Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
SAMARINDA, KOMPAS.TV - Sawah petani di Kecamatan Sambutan, Samarinda, Kalimantan Timur, mengalami kekeringan dimulai sejak bulan Juli kemarin imbas kemarau panjang.

Dampak kekeringan tersebut, petani mengalami hasil panen berkurang dan terancam gagal tanam.

Berikut liputan jurnalis Kompas TV Rijal Mustafa dan juru kamera Jasmin Jafar.

Baca Juga Angin Kencang Buat Titik Api Masih Terlihat di Kawasan Hutan Gunung Merapi | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/692251/angin-kencang-buat-titik-api-masih-terlihat-di-kawasan-hutan-gunung-merapi-sapa-malam

#kemarau #kekeringan #petani #musimkemarau

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/692254/imbas-kemarau-panjang-lahan-persawahan-di-samarinda-kekeringan-kompas-siang
Transkrip
00:00Saudara sawah petani di Kecamatan Sambutan, Samarinda, Kalimantan Timur mengalami kekeringan dimulai sejak bulan Juli kemarin.
00:09Dampak kekeringan tersebut petani mengalami hasil panen berkurang dan terancam gagal tanam.
00:15Berikut liputan jurnalis Kompas TV Rijal Mustafa dan Juru Kamera Jasmine Jafar.
00:22Saudara, saat ini saya sudah berada di kawasan Pelita 6 di Samarinda, Kalimantan Timur.
00:27Tempat saya melaporkan ini adalah merupakan bentangan sawah di mana para petani di daerah ini mereka menanam padi mereka dan
00:34memang sejak Juli kemarin mereka merasakan kemarau yang sampai saat ini juga masih dirasakan dan melanda kawasan ini dan sawah
00:45mereka mengalami kekeringan.
00:46Kami menanyakan para petani bahwa mereka pada saat melakukan panen mengalami hasil yang kurang kalau kemarin panen sebelumnya mereka panen
00:59dari luasan setengah hektare bisa mencapai 3,5 ton gabah basah begitu.
01:06Namun saat ini akibat dampak kekeringan mereka hanya mendapatkan hasil panen 2 ton padi gabah saja.
01:15Dan saya akan menunjukkan Anda bagaimana kondisi terkini sawah mereka yang saat ini dilanda kekeringan.
01:22Anda bisa lihat saudara di tempat saya melaporkan ini adalah yang awalnya kemarin adalah lumpur dan seperti ini kondisinya.
01:32Kalau saya masukkan jari saya sekitar 4 jari begitu dan kedalamannya bisa mencapai 30 cm.
01:42Dan saudara saat ini juga memang pemerintah sudah melakukan upaya untuk membantu mengatasi kekeringan yang melanda di kawasan ini.
01:52Kemarin beberapa hari yang lalu kami melihat dari BWS sudah membuat aliran sungai dari kawasan X lubang tambang kemudian akan
02:01dialirkan ke sungai.
02:02Dan dari sungai ini nanti mengalir ke pintu iregasi dan mengaliri sawah-sawah warga di sini yang luasannya sekitar 175
02:10hektare.
02:11Namun sampai saat ini kami melihat air yang diupayakan itu masih belum mencapai sawah-sawah warga yang memang kondisinya seperti
02:22ini.
02:24Dijal Mustafa, Jasmin, Jafar Kompas TV, Samarinda, Kalimantan Timur.

Dianjurkan