- 3 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Konflik antara kelompok Houthi di Yaman dan Arab Saudi kembali memanas setelah relatif mereda selama beberapa tahun.
Dosen Hubungan Internasional Binus University Tia Mariatul Kibtiah menilai eskalasi konflik Houthi dan Arab Saudi tidak dapat dilepaskan dari hubungan Houthi dengan Iran.
Menurut Tia, konflik antara Saudi dan Houthi yang bermula sekitar 20142015 sempat mereda seiring membaiknya hubungan diplomatik Saudi Arabia dan Iran pada 2023.
"Artinya memang ada hubungan antara Houthi dengan Iran yang cukup signifikan," ujar Tia.
Tia menjelaskan, posisi Bab al-Mandeb menjadi sangat penting bagi Arab Saudi karena jalur tersebut dapat menjadi alternatif ketika pelayaran melalui Selat Hormuz terganggu.
"Kalau misalnya Bab al-Mandeb ditutup, habis sudah Saudi," kata Tia.
Sementara itu, Pengamat Timur Tengah Musthafa ABD Rahman menilai posisi Iran dalam eskalasi terbaru perlu dicermati.
"Ya, sampai sekarang Iran secara terang-terangan tidak mendukung. Iran memilih diam," ujar Musthafa.
Namun, Musthafa menilai Houthi memperoleh keuntungan strategis dari perkembangan pertempuran terbaru di Yaman.
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Novaltri
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/691358/full-konflik-houthi-arab-saudi-memanas-jalur-energi-dunia-terancam
Dosen Hubungan Internasional Binus University Tia Mariatul Kibtiah menilai eskalasi konflik Houthi dan Arab Saudi tidak dapat dilepaskan dari hubungan Houthi dengan Iran.
Menurut Tia, konflik antara Saudi dan Houthi yang bermula sekitar 20142015 sempat mereda seiring membaiknya hubungan diplomatik Saudi Arabia dan Iran pada 2023.
"Artinya memang ada hubungan antara Houthi dengan Iran yang cukup signifikan," ujar Tia.
Tia menjelaskan, posisi Bab al-Mandeb menjadi sangat penting bagi Arab Saudi karena jalur tersebut dapat menjadi alternatif ketika pelayaran melalui Selat Hormuz terganggu.
"Kalau misalnya Bab al-Mandeb ditutup, habis sudah Saudi," kata Tia.
Sementara itu, Pengamat Timur Tengah Musthafa ABD Rahman menilai posisi Iran dalam eskalasi terbaru perlu dicermati.
"Ya, sampai sekarang Iran secara terang-terangan tidak mendukung. Iran memilih diam," ujar Musthafa.
Namun, Musthafa menilai Houthi memperoleh keuntungan strategis dari perkembangan pertempuran terbaru di Yaman.
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Novaltri
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/691358/full-konflik-houthi-arab-saudi-memanas-jalur-energi-dunia-terancam
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:11Perang Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman kian memanas.
00:15Houthi yang didukung Iran saling serang dengan Arab Saudi yang merupakan sekutu Amerika.
00:20Kelompok Houthi merilis rekaman kondisi jet tempur F-15 mirip Arab Saudi pasca ditembak di langit Marib, Yaman.
00:26Kempuran rudal mengakibatkan kondisi kapal hancur berkeping-keping.
00:30Pihak Saudi belum memberikan komentar terkait klaim Houthi atas jatuhnya jet tempur yang diculuki F-15 Eagle.
00:38Sementara itu mobil-mobil rusak berat dan bangunan-bangunan turut rusak akibat puing-puing drone yang berjatuhan usai ditembak jatuh
00:46di langit Arab Saudi.
00:48Otoritas tempat juga mencatat puing-puing yang jatuh menewaskan seorang warga dan dua orang lainnya kini dalam kondisi kritis.
00:55Drone tersebut diakini meluncur dari wilayah Houthi, namun kelompok itu belum memberikan pernyataan apapun terkait insiden ini.
01:04Koalisi pimpinan Saudi yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menyatakan serangan Houthi memasuki wilayah Saudi.
01:11Salah satunya di selatan Arab Saudi yang menyebabkan dua orang terluka.
01:15Sebelumnya kelompok Houthi juga merilis pertempuran dengan pasukan yang didukung Arab Saudi.
01:21Organisasi kerjasama Islam Houthi mengutuk keras serangan yang diklaim Saudi menargetkan Mekah dan wilayah Madinah.
01:28Kecamanis sampaikan dalam akun X, Sekretariat Jenderal menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh milisi Houthi terhadap tempat-tempat suci,
01:36masjid dan infrastruktur sipil merupakan terorisme yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam dan norma, prinsip serta hukum internasional.
01:45Sekretariat Jenderal menekankan bahwa pelanggaran terhadap kesucian tempat-tempat suci adalah pelanggaran yang tidak dapat diterima dan tidak dapat ditoleransi,
01:55yang memerlukan tindakan untuk mencegah para pelakunya dan menghalangi siapapun yang berani melanggar tempat-tempat itu.
