Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menjelang Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya Jepang.

Sebuah perjalanan panjang telah disiapkan untuk mengharumkan nama bangsa.

Kupas tuntas kisah dibalik langkah atlet para Indonesia mulai dari perjuangan, persiapan, hingga aksi mereka berlaga di arena pertandingan. Selengkapnya hanya di KompasTV.

Baca Juga Update Klasemen Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Turun ke Peringkat 19 di https://www.kompas.tv/olahraga/692751/update-klasemen-perolehan-medali-asian-games-2026-indonesia-turun-ke-peringkat-19

#asianparagames #nagoya #atlet

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/692804/mengenakan-indonesia-kisah-di-balik-langkah-atlet-para-indonesia-2026-kompas-siang
Transkrip
00:01Saya melihat mereka tuh dari binaran matanya, dari senyumnya,
00:06punya harapan yang jauh lebih besar dari saya gitu.
00:26Pake kaki palsu ini?
00:27Iya.
00:30Tapi ini bisa-bisa jalan.
00:31Bisa, tapi kayak rumput.
00:53Setiap 4 tahun sekali, dunia menyaksikan mereka melangkah.
00:58Bukan hanya dengan kekuatan, tetapi dengan identitas yang mereka bawa.
01:05Kali ini, pelangkah itu dibalut oleh sehelai kain yang lahir dari tanah Indonesia.
01:12Busana ini lahir dari tangan salah satu nama besar mode Indonesia.
01:21Oke, jadi sebelum para atletnya berkompetisi nanti di Jepang, saya mungkin terlebih dahulu untuk mengikuti kompetisinya.
01:29Jadi, pemilihan siapa yang akan mendesain buat teman-teman NPC ini, ada beberapa desainer yang saya tahu yang dilibatkan di
01:40dalam kompetisi pemilihan uniform ini.
01:45Walaupun saya dirahasiain, ada siapa aja gitu, tapi saya bersyukur banget diantara satu nama besar desainer, akhirnya keluar dua nama
01:55dan akhirnya desain saya yang terpilih.
01:57Jadi, ini merupakan momen pertama saya mendesain untuk atlet dan ini bukan sembarang atlet, tapi buat saya memang atlet yang
02:06dikasih dan dititipin sama Allah kemampuan ekstra melebihi manusia sempurna pada umumnya.
02:15Jadi, ini untuk atlet paralimpik, jadi saya juga tertantang untuk membuat busana untuk defile.
02:26Nah, untuk koleksi ini saya ambil judul Sekar Jagat Vijaya, karena kebetulan di tahun ini bersama dengan brand saya, Ivan
02:35Gunawan, saya tahun ini sedang mempopulerkan kembali batik Sekar Jagat dari Madura.
02:42Jadi, dari motif Sekar Jagat ini dengan saya kasih tambahan Vijayanya di sini, saya melihat bahwa motif Sekar Jagat ini
02:50relate banget untuk teman-teman yang sedang berlomba nantinya di Jepang dan Vijaya itu sendiri memiliki arti dan melambangkan sebuah
03:01kemenangan.
03:11Kemenangan yang dimaksud bukan hanya tentang apa yang akan diraih di arena.
03:16Kemenangan juga tentang perjuangan panjang yang membawa mereka sampai ke titik ini.
03:30Perjalanan sebagai atlet tidak dimulai dari sebuah rencana besar.
03:35Dari yang semula tidak mengenal olahraga ini, ia mulai berlatih, mengikuti pertandingan, hingga akhirnya meraih medali.
03:45Perkenalkan, nama saya Lely Marlina. Saya dari cabur para tebel tenis.
03:52Awalnya itu saya ikut pelajar, tapi itu disuruh dulu dari orang yang mengerti olahraga.
04:03Waktu itu saya masih duduk di bangku SMA yang baru masuk. Dia itu nyuruh, kamu mau gak ikut tenis meja
04:12gitu.
04:13Terus saya bilang, saya kan belum, apa, gak ngerti olahraga sama sekali ya.
04:19Ya, boleh dicoba, tapi saya gak punya peralatannya segala macam, gak apa-apa, kamu pinjam dulu.
04:25Terus latihan-latihan, ikut pertandingan. Kebetulan waktu itu saya dapat, apa, dapat medali emasnya.
04:36Sejak itu saya dikenal dari, apa, dari pusatnya. Dipanggil, dipanggil, dipanggil sampai sekarang gitu.
05:00Jauh sebelum dikenal sebagai atlet para renang, air hanyalah bagian dari kehidupan masa kecilnya.
05:07Ia tumbuh jauh dari kota. Sungai menjadi tempat bermain, sekaligus tempat pertama ia mengenal renang.
05:17Saya Jendi Pangabean, saya dari cabur para renang.
05:23Karena saya besarnya di desa ya, desa ya jauh lah dari kota.
05:28Ya renangnya itu ya sebenarnya dari kecil, kota didak gitu.
05:32Karena saya dulu ya kecilnya, berenangnya di sungai.
05:36Jadi memang dari kecil sudah hobinya ya, kita bermainnya di alam, tentunya di sungai, jadi sama di hutan.
05:45Jadi memang terbentuknya itu memang tersendirinya di sana.
05:48Karena tempat kita bermain dulu, kalau dari renangnya.
05:54Terus pada saat saya sekolah SMA, baru di sana di kota Palembang, baru saya mulai menekuni olahraga renang ini.
06:06Karena saya tahu ada olahraga untuk disabilitas, jadi saya diarahkan ke renang.
06:19Sementara baginya, perkenalan dengan olahraga datang melalui orang lain.
06:25Sebuah pertemuan memperkenalkannya pada cabang olahraga yang kemudian ia tekuni.
06:32Dari sana, latihan menjadi bagian dari kesehariannya.
06:36Dan kini, setiap gerakan yang ia lakukan bukan hanya untuk mengasah kemampuan.
06:42Tetapi juga untuk mempersiapkan dirinya, membawa nama Indonesia.
06:47Perkenalkan, nama saya Dedit Diantoro dari Capur Paravencing Indonesia.
06:54Ya, dulunya saya di daerah, kenal sama teman saya.
07:01Itu juga adik, adik dari daerah.
07:04Mengenalkan saya ke Capur Paravencing.
07:08Dan event pertama disuruh ikut langsung ke Parnas.
07:12Di Solo dari budang panjang.
07:14Mereka datang dari latar yang berbeda.
07:17Menemukan olahraga dengan cara yang berbeda.
07:20Menjalani perjalanan yang berbeda.
07:23Namun, ada satu hal yang kemudian mempertemukan mereka.
07:27Sebuah busana yang akan mereka kenakan ketika membawa identitas Indonesia
07:33ke panggung Asian Paragames 2026 di Aichi, Nagoya, Jepang, Oktober mendatang.
07:42Jadi makanya saya bilang, tadinya saya mau dikirimin ukuran atletnya, saya bilang enggak, saya mau ketemu langsung.
07:49Saya mau ketemu langsung, saya mau ke Solo.
07:52Jadi, ya kebetulan mereka dikarantina di sini, mereka latihannya di sini.
07:57Jadi, saya mau ketemu langsung supaya sentuhannya lebih dapet lah.
08:01Ternyata mereka bukan atlet yang main-main.
08:03Ada yang pernah dapet tujuh emas, ada delapan emas.
08:08Dan buat aku, kesempurnaan sekarang udah bukan menjadi sebuah bentuk kesuksesan sih.
08:19Wah, kalau personal pastinya iya.
08:21Karena sentuhan detailnya kita juga bermain.
08:24Ada sulaman, ada patchwork.
08:29Jadi, batik itu tidak gelondongan langsung di pola gitu.
08:35Jadi, teknik-tekniknya juga ya sedikit rumit gitu.
08:40Jadi, teknik patchwork yang saya gabungkan motif-motifnya.
08:44Saya sulam lagi, saya bikin timbul.
08:47Dan mereka nanti pakai tutupan kepala.
08:51Kita pakai belangkon madura gitu.
08:54Jadi, ya beda gitu.
08:56Sentuhannya itu beda.
08:58Dan saya mikirin juga sampai sepatunya.
09:00Kita desain khusus sepatunya.
09:02Ada motif sekar jagatnya di kakinya.
09:05Jadi, tampilnya keseluruhannya all out.
09:08Jadi, bukan hanya sekedar begitu aja.
09:12Tapi, saya pikirin secara all out.
09:14Excited banget mbak.
09:16Punya rasa bangga.
09:17Baju kita dibikinin oleh desain Ertunoma Indonesia gitu ya.
09:21Lihat dari foto-fotonya kemarin sama baju-baju yang udah dibawakan itu bagus banget mbak.
09:28Ya, tentunya ini apa ya.
09:31Hal pertama di kita di-desain oleh seorang ipen gunawan.
09:40Itu di Indonesia beliau sangat terkenal.
09:44Jadi, ini momen yang spesial tentunya bagi kita.
09:47Kemarin saya sempat lihat bahwa di situ ada batik Madura ya.
09:52Ya, saya suka di situ ya sih ada batik-batiknya.
09:56Tapi, tidak terlalu banyak coraknya.
09:58Jadi, di bajunya.
10:01Jadi, menurut saya kayak...
10:03Terus, desainnya itu simpel.
10:05Tidak terlalu banyak motifnya.
10:09Jadi, kayaknya pas dipakai nanti keren gitu.
10:14Bangga sih mbak.
10:15Bisa mengikuti Davilek.
10:17Untuk mewakili Indonesia di kejuaraan APJ Asia Nagoya.
10:24Apalagi pakai baju yang ada unsur Indonesia-nya.
10:38Sehalai Kain akhirnya menemukan pemakainya.
10:42Di dalamnya ada identitas.
10:45Ada kebanggaan.
10:47Dan ada tujuan yang ingin mereka bawa sampai ke Aichi Nagoya, Jepang.
10:54Tetapi sebelum sampai pada panggung itu.
10:57Ada perjalanan panjang yang membentuk langkah mereka.
11:12Terima kasih telah menonton!
11:51Sebuah langkah tidak pernah lahir dalam satu malam.
11:55Ada proses panjang.
11:57Ada jatuh.
11:58Dan ada alasan untuk kembali berdiri.
12:02Ya, tadi balik lagi bahwa pada saat saya, ya tadi 12 tahun, ya saya mengalami kecelakaan.
12:10Mengalami kecelakaan, saya menjadi disabilitas.
12:13Dan pada saat saya sekolah di SMA, SMA di Kota Pelembang.
12:18Saya diperkenalkan dengan olahraga disabilitas.
12:22Mengenal olahraga ini.
12:23Terus, saya diarahkan ke Renang.
12:34Piti terendah ya, kayaknya pada saat peralihan ya.
12:39Saya udah mengerti bahwa diri saya berbeda dengan yang lain.
12:46Mungkin sekitar, ya awal-awal karir lah.
12:49Awal-awal karir Renang.
12:51Terus, dengan saya masih sekolah, tentu itu menurut saya berat.
12:56Karena pada saat itu saya hanya tidak punya pilihan lain.
13:01Mungkin saya bisa gagal di dunia ini.
13:05Jadi, di dunia olahraga Renang tentunya.
13:08Sana kayak, saya mau melanjutkan atau enggak ya, gitu.
13:13Dengan olahraga ini.
13:14Karena persaingan dulu ya lumayan berat.
13:18Tentu karena dengan faktor-faktor ekonomi juga,
13:22persaingan itu saya tidak baik, gitu kan.
13:24Jadi, menurut saya ya, masa peralihan jati diri lah.
13:28Saya ingin menemukan kenapa diri saya, gitu.
13:32Ada apa dengan diri saya.
13:34Ya tentunya, apa ya.
13:35Bisa bangkit ya.
13:37Masih bisa bangkit.
13:40Yang dari, ya bukan siapa-siapa.
13:44Saya tadi belai saya orang kampung.
13:47Dan dulu kan ya, saya dari normal.
13:52Terus tiba-tiba disabilitas.
13:54Tentu harapan keluarga juga dulu sangat kecil dengan diri saya tentunya.
