KOMPAS.TV Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Setelah menetapkan delapan orang sebagai tersangka, KPK kini menelusuri aliran uang dan peran pihak-pihak lain dalam perkara yang diduga melibatkan PT Summarecon.
Dalam pengembangan kasus, KPK menelusuri aliran uang serta kemungkinan keterlibatan pihak lain melalui pendekatan follow the money. Penyidik juga mendalami alur perintah terkait dugaan rencana membuka blokir lahan yang dikelola Summarecon.
Empat dari delapan tersangka disebut KPK diduga merupakan orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. Kondisi tersebut turut menjadi perhatian dalam pengembangan penyidikan untuk mengetahui sejauh mana peran pihak-pihak lain dalam perkara ini.
Peneliti PUKAT UGM, Zaenur Rohman, menilai dugaan keterkaitan menteri harus dibuktikan dengan alat bukti, seperti percakapan, aliran dana, surat, tanda tangan, maupun disposisi. Menurutnya, pengusutan perlu dikembangkan untuk mengungkap peran pihak-pihak lain.
Seberapa siap KPK memperluas pencarian indikasi kasus korupsi dalam pengurusan HGB di lingkungan ATR/BPN? Kita bahas bersama Praswad Nugraha, mantan penyidik KPK, dan Jamin Ginting, Guru Besar Hukum Pidana UPH.
#kpk #atrbpn #nusronwahid #hgb #korupsi #kompastv
Baca Juga Nusron Wahid Mundur dari Kepengurusan DPP Golkar, Sebelum OTT KPK di ATR/BPN | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/nasional/691706/nusron-wahid-mundur-dari-kepengurusan-dpp-golkar-sebelum-ott-kpk-di-atr-bpn-kompas-petang
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/691712/full-mantan-penyidik-kpk-kasus-hgb-atr-bpn-bukan-satu-pihak-kpk-harus-berani-kompas-petang
Dalam pengembangan kasus, KPK menelusuri aliran uang serta kemungkinan keterlibatan pihak lain melalui pendekatan follow the money. Penyidik juga mendalami alur perintah terkait dugaan rencana membuka blokir lahan yang dikelola Summarecon.
Empat dari delapan tersangka disebut KPK diduga merupakan orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. Kondisi tersebut turut menjadi perhatian dalam pengembangan penyidikan untuk mengetahui sejauh mana peran pihak-pihak lain dalam perkara ini.
Peneliti PUKAT UGM, Zaenur Rohman, menilai dugaan keterkaitan menteri harus dibuktikan dengan alat bukti, seperti percakapan, aliran dana, surat, tanda tangan, maupun disposisi. Menurutnya, pengusutan perlu dikembangkan untuk mengungkap peran pihak-pihak lain.
Seberapa siap KPK memperluas pencarian indikasi kasus korupsi dalam pengurusan HGB di lingkungan ATR/BPN? Kita bahas bersama Praswad Nugraha, mantan penyidik KPK, dan Jamin Ginting, Guru Besar Hukum Pidana UPH.
#kpk #atrbpn #nusronwahid #hgb #korupsi #kompastv
Baca Juga Nusron Wahid Mundur dari Kepengurusan DPP Golkar, Sebelum OTT KPK di ATR/BPN | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/nasional/691706/nusron-wahid-mundur-dari-kepengurusan-dpp-golkar-sebelum-ott-kpk-di-atr-bpn-kompas-petang
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/691712/full-mantan-penyidik-kpk-kasus-hgb-atr-bpn-bukan-satu-pihak-kpk-harus-berani-kompas-petang
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:01Tim Liputan Kompas TV
00:30Kita bahas bersama Praswat Nugraha, mantan penyidik KPK dan juga Jamin Ginting, Guru Besar Hukum Pidana UPH. Selamat petang Prof.
00:40Jamin, selamat petang juga Mas Praswat. Terima kasih sudah bergabung bersama kami di Kompas Petang.
00:45Ya, selamat petang. Selamat petang Mbak. Selamat petang Prof.