02:03Jurubicara Houthi menyebut kelompok tersebut akan terus melanjutkan serangan kepada kelompok yang didukung Arab Saudi hingga blokade di Laut Merah
02:10dibuka.
02:10Houthi juga menyebut serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah hanya akan menargetkan Arab Saudi.
02:16Houthi menyebut serangan terhadap kapal-kapal yang terkait Arab Saudi merupakan balasan atas blokade yang dilakukan koalisi pimpinan Saudi terhadap
02:24wilayah Hyaman yang dikuasai Houthi.
02:47Panasnya perang Houthi dan Arab Saudi turut mempengaruhi Jemaah Umroh termasuk Indonesia.
02:52Kementerian Haji dalam situs resminya menghimbau Jemaah Umroh tetap tenang.
02:57Direktur Jentral Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umroh Pujirah Harjo meminta Jemaah berkoordinasi dengan PPIU untuk memantau penerbangan
03:05dan jangan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.
03:10Sementara itu untuk Jemaah yang sudah berada di Arab Saudi dapat berkoordinasi dengan PPIU dan KJRI dan diminta untuk tidak
03:18mengambil langkah sendiri.
03:21Sebelumnya Kementerian Luar Negeri sempat menyebut otoritas Arab Saudi mengeluarkan peringatan bahaya untuk beberapa daerah termasuk Mekah, Taif, dan Jeddah.
03:30Namun saat ini peringatan tersebut telah dicabut.
03:33Tim Liputan Kompas TV
03:44Perang Arab Saudi dan juga kelompok Houthi di Yaman kian memanas.
03:47Houthi yang didukung Iran saling serang dengan Arab Saudi yang merupakan sekutu Amerika.
03:52Kita bahas soal ini bersama dengan dosen hubungan internasional BINUS University, Tia Mariatul Kiptia, dan pengamat Timur Tegah, Mustafa Abdurrahman.
04:00Selamat pagi ya, Assalamualaikum Mbak Tia, Pak Mustafa.
04:03Selamat pagi, Waalaikumsalam.
04:05Baik, saya ke Mbak Tia terlebih dahulu.
04:07Mbak Tia, 4 tahun ini sempat meredah antara Houthi dan juga Arab Saudi.
04:11Kali ini di September 2026 kembali memanas.
04:15Sebelum kita bahas lebih lanjut soal memanasnya hubungan antara kedua negara ini,
04:19kedua kelompok ini, kelompok Houthi dan juga Arab Saudi.
04:23Sebenarnya seperti apa sih Mbak Tia, secara singkat ini konflik antara Houthi dan juga Arab Saudi?
04:27Ya meredah karena memang ada hubungan baik antara Saudi Arabia dan Iran pada 2023 ya.
04:35Jadi memang kita harus mencermati, Mas Brey, menganalisis dari konflik Arab Saudi dan Houthi ini.
04:42Ada kaitannya tentu dengan Iran.
04:44Jadi mereka memulai konflik di sekitar 2014-2015,
04:48kemudian terjadi diplomatic relation antara Saudi Arabia dan Iran,
04:54kemudian konflik antara Saudi dan Houthi juga otomatis meredah.
04:58Artinya memang ada hubungan, ada relation antara Houthi dengan Iran yang cukup signifikan.
05:04Nah saat ini ketika Amerika Serikat terjadi konflik dengan Iran,
05:10Houthi juga sempat ya sangat membantu Iran bagaimana menghadapi tekanan Amerika Serikat.
05:15Dan saat ini dia fokus dengan Saudi Arabia karena memang Saudi Arabia melakukan intervensi terhadap apa yang diinginkan oleh Houthi
05:24dalam menguasai beberapa wilayah di Yaman.
05:27Di sebelah barat dan utara itu sudah semuanya, Mas Brey, sudah menjadi wilayah yang didominasi oleh Yaman, terutama di barat
05:34itu ya.
05:35Di barat itu kan ada tiga lokasi yang cukup signifikan.
05:39Dan salah satunya adalah Bab Al-Mandab merupakan salah satu selat yang menjadi jalur energi dari Timur Tengah ke beberapa
05:47kawasan.
05:48Dalam kondisi Hormuz saat ini di blokade, baik oleh Iran dan Amerika Serikat,
05:53maka jalur dari Bab Al-Mandab ini yang di sebelah barat, yang dikuasai oleh Houthi, ini menjadi alternatif begitu.
06:02Jadi bukan dua jalur sebenarnya kalau kita lihat di map ya, Mas Brey.
06:06Hormuz, Bab Al-Mandab dulu, Hormuz dulu, maaf, Hormuz dulu kemudian continue ke Bab Al-Mandab.
06:12Tapi kapal-kapal Saudi itu bisa memotong jalur jika Hormuz itu terjadi tensi.
