00:00Saya kan mempunyai beban morang sebagai koordinator yang membawahi 5.000 live work.
00:06Karena khususnya kan masyarakat balik pada umurnya perjuangan kita selama 2 tahun.
00:10Hasil perjuangan hari ini kita diseluruhkan seperti ini, kecewa-kecewa ya kecewa.
00:15Tapi bagaimana ya kita namanya berjuang kan?
00:18Itu harus digaris bawahi, kita berjuang, tetap berjuang.
00:21Tidak bisa ini, kita tetap akan menggulkan 6 tentutan kita.
00:24Mungkin kita face back dulu ya, 6 tentutan itu, kota, berapa kota.
00:30Di Bali itu taksi online.
00:32Yang kedua, menatau yang pendor.
00:35Yang ketiga, tarif, standar resiko di tarif.
00:38Yang keempat, padeka.
00:40Ya kan harus padeka di Bali kan?
00:42Yang kelima, harus berkat di Bali, di Indonesia Bali.
00:45Dan yang terakhir, standar resiko pelayanan.
00:48Nah dari ini, sampai hari ini, kami berjuang.
00:51Dengan perutahan, terutama resekutif.
00:54Kemarin kita bereskutif, 4 bulannya lalu, kita di gedung gubernur Bali.
00:59Kita audiensi, sembaring menemukan perdaya ini,
01:03kenapa Bapak tidak jalankan tegakkan aturan ini?
01:05Kan bisa perguk sama perguk nomor 40 tahun 2019 sama permenhuk tahun 2008
01:10untuk menindak pelanggaran-pelanggaran ini.
01:12Karena setiap hari, sudah tidak bagus untuk citra pariwisata Bali.
01:17Itu bukti saya punya kabur namun berkualitas, tidak ada dua.
01:19Tidak ada standarisasi, pelayanan, tarik semua.
01:26Emang hasilnya?
Komentar