00:50Saya mencoba ke Mas Praswat dulu. Mas Praswat, ketika empat tersangka disebut oleh KPK merupakan orang kepercayaan menteri, sebenarnya seberapa
01:00kuat indikasi keterkaitan menteri dalam kasus ini? Dan penelusurannya biasanya bisa dimulai dari mana, Mas Praswat?
01:09Sebenarnya yang paling pertama akan dilakukan oleh teman-teman penyidik adalah pasti follow the money ya, Mbak. Jadi uang ini
01:15adalah uang siapa?
01:19Kemudian ini aktus reusnya harus dibuktikan. Jadi ini perbuatan hanya apa? Jadi enggak ujuk-ujuk ada uang, lalu kemudian menjadi
01:28pidana kan enggak begitu?
01:29Otomatis akan ditanyakan ini uang dari mana? Mengapa ada 106 miliar something itu? Lalu kemudian perbuatannya apa? Aktus reusnya apa?
01:39Perbuatan pidana nya apa?
01:41Baru nanti kita akan mundur ke belakang lagi, ada mens reang, ada dan lain-lain lah. Itu nanti secara teknis
01:49nanti penyidikan akan begitu.
01:50Tapi yang paling utama pastinya teman-teman penyidik KPK akan mengidentifikasi itu uang apa, mengapa, bagaimana, dan untuk apa.
02:00Karena ini akan berkaitan dengan konstruksi perkaranya. Jadi misalnya ada seseorang ditersangkakan atas uang 100 miliar,
02:09tetapi perbuatan pidanaannya itu, peristiwanya itu tidak utuh. Nah ini yang harus diungkap.
02:18Tidak utuh dalam artian apa nih Mas Pras?
02:21Jadi apa? Ini kan semuanya non-struktural ya Mbak ya. Ini kan shadow birokrasi ya sebenarnya kan.
02:28Jadi nggak ada pejabatnya itu yang megang uang ratusan miliar itu bukan pejabat BPN,
02:33tapi juga adalah orang-orang swasteng, orang terdekat, orang terdekat. Hanya begitu kan?
02:38Nah ini juga yang harus nanti dijelaskan dan telusuri oleh teman-teman di KPK.
02:42Bagaimana mungkin orang-orang yang tidak memiliki kekuasaan dan jabatan itu memiliki uang sebegitu besarnya,
02:50dan ada pihak-pihak di luar yang juga percaya sedemikian rupanya sampai senilai, itu tunai lagi ya,
02:58100 something 6 miliar itu. Ini kan yang harus kemudian jadi, apa ya, jadi satu benang merahnya harus disambung.
03:08Karena ini harus jelas dan terang. Jadi uang ini uang apa sebenarnya?
03:13Ini jangan sampai nanti ada pertanyaan kayak di kasusnya Pak Febri Adriansa di Jampitsus, di Kejaksaan,
03:20ketika kemudian uang itu tidak diakui oleh yang bersangkutan, lalu kemudian kita semua kebingungan,
03:27seriusnya apa? Nanti mungkin Prof Jamin akan menjelaskan lebih konstruktif ya terkait konstruksi pidananya gitu.
03:35Prof, kalau dari Prof Jamin sendiri, bagaimana sebenarnya kalau tadi kan Mas Pras menyebut bahwa harus ada benang merahnya yang
03:47ditelusuri oleh KPK,
03:48tapi untuk mengusut aliran dana, jika memang ada orang dekat Menteri yang terlibat,
03:52pola transaksi seperti apa sebenarnya yang bisa mengindikasikan pihak-pihak lain yang terlibat dalam kasus ini?
03:59Iya, kita kan sudah melihat ya, ada empat, kalau nggak saya salah, orang kepercayaan daripada Pak Menteri,
04:09terkait dengan aliran dana yang ditangkap berdasarkan OTT dalam proses penyelidikan.
04:15Nah, dengan demikian, saya kira yang harus dilakukan adalah apakah ada komunikasi elektronik atau komunikasi lain
04:25yang mengarah kepada adanya permintaan dana kepada orang kepercayaan tersebut
04:31dan dilanjutkan kepada kepala BPN atau kepala Kementerian Keagrarian
04:39yang bisa mengarah kepada suatu permintaan uang ataupun apapun itu.
04:45Nah, tentu ini tidak gampang karena akan menggunakan inisial-inisial, akan menggunakan sandi-sandi.
04:52Ya, kita tahu ya, dulu ada meminta anggur apel malang atau apel Amerika, begitu ya.
05:01Itu kan banyak sekali.
05:02Jadi, itu sebenarnya bisa menjadi petunjuk bagi hakim yang sekarang nggak ada petunjuk ya.
05:09Yang digunakan adalah adanya pemahaman hakim ya, keyakinan hakim terkait dengan adanya nantinya penyidik menilai
05:18sebagai suatu bukti yang bisa mengarahkan keterkaitan antara Pak Menteri contohnya,
05:24kalau diduga sebagai orang yang memang menyuruh untuk meminta uang tersebut.
05:28Nah, ini konstruksi yang harus dibangun, begitu ya. Konstruksi yang harus dibangun.
05:33Jadi, gampang sekali saya kira KPK punya alat yang cukup canggih lah ya, saya kira untuk bisa menelusuri
05:39terkait dengan pembicaraan, percakapan, dan rekaman pembicaraan.
05:44Penyadapan yang pernah dijadikan.
05:47Atau diminta perusahaan seluler yang pernah ada terkait dengan pembicaraan yang mengarah kepada pemberian
05:56ataupun permintaan kepada para tersangka yang sekarang ini sudah dinyatakan sebagai tersangka.
06:03Kalau tidak ada komunikasi elektronik, tidak ada pernyataan yang secara jelas-jelas ada permintaan dana,
06:11apakah ini artinya sudah diputuskan atau dipastikan bahwa tidak ada keterlibatan level-level puncak seperti itu?
06:19Ya, kita sulit sekali ya untuk bisa mengaitkan seseorang sebagai turut serta,
06:26sebagaimana dimaksud pasal 20 KUHAP yang baru,
06:30harus ada perbuatan nyata yang mengaitkan antara keadaan seseorang dengan perbuatan orang tersebut.
06:36Jadi kalau tidak pernah ada komunikasi, tidak pernah ada kata-kata atau orang lain,
06:44kecuali kadang pengakuan ya, pengakuan dari para tersangka ini,
06:48kalau para tersangka ini mengaku bahwa itu uang ditujukan kepada Pak Menteri,
06:53saya kira arah itu sudah menjadi satu alat bukti.
06:56Kan kita ketahui ya di pasal 90 itu untuk menetapkan tersangka hanya perlu dua alat bukti.
07:03Sudah pernah diperiksa sebagai saksi dan perlu.
07:06Jadi kalau keterangan terdakwa itu satu alat bukti,
07:09ditambah satu alat bukti lain, itu sudah bisa dijalankan penetapan sebagai tersangka.
07:14Cukup dua alat bukti begitu.
07:16Nah dengan dua alat bukti itu saya kira sudah cukup bisa menetapkan tersangka.
07:20Nah, kalau tidak ada percakapan ya tadi ya,
07:23kalau tidak ada email atau tidak ada apa,
07:26nah itu kan di dalam di pasal 235 mengenai alat bukti,
07:31salah satu alat bukti ya itu tadi saya katakan adanya
07:36seperti alat bukti lain ya,
07:38elektronik atau yang dapat dijadikan dasar sebagai alat bukti juga begitu.
07:42Oke, Mas Pres, kalau kita melihat di sini posisi Menteri ATR BPN,
07:46Pak Nusron Wahid,
07:47dan juga ada empat orang kepercayaannya yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.
07:52Lalu apakah prioritas dari pendalaman KPK harus sejauh mana
07:57untuk mengungkap level paling tinggi dalam kasus ini?
08:03Ya, pastinya kan empat orang ini harus didudukkan,
08:07jadi kalau pendekatan KPK mestinya segera mungkin itu diverbalisan,
08:14jadi dikumpulkan empat-empatnya,
08:19ada nggak kesesuaian, keterangan dari empat orang ini?
08:22Jadi sebenarnya uang ini milik siapa?
08:25Itu yang pertanyaan pertama.
08:28Jadi empat ini harus bunyi semua nih Mbak.
08:31Dan harus berkorelasi gitu ya?
08:33Ya harus korelasi, kenapa?
08:35Kenapa kok saya bisa jelasin begitu?
08:37Karena apa?
08:37Karena semuanya nggak ada yang pejabat.
08:38Jadi ini kok bisa ada orang berseriwuran misalnya di satu kementerian,
08:43bukan pejabat, bukan pejabat struktural,
08:46lalu keluar masuk kementerian dan bisa meminta-minta uang
08:49kepada pihak ketiga atau pihak yang memiliki urusan.
08:52Nah, ini juga harus dijelaskan oleh mereka berempat
08:55apa yang sebenarnya yang terjadi di sana.
08:57Karena ini bahaya sekali kalau dibiarkan seperti ini,
09:01maka sistem birokrasi kita akan runtuh.
09:04Nggak ada gunanya, ada SOP, ada Permen,
09:08ada prosedur, dan lain-lain.
09:10Kalau misalnya, gampang saja.
09:13Kalau setiap kita punya urusan, cari aja orang dekatnya menteri.
09:16Nah, lalu kemudian menterinya juga,
09:19misalnya ditanya, saya nggak kenal.
09:22Si orang-orang yang terdekatnya juga mengatakan ketika sudah
09:26dibawa ke ruang terang, semua akan ngomong nggak kenal nih Mbak.
09:29Jadi, pastinya akan saling menyangkalkan satu sama lain.
09:33Nah, praktek-praktek di ruang gelap seperti ini,
09:36itu kan sudah kali-kali dihadapi oleh KPK.
09:39Ini bukan satu peristiwa yang baru,
09:43ataupun kemudian modus operandi yang baru tentunya.
09:47Nah, KPK sudah memiliki segala metodologi dan segala teknik lah
09:51untuk mengurai ini secara jelas.
09:53Saya pikir ini bukan sebuah, untuk mencari siapa sebenarnya intelektual dadernya.
09:59Itu kan, ini harus dijawab oleh teman-teman KPK.
10:04Jangan sampai nanti kemudian muter-muter-muter-muter,
10:07lalu lepas lah uang 100 miliar itu,
10:10karena tidak ada aktu serius, nggak ada perbuatannya.
10:12Harus dikembalikan gitu loh Mbak.
10:15Sama dengan kasusnya Febri Adriansa tuh.
10:17Oke, Prof. Jamin, bagaimana dan sebenarnya seberapa penting
10:22kita harus, ataupun penyidik harus memeriksa,
10:25baik itu komunikasi, disposisi, dan juga dokumen internal kementerian
10:29ketika kita tahu kondisinya saat ini adalah
10:32empat orang kepercayaan menteri terlibat dan ditetapkan sebagai tersangka?
10:38Ya begini, kita tahu mengenai tempus, ya.
10:42Waktu terjadinya tindak pidana.
10:44Kapan? Dari tempus itu kan ketahuan.
10:47Dari tempus tindak pidana terjadi, ditariklah itu.
10:51KPK kan sudah melakukan penggeledahan kepada di kementerian.
10:55Cari semua barang, bukti dari hasil penggeledahan
10:59yang menunjukkan bahwa adanya indikasi keterikatan antara Pak Menteri
11:05dengan empat orang yang menjadi kepercayaan tersebut.
11:09Nah, mungkin tidak langsung Pak Menteri,
11:11tetapi bisa juga orang-orang kepercayaan sebagai mediasinya Pak Menteri
11:16kepada empat orang tersebut.
11:18Nah, itulah makanya perlu diperiksa Pak Menterinya,
11:22perlu diperiksa orang-orang lain yang menghubungkan itu.
11:26Dari mana diperiksa?
11:27Dari bukti yang sudah dilakukan penyitaan.
11:29Dari penyitaan itu, ada indikasi bahwa
11:33uang yang ataupun apapun yang diberikan itu
11:36adalah bagian dari perintah
11:39atau bagian dari yang menyuruh
11:42untuk dilakukan perbuatan seperti itu.
11:44Saya memahami, karena belakang ini
11:47sejak Pak Menteri ada,
11:49banyak sekali aturan-aturannya membatasi
11:51ya, penggunaan lahan-lahan untuk
11:55perumahan, untuk industri,
11:57ada yang namanya LSD,
11:59di mana ada Pak Presiden minta
12:03supaya kita menyediakan lahan pangan.
12:05Nah, lahan pangan itu jadi trending,
12:07jadi diperdagangkan gitu.
12:09Mau pakai lahan pangan atau industri.
12:13Nah, itulah menjadi dasar pengusaha-pengusaha ini bingung.
12:16Ada persentase 84% bagi provinsi untuk lahan pangan.
12:20Padahal dulu nggak ada.
12:21Nah, kalau mau dibuka, ada uang.
12:24Nah, ini jadi masalah.
12:25Nah, itu yang harus diperhatikan.
12:27Adakah perintah dari Pak Menteri
12:29terkait dengan penggunaan lahan pangan
12:32yang diperintahkan Pak Prabowo sebagai Presiden?
12:34Tapi Prof, kalau status sebagai orang kepercayaan
12:38Menteri ini cukup tidak untuk menjadi alasan
12:41bagi penyidik memeriksa secara langsung
12:44dalam waktu dekat Menteri ATRBPN Usron Wahid?
12:48Saya kira dengan adanya penyitaan terhadap
12:52alat-alat bukti di kantor kementerian
12:55berangkatnya dari sana.
12:57Dari sana.
12:58Apa yang mereka dapatkan dari penyitaan tersebut?
13:01Oke.
13:01Dari penyitaan tersebut itulah yang dipintanyakan.
13:03Dan apa yang mereka sudah periksa terhadap
13:05orang kepercayaan Pak tersebut.
13:07Dihubungkan itu,
13:08maka mereka akan menyimpulkan keterkaitan itu.
13:11Dan diminta, bukan hanya orang tersangka,
13:16pengusaha-pengusaha lain yang juga diminta keterangan.
13:19Adakah enggak mereka dimintakan seperti itu ya?
13:24Dan mungkin mereka agak berberat untuk hadir ya.
13:26Tapi bisa juga nanti ditanyakan
13:28kalau memang nama-nama mereka tercantum
13:30dalam data yang ada di kementerian yang disita begitu.
13:35Saya kira itu harus dilakukan.
13:36Jadi sistem perumahan dan sistem penggunaan lahan
13:42kita menjadi lebih baik ke depannya.
13:44Jadi jangan jabatan ini menjadi dasar
13:49mempersulit pengusaha
13:50lalu ada suap seperti ini terjadi begitu.
13:53Oke.
13:54Singkat saja Mas Pras,
13:55kalau dilihat dari kasus ini
13:56jumlah barang buktinya 100 miliar lebih.
14:00Apakah ini memang berasal dari satu kasus
14:03dengan dugaan dari pihak suasanya
14:05hanya dalam satu kasus ini
14:07atau sebenarnya lebih dari itu?
14:08Singkat saja.
14:10Saya yakin ini banyak yang pemberinya Mbak.
14:13Saya enggak pernah melihat ada satu orang
14:15ngasih 100 miliar bulat-bulat.
14:16Jadi sebenarnya ini saya bisa yakin bahwa
14:21pasti uang 106 miliar ini
14:23terkait dengan beberapa perkara
14:24atau terkait dengan mungkin puluhan atau ratusan mungkin
14:27orang pihak kedua atau ketiga
14:30itu yang berusaha untuk memuluskan perizinannya
14:33di ATR BPN melewati orang-orang yang
14:37si oknum-oknum yang terdekat-dekat ini yang katanya.
14:40Terdekat ini.
14:41Nah itu makanya saya pikir
14:42semua pengusaha-pengusaha itu harus duduk bareng.
14:44Apakah memang jipu?
