00:05Intro
00:12Letak Indonesia yang berada di kawasan cincin api pasifik
00:16menjadi faktor kuat seringnya terjadi gempa bumi.
00:20Seperti gempa di Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026
00:25yang menelan banyak korban.
00:27Selain gempa, kebakaran hutan dan lahan pun marak terjadi di Indonesia.
00:34Ratusan hektar hutan dan lahan hangus,
00:36kepulan asap mengganggu warga hingga ke negara tetangga.
00:41Indonesia dilanda bencana.
00:44Apa kata para wakil rakyat untuk mempercepat penanganan ini?
00:53Di tanggal 15 Agustus 2026,
00:56gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7
00:59telah mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya.
01:03BMKG menyatakan adanya potensi tsunami di beberapa wilayah provinsi,
01:08yaitu NTB, NTT, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
01:14Sebagai langkah antisipasi, BMKG merekomendasikan evakuasi menyeluruh
01:20bagi pemerintah daerah di wilayah terdampak.
01:24Tercatat pula ratusan jiwa menjadi korban meninggal dunia
01:27dan ribuan lainnya luka-luka.
01:31Di NTT, hingga 31 Agustus 2026,
01:36jumlah pengungsi korban gempa mencapai 188 ribu jiwa.
01:41Namun kini warga belum juga sepenuhnya pulih secara sikis dan fisik.
01:45Harta benda dan tempat tinggal pun rusak.
01:49Rumah sudah rusak.
01:51Saya punya cucu dengan anak tinggal di sini.
01:54Sudah satu bulan lebih.
01:55Presa rumah di sana rusak semua.
01:59Harpans bantuan dari pemerintah.
02:03Semen dengan besi, pasir, air,
02:06supaya mau bikin rumah.
02:08Mereka kasih kami makan, minum,
02:11sumbangan juga kami dapat.
02:14Air bersih, mereka kasih kami air,
02:17tua itu kami minum.
02:20Air soling kami ambil dari sana,
02:22itu baru kami masak.
02:23Kalau pemerintah cepat,
02:25tanggung saya, supaya saya duduk dengan cucu saya.
02:28Saya sekarang ini karena saya pikir begini.
02:31Orang ada rumah baik,
02:33mau masak, mau tidur,
02:36apalagi saya.
02:37Dapur juga jatuh.
02:40Rumah mau tidur, tidak ada.
02:42Kalau orang lain, bisa.
02:44Kalau saya, tidak bisa.
02:46Kalau masuk di dalam, itu miring.
02:49Sampai saya pikir, sampai sekarang ini.
02:53Andreas Hugo, Wakil Ketua Komisi 13,
02:56Daerah Pemilihan NTT,
02:58melihat kondisi masyarakat di wilayah terdampak
03:00sedang memasuki fase pemulihan.
03:03Dari delapan kabupaten yang ada di Flores,
03:07tujuh kabupatennya itu terdampak jempa.
03:10Dan setelah masa tangkap darurat ini adalah
03:12pasca pemulihan.
03:14Kita tahu bahwa ada bantuan yang langsung diberikan oleh Presiden,
03:18kepada tiap kabupaten,
03:20juga bantuan dari pemerintah,
03:22dan terutama dari masyarakat,
03:24yang secara sukarela ke sana memberikan bantuan,
03:29ya itu sangat berterima kasih untuk bantuan-bantuan tersebut.
03:34Cuma juga, satu hal yang mungkin perlu menjadi perhatian
03:38dari pemerintah ke depan,
03:41bahwa kita punya BNPB.
03:43Cuma di daerah, di daerah itu BPBD,
03:48kita tahu bahwa BPBD,
03:50Badan Penanganan Bantuan Bencana di daerah,
03:54itu hanya nama relatif.
03:57Sementara mereka tidak punya kesiapan-kesiapan logistik standar
04:02untuk menangani ketika bencana terjadi.
04:06Nah, ini yang kemudian menjadi penyebab daerah relatif tidak siap,
04:11tunggu bantuan dari pusat.
04:13Kita tidak berharap,
04:14tetapi kita harus bersiap apabila terjadi bencana
04:18di dalam proses pemulihan.
04:21Dan proses pemulihan ini,
04:23saya kira lebih baik langsung on the spot.
