00:05Intro
00:06Saudara delapan nama diumumkan Komisi Pemerintahan Korupsi
00:10sebagai terserangka dalam kasus suat di Kementerian Agraria dan Tata Ruang
00:14Badan Pertahanan Nasional
00:15Empat orang diantaranya disebut sebagai orang dekat
00:18atau orang kepercayaan Menteri ATR BPN Nusron Wahid
00:30Delapan nama diumumkan Komisi Pemerintahan Korupsi
00:33sebagai terserangka dalam kasus suat di Kementerian Agraria dan Tata Ruang
00:37Badan Pertahanan Nasional
00:39Empat orang diantaranya disebut KPK sebagai orang kepercayaan Menteri ATR BPN Nusron Wahid
00:44Hal itu tergambar dalam konstruksi perkara yang disampaikan KPK
00:48Sejumlah total 2,1 miliar
00:52Selanjutnya dari jumlah tersebut
00:55Saudara ARW menyetorkan 1,8 miliar kepada Saudara ARF
01:01Ini selaku pihak swasta yang juga
01:04menjadi diduga menjadi orang kepercayaan Menteri
01:09Bahwa kemudian Saudara ARF
01:12juga diduga berperan sebagai
01:16pengepul uang dari Saudara ARW
01:19ataupun Saudara MF
01:21selaku pihak swasta
01:23keduanya yang diduga selaku orang kepercayaan Menteri
01:28Keterlibatan 4 orang dekatnya
01:31membuat Nusron jadi ikut disorot
01:33Namun sosoknya 2 kali tak hadir dalam rapat di DPR
01:36Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional
01:39beserta seluruh jajaran
01:42yang hari ini
01:45biasanya berdua dengan Menterinya
01:49Soal ketidakhadiran Nusron Wahid
01:52Wakil Menteri ATR BPN Osi Darmawan menyebut
01:55karena memiliki agenda lain
01:57yang jelas menurut Osi
01:58Nusron masih tetap berkomunikasi terkait kegiatan kementerian
02:07Saya hadir disini
02:09kemarin mewakili
02:10tentunya itu adalah penugasan dari beliau
02:12sebagai Menteri Kembangan ini
02:13dan ini kan masih arahan beliau semua
02:16penugasan saya kesini juga atas arahan beliau
02:19setiap hari kami terus berkomunikasi
02:21karena kan kementeriannya masih dipimpin oleh beliau
02:26Ketua Partai Golkar Bahlil Lahadalia
02:28Enggan merespons lebih jauh
02:30soal kadernya yang terseret
02:31dalam perkara di Kementerian ATR BPN
02:33Golkar menyerahkannya ke proses hukum yang berjalan
02:58Saya lagi ada rapat lagi ya
03:07Peneliti Pukat UGM Zainur Rahman menyebut
03:10KPK mempunyai pekerjaan rumah
03:12untuk meneliti soal empat orang
03:14yang disebut sebagai kepercayaan Menteri
03:16Apakah mereka bergerak atas inisiatif sendiri
03:19atau atas pengetahuan atasannya?
03:21Ya itu justru jadi tugas utama KPK
03:25untuk menemukan alat bukti
03:28apakah empat orang dekat Menteri ATR BPN ini
03:32bekerja atas inisiatif pribadi
03:35atau terkait dengan jabatan pimpinan tertingginya
03:39yaitu Menteri
03:39Ini kan organisasi bayangan ya
03:41Kalau yang organisasi resmi disitu ada dirjennya
03:45dan juga Eslon 2 dan seterusnya ke bawah
03:47ada kantor wilayah pertanahan
03:49dan juga ada kantor pertanahan
03:51Nah yang perlu dipastikan oleh KPK
03:53apakah ada pengetahuan, persetujuan
03:57atau perintah dari Menteri ATR BPN
04:03Dalam operasi tangkap tangan terkait kasus
04:05di Kementerian ATR BPN
04:07KPK menyita uang sekitar 106,3 miliar rupiah
04:11KPK menyebut ini sebagai salah satu sitaan terbesar
04:14dalam kegiatan tangkap tangan
04:20Ya saudara dari delapan tersangka kasus
04:22suap hak guna bangunan di Kementerian ATR BPN
04:25KPK menyebut empat orang terkait dengan Menteri Nusron
04:29sebagai orang dekat atau orang kepercayaan
04:31Apakah tindakan mereka atas inisiatif sendiri
04:34atau pengetahuan Menteri?
