00:02Ya, kita hari ini merasa berdukasita ya, seorang adik bagi saya, seorang sahabat, dalam perkenalan yang cukup panjang ya, ya
00:14dia telah berpulang.
00:16Kita mendoakan agar dia ditempatkan di sisi yang baik lah.
00:20Bagaimanapun sosok guru kita kenal sebagai yang lebih syarat dengan budaya ya, sebagai seorang budayawan menurut saya.
00:30Kita semuanya berangkali ketika kalian kembali, mungkin masa remaja kalian atau masa kecil, dengan suara mardikanya, dia merupakan sosok yang
00:42melahirkan banyak kreativitas dari seni, tari, dan budaya kita.
00:47Banyak hal-hal lain, dia sering berkonsentrasi sama saya, dulu juga pernah bicarakan apakah saya pantas untuk menjadi pimpinan, pucuk
00:59pimpinan partai ini.
01:01Nah, saya ingatkan, sebenarnya sebagai kakak saya bilang, kamu lebih cocok untuk lebih fokus di dalam bidang seni budaya ya.
01:13Jadi, saran ini dia ikutin juga.
01:16Nah, komunikasi ini tetap berjalan baik ya, dan mudah-mudahan lah, kita mengenal dia sebagai seorang yang sebenarnya orang yang
01:26syarat mudah untuk bergaul kepada siapa saja.
01:31Ya, itulah dia.
01:31Pak Surir, sejak kapan tahu Pak Guru sendiri sakit?
01:36Saya baru tahu terus terang aja kemarin, sore ya.
01:42Dan tadi saya pagi sudah mendapatkan berita, beliau telah berulang itu.
01:48Nah, itulah dia.
01:49Pak Surir, dari mungkin diskusi, obrol-obrol santai, apa yang paling berkesan, apa yang paling diingat, mungkin ada yang selalu
01:57dikenang dari sosok Guru Soekarno Putra?
02:00Ya, sebenarnya dia, seperti saya katakan tadi, saya menghargai dia sebagai sosok seorang budayawan, seorang seniman.
02:10Dia lebih di sana sebenarnya, yang saya pahamin.
02:15Kekuatan, talenta yang ada pada dirinya.
02:19Tapi dia juga sekaligus sebagai anggota DPR juga, kan.
02:24Dan keluarga Bung Karno itu kebetulan hampir rata-rata saya kenal baik dari puluhan tahun yang lalu.
02:32Dan itu terjaga baik sampai saat ini, ya.
02:34Oke?
02:35Pertemuan terakhir, Pak Surir, mungkin pertemuan terakhir.
02:37Ada beberapa waktu yang lalu, ya.
02:40Tapi yang saya tahu, sebenarnya ada beberapa sebuah minggu yang lalu harus saya bersama-sama ada amal itu, acara amal,
02:47lelang itu.
02:47Tapi saya tidak bisa menghadirin, ya.
02:50Baik.
02:50Tau nggak kabar penyakitnya, Pak Pak?
02:53Nggak, belum.
02:54Ya?
02:55Terima kasih, Pak Pak.
03:19Dulu kan itu, dari tahun 79-an ya.
03:2479-an itu, saya pertama kali diajak makan sama Mas Guru, diajak untuk bikin musik, pagelaran karya cipta Guru Soekarno
03:35Purta yang pertama.
03:36Saya nggak berani.
03:37Terus saya bilang, yang lain dulu deh, akhirnya Elva, Chandra, dan sebagainya.
03:43Baru pagelaran karya cipta Guru Soekarno Purta yang kedua, dan seterusnya.
03:47Baru saya berani, saya terlibat, jadi saya terkesan sekali pada bagaimana Mas Guru mempercayakan saya.
03:56Padahal saya waktu itu masih kelas 3 SMA, gitu ya.
03:59Tapi akhirnya waktu berlanjut ke sini, memes ini kan dulu anggota Suara Mardika.
04:07Jadi, aktivitasnya nari di sini.
04:10Jadi, saya boleh dibilang suka ngapel pacaran, waktu pacaran itu, zaman dulu itu, tahun 82 ya.
04:23Itu di sini, saya ke sini jemput memes habis latihan, habis itu baru kita dating gitu ya.
