Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta masyarakat yang tergolong mampu untuk tidak menggunakan BBM bersubsidi.

"Saran saya sebagai warga negara Indonesia kepada saudara-saudara saya yang mampu, yang mohon maaf mobilnya pakai BMW, kemudian mobil-mobil yang kelas tinggi, ya mohonlah kita pakai hati juga," kata Bahlil di Istana, Kamis (17/9/2026). (timecode:53)

Ia meminta masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik untuk tidak menggunakan BBM subsidi.

"Janganlah kita pakai BBM subsidi itu untuk kita. Itu kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya," ujarnya. (timecode 7:05)

Ia juga mendorong agar penyaluran subsidi dapat dilakukan secara tepat sasaran.

"Memang saya harus ngomong begini karena saya ini kan menteri yang pernah makan beras subsidi. Jadi berikanlah hak rakyat yang punya hak itu punya mereka. Jangan yang mampu yang mengambilnya," kata Bahlil.

Sementara itu, Bahlil menyebut Presiden Prabowo memberikan arahan agar ketersediaan energi nasional dipastikan tetap mencukupi.

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Novaltri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/691355/bahlil-singgung-pemilik-bmw-yang-pakai-bbm-subsidi-pakai-hati-juga
Transkrip
00:00Baik, teman-teman media yang saya hormati, kami baru selesai melaksanakan sidang paripurna Dewan Energi Nasional pertama di 2026
00:15yang dipimpin langsung oleh Bapak Presiden Prabowo sebagai Ketua Den
00:21dan kemudian yang ikut hadir Wakil Presiden Republik Indonesia sebagai Wakil Ketua Den
00:27dan semua anggota Den baik dari pemangku kepentingan maupun dari unsur pemerintah
00:33Hal-hal yang kita bahas adalah sudah barang tentu menyikapi geopolitik yang terjadi
00:40dengan memastikan ketersediaan energi nasional kita harus cukup
00:48Saya sampaikan bahwa dalam rapat tadi juga kami mendiskusikan dan mendapat arahan langsung dari Bapak Presiden
00:56bahwa ketersediaan untuk stok BBM kita, cadangan nasional kita berada di angka 18-20 hari
01:04jadi masih alhamdulillah clear
01:06yang kedua kami juga telah memutuskan bahwa untuk jangka panjang
01:12kita mempelajari tentang kesuksesan daripada B50
01:16di mana B50 ini adalah hasilnya dari CPO
01:20dicampur dengan metanol kemudian menjadi fame
01:24yang ini mengantarkan kita untuk tidak lagi kita melakukan impor solar untuk khusus CN48
01:32Nah belajar berangkat dari ini bahwa Presiden tadi memerintahkan untuk segera menyusun langkah-langkah yang sama
01:40untuk kita membangun E-20
01:43E-50
01:45kita tahu bahwa konsumsi BBM kita untuk solar per tahun kurang lebih sekitar 39 juta kiloliter
01:54dan untuk bensin sama hampir kurang lebih sekitar 39 sampai 40 juta
02:01nah ini sebagai bentuk daripada mendorong ketersediaan BBM dalam negeri
02:08di samping kita juga akan mendorong eksplorasi besar-besaran terhadap cekungan-cikungan blok-blok minyak
02:17dan optimalisasi terhadap sumur-sumur yang sudah ada
02:21sumur-sumur tua kita akan mengintervensi dengan teknologi
02:25termasuk dalamnya tadi Bapak Presiden
02:27memerintahkan untuk memantau
02:29terkait dengan sumur-sumur rakyat yang M45.000
02:34itu harus dilakukan secara profesional
02:37dan kemudian tidak boleh ada pelanggaran atau dijual ke tempat lain
02:41teman-teman media
02:43hal-hal lain juga tadi arahan Bapak Presiden kepada kami
02:47bahwa harus kita melakukan kerjasama yang baik
02:52antara akademisi, pelaku usaha, dengan pemerintah
02:57dalam membuat kebijakan energi ke depan
03:00hal yang tidak kalah pentingnya arahan Bapak Presiden
03:03kaitannya dengan rencangan undang-undang migas
03:06yang dilaporkan oleh Dewan Energi Nasional
03:08bahwa kita akan memperkuat
