Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala BPOM Taruna Ikrar mengungkap anggaran yang disetujui untuk pengawalan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp509 miliar, dari usulan awal BPOM sebesar Rp1,2 triliun.

Pengawasan mencakup keamanan bahan baku, pengolahan, distribusi hingga penyajian makanan, termasuk penanganan jika terjadi kejadian luar biasa seperti keracunan.

Sementara itu, Kepala BGN Sudaryono menyebut pengawasan dapur SPPG terus diperketat.

BGN menutup atau menangguhkan dapur yang belum memenuhi persyaratan, termasuk terkait sertifikasi keamanan pangan, serta melakukan pemeriksaan terhadap ribuan dapur.

Pengetatan juga diarahkan pada kualitas bahan baku, kompetensi petugas dapur, hingga penerapan prosedur keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Aqshal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/691315/anggaran-pengawasan-mbg-rp509-miliar-bpom-dan-bgn-perketat-keamanan-pangan
Transkrip
00:00Oke, aman.
00:02Mas Ger, boleh tadi disampaikan sama mungkin Kepala Bepom juga terkait dengan dana anggaran pengawasan dari Bepom yang terserap ke
00:10MBG.
00:10Itu sebenarnya keliranya berapa sih?
00:12Karena kan ini kan sangat besar aja, jadi sampai 500 miliar rupiah.
00:15Itu boleh disampaikan nggak detailnya?
00:18Prof. Sama-sama.
00:19Aman, Mas. Sama-sama.
00:20Eh, begini ya, sebetulnya anggaran yang ada 509 miliar itu, itu anggaran yang memang diusulkan oleh Badan POM.
00:33Seingat saya itu 1,2 triliun khusus untuk pengawalan makan bergisi gratis.
00:39Tapi akhirnya yang disetujui 509 miliar.
00:43Hanya memang dalam anggaran yang termaktub tadi, ada hal yang spesifik.
00:51Karena hasil dari pengajuan kami, tapi tidak 100 persen disetujui.
00:58Hanya dalam konteks yang lebih spesifik, yang biasanya 1,6 triliun khusus untuk kususinya Badan POM,
01:06yang ternyata yang disetujui cuma 115 miliar.
01:10Nah, dalam konteks itulah, maka tentu dalam rapat komisi tadi, diharapkan itu ditambah.
01:18Dan dalam konteks itulah, secara spesifik, Badan POM berkomitmen untuk tetap apapun yang terjadi,
01:25kita akan kawal betul program makan bergisi gratis.
01:29Karena sesuai kompetensi Badan POM, mulai dari pencegahan, prevalensi, surveilensi,
01:37dan seterusnya hingga penelusuran kejadian-kejadian, luar biasa misalnya keracunan,
01:44itu ada perannya, ada fungsinya, ada tugasnya Badan POM.
01:48Dan memang komitmen kami, apapun yang terjadi, ada anggaran, tidak ada anggaran,
01:52kami akan dukung penuh program makan bergisi gratis.
01:56Apakah dari anggaran tersebut itu ada setiap SPPG diberikan orang Badan POM
02:02untuk mengawasi bejalannya makan yang didistribusikan setiap hari itu seperti apa, Pak?
02:09Ya.
02:09Bentuk pengawalannya seperti apa?
02:11Pengawalannya tentu kita akan berbagi tugas.
02:15Kita menjalankan pengawalan itu sesuai dengan peraturan Presiden nomor 115
02:21tentang tata kelola makan bergisi gratis di Pasal 24, Ayat 2-7.
02:30Itu sangat tegas bahwa kita mulai dari pengawalan keamanan pahan bakunya,
02:36kemudian edukasinya, kemudian pengelolaannya hingga distribusi dan penyajiannya hingga mitigasi kalau terjadi.
02:46Itu perintah dari peraturan Presiden nomor 115.
02:48Jadi Badan POM menjalankan itu.
02:52Contohnya dari 509 miliar itu tentu kami sudah contohkan tadi yang cukup petika yang dilihat
03:00berhubungan dengan surveilensi khususnya tentang jumlah sampel yang kenapa 41.000,
03:07150.000.
03:09Kami sudah berkoordinasi item-item apa saja yang menurut kami penting untuk fungsi pengawalan itu sudah kami bicarakan di level
03:17Eselon 1 ya.
03:19Tentu saja saya dengan Prof ini kan juga saya kira kita tujuannya sama.
03:24Saya kira MBG ini tidak hanya sekedar misalnya menyediakan makan dalam satu omreng,
03:29tapi makanan itu harus aman, makanan itu harus supaya aman bagaimana SOP-nya harus dijalankan,
03:35masaknya harus benar, matangnya harus benar, sesuai kaedah-kaedah dengan benar,
03:40bahan bakunya harus sesuai dan lain sebagainya.
03:42Jadi ini tidak simpel, ya memang kelihatannya simpel.
03:45Simpel kalau masak kita untuk diri kita sendiri, ini masak untuk sekian ribu orang setiap hari.
03:51Ya tentu saja kita juga mengantisipasi ada kejenuhan, ada keantisipasi dengan adanya titik jenuh dari karena dia mengelola tiap hari.
04:00Nah tentu saja ini menjadi tantangan bagi BGN untuk bagaimana sistem itu terkelola.
04:05Salah satunya banyak hal, kami sudah menutup semua dapur yang tidak ada SLAS-nya kami sudah tutup.
04:13Ya sudah ada sekitar 1.200 tambahan yang tidak SLAS-nya itu kemudian tidak tutup.
04:18Tidak daftar, sudah daftar tapi tidak lolos, atau dia masih dalam proses itu kami suspend.
04:24Sampai dengan yang dalam proses itu kemudian SLAS-nya terpenuhi.
04:29Itu saja belum cukup. SLAS itu baru syarat dasar.
04:34Belum lagi nanti dari dengan BPOM, bagaimana pelatihan-pelatihan orang-orang yang berwenang di kabur itu dilatih penjama makan.
04:41Ya dilatih mengenai HACCP, dilatih mengenai bagaimana rantai pasok, bagaimana pengelola flow dari penyediaan makanan itu.
04:51Nah ini saya kira eksportnya ada di BPOM dan kami akan lebih banyak menginduk cara-cara yang memang cara pangan
04:58yang aman yang memang itu ekspertisnya ada di BPOM.
05:01Itu kira-kira ya. Terima kasih.
05:03Jadi kalau untuk pengetatan pemilihan bahan itu bagaimana Pak?
05:06Pengetatan pemilihan bahan-bahan untuk nantinya bisa dimasak itu seperti apa sih mekanisme pengawasannya Pak?
05:12Sampai dengan sejauh ini, saya kan 50 hari ya jadi kepala BGN, kasus adanya gangguan kesehatan karena MBG,
05:21banyak sekali terjadi karena faktor rusaknya makanan itu lauk dan sayur.
05:27Lebih banyak lauk, lebih banyak didominasi oleh protein hewani, apakah ayam, telur, ikan, daging dan sebagainya dengan olah-olahnya.
05:37Maka penting, ya kami sudah sampaikan di dalam bahwa salah satunya adalah bahan bakunya mesti benar.
05:43Mau masaknya benar kalau bahan bakunya sudah busur ya enggak tetap saja orang akan kelasunan.
05:48Sehingga kami lakukan absensi penerimaan barang termasuk ide-ide kami yaitu melakukan semacam marketplace kami lagi bangun
05:58supaya bahan-bahan baku protein hewani khususnya ini yang special handling ini betul-betul kualitasnya benar,
06:07dibeli dengan harga yang benar, tidak ada markup, jangan sampai beli katanya beli harga, beli kualitas A tapi ternyata yang
06:13datang kualitasnya D gitu misalnya.
06:17Ini harus kita eliminasi semua ya.
06:19So far, so far memang kita secara tahapan sudah kita lakukan, yang tidak sesuai sudah kita tutup,
06:27orang-orang, kepala dapur, orang yang bekerja di dapur yang tidak komenten sudah kita keluarkan
06:31dan ini terus akan kita lakukan bahkan hampir setengah lebih ya atau setengah dari seluruh dapur itu kemudian kami periksa
06:41sekarang.
06:42Artinya yang memenuhi standar tadi 13 ribu sekian, eh 14 ribu, sisanya lagi hampir setengahnya lagi itu kami periksa.
06:50Kalau nggak memenuhi syarat, udah kami suspend, nggak suspend, nggak diperbaiki, kami tutup permainan.
06:56Itu kira-kira. Terima kasih.
07:03Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan