Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
DANAU BATUR KRITIS: KEDALAMAN MENYUSUT 50% AKIBAT PENCEMARAN DAN ALIH FUNGSI LAHAN!

Kondisi Danau Batur makin memprihatinkan akibat lonjakan pencemaran limbah, ancaman spesies ikan invasif, hingga masifnya pembangunan infrastruktur pariwisata yang merusak ekosistem danau cekaman terkungkung ini.

Akademisi Universitas Udayana, Prof. Luh Kartini, mengimbau seluruh pihak untuk menghentikan eksplorasi destruktif dan beralih ke konsep agrowisata berbasis konservasi demi menjaga kesucian serta kelestarian alam Bali.

šŸ“Œ Saksikan full episode di youtube ⁠BeritaBali.com⁠

Baca artikel terbaru kami šŸ‘‰ ⁠beritabali.com⁠

#Bali #BeritaBali #AllAboutBali #PenyelamatanDanauBatur #Kintamani



Transkrip
00:03Jadi dulu kedalamannya 120, sekarang sudah 60 sampai 80 ya.
00:09Bagaimana sih menjaga Danau Patur sendiri untuk tidak tercemar atau terhindar pencemaran lagi?
00:15Sekolah di dalam badan danau tidak ada kegiatan, karena apapun yang masuk ke danau itu akan diam di situ.
00:22Artinya turunnya itu, kedalaman itu sudah berkurang.
00:33Rasumber berikutnya kita hadirkan akademisi dari Universitas Sudayana, yaitu Bu Luh Kartini.
00:44Kali ini kita akan membahas sisi bagaimana sih kondisi Danau Patur saat ini.
00:51Yang isunya ada pencemaran, di samping itu ada bangunan-bangunan berupa infrastruktur pariwisata yang juga pengaruhi kondisi Danau Patur.
01:06Jadi kita langsung saja, Sejauh ini bagaimana sih mengamati Danau Patur itu, ada pun tingkat pencemarannya kalau misalnya ada itu
01:17sejauh kemana?
01:18Ya, terima kasih.
01:20Coba kalau kita bicara Danau Patur ya, sejak tahun 90-an ya kebetulan saya sering ke situ, sering ke Danau
01:32dan sampai akhirnya menjadi ketua Purum Danau Nusantara ya.
01:36Jadi yang pertama dari sisi kedalaman dulu.
01:41Jadi dulu kedalamannya 120, sekarang sudah 60-80 ya.
01:46Artinya turunnya itu, kedalaman itu sudah berkurang hampir 50%.
01:54Nah, ini akibat apa? Ya, akibat sedimentasi, ya karena perambahan hutan yang ada di atasnya, sudah itu ada sampah dan
02:04lain-lainnya.
02:05Karena Danau Patur itu adalah Danau Cekaman Terkungkung.
02:08Jadi tidak punya inlet dan tidak punya outlet.
02:11Nah, ini key-nya nol.
02:13Jadi seharusnya di dalam Danau yang Cekaman Terkungkung seperti Danau Patur.
02:18Di Bali punya lima Danau, jadi Danau Yehmalat, Danau Tamlingan, Danau Bulian, Danau Beratan, dan Danau Batur.
02:24Ini semua Cekaman Terkungkung yaitu letusan Gunung Purba.
02:29Jadi dia tidak punya inlet dan outlet.
02:31Dan ini harus betul-betul dikelola di dalam badan Danau.
02:35Tidak ada kegiatan.
02:36Karena apapun yang masuk ke Danau itu akan diam di situ.
02:40Nah, itu terus yang kedua.
02:42Sebenarnya kita sangat-sangat bersyukur karena letusan Gunung Purba itu
02:47ternyata secara geologi itu ada api di bawahnya.
02:52Dan itu yang menyebabkan airnya jadi ada penguapan sehingga menjadi hujan dan tempat itu subur.