06:18Dia bisa langsung ke Bab Al-Mandab, kemudian ke Laut Merah, kemudian ke Terusan Swes,
06:23kemudian diberikan suplai energi tersebut ke beberapa wilayah.
06:28Nah masalahnya kalau terjadi konflik seperti ini, dan Bab Al-Mandab itu sudah dikuasai oleh pihak Houthi,
06:34itu bisa ditutup, Mas Brey.
06:36Kalau misalnya Bab Al-Mandab ditutup, habis sudah Saudi.
06:38Jadi makanya Saudi selalu mengintervensi kondisi administration atau pemerintahan di Yaman.
06:46Jadi Saudi konsisten ya untuk terus mendukung Mansur Hadi,
06:49pemerintahan yang menurut UN itu adalah sah,
06:51karena kalau sampai semua wilayah dikuasai oleh Houthi,
06:55dan rezim Mansur Hadi terguling, terjatuh, kemudian dikatikan oleh Houthi,
06:59maka Saudi akan semakin terjepit, akan susah.
07:02Nah sekarang semua wilayah belum dikuasai saja,
07:05Houthi bisa melakukan beberapa serangan terutama ke infrastruktur energi yang dimiliki oleh Saudi Arabia.
07:13Saat ini Saudi bisa membalas tentu, tapi masalahnya tidak sesimpel itu.
07:18Kalau Saudi membalas itu sangat-sangat dilematis.
07:21Iran sudah pasti ke-trigger, ke-trigger untuk terlibat dalam tensi ini, dalam konflik ini.
07:27Dan ini akan semakin mensulitkan Saudi bagaimana posisi energi Saudi yang dijual ke beberapa wilayah itu tetap stabil.
07:34Jadi agak susah karena memang kondisi Saudi Arabia yang menjadi produsen oil terbesar,
07:42pertama ya di antara negara-negara Gafkantris,
07:45itu tidak ada jalan lain, Mas Bre.
07:47Jadi kalau tidak lewat Hormuz, lewat Bab Al-Mandab, Hormuz dikuasai Iran,
07:51Bab Al-Mandab berkuasai Hormuz yang menjadi frontnya Iran di Timur Tengah.
07:55Jadi mau tidak mau, ya dia harus sabar, harus menunggu, harus diam, begitu ya.
08:01Tapi kalau misalnya ada serangan, dia akan serang balik, begitu.
08:04Nah kondisinya seperti itu, Mas Bre.
08:06Jadi saya melihat bahwa ini adalah pure politik, urusan bisnis, dan mereka harus berunding.
08:11Kalau tidak, ini luar biasa bahaya untuk suplai energi ke berbagai kawasan, termasuk juga ke kita, begitu, ke kawasan Asia
08:18Tenggara.
08:19Oke, implikasinya luar biasa besar untuk energi dunia.
08:23Pak Mustafa, kalau Anda melihat kali ini di konflik antara Houthi dan juga Arab Saudi,
08:29apakah Iran ini juga mendukung secara penuh apa yang kemudian dilakukan oleh milisinya di sana?
08:37Sampai sekarang, Iran secerang-terangan tidak mendukung.
08:42Iran memilih diam.
08:45Bahkan ketika Arab Saudi mengklaim telah berhasil mencegat pesawat drone yang mendekati kota Mekas selasa malam lalu,
08:55Iran justru ikut mengutuk atau mengkritisilah serangan Houthi tersebut yang mendekatnya atau yang diduga akan menjasar kota suci di Arab
09:09Saudi ya.
09:10Jadi sampai sekarang, Iran bersikap pasif.
09:13Namun, apa yang terjadi di Yaman sekarang, di mana secara strategis dalam pertempuran yang berlangsung sejak Juli ya,
09:24dua bulan terakhir ini, memang Houthi memenangkan pertarungan, pertempuran secara strategis.
09:30Mengapa?
09:31Karena Al-Houthi berhasil sekarang praktis menguasai sebagian besar pesisir barat,
09:37termasuk kota pelabuhan Al-Muha yang sangat strategis, yang jaraknya sekitar 80 km dari Bab Al-Mahandub.
09:49Kemudian juga Al-Houthi dalam perang ini sudah menguasai pulau Mayun atau juga dikenal dengan pulau Perim yang dekat dengan
09:58Bab Al-Mahandub.
10:00Maka dalam pertempuran ini, Houthi strategis sudah menguasai Bab Al-Mahandub.
10:07Dan ini semakin menyulitkan Arab Saudi.
10:11Jadi dalam perang Yaman ini sejak, ya berlangsung sejak 14, 15, sudah 10 tahun lebih ya,
10:18memang saya menyebutnya, Arab Saudi ini terpengkap dalam kubangan Yaman.
10:26Dia memulai perang dulu, tapi dia sekarang tidak bisa mengakhiri perang.
10:32Dan bahkan setelah strategis, seperti yang saya katakan tadi, Saudi dan milisi pro-nya, koloyalisnya yang di Yaman, itu sudah
10:40kalah total.
