Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, dalam tiga hari terakhir sebanyak 2.961 penerbangan terdampak akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Dari jumlah tersebut, 2.339 merupakan penerbangan domestik dan 622 penerbangan internasional.

Menurut AHY, kondisi tersebut turut berdampak terhadap sekitar 341.000 penumpang, baik yang terjebak di bandara maupun terpaksa membatalkan penerbangannya.

"Ada 2.961 penerbangan yang terdampak. di antaranya adalah 2.339 penerbangan domestik dan 622 penerbangan internasional dan ada kurang lebih 341.000 penumpang yang terdampak apakah stranded (terdampar) di bandara-bandara maupun akhirnya harus membatalkan penerbangannya," kata AHY, (timecode 3:05)

AHY mengatakan, pemerintah memperpanjang penutupan dan pengalihan penerbangan di sejumlah bandara berdasarkan pemantauan VAAC (Volcanic Ash Advisory Centre) di Darwin serta hasil rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.

Keputusan tersebut diambil dengan mengutamakan keselamatan penumpang.

"Pak Presiden tentunya memberikan direktif-direktif yang memastikan agar sekali lagi keselamatan nomor satu," ujar AHY.

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Vila

#menkoahy #menhub #krakatau #erupsi #breakingnews

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/689555/ahy-beberkan-langkah-presiden-prabowo-hadapi-dampak-erupsi-anak-krakatau
Transkrip
00:06Selamat sore, ya.
00:24Baik, terima kasih teman-teman media yang saya hormati dan banggakan.
00:28Dan sore hari ini saya datang ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
00:38Tadi menyelenggarakan rapat bersama Menteri Perhubungan, Bapak Dudi Purwagandi,
00:47bersama dengan teman-teman pimpinan di lingkungan Injerni, Ibu Maya,
00:51dan semua yang terkait dengan urusan ke Bandar Udaraan.
00:57Tentu dalam 72 jam terakhir ini kita semua mengikuti dari media maupun media sosial
01:07apa yang terjadi gunung anak Rakatau yang mengalami erupsi.
01:15Ini adalah sebuah aktivitas vulkanik yang memang menjadi realitas bagi negara kita Indonesia yang berada di rings of fire.
01:26Artinya dari masa ke masa atau setiap saat kita semua pemerintah dan semua kalangan masyarakat
01:37harus menyadari potensi bencana akibat aktivitas vulkanik seperti yang terjadi belakangan ini
01:47di gunung anak Rakatau maupun sejumlah gunung berapi lainnya di Indonesia.
01:54Terkait dengan erupsi dan juga abu vulkanis yang telah mengakibatkan ditutupnya sejumlah bandara.
02:07Awalnya ada delapan Bandar Udara termasuk Soekarno-Hatta ini,
02:13tapi satu sudah dibuka kembali yaitu di Pagar Alam.
02:17Artinya yang hari ini masih ditutup sementara yaitu Soekarno-Hatta dan Halim untuk Jakarta.
02:26Lalu di Sumatera, saya ulangi di Lampung itu ada Radin Inten, kemudian Bandara Taufik Kemas,
02:35lalu di wilayah lainnya di Bandung adalah Hussein Sastra Negara,
02:42kemudian yang di sini yang di Budi Arjo di Curug termasuk Pondok Cabe.
02:48Ini tentu berdampak secara langsung terutama bagi para penumpang yang terlebih dahulu sudah membeli tiket.
03:01Dicatat per hari ini selama tiga hari terakhir ada 2.961 penerbangan yang terdampak,
03:09diantaranya adalah 2.339 penerbangan domestik dan 622 penerbangan internasional.
03:17Dan ada kurang lebih 341.000 penumpang yang terdampak apakah stranded di bandara-bandara
03:25maupun akhirnya harus membatalkan penerbangannya.
03:29Dan ini semua sejak hari pertama sudah dikawal langsung oleh Bapak Menteri Perhubungan dan jajarannya,