02:59Nah, ini kan kita kayak Kintamani, Bedugul juga sama.
03:03Jadi, nah ini yang harus dijaga seperti hutannya dan lain-lainnya.
03:08Harus dijaga itu akan sangat mempengaruhi Danau itu karena kesman area.
03:12Kesman areanya itu harus dijaga karena biar tidak ada erosi.
03:17Ada sedimentasi yang berasal dari misalnya perambahan hutan, akibat pembangunan, penutupan lahan.
03:24Sehingga ini tidak bisa turun, tidak bisa meresap airnya.
03:30Airnya lolos saja karena lolos saja dengan berbagai macam material sehingga Danau itu menjadi dangkal.
03:37Seperti Danau Bulian juga yang 140, tadinya sekarang sudah 80-an dari hasil ini.
03:43Nah, sehingga yang penting sekali untuk melindungi Danau itu ada sempadan Danau.
03:48Sempadan Danau itu 50 meter dari limpasan air yang paling jauh gitu ya.
03:55Jadi, nah itu yang harus, dan juga 50 meter itu adalah pohon-pohon.
04:00Jadi, sehingga apapun yang datang dari luar itu bisa disaring oleh pohon.
04:05Karena kan Danau di Bali kan semua sebagai sumber air minum sebenarnya.
04:09Jadi, sumber air minum itu kan kelas 1.
04:12Jadi, nah sekarang Danau di Bali ini sudah termasuk kelas 2, bahkan ada kelas 3, dan ada juga berindikasi ke
04:19kelas 4.
04:20Jadi, dari sisi pencemaran.
04:22Nah, dari sisi pencemaran, jadi air itu tidak boleh subur.
04:27Kalau tanah boleh subur.
04:29Jadi, Danau Batur ini sudah subur sekali.
04:31Jadi, buktinya kita kalau melihat, tidak usah dianalisa.
04:35Jadi, lihat kalau dasarnya tidak kelihatan, sudah di pinggir-pinggirnya keluar semacam lumut, ya itu sudah subur sekali ya.
04:44Dan inilah karena kita bicara Danau Batur, kenapa ini setiap tahun sekarang ikannya mati ya.
04:48Nah, itu terjadi apuiling.
04:51Jadi, semua bahan organik baik dari kerambah dari itu turun ke bawah.
04:55Terus sudah itu ada letusan belerang dari bawah.
05:00Ini karena perbedaan suhu dia naik.
05:02Karena ada perbedaan suhu naik.
05:04Dan sudah itu, Do danau Batur ini karena sangat subur itu sangat rendah.
05:10Jadi, demensi oksigennya.
05:13Nah, kemarin diukur itu hanya 1 meter.
05:16Dengan adanya apuiling ini, oksigen ini sudah dimanfaatkan oleh tumbuhan-tumbuhan yang karena subur, ya.
05:23Jadi, ada ganggeng dan lain-lain.
05:25Sudah itu diambil oleh belerang ini.
05:28Sehingga oksigennya pada saat itu, pada saat keluar belerang ini ada di permukaan.
05:33Pada saat apuiling ini, itu dibuktikan dengan ikan yang dikerambah kan kebanyakan mati di daerah apuiling itu.
05:41Tapi ikan yang, ikan tangkap kan pergi dia kan, lari cari yang mengamankan diri kan.
05:49Nah, ini artinya, jadi dari sisi bahan organik, sudah itu dari sisi letut, ini apuiling ini.
05:58Jadi, belerang itu bersama-sama bahan organik naik sehingga terbentuklah H2S dan lain-lainnya.
06:03Nah, itu sangat mempengaruhi ikan di sana.
06:08Nah, dari sisi analisa kerambah, sebenarnya danau cekaman terkungkung seperti danau batur tidak boleh ada kerambah.
06:18Tidak boleh, berapapun tidak boleh, karena dia kinya nol.
06:23Jadi, apapun dimasukkan, di situ tidak ada yang keluar.
06:25Jadi, kalau danau, jangankan danau cekaman terkungkung seperti batur, danau yang ada di padang, juga danau singkara, punya inlet dan
06:34outlet, itu gara-gara kerambah itu hancur danau-nya.
06:38Jadi, nah itu, jadi danau di Bali itu sebenarnya, apalagi di Bali ada trausul bahwa danau itu adalah tempat suci.
06:47Sudah itu, kita yakin, sangat seyakin-yakinnya, danau itu adalah linggeh ide yang Dewi Danu.
06:53Jadi, Dewi Kesuburan.
06:55Sudah itu ada linggeh yoni.
06:57Jadi, linggeh yoni ini, batur ini, semua danau di Bali itu pasti linggeh yoni.
07:02Jadi, ada gunung, itu adalah kesuburan.
07:05Jadi, laki perempuan.
07:07Jadi, di situ muncul sebuah kesuburan.
07:10Jadi, linggeh yoni itu.
07:12Jadi, konsep kesuburan, jadi, nyegara gunung, di situ ada ini.
07:17Jadi, seperti itu.
07:19Jadi, nah ini, konsep ini harus benar-benar dijaga.
07:23Makanya, ada bisa membatur kelawasan.
07:25Jadi, jagalah gunung dan laut.
07:28Karena gunung adalah tempat kehidupan sumer air.
07:31Sudah itu, laut atau danau ini adalah, yoninya adalah tempat membersihkan diri.
07:41Jadi, membersihkan diri, menyucikan diri.
07:43Ya, untuk kesuburan.
07:44Jadi, konsep itulah yang seharusnya dipegang oleh semua danau yang ada di Bali, bahkan di luar Bali.
07:52Karena, permasalahan danau bukan di Bali saja.
07:55Di mana-mana, bahkan yang menyedihkan akibat adanya gulma, danau itu banyak hilang.
08:00Misalnya di Cirebon, sekarang yang di Jawa Tengah, itu juga.
08:04Jadi, banyak ya.
08:05Kita, danau yang kena itu adalah danau, ya malet.
08:08Tapi, segera TNI yang membersihkan.
08:10Jadi, terima kasih kepada TNI sudah membantu membersihkan, sehingga danau itu menjadi bersih.
08:15Dan, mudah-mudahan semua danau di Bali bisa dibersihkan gulmanya.
08:20Karena itu salah satu memicu danau itu hilang.
08:22Karena penguapan air.
08:24Nah, dari sisi kandungan kimianya, pH sangat tinggi.
08:29Jadi, danau batur tuh pH-nya sampai 9.
08:32Yang normal kan di, 7.
08:34Ya, cuma satu-satunya mungkin di seluruh Indonesia, bahkan dunia danau batur ya pH-nya tinggi.
08:40Biasanya rendah, kan?
08:41Itu tinggi.
08:42Kandungan mineral.
08:43Kandungan mineral tinggi.
08:44Jadi, segaro itu.
08:49Segaro itu.
08:49Nah, itu apa?
08:51Sudah itu kandungan logam beratnya.
08:54Kalau airnya, kalau dari sisi salah satu CD ya.
08:57CD di air tidak kelihatan, tapi di sedimentasi kelihatan.
09:02Sebenarnya sedimentasi itulah yang sebuah air pemegang logam-logam berat itu.
09:06Walaupun di air tidak kelihatan.
09:08Nah, sebenarnya danau batur itu tidak layak untuk air minum.
09:13Tidak layak untuk air minum, ya untuk air perikanan, pertanian.
09:18Ya, itu dah.
09:19Nanti kalau sudah masuk ke kelas 4 kan tidak layak untuk semua.
09:22Nah, itu kenapa?
09:24Kenapa terjadi seperti itu?
09:27Ya, karena sistem pertaniannya kan sebenarnya di Pergob itu sudah ada bahwa semua mata air, danau, sungai itu di sekitarnya
09:35harus pertanian organik.