03:11dengan lembaga ini akan berada langsung di bawah Bapak Presiden
03:16kami sebagai Menteri Teknis
03:19akan menjalankan apa yang diperintahkan oleh arahan Bapak Presiden
03:24saya pikir itu beberapa hal penting
03:26terkait dengan Rapat Paripurna Dewan Energi Nasional pertama di 2026
03:33silahkan
03:34saya akan sampaikan di saat pembahasan undang-undang
03:44tapi lembaganya akan berada dan bertanggung jawab langsung kepada Bapak Presiden
03:49dan itu sudah clear
03:52tidak untuk diperdebatkan
03:54tinggal kita mencari
03:56formulasi regulasi yang memperkuat BUK
04:00terutama dalam perizinan
04:02kita tidak ingin perizinan yang lintas sektor
04:05itu menjadi penghambat terhadap peningkatan lifting kita
04:09dengan tidak mengurangi
04:12proses-proses
04:14sebagaimana mestinya
04:16dalam kewenangan kementerian masing-masing
04:18jadi ini kita tetap akan lakukan
04:21modelnya aja yang kita akan dorong
04:23sekaligus fleksibilitas
04:25dalam rangka negosiasi
04:28terhadap bagian swasta maupun bagian pemerintah
04:32baik cost recovery
04:33ataupun bentuk lainnya
04:37yang bisa sama-sama menguntungkan
04:38saya belum bisa menjawab sampai ke sana
04:46tapi saya katakan bahwa ini
04:48badan usaha khusus ini
04:50akan berada
04:51dan dibawa langsung
04:53tanggung jawab ini Bapak Presiden
04:58nanti setelah pembahasan undang-undang
05:01saat presnya sudah di
05:02keluarkan oleh Bapak Presiden
05:05kami sebagai ketua
05:07daripada pembahasan undang-undang dari pemerintah
05:10nanti akan menjelaskan seiring
05:12pembahasan undang-undang dengan DPR
05:15saya menyampaikan bahwa
05:21ketersediaan untuk krut kita
05:24insya Allah aman
05:25termasuk bagian daripada Rusia
05:27nanti yang teknis lainnya dari Rusia
05:29saya akan menjelaskan pada waktu yang tepat
05:40Pemerintah Indonesia akan selalu berpikir bertindak hati-hati
05:45dengan mempertimbangkan dan memprioritaskan asas-asas keekonomian
05:49di samping kepastian juga asas keekonomian
05:52artinya barang ada itu penting
05:55tapi juga harus ekonomis
05:56sehingga tidak membebankan
05:58APBN kita
05:59dan atau tidak membebankan rakyat kita
06:01terhadap nilai daripada apa yang kita akan beli
06:04kita cari yang terbaik
06:05kita cari yang lebih murah
06:07mana itu yang kita akan beli
06:26Kami pemerintah akan menyiapkan
06:30stok kebutuhan masyarakat
06:33khususnya terkait dengan BBM
06:36bersubsidi
06:38persoalan shifting
06:40dari yang tadinya
06:41tidak memakai subsidi
06:43dan sekarang mereka memakai subsidi
06:44saran saya
06:46sebagai warga negara Indonesia
06:48kepada saudara-saudara saya
06:50yang mampu
06:52yang mohon maaf mobilnya pakai BMW
06:56yang kemudian mobil-mobil yang kelas tinggi
07:01ya mohonlah kita pakai hati juga
07:04janganlah kita pakai BBM subsidi
07:08itu untuk kita
07:10itu kan untuk saudara-saudara kita
07:11yang berhak menerimanya
07:13dengan metode lain adalah
07:15subsidi harus dapat sasaran
07:17demikian ya
07:24saya akan memperkimbangkan
07:27nanti kita lihat
07:27tapi kan saya harus ngomongin dulu
07:29kalau regulasi itu kan betul proses
07:30tapi himbawaan ini penting
07:32kalau contoh kayak saya
07:35masa sih pakai BBM subsidi
07:37BBM subsidi itu kan untuk saudara-saudara kita
07:39yang berhak menerimanya
07:40kalau yang punya gaji cukup
07:43rumah bagus
07:45mau pakai hati lah
07:47gitu
07:47ya memang saya harus ngomong begini
07:50karena saya ini kan menteri
07:51yang pernah makan beras subsidi
07:54jadi berikanlah
07:56hak rakyat yang
07:58punya hak itu
07:59punya mereka
08:00jangan yang mampu yang mengambilnya
08:02ya
08:02makasih banyak teman-teman
08:04makasih
08:05makasih
08:05makasih
08:11makasih
Komentar

Dianjurkan