Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah menanggapi dugaan pemerasan yang disangkakan kepadanya.

"Selama jadi jaksa 33 tahun, saya tidak pernah dijatuhi hukuman di Pengawasan. Diperiksa, belum pernah. Dilaporkan, belum pernah," ujar Eks Jampidsus Febrie usai mengikuti pelimpahan perkara dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan, Jumat (18/9/2026).

"Sekarang, disangkakan pemerasan. Kalian bisa tanya ke Pengawasan itu. Saya juga tadi bicara dengan anak buah saya di Tim Sembilan, pernahkah selama saya memimpin, pernahkah diajari dengan perbuatan-perbuatan seperti itu," lanjutnya.

Baca Juga Berkas Febrie Dilimpahkan ke Kejari Jaksel, Kuasa Hukum Soroti Tempus TPPU Mundur 2 Tahun di https://www.kompas.tv/nasional/691372/berkas-febrie-dilimpahkan-ke-kejari-jaksel-kuasa-hukum-soroti-tempus-tppu-mundur-2-tahun

#febrieadriansyah #kejari #breakingnews



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/691377/blak-blakan-eks-jampidsus-febrie-33-tahun-jadi-jaksa-tak-pernah-dijatuhi-hukuman-di-pengawasan
Transkrip
00:00Jadi selama jadi jaksa 33 tahun, saya tidak pernah dijatuhi hukuman di pengawasan.
00:31Jadi selama jadi jaksa 33 tahun, saya tidak pernah dijatuhi hukuman di pengawasan.
00:43Diperiksa belum, dilaporkan belum, dan sekarang disangkakan kemerasan.
00:54Ya, kalian bisa, makanya ke pengawasan.
00:58Saya juga tadi bicara dengan anak buah saya, pernahkah selama saya yang mimpi, pernahkah diajari dengan perbuatan-perbuatan seperti ini?
01:11Kalian cermati, dan saya ingin nanti di pengadilan hakim dapat melihat ini dengan enggak mimpi.
01:19Kenapa perkara ini muncul?
01:23Banyak persahasi yang sudah disampaikan oleh kita di Gedung Bundar.
01:27Perubahan Gedung Bundar juga besar ketika kita pengang.
01:31Apalagi Ketua Satkas Pekanan.
01:33300 stay setahun kita kembali.
01:35Semua perkara besar kita ada.
01:38Tapi akhirnya, justru kita yang digergaji.
01:43Tapi jangan lupa, database di Gedung Bundar itu, itu akan menjadi data abadi.
01:50Kita semua tahu, siapa yang terlibat di perkara-perkara besar.
01:56Dan saya yakin, junior saya, selama ini telah kita didik, itu pasti akan punya keberanian.
02:05Untuk bangsa, dan untuk rakyat, itu selalu yang ada tanamkan di Gedung Bundar.
02:15Bapak, Bapak ditengahkan DPP terkait aliran uang.
02:18Sedangkan Bapak pembantah itu bukan emas, Bapak itu sebenarnya gimana, Pak?
02:22Itu kan sudah diberiksa.
02:24Dan saya juga minta itu digelirkan.
02:27Ya, Pembunya, apakah terkaitan dengan saya.
02:30Itu kan sudah diberikan penjelasan kepada DPP ini.
02:35Oleh karena itu, saya berharap nanti, agar rakyat dapat melihat ini.
02:43Saya tidak punya iub tambah.
02:48Saya tidak pernah minta proyek pemerintah.
02:50Saya tidak pernah punya konsisi sawit.
02:55Saya tidak pernah minta kuota impor.
03:01Siapa yang terima di situ?
03:03Gedung Bundar ada data B.
03:05Dan saya yakin ya, presiden dapat memasukkan yang salah atas perkara ini.
03:12Dan mudah-mudahan, junior-junior saya yang ada di Gedung Bundar
03:16akan terus bela keberanian rakyat dan bangsa.
03:20Untuk menunggu, Pak.
03:21Itu saja ya.
03:23Patah kaya taliran uang dari pantian, Pak.
03:25Dari pantian, Pak.
03:27Pak, soal pantian, Pak.
03:29Pak, soal pantian.
03:30Pak, untuk 5 juta dolar itu, Bapak membantah juga nggak, Pak?
03:37Apa?
03:38Apaan, guys?
03:57Cara baru nonton di Smart TV, nonton live streaming, dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
04:06Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
04:10Cari Kompas TV melalui pencarian.
04:13Pilih aplikasi, lalu install.
04:16Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
04:21Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga.
Komentar

Dianjurkan