10:42Dengan di mana usia sekarang menguasai pesisir barat dan kota pelabuhan yang strategis, yaitu kota pelabuhan Al-Muha.
10:52Kota pelabuhan Al-Muha ini merupakan kota pelabuhan terbesar kedua di pesisir barat setelah kota pelabuhan Al-Hudaida.
11:01Ditambah pula, sekarang Houthi menguasai pulau Mayun yang di situ, di sisi atau berdekatan sekali dengan Al-Bamandub.
11:08Maka, ya Al-Houthi dalam tanda kutip juga Iran, sekarang setelah menguasai selat humus, juga sekarang menguasai adalah babuk-babuk
11:17Al-Muha ini.
11:18Ini yang menyulitkan apanya posisi Arab Saudi, apalagi Amerika sekarang juga pasif ya, tidak membantu Arab Saudi.
11:27Bahkan dalam pertemuan beberapa hari lalu antara pejabat AS dan pejabat Al-Houthi di kedutan besar AS di kota Oman,
11:39di Moskat Oman ya.
11:41Ini tiba-tiba, apa nama, Amerika itu menggelar pertemuan dengan delegasi Al-Houthi gitu.
11:48Di tengah konflik yang sangat kuat saat ini.
11:52Dan Al-Houthi, ya, ini cedeknya Al-Houthi, apa nama, mempertegas kepada AS bahwa Al-Houthi tidak menarget kapal-kapal
12:04Amerika dan Barat yang melalui atau melintasi bab Al-Muha menuju Laut Mira atau sebaliknya.
12:12Ini cedek sehingga Amerika, apa namanya, lebih pasif, tidak mendukung Arab Saudi.
12:18Maka bisa disebutkan Arab Saudi sekarang berperang sendirian, kasihan gitu lah.
12:24Jadi ini, apa namanya, ya seperti dikatakan Mbak Tia tadi, jadi Arab Saudi semakin sulit untuk mensuplai pasokan minyak ke
12:35berbagai tempat di dunia ini.
12:39Selain selesai Hormuz, juga biasanya kan ini, ya, ekspor minyak Arab Saudi itu kan sekitar 10-12 juta barer.
12:50Antara 4-5 juta barer itu melalui pipa East-West, ya.
12:55Tidak melalui Hormuz.
12:56Nah, ini yang membuat Arab Saudi agak lumayan dibanding dengan Qatar, Kuwait, Uni Barat yang tidak bisa mengekspor sama sekali.
13:03Atau jatuh anjok ekspornya itu, ini yang membuat Arab Saudi cukup bernafas lah melihat pipa tersebut.
13:11Tapi pada tanggal 13 September kemarin, ya, apa namanya, pipa East-West Arab Saudi itu jadi target serangan milisi pro
13:24-Iran yang di Irak.
13:25Sehingga melambil keruskan dan harus diperbaiki.
13:28Dan sekarang mungkin sudah oke, sudah bisa.
13:31Nah, biasanya ekspor minyak Arab Saudi yang melalui pipa East-West ini, yang dari sumur-sumur di Timur,
13:39itu melalui Yambuk, kemudian lewat Bob Al-Mahdib yang untuk ke Cina, ke Asia Timur.
13:44Nah, sekarang kan sudah di KUC-USI, ini yang membuat Arab Saudi semakin sulit.
13:48Oke, nah ini yang ingin saya tanyakan ke Mbak Tia, ini Iran seakan memang tidak mendukung,
13:53kemudian Amerika Serikat juga pasif soal apa yang terjadi antara Houthi dan juga Arab Saudi.
13:58Ini sebenarnya Amerika Serikat kenapa?
14:00Emang lagi fokus ke Iran saja?
14:02Padahal sekarang juga Bob Al-Mahdib juga terancam gitu ya oleh Houthi sendiri.
14:08Ini sebenarnya Amerika Serikat nggak mampu atau nggak berani atau seperti apa sih Mbak Tia?
14:12Nggak mungkin lah Amerika nggak mampu, Mas Brie.
14:14Persoalannya sekarang banyak yang harus diurus Amerika Serikat ya.
14:16Bukan persoalan Iran saja dan Amerika Serikat tahu tentang persoalan Houthi dari sejak lama
14:23dan dia juga tahu bahwa Houthi itu merupakan bagian daripada front Iran.
14:27Tapi masalahnya saat ini Trump dan kawan-kawan juga sedang disibukan dengan persoalan popularitas
14:32atau rating daripada Partai Republik yang terus merosot, Mas Brie.
14:38Dari 58 persen sekarang menjadi 33 persen.
14:42Jadi mereka sekarang bekerja keras bagaimana untuk menaikkan popularitas partai akibat perang Iran
14:49dan juga dengan Amerika Serikat.
14:52Kemudian ada juga isu mengenai Gaza dengan genocide-nya.
