Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kuasa hukum keluarga Sutrimo mengungkap jejak transfer yang diberikan eks Jampidsus kepada Sutrimo.

Mutasi rekening itu akan jadi salah satu bukti dalam rangkaian peristiwa sebelum kematian Sutrimo.

Keluarga Sutrimo melalui pengacaranya, Aan Rohaeni mengungkap kondisi Sutrimo saat pulang ke rumahnya di Banyumas, Jawa Tengah, sepekan sebelum ia ditemukan tewas di depan klinik kecantikan di dekat rumah eks Jampidsus.

Aan menyebut, Sutrimo saat itu takut karena penggeledahan di kafe dan money changer, hingga penjagaan ketat di rumah eks Jampidsus sehingga sehari setelah penggeledahan, Sutrimo langsung pulang tanpa membawa barang-barang pribadinya.

Kuasa hukum keluarga Sutrimo mengungkap jejak transfer yang diberikan eks Jampidsus kepada Sutrimo.

Bukti mutasi rekening ini akan dibawa menjadi salah satu bukti dalam rangkaian peristiwa sebelum kematian Sutrimo.

Kita bahas bersama Pengamat Kepolisian, ISESS, Bambang Rukminto.

Baca Juga Kematian Sutrimo: Eks Kabareskrim Sebut Polisi Wajib Sampaikan Surat Perkembangan Penyidikan di https://www.kompas.tv/nasional/688429/kematian-sutrimo-eks-kabareskrim-sebut-polisi-wajib-sampaikan-surat-perkembangan-penyidikan