14:46Ya.
14:46Begitu dia kasih duit berhasil.
14:48Ya.
14:48Atau cuman kasih duit ada jualan-jualan
14:50apa makelar-makelar yang tukang tipu saja
14:53itu kan juga banyak juga ya.
14:55Ya.
14:55Di semua kementerian
14:56pasti banyaklah ada orang ngaku-ngaku
14:58bisa ngurus ngaku ini.
14:59Tapi kalau jipu itu harus dipertanyakan.
15:01Artinya memang benar.
15:03Memang orang dekat.
15:04Oke.
15:05Artinya perlu ditelusuri lebih lanjut
15:08dan pihak penyidik KPK harus
15:09setidaknya memeriksa secara langsung
15:12Menteri ATR BPN.
15:13Terima kasih.
15:13Mas Praswat Nugrah
15:15mantan penyidik KPK
15:16dan juga Prof. Jamin Ginting
15:17Guru Besar Hukum Pidana UPH
15:19sudah berbagi perspektif di Kompas Petang.
15:21Selamat sore.
15:22Terima kasih.
15:23Terima kasih Prof.
15:25Saudara informasi lainnya
15:26masih akan kami sajikan selepas jeda.
15:28Atlet Tech Ball Indonesia
15:30Sumaya meraih medali
15:31perak nomor tunggal putri
15:34atau woman single
15:35pada Asian Games
15:36Aichi Nagoya
15:382026 di Nagoya City
15:41Higashi Sports Center Jepang
15:43Minggu Siang.
16:12Dari seru-seruan di sekolah
16:14Aduh, sakit kepala
16:15extra cena-cenot dan nyeri
16:17untuk pada Oscar Donnextra
16:18tapi belum makan
16:19tinggantuk
16:19Oscar Donnextra
16:20dapat diminum sebelum makan
16:22tanpa ngantuk
16:22Solusi ekstra
16:23gak akan sakit para cena-cenot
16:24dan bidara nyeri lainnya
16:25pancenoye
16:27Milton Sugar Free
16:27selalu ada di setiap momen terbesarku
16:30tiap langkah yang kita ambil
16:32harus berarti
16:33seluruh dunia tertuju padamu
16:35dan kamu mendobrak seluruh batasan
16:38Milton Sugar Free
16:39Enjoy Your Moment
16:41Terkoreksinya harga minyak dunia
16:44hal itu disampaikan perubaya
16:45Malam tiba
16:47saatnya melengkapi hazanah informasi Anda
16:50dengan update berita terkini
16:51sebagai referensi
16:53ratusan pasien di rumah sakit Siloam
16:56Kota Menado berhamburan keluar
16:57saat gempa dengan magnitudo
16:59Kompas malam setiap hari
17:01pada jam-jam berikut
17:02Live di Kompas TV
17:06Didukung oleh
17:11Bosen pakai stiker chat yang itu-itu aja
17:14Ekspresikan reaksi kamu dengan stiker Kompas TV
17:17Download stiker Kompas TV
17:19di QR Code ini
17:20Pakai di aplikasi chat
17:22dan kirim ke teman-teman kamu
17:24Mau obrolan kalian jadi seru
17:26Kirim stiker Kompas TV aja
17:2915 km di bawah kita
17:31itu bisa bergerak sekuat itu
17:32itu setara dengan magnitudo 6,5-7
17:36Right now we're on a fault line
17:37Right now we're on a volcano
17:39Right now we're on a hillside
17:40that can fail in landscape
17:42Berada di kawasan Ring of Fire
17:43atau cincin api pasifik
17:45Indonesia berpotensi dilanda
17:47bencana alam geologi dan vulkanik
17:48Sesar lembang di Jawa Barat
17:50turut diwaspadai
17:51Edukasi mitigasi bencana
17:52menjadi kunci krusial
17:5460 menit special report
17:55Minggu 20 September
17:57Pukul 6 petang di Kompas TV
18:16Informasi Sapanagoya
18:17Kita awali dari kabar gembira
18:19Kita awali dari kabar gembira
Komentar