04:25Jadi, pemerintah menyiapkan dana,
04:28dana dan kemudian dialokasikan
04:30sesuai dengan tingkat kerusakan.
04:33Jadi, kalau saya melihat,
04:35jangan dijadikan proyek.
04:36Dan kemudian juga,
04:39ya ini bisa menimbulkan
04:40proses birokrasi yang terlalu panjang,
04:43sehingga perlu waktu.
04:44Nah, juga perlu menjadi catan,
04:46sebaiknya sebelum musim hujan,
04:49penanganan itu sudah dilakukan.
04:51Karena kalau ketika terjadi hujan,
04:54ini pasti akan lebih menyulitkan lagi.
04:57Wakil Ketua Komisi 8, Abidin Fikri, menjelaskan,
05:01pemulihan pacar bencana di NTT dan sekitarnya
05:03perlu dilakukan dengan pendekatan yang spasial,
05:07khususnya berkaitan dengan pemulihan trauma psikologis.
05:10Dan diharapkan melalui kementerian dan lembaga,
05:15baik di komisi-komisi yang lain,
05:18itu segera mengevaluasi dan menindaklanjuti
05:23apa yang sepertinya dilakukan
05:26untuk memulihkan keadaan di NTT.
05:29Agar kehidupan ekonomi dan sosial itu bisa berjalan
05:32seperti sedia kalah pasca bencana ini memang
05:37dibutuhkan intensitas yang cukup tinggi
05:42dalam memulihkan keadaan di Nusantara Timur.
05:45Yang paling utama ya,
05:48memastikan itu layanan publik.
05:50Pemerintahan berjalan,
05:52kemudian sektor-sektor layanan publik
05:54seperti kesehatan,
05:57kemudian kehidupan ekonomi,
06:01kemudian sekolah,
06:03dan rumah ibadah,
06:06pelabuhan, dan lain sebagainya itu bisa
06:08dipulihkan segera.
06:10Karena aktivitas masyarakat kan
06:12harus berlanjut.
06:14Dan tentu dengan pendekatan-pendekatan yang
06:18spesial berkaitan dengan memulihkan
06:21trauma psikologisnya.
06:25Percepatan penanganan dan pemulihan pasca bencana
06:27menjadi harapan bersama.
06:30Indonesia sebagai negara yang letaknya
06:32tidak bisa dihindari oleh gempa bumi
06:34harus lebih siap dan sigap
06:36sebelum bencana terjadi.
06:51Kebakaran hutan dan lahan Karhutla
06:53masih menjadi sorotan di Indonesia.
06:56Badan Nasional Penanggulangan Bencana
06:58BNPB mencatat
06:59dalam laporan perkembangan bencana
07:01periode 9 hingga 10 Agustus 2026,
07:05Karhutla terjadi di berbagai daerah.
07:08Hal ini didominasi oleh kemarau panjang.
07:11Namun dibalik itu,
07:13iklim bukanlah penyebab tunggal.
07:16Memasuki Agustus 2026,
07:19sejumlah wilayah di Indonesia pun
07:20menghadapi peningkatan titik panas
07:23yang disertai kabut asap.
07:25Berdasarkan data Kementerian Kehutanan
07:27pada 12 September 2026,
07:29jumlah titik panas mengalami penurunan
07:32menjadi 567
07:33dari sebelumnya 627 titik panas
07:37yang terdeteksi di 6 provinsi prioritas.
07:41Kalimantan Tengah
07:42masih menjadi yang paling dominan
07:44dengan 197 titik panas.
07:48Tentunya Karhutla di Kalimantan
07:49memicu krisis kesehatan serius
07:51dan penurunan produktivitas.
07:56Tentu dengan kabut asap ini
07:58ekonomi sangat terganggu ya.
08:00Saya masih tetap beraktivitas seperti biasa
08:02karena pekerjaan saya juga tidak bisa ditunda.
08:06Untuk harapannya semoga kabut asap ini
08:08segera berakhir,
08:09segera ditangani oleh pemerintah.
08:12Karena kita disini sudah hampir 3 bulan ya,
08:15memasuki bulan ketiga kabut asap
08:17dan beberapa hari ini semakin parah.
