Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 15 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - KPK menetapkan delapan tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pengurusan hak guna bangunan di Kementerian ATR/BPN.

Dalam konstruksi perkara yang disampaikan KPK, empat orang di antaranya disebut memiliki kedekatan atau menjadi orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.

KPK juga mengungkap adanya dugaan peran sebagai pengepul, pengelola, hingga penghubung uang dalam perkara tersebut, serta menyita sekitar Rp106,3 miliar.

Keterkaitan empat orang dekat menteri tersebut kemudian menjadi sorotan dan memunculkan pertanyaan mengenai dugaan adanya "struktur bayangan" di lingkungan ATR/BPN.

Mantan penyidik KPK Yudi Purnomo menilai KPK perlu mendalami apakah para tersangka bergerak atas inisiatif sendiri atau memiliki keterkaitan dengan pejabat yang lebih tinggi.

Sementara itu, Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan menyatakan Nusron Wahid masih berkomunikasi setiap hari terkait kegiatan kementerian meski tidak hadir dalam rapat di DPR.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Aqshal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/691317/full-4-orang-dekat-nusron-jadi-tersangka-eks-penyidik-kpk-soroti-struktur-bayangan-atr-bpn
Transkrip
00:05Intro
00:06Saudara delapan nama diumumkan Komisi Pemerintahan Korupsi
00:10sebagai terserangka dalam kasus suat di Kementerian Agraria dan Tata Ruang
00:14Badan Pertahanan Nasional
00:15Empat orang diantaranya disebut sebagai orang dekat
00:18atau orang kepercayaan Menteri ATR BPN Nusron Wahid
00:30Delapan nama diumumkan Komisi Pemerintahan Korupsi
00:33sebagai terserangka dalam kasus suat di Kementerian Agraria dan Tata Ruang
00:37Badan Pertahanan Nasional
00:39Empat orang diantaranya disebut KPK sebagai orang kepercayaan Menteri ATR BPN Nusron Wahid
00:44Hal itu tergambar dalam konstruksi perkara yang disampaikan KPK
00:48Sejumlah total 2,1 miliar
00:52Selanjutnya dari jumlah tersebut
00:55Saudara ARW menyetorkan 1,8 miliar kepada Saudara ARF
01:01Ini selaku pihak swasta yang juga
01:04menjadi diduga menjadi orang kepercayaan Menteri
01:09Bahwa kemudian Saudara ARF
01:12juga diduga berperan sebagai
01:16pengepul uang dari Saudara ARW
01:19ataupun Saudara MF
01:21selaku pihak swasta
01:23keduanya yang diduga selaku orang kepercayaan Menteri
01:28Keterlibatan 4 orang dekatnya
01:31membuat Nusron jadi ikut disorot
01:33Namun sosoknya 2 kali tak hadir dalam rapat di DPR
01:36Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional
01:39beserta seluruh jajaran
01:42yang hari ini
01:45biasanya berdua dengan Menterinya
01:49Soal ketidakhadiran Nusron Wahid
01:52Wakil Menteri ATR BPN Osi Darmawan menyebut
01:55karena memiliki agenda lain
01:57yang jelas menurut Osi
01:58Nusron masih tetap berkomunikasi terkait kegiatan kementerian
02:07Saya hadir disini
02:09kemarin mewakili
02:10tentunya itu adalah penugasan dari beliau
02:12sebagai Menteri Kembangan ini
02:13dan ini kan masih arahan beliau semua
02:16penugasan saya kesini juga atas arahan beliau
02:19setiap hari kami terus berkomunikasi
02:21karena kan kementeriannya masih dipimpin oleh beliau
02:26Ketua Partai Golkar Bahlil Lahadalia
02:28Enggan merespons lebih jauh
02:30soal kadernya yang terseret
02:31dalam perkara di Kementerian ATR BPN
02:33Golkar menyerahkannya ke proses hukum yang berjalan
02:58Saya lagi ada rapat lagi ya
03:07Peneliti Pukat UGM Zainur Rahman menyebut
03:10KPK mempunyai pekerjaan rumah
03:12untuk meneliti soal empat orang
03:14yang disebut sebagai kepercayaan Menteri
03:16Apakah mereka bergerak atas inisiatif sendiri
03:19atau atas pengetahuan atasannya?
03:21Ya itu justru jadi tugas utama KPK
03:25untuk menemukan alat bukti
03:28apakah empat orang dekat Menteri ATR BPN ini
03:32bekerja atas inisiatif pribadi
03:35atau terkait dengan jabatan pimpinan tertingginya
03:39yaitu Menteri
03:39Ini kan organisasi bayangan ya
03:41Kalau yang organisasi resmi disitu ada dirjennya
03:45dan juga Eslon 2 dan seterusnya ke bawah
03:47ada kantor wilayah pertanahan
03:49dan juga ada kantor pertanahan
03:51Nah yang perlu dipastikan oleh KPK
03:53apakah ada pengetahuan, persetujuan
03:57atau perintah dari Menteri ATR BPN
04:03Dalam operasi tangkap tangan terkait kasus
04:05di Kementerian ATR BPN
04:07KPK menyita uang sekitar 106,3 miliar rupiah
04:11KPK menyebut ini sebagai salah satu sitaan terbesar
04:14dalam kegiatan tangkap tangan
04:20Ya saudara dari delapan tersangka kasus
04:22suap hak guna bangunan di Kementerian ATR BPN
04:25KPK menyebut empat orang terkait dengan Menteri Nusron
04:29sebagai orang dekat atau orang kepercayaan
04:31Apakah tindakan mereka atas inisiatif sendiri
04:34atau pengetahuan Menteri?
04:35Kita akan bahas bersama mantan penyedik KPK Yudi Purnomo
04:38Selamat malam Mas Yudi
04:40Selamat malam Mbak
04:41Oke Mas Yudi delapan tersangka
04:43Delapan tersangka ada beberapa jadi orang dekat Menteri
04:46disebutkan oleh KPK
04:47Kalau KPK sampai menyebut orang dekat
04:50Maksudnya sedekat apa?
04:52Lalu kemudian kaitannya apa dengan Menteri?
04:56Ya tentu kita ini kan sudah paham lah
05:00Tidak mungkin empat orang teman dekat Menteri itu
05:03bergerak, berbuat
05:04Kemudian apalagi juga mereka tidak menduduki jabatan struktural
05:09misalnya staffsus dan sebagainya
05:11Sampai kemudian ada uang 106 miliar
05:15ditemukan di salah satu orang dekatnya
05:17Itu yang pertama
05:18Kemudian yang kedua
05:19Bahwa tentu kita harus kembali lagi kepada OTT kemarin
05:23Bahwa seharusnya
05:27Ketika KPK mengetahui bahwa ada kaitan
05:30Empat orang teman terdekat dari Menteri
05:33Terlibat dalam kasus ini
05:35Mereka seharusnya segera menjemput juga
05:38Dalam operasi tangkap tangan tersebut
05:40Untuk kemudian diperiksa
05:42Terkait dengan keterlibatan
05:44Karena mbak
05:45Ya dalam operasi tangkap tangan itu kan tidak
05:47Seperti membalikan terapak tangan
05:50Ataupun juga bukan saat itu
05:51Satsat-satsat
05:52Tapi sudah ya dibuntutin lama
05:55Sudah dianalisis matriksnya secara lama
05:59Jadi para teman-teman penyelidik KPK
06:02Sudah tahu bahwa itu adalah orang-orang dekat dari Menteri
06:05Jadi ya bagi saya
06:07Ketika kemudian yang dicokok
06:09Kemudian juga menjadi tersangka hanya empat orang ini
06:13Kemudian juga dirijannya bagi saya itu hanya mantes-mantesin
06:17Karena penyelenggara negara seharusnya adalah yang lebih tinggi
06:20Ya itu Menteri
06:21Jadi saya melihat
06:23Ada dinamika yang tinggi dalam gelar perkara yang dilakukan oleh teman-teman penyidik
06:27Dengan pimpinan KPK
06:30Dinamika tinggi yang Anda maksud harusnya saat penyelidikan
06:33Kalau ini sudah lama begitu dibuntuti oleh KPK
06:37Sudah seharusnya diselidiki juga Menteri ya maksudnya
06:40Ya harusnya sudah dibawa juga
06:43Harusnya sudah ada tim KPK yang menempel
06:46Ya kan
06:47Saatnya KPK yang menempel tim yang selalu membututi di mana Menterinya
06:52Gitu kan
06:53Karena dari awal sudah tahu bahwa ini ada teman dekat Menteri
06:57Jadi saya tidak percaya teman-teman saya tim penyelidik itu
07:00Ya tidak akan
07:02Ya tidak menempel Menterinya
07:04Kalau sekarang hilang ya saya pikir sudah
07:06Mungkin saat ini lagi tiarap gitu kan
07:08Itu yang pertama
07:09Kemudian yang kedua
07:10Saat ekspos pun
07:11Pasti teman-teman penyelidik KPK
07:14Ya sudah melakukan gelar perkara terhadap bukti-bukti yang selama ini mereka kumpulkan
07:18Jadi kemudian ya saya tidak tahu nih apakah ini karena ketidakberanian pimpinan KPK
07:26Karena kan pengalaman saya dulu kalau ada OTT ya
07:30Dulu banyak loh KPK ada Menteri Sosial, Menteri ini dan Menteri dan sebagainya
07:35Ya ketika kemudian dilakukan OTT
07:38Itu kan sudah jelas ya bahwa penjaga negara yang diduga akan kena OTT adalah Menterinya
07:44Ya jadi ketika ada teman dekat itu adalah sasaran antara
07:48Seperti itu
07:49Jadi bagi saya seharusnya KPK sudah kaya kan
07:52Barang bukti apalagi
07:53Duitnya itu sudah ditemukan Mbak 106 miliar
07:56Seorang dirjen ataupun deputi Eselon Sati di suatu kementerian
08:01Ya itu adalah anak buah langsung dari seorang menteri
08:05Ya kan dan kemudian kalaupun korupsi tidak akan sebanyak itu
08:09Gitu kan artinya bagi saya sudah terlambat momentum KPK untuk menetapkan tersangka menterinya gitu ya
08:17Karena ini kan artinya kedepannya tentu kalau KPK akan menetapkan tersangka
08:23Nanti prosesnya penyelidikan dulu, seberindik umum dulu dan sebagainya
08:27Jadi menurut Mas Yudi Anda kan mengatakan KPK kehilangan momentumnya
08:34Menurut Anda kenapa KPK tidak berani atau apalah menurut pandangan Anda
08:40Sampai akhirnya Menteri Nusron belum ada pemeriksaan
08:43Tapi dalam konferensi pres kemarin jelas disampaikan oleh KPK
08:48Ada struktur bayangan di ATRBPN
08:52Itu artinya apa Mbak?
08:55Artinya sebenarnya teman-teman penyelidik KPK yang kemarin diwakili oleh PT Penyelidikan
09:00Itu menurut Anda kutikan memberikan perlawanan kepada pimpinan KPK
09:04Bahwa kami sudah tahu ini adalah empat orang dekat menteri
09:10Kok kenapa tidak jadi tersangka?
09:12Kan begitu
09:12Itu artinya saya melihat ada perlawanan kecil yang mereka kemudian coba untuk sampaikan kepada publik
09:19Kalau tidak Mbak, itu pasti tidak akan disampaikan
09:22Pasti hanya ini adalah orang-orang swasta biasa
09:25Empat orang itu tidak akan disampaikan orang dekat
09:27Mas Yudi, ada perlawanan kata Anda
09:30Perlawanan oleh siapa, kepada siapa?
09:34Ya saya kalau duga ya dari teman-teman yang ikut dalam OTT tersebut
09:37Yang sudah kaya akan banyak barang bukti gitu kan
09:40Kemudian ada kekecewaan gitu ya
09:42Jadi ini kan dia tersirat kepada kita yang ada di luar
09:47Bahwa ya mereka berani menyatakan ini teman dekat
09:51Nah dalam tadi saya katakan dalam suatu proses OTT
09:54Yang dicari itu adalah penyelenggara paling tinggi
09:57Karena apa penyelenggara paling tinggi itu adalah aktor intelektual
10:00Bagi saya dirijen itu atau deputi itu bukan aktor intelektual
10:04Ya kan dia hanya sebagai koordinator ya untuk memastikan para eksekutor di kepala kantor-kantor BPN
10:10Ya itu kemudian ya memastikan bahwa pesan dari para pesan dari intellectual dealer itu tercapai
10:18Jadi bagi saya ya
10:19Sekali lagi kasus ini belum selesai
10:21Jadi kita tunggu keberanian KPK ke depannya
10:25Mas Yudi sekali lagi tolong pertegas
10:27Perlawanannya dilakukan oleh siapa?
10:30Karena sudah jelas KPK mengatakan ada pengepul, pengolah uang, dan penghubung ke pejabat
10:35Jadi siapa yang harusnya paling dikejar?
10:37Ya yang harusnya dikejar adalah atau intelektualnya yang punya jabatan paling tinggi di dalam suatu kementerian
10:42Jadi perlawanan itu maksudnya dilakukan oleh Nusron?
10:46Bukan, perlawanan itu dilakukan oleh teman-teman penyelidik KPK
10:50Nah butuhnya dalam kompres itu kan disebutkan ini adalah orang dekat menteri gitu kan
10:54Nah ini kan akhirnya membuat logika kita loh
10:56Udah ada 4 orang dekat menteri
10:57Mereka juga bukan penyenggaran negara
10:59Mereka hanya swasta
11:00Oke
11:01Nah tapi kemudian kenapa menterinya nggak kena?
11:04Kenapa tadi saya cakapkan menterinya tidak dibawa pada saat OTT?
11:07Tidak diamankan pada saat OTT?
11:08Karena kalau tadi sekali lagi saya katakan KPK sudah kehilangan momentum
11:11Ya ke depannya tentu akan sangat sulit sekali ya
11:14Ketika kemudian menetapkan tersangka seorang menteri gitu kan
11:18Walaupun bagi saya saya yakin bahwa bukan hanya dua alat bukti yang cukup
11:21Bisa jadi KPK sudah kaya akan alat bukti seperti itu
11:24Ya kita tunggu nanti langkah selanjutnya dari KPK
11:27Apalagi mereka sendiri mengatakan ada struktur bayangan di ATR BPN
11:30Terima kasih Mas Judi telah bergabung di Sapa Indonesia Malam
11:33Sampai jumpa
Komentar

Dianjurkan