Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 10 menit yang lalu
Meski Bab IV dalam Raperda Angkutan Sewa Khusus Pariwisata (ASKP) dicoret, Forum Perjuangan Driver Pariwisata Bali menegaskan perjuangan belum berakhir.

Ketua forum, I Made Darmayasa, menyampaikan masih ada sejumlah aspirasi yang akan terus diperjuangkan dalam upaya penataan transportasi pariwisata di Bali (3/8/2026).

Enam tuntutan tersebut meliputi pembatasan kuota taksi daring, penataan ulang vendor aplikasi, standardisasi tarif, penerapan syarat domisili Bali, kewajiban memiliki KTP Bali bagi pengemudi, serta standardisasi pelayanan kepada wisatawan.

Yuk, gabung komunitas Beritabali.com!
👉 subscribe.beritabali.com/register

Reporter: JUN
Editor: PNC
Transkrip
00:00Saya kan mempunyai beban morang sebagai koordinator yang membawahi 5.000 live work.
00:06Karena khususnya kan masyarakat balik pada umurnya perjuangan kita selama 2 tahun.
00:10Hasil perjuangan hari ini kita diseluruhkan seperti ini, kecewa-kecewa ya kecewa.
00:15Tapi bagaimana ya kita namanya berjuang kan?
00:18Itu harus digaris bawahi, kita berjuang, tetap berjuang.
00:21Tidak bisa ini, kita tetap akan menggulkan 6 tentutan kita.
00:24Mungkin kita face back dulu ya, 6 tentutan itu, kota, berapa kota.
00:30Di Bali itu taksi online.
00:32Yang kedua, menatau yang pendor.
00:35Yang ketiga, tarif, standar resiko di tarif.
00:38Yang keempat, padeka.
00:40Ya kan harus padeka di Bali kan?
00:42Yang kelima, harus berkat di Bali, di Indonesia Bali.
00:45Dan yang terakhir, standar resiko pelayanan.
00:48Nah dari ini, sampai hari ini, kami berjuang.
00:51Dengan perutahan, terutama resekutif.
00:54Kemarin kita bereskutif, 4 bulannya lalu, kita di gedung gubernur Bali.
00:59Kita audiensi, sembaring menemukan perdaya ini,
01:03kenapa Bapak tidak jalankan tegakkan aturan ini?
01:05Kan bisa perguk sama perguk nomor 40 tahun 2019 sama permenhuk tahun 2008
01:10untuk menindak pelanggaran-pelanggaran ini.
01:12Karena setiap hari, sudah tidak bagus untuk citra pariwisata Bali.
01:17Itu bukti saya punya kabur namun berkualitas, tidak ada dua.
01:19Tidak ada standarisasi, pelayanan, tarik semua.
01:26Emang hasilnya?
Komentar

Dianjurkan