08:20Semoga ada penanganan dari pemerintah ya.
08:22Masalah ekonomi saya juga terganggu.
08:25Nah, lagipun kan saya juga terkadang
08:28diambil jadi model.
08:29Nah, tapi semenjak ada kabut asap
08:31jadi saya jarang keluar gitu bang.
08:34Harapan saya semoga kabut asap ini
08:37cepat berakhir.
08:39Daniel Johan dari Komisi 4 DPR RI menegaskan,
08:42penanganan karhutla di Indonesia
08:44harus dilakukan dengan fokus
08:45untuk pemulihan yang lebih cepat.
08:48tiga minggu terakhir saya ke Ketapang
08:50itu lagi parah-parahnya,
08:53bahkan ada yang meninggal.
08:56Jadi,
08:57kita ingin memastikan
08:59tentu nomor satu,
09:02segera,
09:03segala upaya,
09:05secara cepat,
09:06secara kilat,
09:07secara gotong royong,
09:09meskipun
09:10pemerintah sudah bekerja keras,
09:12tetapi skalanya itu
09:14jauh lebih besar
09:16daripada yang sudah dilakukan.
09:19Dan juga jangan sungkan,
09:21jangan jengsi
09:21untuk menerima bantuan internasional,
09:24terutama
09:24yang menyangkut teknologi.
09:27Yang kedua adalah
09:28memastikan korban-korban itu
09:30tidak ditinggal.
09:32Terutama untuk
09:33anak-anak sekolah,
09:34bayi,
09:35orang tua
09:36yang punya
09:37sakit akut.
09:39Fokuskan
09:40darurat sekarang.
09:42jangan sampai
09:43karena kekurangan anggaran.
09:44Karena ini
09:45seluruh lintas kementerian.
09:46Pastikan
09:49dulu kita ada
09:50BRGM,
09:51badan restorasi gambut,
09:53itu bisa
09:54tertangani
09:56jauh lebih baik,
09:57meskipun masih banyak kurang.
09:59Jadi,
10:01tetapi kan kemarin dibubarkan.
10:02Jadi,
10:03wanti-wanti saya,
10:04jangan sampai
10:05badannya dibubarkan,
10:06tapi fungsinya juga hilang.
10:08Itu fungsi harus
10:09diambil alih penuh.
10:11Tidak boleh kurang
10:12oleh Kementerian Kehutanan.
10:14Jadi,
10:15kita harus bisa
10:17mengatasi
10:18soal kebencanaan ini.
10:19Macem-macem kebencanaan,
10:20tsunami,
10:22gempa,
10:23yang memang
10:25karena kondisi alam
10:26dan lain sebagainya.
10:27Dan justru,
10:28kita sebagai
10:29warga negara Indonesia
10:31harus memahami ini.
10:33Tanpa,
10:33tidak ada,
10:34tanpa kesadaran lingkungan
10:35yang tinggi,
10:36saya kira,
10:36kita akan terus.
10:37Karena kan
10:38di banyak
10:40tempat
10:41kita sudah
10:42mendapatkan
10:43pengetahuan bahwa
10:45satu diantara
10:46banyak hal
10:47yang menyebabkan
10:48isu lingkungan itu
10:49mengembangkan itu
10:50karena ulah manusia.
10:51Nah,
10:51perbuatan manusia inilah
10:52yang merusak
10:53lingkungan itu
10:54yang harus kita
10:56minimalkan.
10:56Karhutlah kali ini
10:58terasa lebih berat
10:59dari sebelumnya
11:00karena terdapat
11:01beberapa faktor
11:02yang menjadi kendala
11:03di lapangan.
11:05Penuh diketahui
11:06bahwa kekeringan
11:07di 2026 ini
11:09sangat berbeda
11:11dengan 2015
11:12yang waktu itu
11:13juga kekeringannya
11:14tinggi.
11:14Yang kedua
11:16itu
11:16sumber air
11:18untuk pemadaman
11:19itu
11:20rata-rata
11:21juga kering.
11:22Tapi ya itu
11:23sekali lagi
11:23bahwa
11:25tempatnya
11:26cukup luas
11:27tapi catatannya
11:28adalah
11:28seluruh
11:30kebakaran di Kota Samarinda
11:31dari sekitar
11:32193 kejadian
11:34dengan luas
11:36416,97
11:38itu bisa
11:39dipadamkan semua.
