00:00Saudara sawah petani di Kecamatan Sambutan, Samarinda, Kalimantan Timur mengalami kekeringan dimulai sejak bulan Juli kemarin.
00:09Dampak kekeringan tersebut petani mengalami hasil panen berkurang dan terancam gagal tanam.
00:15Berikut liputan jurnalis Kompas TV Rijal Mustafa dan Juru Kamera Jasmine Jafar.
00:22Saudara, saat ini saya sudah berada di kawasan Pelita 6 di Samarinda, Kalimantan Timur.
00:27Tempat saya melaporkan ini adalah merupakan bentangan sawah di mana para petani di daerah ini mereka menanam padi mereka dan
00:34memang sejak Juli kemarin mereka merasakan kemarau yang sampai saat ini juga masih dirasakan dan melanda kawasan ini dan sawah
00:45mereka mengalami kekeringan.
00:46Kami menanyakan para petani bahwa mereka pada saat melakukan panen mengalami hasil yang kurang kalau kemarin panen sebelumnya mereka panen
00:59dari luasan setengah hektare bisa mencapai 3,5 ton gabah basah begitu.
01:06Namun saat ini akibat dampak kekeringan mereka hanya mendapatkan hasil panen 2 ton padi gabah saja.
01:15Dan saya akan menunjukkan Anda bagaimana kondisi terkini sawah mereka yang saat ini dilanda kekeringan.
01:22Anda bisa lihat saudara di tempat saya melaporkan ini adalah yang awalnya kemarin adalah lumpur dan seperti ini kondisinya.
01:32Kalau saya masukkan jari saya sekitar 4 jari begitu dan kedalamannya bisa mencapai 30 cm.
01:42Dan saudara saat ini juga memang pemerintah sudah melakukan upaya untuk membantu mengatasi kekeringan yang melanda di kawasan ini.
01:52Kemarin beberapa hari yang lalu kami melihat dari BWS sudah membuat aliran sungai dari kawasan X lubang tambang kemudian akan
02:01dialirkan ke sungai.
02:02Dan dari sungai ini nanti mengalir ke pintu iregasi dan mengaliri sawah-sawah warga di sini yang luasannya sekitar 175
02:10hektare.
02:11Namun sampai saat ini kami melihat air yang diupayakan itu masih belum mencapai sawah-sawah warga yang memang kondisinya seperti
02:22ini.
02:24Dijal Mustafa, Jasmin, Jafar Kompas TV, Samarinda, Kalimantan Timur.