04:35Kita akan bahas bersama mantan penyedik KPK Yudi Purnomo
04:38Selamat malam Mas Yudi
04:40Selamat malam Mbak
04:41Oke Mas Yudi delapan tersangka
04:43Delapan tersangka ada beberapa jadi orang dekat Menteri
04:46disebutkan oleh KPK
04:47Kalau KPK sampai menyebut orang dekat
04:50Maksudnya sedekat apa?
04:52Lalu kemudian kaitannya apa dengan Menteri?
04:56Ya tentu kita ini kan sudah paham lah
05:00Tidak mungkin empat orang teman dekat Menteri itu
05:03bergerak, berbuat
05:04Kemudian apalagi juga mereka tidak menduduki jabatan struktural
05:09misalnya staffsus dan sebagainya
05:11Sampai kemudian ada uang 106 miliar
05:15ditemukan di salah satu orang dekatnya
05:17Itu yang pertama
05:18Kemudian yang kedua
05:19Bahwa tentu kita harus kembali lagi kepada OTT kemarin
05:23Bahwa seharusnya
05:27Ketika KPK mengetahui bahwa ada kaitan
05:30Empat orang teman terdekat dari Menteri
05:33Terlibat dalam kasus ini
05:35Mereka seharusnya segera menjemput juga
05:38Dalam operasi tangkap tangan tersebut
05:40Untuk kemudian diperiksa
05:42Terkait dengan keterlibatan
05:44Karena mbak
05:45Ya dalam operasi tangkap tangan itu kan tidak
05:47Seperti membalikan terapak tangan
05:50Ataupun juga bukan saat itu
05:51Satsat-satsat
05:52Tapi sudah ya dibuntutin lama
05:55Sudah dianalisis matriksnya secara lama
05:59Jadi para teman-teman penyelidik KPK
06:02Sudah tahu bahwa itu adalah orang-orang dekat dari Menteri
06:05Jadi ya bagi saya
06:07Ketika kemudian yang dicokok
06:09Kemudian juga menjadi tersangka hanya empat orang ini
06:13Kemudian juga dirijannya bagi saya itu hanya mantes-mantesin
06:17Karena penyelenggara negara seharusnya adalah yang lebih tinggi
06:20Ya itu Menteri
06:21Jadi saya melihat
06:23Ada dinamika yang tinggi dalam gelar perkara yang dilakukan oleh teman-teman penyidik
06:27Dengan pimpinan KPK
06:30Dinamika tinggi yang Anda maksud harusnya saat penyelidikan
06:33Kalau ini sudah lama begitu dibuntuti oleh KPK
06:37Sudah seharusnya diselidiki juga Menteri ya maksudnya
06:40Ya harusnya sudah dibawa juga
06:43Harusnya sudah ada tim KPK yang menempel
06:46Ya kan
06:47Saatnya KPK yang menempel tim yang selalu membututi di mana Menterinya
06:52Gitu kan
06:53Karena dari awal sudah tahu bahwa ini ada teman dekat Menteri
06:57Jadi saya tidak percaya teman-teman saya tim penyelidik itu
07:00Ya tidak akan
07:02Ya tidak menempel Menterinya
07:04Kalau sekarang hilang ya saya pikir sudah
07:06Mungkin saat ini lagi tiarap gitu kan
07:08Itu yang pertama
07:09Kemudian yang kedua
07:10Saat ekspos pun
07:11Pasti teman-teman penyelidik KPK
07:14Ya sudah melakukan gelar perkara terhadap bukti-bukti yang selama ini mereka kumpulkan
07:18Jadi kemudian ya saya tidak tahu nih apakah ini karena ketidakberanian pimpinan KPK
07:26Karena kan pengalaman saya dulu kalau ada OTT ya
07:30Dulu banyak loh KPK ada Menteri Sosial, Menteri ini dan Menteri dan sebagainya
07:35Ya ketika kemudian dilakukan OTT
07:38Itu kan sudah jelas ya bahwa penjaga negara yang diduga akan kena OTT adalah Menterinya
07:44Ya jadi ketika ada teman dekat itu adalah sasaran antara
07:48Seperti itu
07:49Jadi bagi saya seharusnya KPK sudah kaya kan
07:52Barang bukti apalagi
07:53Duitnya itu sudah ditemukan Mbak 106 miliar
07:56Seorang dirjen ataupun deputi Eselon Sati di suatu kementerian
08:01Ya itu adalah anak buah langsung dari seorang menteri
08:05Ya kan dan kemudian kalaupun korupsi tidak akan sebanyak itu
08:09Gitu kan artinya bagi saya sudah terlambat momentum KPK untuk menetapkan tersangka menterinya gitu ya
08:17Karena ini kan artinya kedepannya tentu kalau KPK akan menetapkan tersangka
08:23Nanti prosesnya penyelidikan dulu, seberindik umum dulu dan sebagainya
08:27Jadi menurut Mas Yudi Anda kan mengatakan KPK kehilangan momentumnya
08:34Menurut Anda kenapa KPK tidak berani atau apalah menurut pandangan Anda
08:40Sampai akhirnya Menteri Nusron belum ada pemeriksaan
08:43Tapi dalam konferensi pres kemarin jelas disampaikan oleh KPK
08:48Ada struktur bayangan di ATRBPN
08:52Itu artinya apa Mbak?
