00:00Oke, aman.
00:02Mas Ger, boleh tadi disampaikan sama mungkin Kepala Bepom juga terkait dengan dana anggaran pengawasan dari Bepom yang terserap ke
00:10MBG.
00:10Itu sebenarnya keliranya berapa sih?
00:12Karena kan ini kan sangat besar aja, jadi sampai 500 miliar rupiah.
00:15Itu boleh disampaikan nggak detailnya?
00:18Prof. Sama-sama.
00:19Aman, Mas. Sama-sama.
00:20Eh, begini ya, sebetulnya anggaran yang ada 509 miliar itu, itu anggaran yang memang diusulkan oleh Badan POM.
00:33Seingat saya itu 1,2 triliun khusus untuk pengawalan makan bergisi gratis.
00:39Tapi akhirnya yang disetujui 509 miliar.
00:43Hanya memang dalam anggaran yang termaktub tadi, ada hal yang spesifik.
00:51Karena hasil dari pengajuan kami, tapi tidak 100 persen disetujui.
00:58Hanya dalam konteks yang lebih spesifik, yang biasanya 1,6 triliun khusus untuk kususinya Badan POM,
01:06yang ternyata yang disetujui cuma 115 miliar.
01:10Nah, dalam konteks itulah, maka tentu dalam rapat komisi tadi, diharapkan itu ditambah.
01:18Dan dalam konteks itulah, secara spesifik, Badan POM berkomitmen untuk tetap apapun yang terjadi,
01:25kita akan kawal betul program makan bergisi gratis.
01:29Karena sesuai kompetensi Badan POM, mulai dari pencegahan, prevalensi, surveilensi,
01:37dan seterusnya hingga penelusuran kejadian-kejadian, luar biasa misalnya keracunan,
01:44itu ada perannya, ada fungsinya, ada tugasnya Badan POM.
01:48Dan memang komitmen kami, apapun yang terjadi, ada anggaran, tidak ada anggaran,
01:52kami akan dukung penuh program makan bergisi gratis.
01:56Apakah dari anggaran tersebut itu ada setiap SPPG diberikan orang Badan POM
02:02untuk mengawasi bejalannya makan yang didistribusikan setiap hari itu seperti apa, Pak?
02:09Ya.
02:09Bentuk pengawalannya seperti apa?
02:11Pengawalannya tentu kita akan berbagi tugas.
02:15Kita menjalankan pengawalan itu sesuai dengan peraturan Presiden nomor 115
02:21tentang tata kelola makan bergisi gratis di Pasal 24, Ayat 2-7.
02:30Itu sangat tegas bahwa kita mulai dari pengawalan keamanan pahan bakunya,
02:36kemudian edukasinya, kemudian pengelolaannya hingga distribusi dan penyajiannya hingga mitigasi kalau terjadi.
02:46Itu perintah dari peraturan Presiden nomor 115.
02:48Jadi Badan POM menjalankan itu.
02:52Contohnya dari 509 miliar itu tentu kami sudah contohkan tadi yang cukup petika yang dilihat
03:00berhubungan dengan surveilensi khususnya tentang jumlah sampel yang kenapa 41.000,
03:07150.000.
03:09Kami sudah berkoordinasi item-item apa saja yang menurut kami penting untuk fungsi pengawalan itu sudah kami bicarakan di level
03:17Eselon 1 ya.
03:19Tentu saja saya dengan Prof ini kan juga saya kira kita tujuannya sama.
03:24Saya kira MBG ini tidak hanya sekedar misalnya menyediakan makan dalam satu omreng,
03:29tapi makanan itu harus aman, makanan itu harus supaya aman bagaimana SOP-nya harus dijalankan,
03:35masaknya harus benar, matangnya harus benar, sesuai kaedah-kaedah dengan benar,
03:40bahan bakunya harus sesuai dan lain sebagainya.
03:42Jadi ini tidak simpel, ya memang kelihatannya simpel.
03:45Simpel kalau masak kita untuk diri kita sendiri, ini masak untuk sekian ribu orang setiap hari.
03:51Ya tentu saja kita juga mengantisipasi ada kejenuhan, ada keantisipasi dengan adanya titik jenuh dari karena dia mengelola tiap hari.
04:00Nah tentu saja ini menjadi tantangan bagi BGN untuk bagaimana sistem itu terkelola.
04:05Salah satunya banyak hal, kami sudah menutup semua dapur yang tidak ada SLAS-nya kami sudah tutup.
04:13Ya sudah ada sekitar 1.200 tambahan yang tidak SLAS-nya itu kemudian tidak tutup.
04:18Tidak daftar, sudah daftar tapi tidak lolos, atau dia masih dalam proses itu kami suspend.
04:24Sampai dengan yang dalam proses itu kemudian SLAS-nya terpenuhi.
04:29Itu saja belum cukup. SLAS itu baru syarat dasar.
04:34Belum lagi nanti dari dengan BPOM, bagaimana pelatihan-pelatihan orang-orang yang berwenang di kabur itu dilatih penjama makan.
04:41Ya dilatih mengenai HACCP, dilatih mengenai bagaimana rantai pasok, bagaimana pengelola flow dari penyediaan makanan itu.
04:51Nah ini saya kira eksportnya ada di BPOM dan kami akan lebih banyak menginduk cara-cara yang memang cara pangan
04:58yang aman yang memang itu ekspertisnya ada di BPOM.
05:01Itu kira-kira ya. Terima kasih.
05:03Jadi kalau untuk pengetatan pemilihan bahan itu bagaimana Pak?
05:06Pengetatan pemilihan bahan-bahan untuk nantinya bisa dimasak itu seperti apa sih mekanisme pengawasannya Pak?
05:12Sampai dengan sejauh ini, saya kan 50 hari ya jadi kepala BGN, kasus adanya gangguan kesehatan karena MBG,
05:21banyak sekali terjadi karena faktor rusaknya makanan itu lauk dan sayur.
05:27Lebih banyak lauk, lebih banyak didominasi oleh protein hewani, apakah ayam, telur, ikan, daging dan sebagainya dengan olah-olahnya.
05:37Maka penting, ya kami sudah sampaikan di dalam bahwa salah satunya adalah bahan bakunya mesti benar.
05:43Mau masaknya benar kalau bahan bakunya sudah busur ya enggak tetap saja orang akan kelasunan.
05:48Sehingga kami lakukan absensi penerimaan barang termasuk ide-ide kami yaitu melakukan semacam marketplace kami lagi bangun
05:58supaya bahan-bahan baku protein hewani khususnya ini yang special handling ini betul-betul kualitasnya benar,
06:07dibeli dengan harga yang benar, tidak ada markup, jangan sampai beli katanya beli harga, beli kualitas A tapi ternyata yang
06:13datang kualitasnya D gitu misalnya.
06:17Ini harus kita eliminasi semua ya.
06:19So far, so far memang kita secara tahapan sudah kita lakukan, yang tidak sesuai sudah kita tutup,
06:27orang-orang, kepala dapur, orang yang bekerja di dapur yang tidak komenten sudah kita keluarkan
06:31dan ini terus akan kita lakukan bahkan hampir setengah lebih ya atau setengah dari seluruh dapur itu kemudian kami periksa
06:41sekarang.
06:42Artinya yang memenuhi standar tadi 13 ribu sekian, eh 14 ribu, sisanya lagi hampir setengahnya lagi itu kami periksa.
06:50Kalau nggak memenuhi syarat, udah kami suspend, nggak suspend, nggak diperbaiki, kami tutup permainan.
06:56Itu kira-kira. Terima kasih.
07:03Terima kasih.
Komentar