11:41Kita juga
11:41memanfaatkan
11:43aplikasi
11:44lembus wana
11:45maupun sipongi ya.
11:47Tapi itu
11:48kadang-kadang
11:49kalau apinya kecil
11:50atau tidak luas
11:52itu tidak terdeteksi.
11:53Kita punya
11:54detektor
11:57dari SDM
11:58Pak Wali Kota
11:59sejak
12:0125 Agustus
12:03itu
12:03dengan
12:04memanfaatkan
12:05anggaran
12:07biaya
12:07tidak terduga.
12:08Itu akhirnya
12:09ditapkan tanggal
12:10dorat.
12:11Dan sudah
12:11di review
12:12dari biaya
12:13SP Torat
12:13maka terjadi
12:15penambahan
12:15kurang lebih
12:16800 juta.
12:18Itu karena
12:19kita
12:21untuk biaya
12:22penambahan
12:23BBM
12:23yang kedua
12:25juga
12:27distribusi air bersih
12:29kita kan
12:29dan
12:30pertanggung jawabannya
12:31jelas bahwa
12:31BTT ini
12:32pasti akan
12:34dilakukan
12:34pengawasan.
12:35sebagai pengamat
12:37kebencanaan
12:37menurut
12:38Dwi Korita
12:39Karnawati
12:39pencegahan
12:40dan penanganan
12:41pasca bencana
12:42harus direalisasikan
12:43dengan maksimal.
12:45Untuk
12:46NTT
12:46saya melihat
12:47dari info
12:48dini
12:48yang disampaikan
12:49BMKG
12:50sudah cepat
12:51hanya tinggal
12:53tentunya
12:54semoga saja
12:55di
12:56respon
12:57ditanggap
12:58darurat
12:58rehabilitasi
12:59rekonstruksi
13:00juga
13:00cepat
13:02karena
13:03mengingat
13:04juga
13:04ternyata
13:06cukup
13:07banyak
13:08kerusakan
13:09itu
13:09di daerah
13:10yang sulit
13:11dijangkau
13:11Karhutlah
13:12ini agak
13:12beda
13:15sebetulnya
13:16ini kan
13:18sudah
13:18berjuang
13:19ini
13:19sudah
13:21mati-matian
13:22kalau
13:24alam itu
13:24tidak mengenal
13:25batas
13:26jadi
13:27perlu
13:28ada
13:30penjagaan
13:31yang ketat
13:32sebetulnya
13:33saya
13:35yakin
13:36pemerintah
13:38itu kan
13:38pinter
13:38banyak
13:39orang
13:40pinter
13:40dan
13:41mendengarkan
13:42informasi
13:43bahwa
13:44Indonesia
13:45itu
13:45negara
13:46multi
13:49bencana
13:49tapi
13:50persoalannya
13:51apakah
13:52itu menjadi
13:53pertimbangan
13:54utama
13:54prioritas
13:56jadi
13:57insyaallah
13:58kita mau
13:59belajar
14:00dengan
14:00perkembangan
14:01bencana
14:02saat ini
14:03itu
14:03semuanya
14:04itu
14:04ada yang
14:05bisa
14:05dicegah
14:06ada yang
14:07bisa
14:07dikurangi
14:08risikonya
14:09dimitigasi
14:10dan
14:11literasi
14:11masyarakat
14:12tetap
14:12terus
14:13digencarkan
14:13untuk
14:15seluruh
14:15daerah
14:18bencana
14:19bencana
14:19tak semata
14:19karena
14:19alam
14:20tapi
14:21juga
14:21karena
14:21ulah
14:22manusia
14:22yang
14:23melakukan
14:23tanpa
14:24kesadaran
14:24bagi
14:25masyarakat
14:26hidup
14:27aman
14:27dan
14:27tenang
14:27dari
14:28bencana
14:28adalah
14:28suatu
14:29rasa
14:29syukur
14:30namun
14:31kebijakan
14:32tentang
14:32bencana
14:32tetap
14:33harus
14:33ditegakkan
14:36terima
14:41terima
14:44Terima kasih.