04:30Jadi, saya dulu di Suara Mardika, ini masa remaja saya di Surijaya 26 ini, angkatan 9, saya masuk tahun 80.
04:38Jadi, saya belajar nari, belajar kebudayaan, belajar organisasi, belajar disiplin, semua tari-tarian dan belajar berkebaya,
04:46make-up, rambut, dikondean, semua mas guru yang ngajarin.
04:49Memang ada timnya juga kakak-kak senior Suara Mardika.
04:51Saya menari, ikut pagelaran terbesar dulu di Indonesia, dulu namanya pagelaran karya cipta Guru Soekarno Purta pertama,
04:58kedua, ketiga, saya ikut yang kedua, yang ketiga, waktu itu masih SMP, SMA.
05:02Nah, kebetulan pas yang, saya penarinya ya, Mas Adi MS ini sebenarnya saya belum kenal dulu,
05:09tapi Mas Adi itu dulu kena pagelaran yang kedua, yang Cinta Indonesia.
05:14Nah, di situ Mas Adi mengaransemen lagu-lagu beberapa Cinta Indonesia, Aji Mumpung, Kesenian,
05:21oke, beberapa dan tari-tarian yang instrumental sama Bang Elvas Yashoria dan Canda Darusman Mahfraeng Kiraden.
05:30Nah, saya, betul karena saya sama Kiti DJ juga penyanyi juga, masih penyanyi yang ini ya, anak SM.
05:37Saya ikut menyanyikan untuk lagu yang Vina, Cinta Indonesia, Melati Suci, kemudian apa, Kesenian,
05:44sama, itu, apa namanya, oh lagu apa tuh, Gilang Gemilang, semua deh, gitu, jadi ikut menyanyi dan menari.
05:52Tahun 84, waktu saya pertama kali dipercayakan membuat album Krisya,
05:58itu saya beruntung dapat kesempatan membuat aransemen karya Guru Soekarno Putra ini,
06:05yaitu lagu Sendiri, tahun 84.
06:08Lagi Sendiri itu karya ciptanya Mas Guru dan Mas Adi ya, Almarhum Krisya.
06:12Jadi, kebetulan kalau pulang latihan memang saya sering dijemput Mas Adi yang untuk pagelaran Cinta Indonesia.
06:18Jadi, tempat jemput pacaran di sini.
06:20Ini Masa Remaja kita nih, rumah ini udah menjadi cagar budaya ya sekarang ya,
06:24jadi, ya sangat bernostalgia banget kita di sini.
06:27Dan Mas Guru terakhir-terakhir, kita kejumpa, sorry, dengan beberapa teman Suara Omar Dika,
06:31kita jumpa di bulan Juni sebenarnya, memang kita udah tau sih Mas Guru udah sakit,
06:36tapi kita kan harus menjaga ya privacy-nya beliau,
06:40jadi, ya kita sebenarnya udah banyak yang tau sih,
06:43cuman ya terkejut juga bahwa Mas Guru secepat itu meninggalkan kita,
06:47karena meninggalkan legacy yang luar biasa banyak ya Pak ya.
06:50Yang boleh dibilang, kita semua seniman Indonesia banyak ya,
06:55tapi di awal karir saya itu,
06:58saya ingat satu tokoh musik saat itu,
07:01yang bukan hanya saya kagumi karena musikalitasnya,
07:05tetapi semangat keindonesiaan,
07:07yang selalu bicara soal batik, soal adab etika Indonesia,
07:14yang selalu mengingatkan itu.
07:16Sampai di akhir hayatnya saya dengar,
07:18itu kalau melihat cara orang berbusana,
07:22apa segala macam, selalu ingin mengembalikan
07:25pada semangat keindonesiaan.
07:27Itu yang kita sangat berterima kasih pada Guru Sekarang.
07:30Jadi kebayang nggak dulu latihan-latihan tuh,
07:32kita harus pakai kebaya di sini,
07:35tahun 80 itu belum ada tuh yang kita pakai kebaya,
07:38akhirnya kadang-kadang kita naik bis atau kendaraan umum,
07:40kita naik bis dulu atau naik kendaraan umum,
07:41nanti kita ganti di sini,
07:42pakai kain dan pakai gelung gitu,
07:45apa, konde,
07:46udah bisa dandan sendiri dulu kita dari kecil.
07:49Dan dikosifikasi terakhir Pak?
07:51Kalau saya sih,
07:53nggak ngobrol ya,
07:54tapi udah tau sih,
07:55dua minggu lalu masuk rumah sakit dari temen kita aja gitu,
07:58kan udah nggak ngobrol sih.
07:59Karena...
07:59Sempat rumah sakitnya?
08:00Iya.
08:00Oh, saya nggak, saya nggak,
08:01kita nggak,
08:02soalnya lebih ke keluarga ya,
08:04takutnya kan terlalu banyak yang datang ya.
08:05Terakhir ketemu dua bulan lalu yang di rumah Gini ya?
08:07Ketemu kita bulan Juni sih,
08:09yang bener-bener ketemu kita ngobrol,
08:10ada di IG saya sih.
08:11Itu terakhir ketemu.
08:12Mungkin yang kedekatannya tuh seperti apa,
08:14kemaranya juga beliau juga sudah menyiapkan
08:16keingkapan sendiri,
08:18pergiannya beliau,
08:19sedekat apa sampai akhir di topnya?
08:21Kalau saya sih lebih ke kumpul-kumpul aja sih
08:24sama temen-temen,
08:25lebih ngomongin,
08:26kalian harus menjaga ini,
08:28harus tetap pakai berkebaya,
08:29menjaga Indonesia, gitu-gitu.
08:31Ya, seperti silaturahmi aja sih, gitu.
08:33Tapi kalau yang kedekatan sampai detail,
08:35saya nggak terlalu segitunya ya.
08:36Ada temen saya lagi sih yang
08:38lebih ngurus-ngurus,
08:39lebih bantu mengurus.
08:40Oke, terima kasih.
08:41Terima kasih.
08:47Oke, salam takziah
08:48untuk berpulang hari ini
08:50pukul 4 lewat 16
08:52dengan tenang.
08:54Maestro kita,
08:58seniman yang sangat-sangat dikagumi.
09:02Saya mewakili keluarga besar saya
09:07dan juga Partai PDI Perjuangan
09:10tentu berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya.
09:13Dan berterima kasih
09:14karena dedikasi, kontribusi,
09:17dan juga segala bentuk pemikiran
09:18dari Bapak Guru Soekarno Putra
09:20begitu mendalam dampaknya
09:24untuk tidak saja dunia perpolitikan,
09:28tapi juga legasi dalam seni dan budaya.
09:33Untuk karyanya,
09:34yang saya harus berterima kasih adalah
09:39lagu Mahadaya Cinta
09:40yang masih saya bawakan sampai sekarang.
09:42dan alhamdulillah beliau di detik-detik terakhir
09:47ajalnya masih sangat-sangat berpesan
09:50bahwa saya harus terus memajukan
09:52budaya, seni,
09:54dan terus mencintai,
09:57menggelorakan budaya,
09:59dan juga cinta tanah air.
10:01Ini enggak mengenal sosok beliau seperti apa?
10:04Sangat-sangat detil,
10:05sangat teliti semua.
10:08Perhatiannya sama seniman,
10:09sangat luar biasa.
10:11Murid-muridnya sangat luar biasa.
10:13Guru Soekarno Putra,
10:15Masya Allah tahun depan,
10:16genap 50 tahun,
10:17semoga seluruh murid-muridnya,
10:20seluruh orang-orang seni
10:23yang pernah bekerjasama
10:24bisa terus meneruskan cita-citanya
10:26untuk budaya Indonesia.
10:31Kenangannya kemarin tanggal 15,
10:33saya masih besok di Medistra,
10:35dan saya masih ajak nyanyi
10:36lagu Renjana,
10:37lagu ciptaan beliau.
10:39Saya masih kirim bantal
10:41dan masih dipakai.
10:42Terima kasih ya.
10:44Itu kenangan dari saya.
10:45Sempet tahu enggak sih penyakitnya apa ini?
10:47Nanti biar keluarga yang sampai ini.
10:49Terima kasih.
10:50Terima kasih.