14:02Tapi, ketika saya melihat diri saya sekarang,
14:07tentunya ada kebanggaan tersendiri buat diri saya.
14:12Bahwa saya bisa melewati semua ini dengan proses yang panjang.
14:28Kalau target saya pribadi ya, mbak.
14:31Pengennya saya meraih medali emas ya.
14:34Walaupun saya sudah tahu kemampuan saya,
14:37lawan-lawannya di sana.
14:39Tapi, saya tetap berusaha.
14:41Soalnya kan ini kan,
14:43kalau tenis meja ini permainan ya.
14:45Bukan olahraga terukur.
14:48Jadi, ya kita sama-sama berusaha.
14:52Paling saya tanamkan dalam diri gini, mbak.
14:55Ayo lawan rasa takutnya aja.
14:58Biar bisa bermain lebih leluasa.
15:02Bangga banget, mbak.
15:03Soalnya, ya dengan kondisi kayak gini ya, mbak.
15:07Kapan lagi loh kita bawa nama Indonesia ya
15:10ke kanca internasional gitu.
15:20Aktivitas saya di sini sehari-harinya full latihan, mbak.
15:24Pagi jam 9 sampai jam 12 latihan.
15:28Rest satu jam, jam 1 sampai jam 3 latihan lagi.
15:32Sore udah rest.
15:33Satu harinya dua kali sesi, dua sesi.
15:37Kalau pagi biasanya percaburan dulu gaya fisik.
15:43Ntar kalau sore biasanya main.
15:49Ya, pastinya bisa bawa medali untuk Indonesia.
16:06Untuk Asian Paragames ini tentunya berbeda tentunya bagi saya.
16:14Karena sekarang saya memiliki keluarga dan saya memiliki seorang anak sekarang.
16:25Jadi, semangatnya berbeda tentunya.
16:29Saya ingin, bukan membuktikan ya.
16:32Saya ingin terus berada di keluarga yang baik.
16:41Saya ingin memberikan yang terbaik untuk keluarga saya.
16:44Perjalanan panjang itulah yang kemudian mereka bawa ketika mengenakan busana untuk devile.
16:51Sebab, yang melekat pada busana ini bukan hanya motif dan rancangan.
16:56Tetapi juga identitas yang akan membawa mereka ke Asian Paragames 2026.
17:03Rasanya itu bangga banget, Mbak.
17:05Karena kan mungkin sekian banyaknya negara, kita itu lebih identik sama batiknya Indonesia.
17:13Jadi, aduh, bangga gitu.
17:15Terima kasih untuk titik diri saya sendiri.
17:19Sudah bisa berjuang sampai di titik ini, sejauh ini.
17:24Dan untuk semangatnya tolong ditambahin lagi.
17:28Dan terima kasih juga untuk pemerintah, untuk NPC tentunya, Poro Freda, Kemenpora.
17:38Terima kasih banyak sudah mendukung selama ini.
17:42Leli, walaupun nanti pas pertandingan sana hasilnya belum memuaskan,
17:50kamu jangan berkecil hati, tetap semangat.
17:55Buktikan lagi di event-event selanjutnya, dan terus berkarya.
18:04Saya hanya bisa memberikan semangat, memberikan support.
18:11Ya kan?
18:12Karena buat saya, mereka yang sudah menjadi atlet dengan kondisi yang mereka alamin aja,
18:21buat aku udah hebat banget, gitu.
18:24So, all the best buat semua atlet yang sedang berjuang saat ini.
18:28Sampai berjumpa di Jepang.
18:31Dan semoga Allah berpihak pada kita.
18:34Dan atas izin Allah, kita bisa membawa emas sebanyak-banyaknya.
18:39Di arena Asian Paragames 2026 nanti, mereka akan bertanding dengan kemampuan mereka sendiri.
18:48Mengejar target mereka sendiri, dan menuliskan cerita mereka sendiri.
18:54Tetapi, ada satu hal yang mereka kenakan bersama.
18:59Satu identitas, satu kebanggaan, satu Indonesia.
19:29Sampai jumpa di Jepang.

Dianjurkan