03:38termasuk juga para operator penerbangan, para maskapai, airlines, dan para operator bandara.
03:47Yang pertama kita tahu bahwa penutupan sementara atau pengalihan penerbangan ini, ini harus memiliki dasar.
03:57Yang pertama adalah Airnav ini menyusun notam, notice to airmen,
04:03yang menunjukkan jika ada hal-hal yang tidak memperkenankan atau melabrak dari SOP yang sudah kita jalankan selama ini
04:16terkait dengan keselamatan penerbangan maupun penumpang,
04:21maka notam tersebut akan menjelaskan.
04:24Ditambah dengan ada yang disebut sebagai paper test yang dilakukan oleh Airnav bersama BMKG.
04:30Ini juga untuk mengetahui seberapa kadar abu vulkanik tadi dari waktu ke waktu.
04:36Dan tadi Pak Menhub menjelaskan kepada kami bahwa sebenarnya untuk kawasan Asia Pasifik,
04:43kita mengacu pada VAAC atau Vulcanic Ash Advisory.
04:49Ini berlokasi di Darwin.
04:51Ini adalah lembaga yang secara internasional bertanggung jawab untuk memberikan update
04:58atau status terhadap status abu vulkanis yang terjadi di kawasan,
05:07terutama termasuk di Indonesia.
05:09Nah berdasarkan hasil dari VAAC tersebut,
05:14maka dari erupsi Gunung Anak-Karakatau,
05:19pada ketinggian 50 ribu feet sebetulnya sudah semakin menjauh menuju ke samudera Hindia.
05:26Sedangkan abu vulkanis yang berada di 15 ribu feet dari permukaan
05:32itu masih sedikit menyentuh wilayah Lampung dan juga Banten termasuk mungkin Jabodetabek.
05:43Tapi ini terus bergeser dengan kecepatan 10 knot menuju ke Barat Daya,
05:48artinya ke wilayah samudera Hindia juga.
05:51Nah ini yang mohon dimaklumi, dipahami,
05:55artinya kita juga mengacu ke referensi itu sehingga tadi Pak Menhub menjelaskan
06:00ketika tadi juga Bapak Presiden Prabu Subianto memimpin rapat terbatas secara VIKON
06:07melibatkan berbagai KL yang teknis terlibat secara langsung termasuk BMKG, BNPB
06:14dan yang untuk memantau gejala vulkanis ini adalah yang disebut sebagai Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologis,
06:26BVMBG, yang berada di bawah otoritas atau kewenangan kementerian ESDM.
06:33Ya semua memberikan masukan tentunya kepada Bapak Presiden,
06:37Bapak Presiden tentunya memberikan direktif-direktif yang memastikan agar sekali lagi keselamatan nomor satu.
06:45Terkait dengan keselamatan tadi, walaupun mungkin paper testnya sudah semakin negatif,
06:49kecuali Radin Inten masih harus kita kawal,
06:52maka kita mengacu pada VICI tadi.
06:56Dan itulah mengapa sampai dengan saat ini Bandara Soekarno-Hatta dan sejumlah bandara lainnya
07:01masih diperpanjang sedikit untuk penutupan atau pengalihannya.
07:06Nanti mungkin di tengah malam akan dilakukan lagi pengecekan supaya bisa dijelaskan kepada publik.
07:14Dengan demikian, untuk sementara, lima bandara yang disiapkan sejak awal
07:18sebagai destinasi ataupun terminal atau bandara pengalihan tadi,
07:23yang diantaranya adalah Kertajati di Majalengka, Jawa Barat,
07:27kemudian Ahmad Yani di Semarang,
07:29kemudian Adi Sumarmo di Surakarta,
07:34dan IIA di Yogyakarta, Kulonprogo, dan terakhir Juanda di Surabaya.
07:39Kelima ini operasional 24 jam per hari ini,
07:43ditambah ada lima bandara lainnya,
07:45seingat saya itu di Palembang, Pekan Baru,
07:50termasuk Pontianak, Balikpapan, dan Palembang.
07:55Jadi itu membuktikan bahwa kami semua berupaya agar
08:00ketika terjadi situasi yang tidak kita hendaki,
08:04tetapi konektivitas masih harus terus dicarikan solusinya dengan pengalihan.