09:37Nah, itu belum bisa dijalankan.
09:39Jadi, itulah dari pesisida dan lain-lainnya.
09:44Belum lagi dari rumah tangga karena tidak ada juga pengolahan limbah di rumah tangga.
09:48Jadi, itu akan masuk ke sana sebenarnya sih yang idealnya setiap rumah atau setiap desa punya pengolahan limbah.
09:58Karena kan apalagi tanahnya pasir, ya.
10:01Itu semua masuk.
10:03Jadi, baik itu yang mengandung logam berat, semua masuk.
10:07Nah, itu dari sisi pencemaran kimianya, ya.
10:11Nah, sudah itu dari biologisnya, karena subur kan pasti ganggang tumbuh, eceng gondok tumbuh.
10:18Jadi, nah sudah itu juga dari sisi ikan invasif, ya itu sekarang di Danobatur ada red-redepil.
10:26Menurut informasi dari perikanan itu 60%, tapi menurut informasi dari masyarakat, dari nelayan di sana,
10:34bahwa kalau dia masang jaring, 80% yang red-redepilnya yang tidak bisa dimakan.
10:40Jadi, dan red-redepil itu sangat rakus sampai telur semua dimakan.
10:44Jadi, sehingga ikan indogenis itu akan habis.
10:48Ini dalam jangka waktu singkat sekali sebenarnya.
10:50Dan ini...
10:51Munculnya bagaimana itu, Bro?
10:52Ya, ada yang naruh.
10:53Oh, ada yang naruh.
10:54Iya, makanya hati-hati sekali melalui kesempatan ini.
10:57Kalau mau masukkan ikan pada danau cekaman terkungkung dan dan danau apapun,
11:02kan sumber air baik itu, waduk, hati-hati.
11:05Karena banyak ikan itu sebagai ini, sebagai predator yang dimakan.
11:12Dan ini kuat sekali kan ikan ini, red-redepil.
11:15Maka kelihatannya cantik, tapi mungkin karena cantiknya itu tertarik untuk membawa, gitu ya.
11:21Jadi, bagaimana sebenarnya kalau mau melepas ikan, sebaiknya ikan muja air, gitu ya.
11:26Yang soft, yang tidak akan menjadi predator, yang lain itu harus dipelajari dulu, kan itu.
11:31Nah, dari awal kajiannya, degradasinya seperti apa dari awal-awalnya?
11:38Degradasinya ya itu, karena kan semua aktivitasnya menuju ke danau, kan.
11:46Jadi, semua aktivitas di sekitar danau itu, limbahnya masuk ke danau.
11:52Sudah itu ada pembabatan hutan dan lain-lainnya banyak, ya.
11:55Jadi, itu yang erosi.
11:56Nah, sudah itu ditambah lagi sebenarnya ada fasilitas seperti tadi.
12:01Jadi, pengurangan luas danau, batur itu sangat berkurang dengan adanya beberapa bangunan oleh fasilitas pariwisata, ya.
12:09Jadi, nah ini kan, ya sebenarnya melalui kesempatan ini, ya bisa, ya mohonlah.
12:17Semua pemegang kebijakan yang mau membangun di Bali itu harus dipertimbangkan, karena Bali itu punya alam, punya budaya, dan punya
12:29tradisi yang adiluung, yang sudah turun-temurun, di mana sejengkal tanah Bali pun itu tanah suci.
12:36Apalagi sumber air, ya.
12:39Jadi, kita percaya dengan adanya Dewa Wisnu, gitu.
12:42Jadi, air itu adalah Dewa, gitu.
12:44Jadi, nah ketika kita merusak air, kita akan tidak hormat kepada Dewa itu.
12:51Jadi, nah ini juga, kesempatannya kan semua pembangunan, terutama di badan air.
