00:00Jadi selama jadi jaksa 33 tahun, saya tidak pernah dijatuhi hukuman di pengawasan.
00:31Jadi selama jadi jaksa 33 tahun, saya tidak pernah dijatuhi hukuman di pengawasan.
00:43Diperiksa belum, dilaporkan belum, dan sekarang disangkakan kemerasan.
00:54Ya, kalian bisa, makanya ke pengawasan.
00:58Saya juga tadi bicara dengan anak buah saya, pernahkah selama saya yang mimpi, pernahkah diajari dengan perbuatan-perbuatan seperti ini?
01:11Kalian cermati, dan saya ingin nanti di pengadilan hakim dapat melihat ini dengan enggak mimpi.
01:19Kenapa perkara ini muncul?
01:23Banyak persahasi yang sudah disampaikan oleh kita di Gedung Bundar.
01:27Perubahan Gedung Bundar juga besar ketika kita pengang.
01:31Apalagi Ketua Satkas Pekanan.
01:33300 stay setahun kita kembali.
01:35Semua perkara besar kita ada.
01:38Tapi akhirnya, justru kita yang digergaji.
01:43Tapi jangan lupa, database di Gedung Bundar itu, itu akan menjadi data abadi.
01:50Kita semua tahu, siapa yang terlibat di perkara-perkara besar.
01:56Dan saya yakin, junior saya, selama ini telah kita didik, itu pasti akan punya keberanian.
02:05Untuk bangsa, dan untuk rakyat, itu selalu yang ada tanamkan di Gedung Bundar.
02:15Bapak, Bapak ditengahkan DPP terkait aliran uang.
02:18Sedangkan Bapak pembantah itu bukan emas, Bapak itu sebenarnya gimana, Pak?
02:22Itu kan sudah diberiksa.
02:24Dan saya juga minta itu digelirkan.
02:27Ya, Pembunya, apakah terkaitan dengan saya.
02:30Itu kan sudah diberikan penjelasan kepada DPP ini.
02:35Oleh karena itu, saya berharap nanti, agar rakyat dapat melihat ini.
02:43Saya tidak punya iub tambah.
02:48Saya tidak pernah minta proyek pemerintah.
02:50Saya tidak pernah punya konsisi sawit.
02:55Saya tidak pernah minta kuota impor.
03:01Siapa yang terima di situ?
03:03Gedung Bundar ada data B.
03:05Dan saya yakin ya, presiden dapat memasukkan yang salah atas perkara ini.
03:12Dan mudah-mudahan, junior-junior saya yang ada di Gedung Bundar
03:16akan terus bela keberanian rakyat dan bangsa.
03:20Untuk menunggu, Pak.
03:21Itu saja ya.
03:23Patah kaya taliran uang dari pantian, Pak.
03:25Dari pantian, Pak.
03:27Pak, soal pantian, Pak.
03:29Pak, soal pantian.
03:30Pak, untuk 5 juta dolar itu, Bapak membantah juga nggak, Pak?
03:37Apa?
03:38Apaan, guys?
03:57Cara baru nonton di Smart TV, nonton live streaming, dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
04:06Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
04:10Cari Kompas TV melalui pencarian.
04:13Pilih aplikasi, lalu install.
04:16Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
04:21Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga.
Komentar