa medali untuk Indonesia.
16:06Untuk Asian Paragames ini tentunya berbeda tentunya bagi saya.
16:14Karena sekarang saya memiliki keluarga dan saya memiliki seorang anak sekarang.
16:25Jadi, semangatnya berbeda tentunya.
16:29Saya ingin, bukan membuktikan ya.
16:32Saya ingin terus berada di keluarga yang baik.
16:41Saya ingin memberikan yang terbaik untuk keluarga saya.
16:44Perjalanan panjang itulah yang kemudian mereka bawa ketika mengenakan busana untuk devile.
16:51Sebab, yang melekat pada busana ini bukan hanya motif dan rancangan.
16:56Tetapi juga identitas yang akan membawa mereka ke Asian Paragames 2026.
17:03Rasanya itu bangga banget, Mbak.
17:05Karena kan mungkin sekian banyaknya negara, kita itu lebih identik sama batiknya Indonesia.
17:13Jadi, aduh, bangga gitu.
17:15Terima kasih untuk titik diri saya sendiri.
17:19Sudah bisa berjuang sampai di titik ini, sejauh ini.
17:24Dan untuk semangatnya tolong ditambahin lagi.
17:28Dan terima kasih juga untuk pemerintah, untuk NPC tentunya, Poro Freda, Kemenpora.
17:38Terima kasih banyak sudah mendukung selama ini.
17:42Leli, walaupun nanti pas pertandingan sana hasilnya belum memuaskan,
17:50kamu jangan berkecil hati, tetap semangat.
17:55Buktikan lagi di event-event selanjutnya, dan terus berkarya.
18:04Saya hanya bisa memberikan semangat, memberikan support.
18:11Ya kan?
18:12Karena buat saya, mereka yang sudah menjadi atlet dengan kondisi yang mereka alamin aja,
18:21buat aku udah hebat banget, gitu.
18:24So, all the best buat semua atlet yang sedang berjuang saat ini.
18:28Sampai berjumpa di Jepang.
18:31Dan semoga Allah berpihak pada kita.
18:34Dan atas izin Allah, kita bisa membawa emas sebanyak-banyaknya.
18:39Di arena Asian Paragames 2026 nanti, mereka akan bertanding dengan kemampuan mereka sendiri.
18:48Mengejar target mereka sendiri, dan menuliskan cerita mereka sendiri.
18:54Tetapi, ada satu hal yang mereka kenakan bersama.
18:59Satu identitas, satu kebanggaan, satu Indonesia.
19:29Sampai jumpa di Jepang.