00:00Baik, teman-teman media yang saya hormati, kami baru selesai melaksanakan sidang paripurna Dewan Energi Nasional pertama di 2026
00:15yang dipimpin langsung oleh Bapak Presiden Prabowo sebagai Ketua Den
00:21dan kemudian yang ikut hadir Wakil Presiden Republik Indonesia sebagai Wakil Ketua Den
00:27dan semua anggota Den baik dari pemangku kepentingan maupun dari unsur pemerintah
00:33Hal-hal yang kita bahas adalah sudah barang tentu menyikapi geopolitik yang terjadi
00:40dengan memastikan ketersediaan energi nasional kita harus cukup
00:48Saya sampaikan bahwa dalam rapat tadi juga kami mendiskusikan dan mendapat arahan langsung dari Bapak Presiden
00:56bahwa ketersediaan untuk stok BBM kita, cadangan nasional kita berada di angka 18-20 hari
01:04jadi masih alhamdulillah clear
01:06yang kedua kami juga telah memutuskan bahwa untuk jangka panjang
01:12kita mempelajari tentang kesuksesan daripada B50
01:16di mana B50 ini adalah hasilnya dari CPO
01:20dicampur dengan metanol kemudian menjadi fame
01:24yang ini mengantarkan kita untuk tidak lagi kita melakukan impor solar untuk khusus CN48
01:32Nah belajar berangkat dari ini bahwa Presiden tadi memerintahkan untuk segera menyusun langkah-langkah yang sama
01:40untuk kita membangun E-20
01:43E-50
01:45kita tahu bahwa konsumsi BBM kita untuk solar per tahun kurang lebih sekitar 39 juta kiloliter
01:54dan untuk bensin sama hampir kurang lebih sekitar 39 sampai 40 juta
02:01nah ini sebagai bentuk daripada mendorong ketersediaan BBM dalam negeri
02:08di samping kita juga akan mendorong eksplorasi besar-besaran terhadap cekungan-cikungan blok-blok minyak
02:17dan optimalisasi terhadap sumur-sumur yang sudah ada
02:21sumur-sumur tua kita akan mengintervensi dengan teknologi
02:25termasuk dalamnya tadi Bapak Presiden
02:27memerintahkan untuk memantau
02:29terkait dengan sumur-sumur rakyat yang M45.000
02:34itu harus dilakukan secara profesional
02:37dan kemudian tidak boleh ada pelanggaran atau dijual ke tempat lain
02:41teman-teman media
02:43hal-hal lain juga tadi arahan Bapak Presiden kepada kami
02:47bahwa harus kita melakukan kerjasama yang baik
02:52antara akademisi, pelaku usaha, dengan pemerintah
02:57dalam membuat kebijakan energi ke depan
03:00hal yang tidak kalah pentingnya arahan Bapak Presiden
03:03kaitannya dengan rencangan undang-undang migas
03:06yang dilaporkan oleh Dewan Energi Nasional
03:08bahwa kita akan memperkuat
03:11dengan lembaga ini akan berada langsung di bawah Bapak Presiden
03:16kami sebagai Menteri Teknis
03:19akan menjalankan apa yang diperintahkan oleh arahan Bapak Presiden
03:24saya pikir itu beberapa hal penting
03:26terkait dengan Rapat Paripurna Dewan Energi Nasional pertama di 2026
03:33silahkan
03:34saya akan sampaikan di saat pembahasan undang-undang
03:44tapi lembaganya akan berada dan bertanggung jawab langsung kepada Bapak Presiden
03:49dan itu sudah clear
03:52tidak untuk diperdebatkan
03:54tinggal kita mencari
03:56formulasi regulasi yang memperkuat BUK
04:00terutama dalam perizinan
04:02kita tidak ingin perizinan yang lintas sektor
04:05itu menjadi penghambat terhadap peningkatan lifting kita
04:09dengan tidak mengurangi
04:12proses-proses
04:14sebagaimana mestinya
04:16dalam kewenangan kementerian masing-masing
04:18jadi ini kita tetap akan lakukan
04:21modelnya aja yang kita akan dorong
04:23sekaligus fleksibilitas
04:25dalam rangka negosiasi
04:28terhadap bagian swasta maupun bagian pemerintah
04:32baik cost recovery
04:33ataupun bentuk lainnya
04:37yang bisa sama-sama menguntungkan
04:38saya belum bisa menjawab sampai ke sana
04:46tapi saya katakan bahwa ini
04:48badan usaha khusus ini
04:50akan berada
04:51dan dibawa langsung
04:53tanggung jawab ini Bapak Presiden
04:58nanti setelah pembahasan undang-undang
05:01saat presnya sudah di
05:02keluarkan oleh Bapak Presiden
05:05kami sebagai ketua
05:07daripada pembahasan undang-undang dari pemerintah
05:10nanti akan menjelaskan seiring
05:12pembahasan undang-undang dengan DPR
05:15saya menyampaikan bahwa
05:21ketersediaan untuk krut kita
05:24insya Allah aman
05:25termasuk bagian daripada Rusia
05:27nanti yang teknis lainnya dari Rusia
05:29saya akan menjelaskan pada waktu yang tepat
05:40Pemerintah Indonesia akan selalu berpikir bertindak hati-hati
05:45dengan mempertimbangkan dan memprioritaskan asas-asas keekonomian
05:49di samping kepastian juga asas keekonomian
05:52artinya barang ada itu penting
05:55tapi juga harus ekonomis
05:56sehingga tidak membebankan
05:58APBN kita
05:59dan atau tidak membebankan rakyat kita
06:01terhadap nilai daripada apa yang kita akan beli
06:04kita cari yang terbaik
06:05kita cari yang lebih murah
06:07mana itu yang kita akan beli
06:26Kami pemerintah akan menyiapkan
06:30stok kebutuhan masyarakat
06:33khususnya terkait dengan BBM
06:36bersubsidi
06:38persoalan shifting
06:40dari yang tadinya
06:41tidak memakai subsidi
06:43dan sekarang mereka memakai subsidi
06:44saran saya
06:46sebagai warga negara Indonesia
06:48kepada saudara-saudara saya
06:50yang mampu
06:52yang mohon maaf mobilnya pakai BMW
06:56yang kemudian mobil-mobil yang kelas tinggi
07:01ya mohonlah kita pakai hati juga
07:04janganlah kita pakai BBM subsidi
07:08itu untuk kita
07:10itu kan untuk saudara-saudara kita
07:11yang berhak menerimanya
07:13dengan metode lain adalah
07:15subsidi harus dapat sasaran
07:17demikian ya
07:24saya akan memperkimbangkan
07:27nanti kita lihat
07:27tapi kan saya harus ngomongin dulu
07:29kalau regulasi itu kan betul proses
07:30tapi himbawaan ini penting
07:32kalau contoh kayak saya
07:35masa sih pakai BBM subsidi
07:37BBM subsidi itu kan untuk saudara-saudara kita
07:39yang berhak menerimanya
07:40kalau yang punya gaji cukup
07:43rumah bagus
07:45mau pakai hati lah
07:47gitu
07:47ya memang saya harus ngomong begini
07:50karena saya ini kan menteri
07:51yang pernah makan beras subsidi
07:54jadi berikanlah
07:56hak rakyat yang
07:58punya hak itu
07:59punya mereka
08:00jangan yang mampu yang mengambilnya
08:02ya
08:02makasih banyak teman-teman
08:04makasih
08:05makasih
08:05makasih
08:11makasih
Komentar