12:58Jadi, kan secara undang-undang, kalau tidak salah, yang baca itu bahwa setiap badan air, setiap sungai mata air itu
13:06adalah milik negara.
13:07Bukan milik perorangan, bukan milik kelompok, kan.
13:11Dan siapapun yang berada di situ adalah bertugas untuk memelihara dan melestarikan.
13:18Boleh memanfaatkan untuk minum, dan lain-lain, tapi bertugas untuk melestarikan dan menjaga.
13:24Itu, ya. Jadi, tidak memiliki.
13:27Jadi, kepala daerah, kepala bupati, kabupaten, ya itu bertanggung jawab terhadap kelestarian danau itu.
13:35Jadi, bertanggung jawab, tapi tidak memiliki, tidak semena-mena dia bisa melakukan apa.
13:40Itu harus sesuai dengan danau itu apa yang dibutuhkan, gitu.
13:44Jadi, tidak semena-mena, oh ini harus jadi gini, ini tidak bisa.
13:49Karena sudah jelas danau Cekaman terkungkung, itu kinyanol seharusnya.
13:53Apalagi Bali punya kepercayaan itu harus bersih danau itu.
13:57Artinya, memang tidak ada aktivitas apapun.
13:59Tidak ada aktivitas apapun.
14:01Dan ini sebenarnya Bapak Gubernur sudah sering menyampaikan bahwa di danau itu tidak ada aktivitas apapun.
14:09Alih karyakanlah mereka yang ada di situ, gitu ya.
14:12Jadi, itu pernyataan Bapak Gubernur, ya.
14:14Jadi, alih karyakan, misalnya gunung kita kan dalam bisa membatur kelawasan itu kan menyucikan gunung dan laut, termasuk danau itu
14:23kan sejenis laut.
14:25Jadi, janganlah dirambah di situ, gitu.
14:28Apalagi membangun, kan itu kan sangat-sangat menodai sebenarnya apa yang kita ada.
14:35Dan Bali ini kan cuma ada di Bali, mungkin tidak ada.
14:37Karena kalau tempat yang indah banyak ada.
14:39Jadi, ini manusia Bali ini harus dipelihara sebenarnya.
14:42Harus di karya SDM-nya harus terus bagaimana ditingkatkan untuk menjaga alam, budaya, dan tradisi.
14:50Karena tidak bisa.
14:51Bukti saya mengajar subak, Pak.
14:53Saya mengajar subak.
14:55Saya ingin sebenarnya subak ini ada di mana-mana, bahkan di luar negeri.
14:58Tapi mereka tidak bisa melakukan.
15:01Karena sudah menyatu dengan kegiatan yang begitu sekian 33 upacara, misalnya kalau menanam.
15:09Siapa yang mau melakukan?
15:12Nah, itu jadi cuma ada di Bali.
15:14Dan Bali menjadi seperti ini bukan hanya baru sekarang saja.
15:21Jadi, investasi sekarang.
15:23Nah, ini investasi dari leluhur Bali.
15:26Investasi Bali itu dari manusia Bali ini sebenarnya sangat tinggi untuk pariwisata.
15:32Karena kami, orang Bali itu tidak pernah memperhitungkan berapa saya habis upacara,
15:36berapa saya bikin bantan, berapa bikin ini setiap tahun, setiap hari, setiap...
15:41Itu-itu investasi ya.
15:43Supaya dipikirkanlah itu lah.
15:46Jadikanlah Bali ini memang Bali gitu.
15:48Kalau mau apa-apa, mungkin banyak tempat di kita ini.
15:53Termasuk danau ini kan.
15:54Danau ini, janganlah dirambah sekitar situ.
15:57Karena Bali ini kecil, Pak.
15:59Kenapa ada subak?
16:00Itu membuat danau-danau kecil.
16:02Sawah itu adalah danau-danau kecil di Bali.
16:04Kenapa harus tanam padi tinggi airnya 15 cm?
16:07Itu bikin danau.
16:08Kalau tanam padi di airi 10 hari sekali, itu bagus hasilnya.
16:12Tapi kenapa leluhur saya,
16:14kalau nanam padi dari baru nanam sampai panen,
16:17tinggi airnya harus 15 cm?
16:18Jadi tujuannya bukan padinya,
16:21tapi tujuannya Bali supaya tidak kehilangan air.
16:24Ya paham?
16:25Kita sebenarnya semua kita,
16:28ya terutama semeton kita Bali,
16:31harus paham betul terhadap Bali ini seperti apa.
16:34Dan juga semeton apa,
16:37teman-teman yang ada di luar Bali juga,
16:39paham Bali ini seperti apa.
16:40Kalau benar-benar cinta terhadap Bali,
16:42janganlah dirusak Bali itu.
16:44Jangan semua dibangunin.
16:46Kalau semua terbangun,
16:48bagaimana kita bisa melihat Bali yang dulu?
16:52Jadi ini makanya istilah kita di Bali,
16:55kita harus kembali ke peta lama.
16:57Jadi karena pergeseran-pergeseran ini sudah jauh sekali,
17:01ya tadi seperti Rarud 100 tahun,
17:04Batur 100 tahun ini kan sebenarnya
17:06semangatnya kan kembali ke peta lama.
17:08Untuk melihat sejarah itu
17:10luasa dulu dan masa sekarang
17:12yang sudah seperti ini,
17:14apa yang kita lakukan supaya selamat kan itu kan?
17:18Itu pas.
17:19Terakhir,
17:20bagaimana sih menjaga Danu Batur sendiri
17:23untuk tidak tercemar atau terhindar
17:26dari pencemaran lagi?
17:28Caranya di situ ada 15 desa rintang Danu.
17:34Terus yang bersentuhan dengan Danu Batur
17:37ada 11 desa.
17:39Yang sebenarnya di 11 desa itu
17:43justru pariwisatanya itu adalah agrowisata.
17:46Jadi bukan membangun villa,
17:48membangun hotel besar-besaran,
17:50tapi bagaimana memanfaatkan rumah-rumah penduduk itu
17:53menjadi tempat menginap,
17:55kalau memang perlu menginap.
17:57Kan bisa menginap di atas,
17:58jangan menginap di bawah.
17:59Jadi itu yang pertaniannya,
18:03tadi pariwisata ini mendukung pertanian.
18:06Jadi menyuburkan pertanian.
18:08Jadi tidak bertentangan.
18:11Jadi tidak pariwisata itu saya harus menghilangkan pertanian.
18:13Jadi tidak bagaimana menjaga tanah itu
18:16supaya tetap milik masyarakat
18:18dan dijadikan untuk pertanian.
18:20Dan tamu yang datang justru belajar tentang pertanian,
18:23belajar tentang geologi,
18:26tentang hidrogeologi,
18:29tentang bibit-bibit yang ada di bawah itu
18:33dengan misalnya ada sekarang kleng-kleng bagus
18:36dan lain-lain bagaimana itu.
18:37Jadi justru itu yang harus dibangun.
18:41Jadi tidak lagi membangun hotel dan lain-lainnya.
18:44Tidak membangun tempat-tempat apalagi
18:46di situ adalah kawasan konservasi.
18:49Jadi kawasan konservasi itu harus 100% dijaga
18:51karena casement area Dano Batur itu kan
18:54ada geosight-nya,
18:57ada gini yang tidak boleh ditanami.
18:58Yang ada bisa ditanami,
18:59jangan diganggu lagi.
19:01Jangan lagi dengan halasan ini
19:03ada jonasi peruntukan,
19:04ini ada ini dan lain-lain.
19:06Semua harus dilindungi.
19:08Jadi kita kalau mau menyelamatkan batur.