08:55Artinya sebenarnya teman-teman penyelidik KPK yang kemarin diwakili oleh PT Penyelidikan
09:00Itu menurut Anda kutikan memberikan perlawanan kepada pimpinan KPK
09:04Bahwa kami sudah tahu ini adalah empat orang dekat menteri
09:10Kok kenapa tidak jadi tersangka?
09:12Kan begitu
09:12Itu artinya saya melihat ada perlawanan kecil yang mereka kemudian coba untuk sampaikan kepada publik
09:19Kalau tidak Mbak, itu pasti tidak akan disampaikan
09:22Pasti hanya ini adalah orang-orang swasta biasa
09:25Empat orang itu tidak akan disampaikan orang dekat
09:27Mas Yudi, ada perlawanan kata Anda
09:30Perlawanan oleh siapa, kepada siapa?
09:34Ya saya kalau duga ya dari teman-teman yang ikut dalam OTT tersebut
09:37Yang sudah kaya akan banyak barang bukti gitu kan
09:40Kemudian ada kekecewaan gitu ya
09:42Jadi ini kan dia tersirat kepada kita yang ada di luar
09:47Bahwa ya mereka berani menyatakan ini teman dekat
09:51Nah dalam tadi saya katakan dalam suatu proses OTT
09:54Yang dicari itu adalah penyelenggara paling tinggi
09:57Karena apa penyelenggara paling tinggi itu adalah aktor intelektual
10:00Bagi saya dirijen itu atau deputi itu bukan aktor intelektual
10:04Ya kan dia hanya sebagai koordinator ya untuk memastikan para eksekutor di kepala kantor-kantor BPN
10:10Ya itu kemudian ya memastikan bahwa pesan dari para pesan dari intellectual dealer itu tercapai
10:18Jadi bagi saya ya
10:19Sekali lagi kasus ini belum selesai
10:21Jadi kita tunggu keberanian KPK ke depannya
10:25Mas Yudi sekali lagi tolong pertegas
10:27Perlawanannya dilakukan oleh siapa?
10:30Karena sudah jelas KPK mengatakan ada pengepul, pengolah uang, dan penghubung ke pejabat
10:35Jadi siapa yang harusnya paling dikejar?
10:37Ya yang harusnya dikejar adalah atau intelektualnya yang punya jabatan paling tinggi di dalam suatu kementerian
10:42Jadi perlawanan itu maksudnya dilakukan oleh Nusron?
10:46Bukan, perlawanan itu dilakukan oleh teman-teman penyelidik KPK
10:50Nah butuhnya dalam kompres itu kan disebutkan ini adalah orang dekat menteri gitu kan
10:54Nah ini kan akhirnya membuat logika kita loh
10:56Udah ada 4 orang dekat menteri
10:57Mereka juga bukan penyenggaran negara
10:59Mereka hanya swasta
11:00Oke
11:01Nah tapi kemudian kenapa menterinya nggak kena?
11:04Kenapa tadi saya cakapkan menterinya tidak dibawa pada saat OTT?
11:07Tidak diamankan pada saat OTT?
11:08Karena kalau tadi sekali lagi saya katakan KPK sudah kehilangan momentum
11:11Ya ke depannya tentu akan sangat sulit sekali ya
11:14Ketika kemudian menetapkan tersangka seorang menteri gitu kan
11:18Walaupun bagi saya saya yakin bahwa bukan hanya dua alat bukti yang cukup
11:21Bisa jadi KPK sudah kaya akan alat bukti seperti itu
11:24Ya kita tunggu nanti langkah selanjutnya dari KPK
11:27Apalagi mereka sendiri mengatakan ada struktur bayangan di ATR BPN
11:30Terima kasih Mas Judi telah bergabung di Sapa Indonesia Malam
11:33Sampai jumpa
Komentar