08:09Nah terkait dengan pengalihan,
08:10terima kasih Pak Menhub dan teman-teman lainnya berupaya agar pertama,
08:15yang refund itu 100% harus dikembalikan,
08:19baik secara online maupun datang langsung ke bandara.
08:23Ini juga sudah disampaikan kepada OTA,
08:25Online Travel Agents,
08:26untuk juga memastikan mengikuti kebijakan ini.
08:31Kemudian yang kedua,
08:32disiapkan sarana transportasi darat,
08:34menggunakan bis, jadi damri,
08:37termasuk juga kereta, berarti KAI.
08:39Di kota-kota tadi yang bisa digratiskan juga tentunya
08:44bagi masyarakat yang harus akhirnya mendarat di bandara-bandara tadi,
08:49menuju ke Jakarta atau sebaliknya.
08:50Ini semua ingin kami tegaskan sekali lagi adalah
08:55upaya bersama semua pihak
08:59agar masyarakat yang terdampak langsung
09:02ia tidak terlalu berat
09:04dan informasi atau progres dan update
09:09yang bisa disampaikan dari waktu-waktu
09:11mohon agar diikuti oleh masyarakat luas
09:14dan tentunya Kementerian Perhubungan ada di depan
09:17untuk bisa mengintegrasikan ini semua.
09:20Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak
09:22yang telah berupaya terbaik ya.
09:25Tentu tidak mudah dalam situasi yang penuh ketidakpastian
09:29karena ini alam
09:30tapi juga kita punya metodologi, punya alat, punya teknologi
09:35untuk bisa memitigasi
09:37dan mudah-mudahan dengan dukungan segenap masyarakat
09:40termasuk teman-teman media
09:41membantu menjelaskan secara utuh, lengkap
09:44sehingga tidak mengakibatkan adanya kepanikan yang luar biasa
09:48tapi juga membuat semua tetap waspada, teredukasi
09:51saya rasa ini adalah tugas kita bersama.
09:53Terima kasih atas perhatiannya.
09:56Kalau Notam ini apakah nantinya dikabungan terpanjang lagi?
09:59Ini kan sampai pukul 18 waktu.
10:02Ya, nanti bisa dibantu dijelaskan
10:05tadi dalam brief di dalam
10:08Notam juga akan terus diupdate ya
10:10karena sekali lagi kita ingin lebih
10:14bukan konservatif tapi lebih memastikan keselamatan
10:18jadi kalau nanti dihadapkan dengan hasil VEAC dari Darwin
10:24masih sedikit lagi perlu waktu
10:27maka itu akan menyesuaikan.
10:30Tambahan sedikit tadi kami juga berdiskusi dengan Pak Menteri Perhubungan
10:34terkait pelayaran atau penyeberangan dari Merak Bakau Huning
10:36secara umum ini masih bisa beroperasi dengan baik
10:42karena dari 2-3 hari terakhir ini
10:48tidak diindikasikan terjadi peningkatan permukaan air laut yang sangat ekstrim
10:57sea level rise
10:58dan juga gelombang yang masih relatif dalam ukuran yang moderat
11:05jadi tidak ada atau tidak ditemukan potensi tsunami
11:11bisa dikatakan angkanya di bawah 50%
11:13sehingga pelayaran masih bisa dilakukan
11:16penyeberangan masih bisa dilakukan
11:17tapi tentu ini semua dalam pengawasan yang ketat
11:21karena sekali lagi kita tidak ingin menomorduakan faktor keselamatan
11:25dan himbawan dari pemerintah tentunya
11:29bagi kita semua untuk tetap menjaga kesehatan
11:32karena abu vulkanik bukan hanya berdampak pada sektor penerbangan
11:38karena mengandung material silika yang ada dampak pada mesin
11:42termasuk juga operasional landasan pacu
11:45tapi juga bagi kesehatan masyarakat
11:48terutama bagi lansia, balita, dan masyarakat yang memiliki
11:53riwayat permasalahan pernafasan
11:55saya rasa itu semua yang
11:57mungkin Pak Menteri bisa ditambahkan
11:58untuk update atau properties ini
12:01seperti apa Menteri?
12:02Ya memang kami sudah
Komentar

Dianjurkan