14:56Itu juga cukup memukul Partai Republik begitu ya karena tidak ada persoalan yang diselesaikan oleh
15:02pemerintahan Trump ini dan mereka harus kerjakan saat ini kan pemilu selah di November ini, Mas Brie.
15:08Artinya kalau ini mereka tidak konsen di politik domestik mereka,
15:14maka Partai Republik bisa kalah telak nanti ke depan oleh Partai Demokrat begitu.
15:20Jadi Amerika itu biasanya menyelesaikan persoalan itu satu persatu.
15:24Artinya memang membereskan politik domestik dulu, dipastikan misalnya untuk next election itu menang,
15:31baru dia biasanya akan melakukan intervensi keluar lagi.
15:35Bahkan Trump untuk meredam gejolak di publik Amerika Serikat menyatakan bahwa
15:39akan sesegera mungkin melakukan diplomasi atau negosiasi dengan Iran.
15:43Sementara dari pihak Irannya tidak ada konfirmasi tentang hal itu.
15:47Nah Iran sendiri justru saya mudah-mudahan didengar oleh kedutaan
15:53menyarankan supaya bisa mempush Houthi untuk berhenti melakukan serang-menyerang terhadap Saudi Arabia.
16:01Bukan persoalan kita mau intervensi terhadap politik domestiknya Houthi di Yaman,
16:08tapi persoalannya ini adalah ke arah ekonomi global.
16:12Karena memang suka tidak suka Timur Tengah, terutama negara-negara Gulf countries,
16:18masih menjadi negara eksportir minyak ke berbagai wilayah.
16:22Ke Asia misalnya.
16:23Dan itu juga walaupun kita misalnya terkurangi secara ketergantungan dari minyak Timur Tengah,
16:28tapi kan itu akan mempengaruhi harga minyak Mas Bray.
16:31Jadi akan pluktuatif kalau memang jalurnya tersendat begitu.
16:35Sekarang saja sudah 100 berapa?
16:36108 dolar per barrel.
16:40Nah APBN kita, Mas Bray, kalau aman itu di 72.
16:4372 sampai 80.
16:45Kalau 100 itu akan menguras habis APBN kita,
16:49sementara kita masih terus melakukan subsidi kan?
16:52Kalau misalnya pemerintah menyelesaikan permasalahannya mencabut subsidi,
16:56apa yang akan terjadi?
16:57Bisa chaos itu.
16:58Bisa mempengaruhi stabilitas nasional kita.
17:01Saya tentu akan pay attention ke negara saya dulu begitu ya.
17:05Karena semua negara dalam konflik global, dalam geopolitik tentu akan pay attention terhadap nasional interest masing-masing.
17:11Kalau di HI kan begitu.
17:12Nasional interest mereka, Saudi juga kan begini gara-gara nasional interest dia gitu kan.
17:17Mbak Tia, ini kan selain soal energi yang kita terancam juga kan ada ancaman di mana ada misalnya warga kita
17:22di Mekah dan juga Madinah,
17:24yang saat ini mungkin sedang ibadah umroh gitu.
17:26Kemarin sempat dari Arab Saudi mengklaim bahwa ada serangan dari Huti ke Mekah dan juga Madinah.
17:30Apa yang ada dorong ke pemerintah saat ini untuk bisa menjaga WNI kita agar aman tetap di sana?
17:35Udah, enggak ada itu Mas Bray.
17:37Enggak ada.
17:38Jadi begini, saya tadi sudah memberikan, saya netral, saya akademisi ya.
17:42Saya tadi sudah menyarankan Iran untuk mempush Huti men-stop serangan-serangan dan tidak terprovokasi dengan F-15-nya Saudi
17:50misalnya atau dengan drone-drone-nya Saudi.
17:52Harus menahan diri kalau memang tidak ada kerusakan, tidak ada korban jiwa.
17:55Ya harusnya bisa menahan diri dan saya yakin Iran bisa mempengaruhi Huti karena Huti itu prone-nya Iran di Timur
18:01Tengah sama dengan Hezbollah di Lebanon lah begitu ya.
18:03Itu tadi saya merekomendasikan ke pihak Irannya ya.
18:07Nah sekarang saya gantian ke pihak Saudinya.
18:09Ya tolong jangan bawa politik identitas lah.
18:13Huti itu juga kan muslim.
18:14Jadi tidak mungkin dia menyerang Mekah gitu ya.
18:16Dan ini sudah terkonfirmasi juga oleh Kemenhaj, kementerian di bidang haji bahwa semuanya aman terkendali, tidak terjadi apa-apa, bahkan
18:24serangan yang diduga mendekati taif itu bukan di area yang memang biasanya jemaah kita berkunjung ke taif.
18:34Saya hanya, apa namanya ya, melanjutkan apa yang disampaikan oleh Kemenhaj, kebetulan kemarin kita satu panel di salah satu media
18:44dengan pihak Kemenhaj.
18:45Jadi dari Kemenhaj sudah menjelaskan semuanya aman terkendali dan terus berkoordinasi juga dengan pemerintahan Saudi.
18:52Dan saya pikir pernyataan Saudi yang menyatakan red line itu hanya prepare sih, Mas Bray.
19:00Hanya prepare karena beberapa infrastruktur terutama yang berkaitan dengan energi dan militer Saudi Arabia itu digempur Huti memang.
19:08Tapi tidak menyerang Kaabah.
19:11Huti juga kan muslim syiah dan dia juga beribadah di sana.
19:14Itu merupakan bagian daripada rukun Islam, umat Islam begitu ya.
19:18Jadi ya ini harus dikontifikasi ke publik supaya tidak panik, Mas Bray.
19:21Oke, nah ini yang saya tanyakan juga ke Pak Mustafa.
19:24Pak Mustafa, jika kemudian Arab Saudi bilang bahwa sudah berdekat serangan ke Kota Suci seperti itu,
19:30apakah memang kemudian next ini akan bisa meluas gitu?
19:34Tidak hanya di infrastruktur energi tapi juga tadi bisa ke Kota-Kota Suci yang banyak jemaah dari berbagai penjuru dunia
19:42yang ada di sana?
19:43Ya, kelompok ahlusi sendiri membantah.
19:46Kalau dia menarget Kota-Kota Suci di Mekah dan Madinah.
19:51Seperti saya setuju dengan apa yang disampaikan Bu Tia tadi.
19:56Jadi memang saya husnodon ya, berpersangka baik.
20:00Saya kira husnodon ya, berpersangka baik.
20:15Dan itu patut diperingati.
20:18Itu yang membuat Pakistan, kemudian Iran sendiri angkat bicara, kemudian Oki gitu kan.
20:25Jadi, saya yakin ya al-husi juga tidak menarget ya.
20:32Cuman mungkin menarget di Kota lain, cuman sudah melewati area yang dianggap membahayakan Kota Suci tersebut.
20:39Ya, ini memang alusi harus mengevaluasi serangan ini supaya tidak terjadi salah paham, supaya lebih hati-hati dalam menarget di
20:50Arab Saudi.
20:52Mungkin yang terbaik itu adalah menarget yang wilayah selatan Arab Saudi saja yang berbatasan dengan Yaman gitu lah.
21:00Jangan agak ke utara sedikit lah.
21:02Utara sedikit misalnya, mungkin targetnya mungkin jidah atau apa.
21:06Tapi kan itu sudah dekat dengan Kota Mekah dan Madinah.
21:10Kan itu secara militer, bisa tanya pada pakaian militer.
21:14Itu sudah membahayakan, walaupun itu bukan target.
21:17Makanya di situ, kelompok al-husi harus melakukan evaluasi.
21:21Harus lebih hati-hati dalam menarget sasaran di Arab Saudi.
21:26Karena di Arab Saudi itu adalah terdapat dua Kota Suci tersebut.
21:31Ini yang akan membangkitkan emosi reaksi dari semua umat Islam di dunia dan bisa terpojok.
21:41Saya kira al-husi tahu bahwa kalau menarget Kota Suci itu merupakan langkah bunuh diri bagi kelompok al-husi.
21:48Dan apa namanya, Iran juga.
21:51Maka saya kira kalau sudah Kota Suci itu sudah garis merah.
21:55Iran juga akan meminta alusi supaya tidak menarget tersebut.
22:00Ada pun.
22:02Ya, gimana?
22:03Saya mau ke Mbak Tia, Pak Mustafa.
22:05Mbak Tia, apakah dengan kemudian Arab Saudi mengklaim bahwa ada serangan yang menuju ke Kota Suci ini
22:10adalah upaya untuk mencari simpati mungkin dari negara-negara Islam ataupun juga mendapatkan dukungan?
22:15Karena ini kan Arab Saudi sedang getol untuk mencari dukungan dari sekutu regional maupun juga dari barat seperti itu.
22:21Apakah ini upaya yang dilakukan?
22:23Dan apakah akan dapat?
22:25Mas Bray, pertanyaannya tajam sekali.
22:29Saya agak sedikit harus hati-hati ini menjawabnya.
22:32Dalam politik bisa apapun dilakukan.
22:35Itu namanya strategi, Mas Bray.
22:37Jadi tadi kan Pak Mustafa sudah bilang bahwa saat ini Arab Saudi sendirian, betul.
22:41Karena memang aliansinya Amerika Serikat, kemudian ada SENTCOM di situ ya.
22:45Yaitu Komando Militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
22:48Juga itu baru berdiskusi.
22:51Tapi belum ada pernyataan akan membantu Saudi.
22:54Apalagi sudah ada klaim dari pihak KOTI bahwa dia tidak akan mengganggu kapal-kapal Amerika Serikat.
22:59Amerika Serikat kan kalau tidak diganggu ya sudah.
23:03Apakah akan join atau tidak.
23:04Apalagi mereka sedang disibukan dengan pemilu selah saat ini.
23:08Jadi memang dalam kondisi sendirian, strategi politik bisa dilakukan apapun, Mas Bray.
23:13Termasuk ya itu tadi yang saya sebut politik identitas begitu ya.
23:16Politik identitas itu apa?
23:18Tidak mesti dalam hal agama, bisa juga dengan identitas ras tertentu.
23:22Atau misalnya dalam identitas mazhab, dalam apa supaya menuai simpati.
23:27Jadi ketika ada klaim bahwa Kota Suci akan diserang.
23:31Itu kan semua publik terutama umat Islam seluruh dunia akan memberikan supportnya begitu terhadap Saudi Arabia.
23:38Tapi ya semuanya sudah terklarifikasi.
23:41Hoti juga sudah memberikan bantahan.
23:42Kemudian Imam D. Al-Azhar juga ya Mas Bray sudah mengeluarkan statementnya.
23:48Agar semua pihak tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang memicu keresahan publik terutama umat Islam.
23:54Tapi Hoti juga pernah itu ada satu informasi bahwa Saudi sempat meminta bantuan kepada Israel.
24:00Untuk menangkal Hoti ini.
24:02Ini juga sama mereka juga main begitu.
24:05Artinya apa? Saya tidak yakin kalau Saudi sampai meminta bantuan Israel.
24:09Saya juga tidak yakin kalau Hoti sampai menyerang Kota Suci di Arab Saudi, Mekah dan Madinah.
24:15Jadi ya kedua bahwa pihak harus saling menahan diri lah.
24:18Untuk tidak melakukan politik identitas.
24:21Jadi ya bisa jadi ini merupakan bagian daripada strategi di saat Saudi Arabia sendirian Mas Bray.
24:26Tapi bisa juga, ini betul yang dikatakan Pak Mustafa bahwa ini sebetulnya red line saja.
24:33Warning begitu ya.
24:35Warning tapi warning ini kan memberikan kepanikan terhadap jemaah yang ada di Mekah.
24:39Nah itu juga yang harus disampaikan kepada publik oleh Saudi Arabia.
24:43Bahwa ini hanya warning ada beberapa serangan begitu ya.
24:47Dan harus menyatakan bahwa itu jauh sekali dan bukan di area Mekah dan Madinah.
24:53Nah itu harus disampaikan dan betul tidak itu memang sudah red line.
24:58Atau jangan-jangan Hoti menyerang kemana Mekah dan Madinah di mana letaknya.
25:03Nah itu juga harus diklarifikasi begitu.
25:05Sehingga publik tidak mudah menerima informasi secara cepat.
25:09Harus betul-betul detail dalam menerima informasi tersebut dan tidak mengganggu atau tidak mengalami kepanikan.
25:18Karena kita lumayan cukup besar ya Mas Bray.
25:20Jemaah dari kita itu baik umroh ataupun haji.
25:23Baik. Kalau Pak Mustafa bakal sendirian terus nggak Arab Saudi?
25:27Atau bantuan-bantuan yang diminta ini akan berdatangan nanti dengan mungkin strategi yang dilakukan oleh Arab Saudi saat ini?
25:33Ya sekarang ini waktunya sangat sensitif Mas Bray.
25:38Ini seperti dikatakan Bu Tia tadi ya.
25:41Bahwa Amerika itu akan menghadapi pemilu selah.
25:44Bulan November ini dua bulan nih.
25:46Dua bulan ini waktu yang sangat sensitif.
25:48Amerika, Donald Trump tidak mau mengambil siku.
25:52Ini karena yang menyangkut hasil pemilu dan masa depan Partai Republik.
25:56Kalau Partai Republik kalah dalam pemilu selah, maka akan semakin sulit buat Trump itu mengambil keputusan-keputusan besar.
26:05Karena akan dibatasi oleh Partai Demokrat.
26:08Kalau sampai Partai Republik kalah.
26:10Kalah. Sebaliknya kalau Partai Republik menang, maka Trump itu ada akan semakin leluasa.
26:17Maka dalam dua bulan ke depan sampai pemilu selah, saya kira tidak akan ada operasi besar dari Amerika dan termasuk
26:25Israel juga.
26:26Israel juga diminta oleh Amerika jangan melakukan operasi besar saat ini.
26:30Ini karena harus hati-hati, jadi bumerang nanti.
26:35Ini adalah masa pemilu.
26:37Apalagi Israel juga akan menghadapi pemilu bulan depan ini.
26:41Jadi saya kira dalam sebulan dua bulan ke depan tidak ada operasi besar baik dari Amerika maupun Israel
26:48sampai selesai pemilu selah di Amerika dan pemilu Parlemen di Israel bulan Oktober.
26:57Setelah itu kita lihat bersama apakah ada perubahan besar setelah pemilu.
27:04Oke, Mbak Tia kalau kita lihat ini kan kesempatan yang baik paling tidak untuk bisa meredakan konflik antara Amerika Serikat
27:12dan juga Iran menjelang pemilu selah.
27:14Nah, apakah ini juga yang harusnya dimanfaatkan oleh kedua negara untuk ayo kita duduk bersama-sama.
27:19Paling tidak seperti apa yang mereka bicarakan saat ini.
27:24Sukanya, mereka kan selalu bilangnya pengennya runding-runding damai-damai-damai apalagi Amerika Serikat seperti itu.
27:29Apakah kesempatan ini yang harus diambil oleh paling tidak Amerika Serikat untuk bisa menurunkan egonya sedikit untuk bisa bernegosiasi dengan
27:37Iran?
27:37Kalau Amerika Serikat tentu Mas ingin sekali cepat bernegosiasi dengan Iran.
27:42Jadi ada titik temu lah ya mengakhiri konflik ini.
27:45Karena memang Iran ini ya menang secara strategi lah.
27:49Kalau misalnya kita apple to apple secara kekuatan militer ya Iran dibawa Amerika Serikat.
27:54Tapi secara strategi beberapa kali kan kita menyaksikan sendiri.
27:57Bahkan kita berlalut-lalut ya fokus Mas Beli dalam konflik ini.
28:01Bahwa memang Iran banyak memenangkan strategi melawan Amerika Serikat ini.
28:05Poin-poin yang diujukan oleh Iran dalam perdamaian juga itu banyak menguntungkan Iran.
28:09Jadi ini Amerikanya sudah mau tinggal Irannya.
28:12Saya berharap bahwa konflik Saudi Arabia dan Houthi ini memang mengarah ke arah diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran.
28:18Artinya apa? Kalau ada titik temu, blokade, double blokade oleh Amerika Serikat di Hormuz itu bisa ditarik.
28:25Pasukan Amerika Serikat juga ditarik.
28:27Kemudian Iran juga membuka selat Hormuz kembali dan free untuk semua jalur kapal-kapal tanker minyak dari Timur Tengah ke
28:34berbagai kawasan secara free.
28:35Tidak dipilah-pilah lagi ya mana yang musuh mana yang tidak begitu.
28:38Karena itu memang jalur internasional, semuanya kembali seperti semula, terjadi perdamaian, harga minyak turun, dan persoalan Houthi itu adalah persoalan
28:49domestik begitu ya.
28:51Masalahnya Mas Breh ini tidak akan selesai konflik Saudi dengan Houthi ini.
28:55Houthi ingin menumbangkan rezim, Saudi kekeh untuk mempertahankan rezim.
29:01Nah itu yang saya khawatirkan.
29:02Jadi tidak ketemu nih, di situ tidak ketemunya Mas Breh.
29:04Oke, nah ini kan sulit ketemu antara masalah domestik di Houthi dan juga Arab Saudi.
29:09Tapi tadi kalau kata Mbak Tia, Amerika Serikat sudah mau, tapi Irannya seperti apa?
29:14Nah kalau dari Pak Mustafa, sikat saja Pak, Irannya bakal mau nggak?
29:18Ya, Iran itu terdik banget Pak.
29:21Jadi melihat situasi, jika situasinya menguntungkan Iran,
29:25Iran itu saya kira anita mau berunding.
29:28Kan pejabat Iran seperti Melu Iran Abu Sarraqi, kemudian Presiden Iran Mas Yusuf Bisa Sekian,
29:35sudah berkali-kali menyampaikan bahwa Iran siap berunding kapan saja,
29:41tapi dengan cara bukan mendikte, bukan memaksakan diri.
29:46Jadi adalah perundingan yang adil sekarang.
29:50Dan ini, dengan perkembangan terhadap Iran, di mana Al-Houthi itu sudah menguasai Bab Al-Mandab,
29:56ini adalah menambah kuatnya strategi Iran.
30:00Jadi Iran akan mempermaininkan kartu I semua ini,
30:05dalam memperkuat posisinya baik jika perang besar meletus lagi,
30:09maupun jika perundingan digelar lagi.
30:12Oke, jika dua-duanya sudah mau, maka tidak ada alasan lagi.
30:16Kita bisa berharap, semoga paling tidak dalam waktu dekat,
30:19sebelum pemilu setelah ini berlangsung,
30:21ada perdamaian antara Amerika Serikat dan juga Iran.
30:23Terima kasih, Mbak Tia Maretul Kiptiah,
30:26dosen debukan internasional, BINUS University,
30:28dan juga Pak Mustafa Abdul Rahman,
30:29pengamati Murtengah sudah bergabung di Sapa Indonesia Pagi.
30:32Selamat pagi, wassalamualaikum Bapak dan juga Mbak Tia.
30:35Waalaikumsalam. Terima kasih.
30:39Tetap bersama kami saudara usai,
30:41jadak kami hadirkan wawancara dengan Kementerian Haji dan Umroh
30:44soal imbawan ibadah di tengah serangan Huti ke Arab Saudi.
30:47Bersama rekan saya, Putri Oktaviani.
30:49Bersama rekan saya, Putri Oktaviani.
Komentar