19:11Nah yang kedua,
19:13jadi pariwisata yang ada di Dano Batur itu
19:17mantarkan di luar dano,
19:20jangan memantarkan air.
19:22Jadi kalau itu menggunakan air,
19:25apalagi misalnya
19:27nginep di dengah Dano,
19:29itu kan apa yang terjadi?
19:31Sudah itu dibuang dan lain-lain.
19:33Ini ada dimanfaatkan, dipinggir.
19:35Jadi Dano itu sebagai piu.
19:37Sehingga itu bisa disampai anak cucu kita.
19:41Karena Dano itu bukan warisan,
19:42bukan milik kita.
19:43Tapi itu adalah
19:45pinjaman dari anak cucu kita
19:47yang harus kita kembalikan.
19:48Kita kalau semua merasa punya anak,
19:50pasti tidak akan melakukan eksploitasi.
19:53Dan sudah itu,
19:55di Batur ada Bisamu Batur Kelawasan.
19:58Bisamu itu kutukannya sebelas keturunan.
20:01Sudah itu dipersas di bulian B,
20:03di Buleleng,
20:04di Buleleng,
20:04itu ada namanya laknat jagat upedrawu.
20:08Siapa yang melawan Bisamu itu?
20:10Kalau seorang pemimpin,
20:12itu kena kutukannya
20:14sebelah seratus kali Bisamu.
20:16Jadi itu yang apa,
20:19sebenarnya alam ini ya,
20:21jadi kalau kita belajar Pak,
20:23tentang alam ini,
20:25seperti tanaman yang ada sekitar ini,
20:26ini akarnya itu saling berkait
20:29untuk menjaga tanah ini
20:30supaya tidak kemana-mana kalau hujan.
20:32Jadi itulah yang ada di sekitar danau itu.
20:35Nah, kita tidak pernah mendengarkan
20:37apa yang mereka lakukan
20:39untuk menghidupi kita.
20:41Dan di Bali juga
20:42ada lapisan dewa, Pak.
20:46Ada tujuh lapisan dewa ke bawah
20:48dan juga ke atas.
20:50Jadi,
20:51di Bali itu sebenarnya
20:53tidak boleh menggali.
20:55Ya, kita harus,
20:56karena di Bisamu Batur Kelawasan,
20:58dikatakan,
21:00hiduplah dari tanganmu,
21:01sendiri.
21:03Jangan sekali-kali
21:04hidup senang dengan merusak alam.
21:06Nah, merusak alam itu
21:07termasuk menggali.
21:09Jadi itu kena kutuk.
21:10Jadi kutukannya
21:11tidak bisa dapat makan, minum,
21:13sakit-sakitan,
21:14berkelahi dengan sesama.
21:16Nah, ini ditegaskan lagi
21:18oleh leluhur Bali,
21:20kalau menjadi seorang pemimpin,
21:22menjadi seorang raja,
21:23tidak boleh salah.
21:26Kalau salah, itu kena.
21:27jadi,
21:29ini sudah betul-betul
21:31disiapkan oleh
21:32leluhur Bali itu,
21:34bagaimana Bali supaya
21:36tetap ada
21:37sebagai tempat
21:38yang alam,
21:40apa yang spiritual,
21:41yang terkait dengan
21:43memang
21:43budaya Bali.
21:45Kalau mungkin,
21:46kalau kita belajar bagaimana
21:49Majapahit,
21:50dan seterusnya,
21:51kalau belajar masalah
21:52sejarah Nusantara,
21:54itu mungkin kita akan bisa
21:55lihat di situ,
21:56kemana yang dari Jawa itu.
21:58Nah, itu kan bisa
22:00belajar dari situ.
22:02Kan ini sejarah ini
22:03kita harus pelajari,
22:04jadi tidak ini kan.
22:05Tidak,
22:06tidak hanya lewat saja kan itu.
22:09Ya, terima kasih.
22:10Terima kasih.
22:10ya.
22:11Ya.
22:12Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan