Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid sudah dua kali absen dalam rapat di DPR. Absennya Nusron bersamaan dengan OTT KPK terkait kasus suap pengurusan HGB di lingkungan Kementerian ATR BPN.

Empat dari delapan orang tersangka yang ditetapkan diduga merupakan orang kepercayaan Nusron Wahid. KPK pun telah mendalami ada tidaknya peran Menteri Nusron dalam kasus ini.

Istana mendukung proses hukum yang tengah berlangsung di KPK. Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Suhariyanto menegaskan Presiden Prabowo menyerahkan sepenuhnya kasus suap di Kementerian ATR BPN yang Nusron pimpin ke KPK.

Sementara itu, praktisi hukum dan aktivis antikorupsi Saor Siagian mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera menonaktifkan Nusron Wahid sebagai menteri agar proses hukum berjalan transparan. Partai Golkar telah menyerahkan perkara ini ke proses hukum yang berjalan.

Namun, Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia, Rabu kemarin, enggan merespons lebih jauh soal keterlibatan kadernya. KPK telah menetapkan delapan orang tersangka terkait kasus dugaan korupsi dalam pengurusan Hak Guna Bangunan di Kementerian ATR BPN.

Empat orang di antaranya ialah kepercayaan Menteri Nusron. Dalam OTT KPK ini, barang bukti berupa uang tunai 106,3 miliar rupiah berhasil disita KPK.

#kpk #hgb #atrpbn #menterinusron

Baca Juga PT Virgo Beri Santunan Rp5 Juta, Korban Soroti Surat Penerimaan Tali Asih Sebesar Rp500 Ribu di https://www.kompas.tv/video/691465/pt-virgo-beri-santunan-rp5-juta-korban-soroti-surat-penerimaan-tali-asih-sebesar-rp500-ribu



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/691466/peneliti-pukat-ugm-guru-besar-ilmu-politik-bahas-nama-menteri-nusron-disebut-di-kasus-hgb
Transkrip
00:00Kepala Badan Pertanahan Nasional beserta seluruh jajaran yang hari ini biasanya berdua dengan menterinya.
00:13Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid sudah dua kali absen dalam rapat di DPR.
00:22Absennya Nusron bersama dengan OTT KPK terkait kasus suwa pengurusan HGB di lingkungan Kementerian ATR BPN.
00:30Empat dari delapan orang tersangka yang ditetapkan diduga merupakan orang kepercayaan Nusron Wahid.
00:36KPK pun telah mendalami adatidaknya peran Menteri Nusron dalam kasus ini.
00:40Istana mendukung proses hukum yang tengah berlangsung di KPK.
00:45Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Suharyanto menegaskan Presiden Prabowo menyerahkan sepenuhnya kasus suap di Kementerian ATR BPN yang Nusron pimpin
00:55ke KPK.
00:59Ini kan sekarang lagi ditingkatkan ya dari kepenyidikan ya.
01:04Nanti dari penyidikan baru kita akan tahu siapa yang akan ditetapkan tersangka.
01:08Kita tunggu saja dari KPK ya.
01:10Tapi kan ada keterlibatan, dugaan-keterlibatan Menteri sendiri Papan Nusron gitu.
01:14Itu kan masih dugaan ya, dugaan. Tunggu saja dari KPK ya.
01:17Presiden itu selalu mengatakan bahwa kalau misalnya ada masalah hukum, Papan dan sebagainya,
01:23serahkanlah kepada aparat penggunaan hukum gitu.
01:25Jadi beliau tidak akan mau ikut campur soal bergurung.
01:29Sementara itu praktisi hukum dan aktivis anti korupsi Saur Siagian mendesak Presiden Prabowo Subianto
01:36untuk segera menonaktifkan Nusron Wahid sebagai Menteri agar proses hukum berjalan transparan.
01:43Karena misalnya anak buahnya, dirjennya, dan ada beberapa orang yang terkait kepada partainya,
01:50nah ini kan tentu sangat masuk akal bahwa Menteri ini adalah penanggung jawab.
01:59Nah oleh karena itu kita minta Presiden sesungguhnya, karena ini sangat menyentuh kepentingan dasar daripada masyarakat,
02:07segera menonaktifkan Menteri ini sehingga tidak disanderah rejim ini oleh kerja-kerja setidaknya secara leadership dia sudah gagal.
02:19Partai Golkar telah menyerahkan perkara ini ke proses hukum yang berjalan.
02:24Namun ketakmung Golkar, Bahlil Hadalia, Rabu kemarin enggan respon lebih jauh soal keterlibatan kadernya.
02:56Kepala, Bahlil Hadalia, Rabu kemarin enggan respon lebih jauh soal keterlibatan kadernya.
03:05KPK telah menetapkan 8 orang tersangka terkait kasus dugaan korupsi dalam pengurusan hak guna bangunan di Kementerian ATR BPN.
03:13Empat orang diantaranya ialah kepercayaan Menteri Nusron.
03:17Dalam OTT KPK ini, barang bukti berupa uang tunai 106,3 miliar rupiah berhasil di sita KPK.
03:26Tim Liputan, Kompas TV
03:34Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu.
03:40Prabowo menyebut saat ia menjabat sebagai presiden sudah mengingatkan orang dekatnya hingga kadernya bahwa ia tidak akan memberikan perlakuan khusus
03:50jika terseret kasus korupsi.
03:52Waktu saya, begitu saya naik jadi Menteri Pertahanan, hari pertama saya naik, malam pertama saya kumpulin semua keluarga saya dan
04:03semua orang-orang dekat saya di Gerindra.
04:07Saya bilang, saya akan menjadi Menteri Pertahanan mulai besok.
04:12Anda semua tidak boleh ikut cari bisnis di Kementerian Pertahanan.
04:19Saya sudah, saya mau begitu.
04:21Jadi presiden saya sudah hati-hati.
04:26Saudara, Gerindra, apa semua.
04:29Jangan karena saya presiden saya, kalau kamu salah saya tidak bisa lindungi kamu.
04:37Setelah empat orang dekatnya ditangkap dan ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap di dalam pengurusan hak guna bangunan di Kementerian
04:45ATR BPN,
04:46KPK menegaskan sedang mengendalami penyelidikan keterlibatan Menteri Nusron.
04:50Desakan agar Menteri Nusron mundur dan dinonaktifkan.
04:55Sementara pun ini muncul untuk proses hukum.
04:58Kita bahas bersama dengan sejumlah narasumber di Kompas Petang hari ini.
05:01Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarifidayatullah Jakarta Burhanuddin Muhtadi dan juga peneliti Pukat UGM,
05:07Zainur Rahman, sudah bergabung bersama kami lewat sambungan Zoom.
05:10Selamat petang.
05:11Bapak-bapak dengan Maidob.
05:14Selamat petang.
05:16Saya mau ke Ma Zainur dulu nih.
05:18Kan empat orang dekat Menteri Nusron hingga Dirjen Kementerian ATR BPN sudah jadi tersangka.
05:25Bagaimana kemudian melihat peluang pemeriksaan terhadap Menteri Nusron?
05:30Yaitu justru jadi tugas utama KPK untuk menemukan alat bukti apakah empat orang dekat Menteri ATR BPN ini
05:40bekerja atas inisiatif pribadi atau terkait dengan jabatan pimpinan tertingginya yaitu Menteri.
05:48Ini kan organisasi bayangan ya.
05:49Kalau yang organisasi resmi disitu ada Dirjennya dan juga Eslon 2 dan seterusnya kebawah.
05:55Ada kantor wilayah pertanahan dan juga ada kantor pertanahan.
05:59Nah yang perlu dipastikan oleh KPK apakah ada pengetahuan, persetujuan, atau perintah dari Menteri ATR BPN.
06:09KPK punya metode penyidikan, membongkar komunikasi digital mereka, mengecek aliran dana, kemudian dengan pemeriksaan silang, mencocokkan keterangan para tersangka dan
06:22juga saksi-saksi, dan seterusnya.
06:24Jadi hampir tidak mungkin ya secara logika ketika orang-orang di sekitar pejabat melakukan berbagai tindakan tanpa diketahui oleh pimpinannya.
06:34Tetapi kan hukum tidak soal logis atau tidak logis.
06:38Hukum itu soal apakah ada alat buktinya atau tidak.
06:42Sehingga Mbak Medov, yang paling diperlukan saat ini oleh KPK adalah segera melakukan pemanggilan terhadap Menteri ATR BPN untuk dilakukan
06:53pemeriksaan sebagai saksi.
06:56Agar kemudian bisa diketahui apa pengetahuan dari Menteri terhadap perbuatan-perbuatan yang telah disangkakan kepada anak buahnya secara langsung,
07:08yaitu dirijen dan bapak-bapakannya, maupun orang-orang di sekitarnya.
07:13Mbak Medov.
07:13Oke, dengan kondisi seperti ini, perlukah Mas Zainur, Nusron, Wahid ini mundur supaya KPK bisa leluasa untuk memeriksa Nusron?
07:24Ya harapan kami harus ada tradisi baik di bangsa ini.
07:29Ketika ada seseorang tersangkut sebuah perkara korupsi, sudah seharusnya mengundurkan diri.
07:35Kalau tidak bersedia mengundurkan diri, maka pimpinannya memundurkan atau mencopot dari jabatan.
07:42Tujuannya apa? Untuk memudahkan proses pemeriksaan.
07:46Kalau seorang pejabat masih menyandang status jabatannya, maka ketika pemeriksaan-pemeriksaan itu nanti bisa mengakibatkan berbagai hambatan.
07:56Misalnya, para pegawai di lingkungan kantor kementerian ATR BPN dan kantor-kantor pertanahan di bawahnya, itu tidak akan leluasa.
08:06Mereka masih akan berpikir misalnya ya, soal keselamatan karir ke depan, soal resiko-resiko retaliasi dari para pejabat yang lebih
08:17tinggi.
08:17Nah, kalau sudah tidak menjabat sebagai menteri, maka kekhawatiran soal retaliasi, soal keselamatan karir ke depan, itu tidak akan ada.
08:28Sehingga harapannya pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga memiliki informasi itu akan lebih berjalan dengan lancar dan objektif.
08:37Sehingga memang sangat penting adanya keteladanan di Republik ini, kalau orang tersangkut kasus, sudahlah mengundurkan diri agar proses hukumnya bisa
08:46berjalan lancar.
08:47Kalau tidak mau mundur, pimpinannya punya kewenangan hak prerogatif untuk mencobotnya.
08:53Mas Burhan kan sampai saat ini memang belum ada pemeriksaan begitu ya, apakah kemudian perlu ada izin istana untuk memeriksa
09:04menteri yang terjerat
09:06atau namanya masuk dalam lingkaran korupsi?
09:10Saya tidak tahu persis ya soal aturan hukumnya ya, aturan mainnya ya.
09:15Tetapi menurut saya KPK berjalan sesuai dengan langkah yang semestinya saja ya.
09:22Kalau memang diperlukan untuk memeriksa Saudara Nusron Wahid ya, menurut saya istana mau tidak mau ya harus memberikan izin.
09:30Kecuali kalau istana mau dianggap bagian dari pihak yang mengganggu proses penyidikan.
09:38Dan menurut saya justru karena komitmen Presiden Prabowo yang berkali-kali disampaikan termasuk pada masa kampanye
09:47untuk memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya, ini adalah ujian besar buat beliau untuk menunjukkan komitmen itu bukan sekedar pepesan
09:55kosong gitu.
09:56Jadi justru sekarang publik menunggu sejauh mana komitmen itu bukan sekedar omon-omon.
10:04Tetapi betul-betul ditunjukkan oleh Presiden Prabowo ketika ada orang dekatnya,
10:10tersangkut kasus, beliau memberi bukan hanya izin tetapi bahkan lebih jauh daripada itu.
10:19Dan itu sudah pernah ditunjukkan oleh Pak Prabowo dalam kasus mantan kepala BGN.
10:24Jadi mantan kepala BGN itu bukan hanya dekat, tapi sangat dekat dengan Pak Prabowo.
10:30Tetapi ketika tersangkut kasus korupsi BGN dan kemudian ditangani oleh Kejasan Agung,
10:39Pak Prabowo tidak melindungi.
10:41Jadi hal yang sama seharusnya bisa ditunjukkan.
10:44Mungkin ada sedikit masalah politik karena Pak Nusron bukan berasal dari partainya Pak Prabowo.
10:50Tetapi saya kira Ketua Umum Partai Kulkar punya komitmen yang sama
10:54untuk memberi sempatan pada KPK untuk menyelesaikan kasus ini se-terang beneran mungkin.
11:02Kalau misalnya kita lihat profil dari seorang Nusron Wahid ini kan banyak ya.
11:07Ketua Tim Kampanye Nasional Prabowo Gibran.
11:10Apakah kemudian ada unsur politisnya, kemudian juga politis senior Golkar.
11:16Apakah kemudian ketika kita bicara soal pencopotan begitu,
11:22akan menimbulkan gejolakah di dalam kabinet?
11:28Begini Mendov ya, Menteri itu jabatan politik ya, politiklah poente.
11:34Apalagi beliau berasal dari partai politik.
11:38Nah, modal utama politisi atau partai politik itu trust.
11:43Nah, logika hukum itu seringkali tidak linier dengan logika politik ya.
11:49Jadi, karena logika hukum butuh pembuktian yang beyond reasonably doubt gitu ya,
11:58yang tidak mudah, sementara logika politik itu dasarnya trust aja.
12:02Kalau trust sudah hilang, itu tanpa harus menunggu proses pengadilan,
12:07ya sebaiknya seperti pejabat publik di Jepang atau di Korea Selatan.
12:11Jadi, tanpa harus menunggu palu ketok dari hakim, mengundurkan diri.
12:18Cuma, ini kan Indonesia lain ya, jadi kita perlu lebih sabar.
12:25Tetapi, saya kira harusnya kita mencontoh yang baik.
12:29Bahwa politisi itu sebaiknya mengikuti logika politik.
12:35Kalau trust publik sudah hilang, sebaiknya tanpa menunggu proses panjang,
12:42lepas dari risiko politik terkait dengan jabatan politik di dalam
12:46atau posisi politik pada masa lalu, ya sebaiknya dengan jiwa besar.
12:51Supaya tidak mengganggu proses penyidikan dan tidak menghambat atau menyandera pemerintahan.
12:57Anda menilai Presiden akan berani mencopot Lusron Wahid?
13:02Menurut saya mengapa tidak gitu ya.
13:05Harusnya ya, kecuali kalau Pak Prabowo kemudian ingin ikut terkena getahnya
13:12buat kasus ini, kan orang kemudian bisa berpikir macem-macem.
13:17Kalau misalnya ternyata kita tentu harus punya peraduga tak bersalah,
13:23tetapi kalau misalnya ada kesan melindungi atau memproteksi Pak Menteri,
13:29itu kan efeknya bisa menular.
13:31Kalau misalnya ya, Presiden tidak memberikan sikap yang clear,
13:38apalagi beliau berkali-kali mengatakan pemberantasan korupsi sebagai akidat penting pemerintahnya.
13:43Nah ini ujian penting buat Pak Prabowo untuk menunjukkan komitmen itu.
13:47Oke baik, saya mau kembali ke Mas Zainur.
13:49Mas Zainur, jika kita misalnya
13:53metode, kita gunakan metode menelusuri perintah dan juga follow the money,
13:59kans Nusron untuk jadi tersangka?
14:05Ya harusnya tinggi ya, kansnya ya.
14:07Tetapi semua bergantung kepada pembuktian.
14:10Bagaimana KPK memiliki alat-alat bukti untuk dapat menunjukkan perbuatan pidana yang dilakukan oleh seseorang.
14:18Yang bisa kita lihat misalnya adalah,
14:21orang-orang terdekat Menteri ATRBPN ini jumlahnya 4 orang.
14:26Mereka bukan penyelenggara negara.
14:28Yang kedua, bawahan-bawahan Menteri, dirijen dan jabatan-jabatan lain,
14:34itu juga kurang lebih ada 4 orang.
14:36Artinya sebegitu banyak orang-orang di lingkaran Menteri,
14:41baik secara formal sebagai pejabat publik maupun secara informal,
14:46orang-orang dekatnya,
14:48itu adalah orang-orang yang mengoperatori satu tindakan jual-beli
14:54yang melawan hukum, jual-beli kewenangan,
14:58dalam bentuk suap-menyuap.
15:00Oleh karena itu, ini kalau hanya berdasarkan logika,
15:04maka harusnya sampai kepada pejabat utamanya, yaitu Menteri.
15:09Tetapi, hukum sekali lagi membutuhkan pembuktian.
15:12Nah, pembuktian itulah yang menjadi tugas dari KPK
15:16untuk melakukan upaya-upaya mencari alat bukti
15:21agar pejabat utamanya bisa clear statusnya,
15:25apakah terlibat atau tidak terlibat.
15:27Misalnya kalau kita bayangkan, misalnya tidak terlibat.
15:30Kalaupun tidak terlibat, artinya Menteri telah gagal
15:35melakukan pengawasan, pengendalian, kepemimpinan di dalam kementeriannya,
15:41sehingga kementeriannya kemudian menjadi sarang mafia.
15:44Juga Menteri gagal mengendalikan orang-orang terdekatnya,
15:47sehingga kemudian orang terdekatnya itu
15:49memperjual-belikan pengaruh atau trading in influence.
15:53Itu pun sebenarnya sudah cukup untuk menjadi alasan
15:57ketika sebuah negara itu negara yang sehat,
16:00pejabatnya mengundurkan diri.
16:01Tetapi secara hukum, semua bergantung kepada alat bukti.
16:05Dan saya percaya KPK kalau dari sisi metode penyidikan
16:08lebih dari mampu untuk mengungkap itu semua.
16:10Pak Medo.
16:11Baik, terima kasih sudah bergabung bersama kami
16:13dan juga memberikan ulasan Guru Besar Ilmu Politik UIN
16:16Syarifidayatullah Jakarta Burhaduddin Muhtadi
16:19dan juga peneliti Pukat UGM Mazainur Rahman.
16:22Sehat selalu Bapak-Bapak.
Komentar

Dianjurkan