#sutrimo #eksjampidsus #febriardiansyah

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/688533/full-analisis-pengamat-soal-jejak-transfer-rp5-juta-dari-eks-jampidsus-ke-sutrimo-kompas-petang
Transkrip
00:00Kuasa hukum keluarga Sutrimo mengungkap jejak transfer yang diberikan ex-jampit sus kepada Sutrimo.
00:06Mutasi rekening itu akan jadi salah satu bukti dalam rangkaian peristiwa sebelum kematian Sutrimo.
00:16Kurulah karena ketakutan ya, karena banyak proses penggeledahan dan lain-lain,
00:21dia pakai celana pendek, tidak bawa tas, hanya bawa hape dan dompet dia gitu kan, pulang ke Jawa.
00:34Keluarga Sutrimo melalui pengacaranya, Aan Roheni mengungkap kondisi Sutrimo saat pulang ke rumahnya di Banyumas, Jawa Tengah,
00:41sepekan sebelum ia ditemukan tewas di depan klinik kecantikan di dekat rumah ex-jampit sus.
00:47Aan menyebut Sutrimo saat itu takut karena penggeledahan di kafe dan money changer hingga penjagaan ketat di rumah ex-jampit
00:54sus,
00:55sehingga sehari setelah penggeledahan, Sutrimo langsung pulang tanpa membawa barang-barang pribadinya.
01:02Sutrimo pulang ke rumahnya di desa Llahar Banyumas pada 9 Juli 2026.
01:07Sepekan kemudian, pada tanggal 15 Juli 2026, Sutrimo ditelepon oleh ex-jampit sus Febri Adriansyah untuk pulang ke Jakarta.
01:16Usai ditelepon, ia pun mendapat transferan uang sebesar 5 juta rupiah dari staff ex-jampit sus,
01:23hingga dijemput oleh dua orang suruhan ex-jampit sus di stasiun.
01:28Sepekan setelah kembali ke Jakarta, Sutrimo ditemukan tewas di depan sebuah klinik kecantikan,
01:33sehari sebelum ex-jampit sus ditahan oleh kejagung.
01:37Kuasa Hukum Keluarga Almarhum Sutrimo A. Anroheni mengungkap,
01:41sudah meminta bukti transferan uang sebesar 5 juta rupiah pada tanggal 15 Juli ke pihak bank
01:47untuk membantu penyidik menelusuri rangkaian peristiwa sebelum Sutrimo kembali ke Jakarta.
01:53Ada transferan uang 15 Juli ya, transferan uang sebesar 5 juta.
01:59Sebagaimana memang yang disampaikan Sutrimo kepada saksi ya, adiknya yaitu Anis dan juga Soim.
02:06Ternyata kami cek tadi memang betul, ada uang masuk 5 juta.
02:12Namanya pengirimnya perempuan, inisialnya YLD, yang kami ketahui itu adalah salah satu anggota dari ajudannya Pak FA.
02:24Sebelas, kalau menurut keterangannya Sutrimo ditelepon oleh Pak FA.
02:28Intinya disuruh pulang, tiketnya sudah disediakan,
02:32dan nanti ada orang yang menemani berangkat dari stasiun Purwokerto.
02:37Jadi sudah disiapkan itu jam 2, jam setengah 3 langsung jalan.
02:41Sebelumnya Firman Wijaya, kuasa hukum Ex-Jampitsus,
02:44membantah jika Sutrimo punya jabatan dan peran penting di rumah Febri sebagai kepala rumah tangga.
02:51Sutrimo disebut sebagai asisten rumah tangga lepasan yang tidak tetap di rumah Ex-Jampitsus.
02:58Ada klarifikasi dari pihak keluarga, kalau tidak salah, soal status posisi almarhum.
03:04Itu sebenarnya bukan karugah.
03:06Jadi ini bagian dari klarifikasi, bukan kepala rumah tangga.
03:10Beliau hanya bertugas membersihkan saja rumah dan sebagainya.
03:14Dan ada jeda-jeda waktu almarhum itu bekerja di situ, jadi tidak tetap cipat.
03:21Tapi kalian adat kenal langsung dengan Pak Sutrimo?
03:25Saya sejauh ini memang belum pernah bertanya, menanyakan itu.
03:30Nah kita konsentrasi sementara ini kepada kasus yang sekarang dihadapi.
03:37Sementara hampir 3 minggu setelah jasad Sutrimo dieksumasi,
03:41polisi belum juga mengumumkan apakah ada unsur dugaan pembunuhan
03:45di balik kematian pegawai Ex-Jampitsus ini lewat hasil pemeriksaan yang dilakukan.
03:50Tim Liputan, Kompas Sivi.
03:57Kuasa hukum keluarga Sutrimo mengungkap jejak transfer yang diberikan Ex-Jampitsus kepada Sutrimo.
04:02Bukti mutasi rekening ini akan dibawa jadi salah satu bukti dalam rangkaian peristiwa sebelum kematian.
04:08Kita bahas bersama pengamat kepolisian Isis Bambang Rukminto.
04:12Pak Bambang, selamat petang.
04:13Selamat petang, sindi.
04:14Pak Bambang, ini kan sudah mau tiga pekan sejak ekshumasi.
04:18Kalau menurut Anda pengungkapan kasusnya sudah on the track atau bisa lebih cepat lagi?
04:22Ya seharusnya bisa lebih cepat ya.
04:24Karena ekshumasi itu hanya salah satu poin saja dalam upaya mencari alat bukti.
04:32Pencarian penyelidikan pengumpulan alat bukti yang lain terkait dengan forensik, digital,
04:36kemudian transaksi keuangan ini seharusnya sudah juga sudah menemukan titik-titik terang.
04:46Pengumpulan alat bukti terkait itu seharusnya sudah dilakukan oleh kepolisian seperti itu.
04:51Makanya pertanyaannya mengapa kok begitu lambat terus kemudian hasil dari penyelidikan terkait dengan forensik, digital,
05:00di mana HP Sutrimo misalnya, terus kemudian yang sekarang diungkapkan terkait ada transaksi rekening Sutrimo sebelum kembali ke Jakarta.
05:13Ini kan juga menarik untuk dicermati.
05:15Karena saya melihat ada kontradiksi sih pernyataan penasihat hukum keluarga Sutrimo dengan penasihat hukum Febri Ardiansa.
05:28Kalau kita melihat tadi di prolog, penasihat hukum Febri Ardiansa mengatakan bahwa Sutrimo ini bukan tidak memiliki jabatan kepala rumah
05:43tangga,
05:43hanya berkala saja, tapi ketika kemudian ada transfer 5 juta, ini malah memunculkan pertanyaan.
05:51Dan apakah sebegitunya transport yang uang yang diberikan kepada Sutrimo ini sebagai seorang yang pegawai lepas lah,
06:00pembantu rumah tangga lepas yang hanya berkala saja datang, kemudian diberikan transfer sebesar 5 juta,
06:06terus setiap bulan itu Sutrimo ini mendapatkan gaji berapa seperti itu,
06:12sehingga diberikan transport yang relatif lebih besar bagi seorang pembantu seperti itu.
06:18Pak Bapak, kalau gitu apakah mutas rekening ini akan bisa jadi bukti kuat untuk semakin mengungkap,
06:23bisa jadi alat bukti petunjuk untuk mengungkap kematian Pak Sutrimo?
06:27Ya, harusnya bisa jadi alat bukti petunjuk, karena ada kontradisi-kontradiksi yang saya sampaikan tadi di awal,
06:355 juta itu untuk apa saja, terus kemudian setiap bulan Sutrimo itu mendapat honor berapa, honor berapa, gaji berapa.
06:43Tentunya hal seperti itu bisa ditanyakan kepada keluarga almarhum ya,
06:50dan harapannya sih semuanya bisa dibuka gitu.
06:53Status Sutrimo ini di rumah tangga Febri Ardiansa seperti apa?
06:59Sampai sekarang kan tidak jelas, masih supang siur.
07:01Pengacara Febri Ardiansa mengatakan bahwa ini pekerja lepas, tidak memiliki jabatan,
07:07tapi faktanya juga mendapatkan transfer uang yang relatif sangat besar bagi seorang yang dinyatakan tidak memiliki status.
07:17Oke, Pak Bapak tapi juga berarti apakah pengirim uang itu kepada Sutrimo harus segera diperiksa juga?
07:24Kan kita juga tahu ada Febrio, pegawai Kejaksaan Agung yang diduga membawa jenazah pas Sutrimo saja belum diperiksa sampai sekarang.
07:31Ya ini yang menjadi pertanyaan publik ya,
07:35mengapa penyelidik kepolisian di Polda Metro Jaya tidak segera melakukan pemeriksaan pada yang bersangkutan,
07:43karena kaitannya mereka ini adalah diantara saksi-saksi kunci terkait dengan kematian Sutrimo sendiri seperti itu.
07:53Febrio misalnya, sebagai seorang yang membawa korban ke rumah sakit tentunya memiliki informasi-informasi yang sangat kuat terkait kronologi kematian
08:07tersebut.
08:08Tentu hal itu tentu juga harus dicocokkan dengan hasil forensik CCTV di lokasi,
08:20dan untuk kemungkinan pemeriksaan di rumah kediaman Febrio Ardiansah di mana Sutrimo terakhir berada sebelum ditemukan pingsan dan kemudian dibawa
08:36ke rumah sakit seperti itu.
08:37Oke berarti singkatnya seharusnya tidak selama ini ya Pak Bapak untuk mengukap kasusnya?
08:41Harusnya tidak selama ini bila tidak ada pesan-pesan atau kepentingan-kepentingan di luar penegakan hukum seperti itu.
08:49Oke, Pak Bapak terima kasih sudah berbagi pandangan bersama kami di Kompas Petang.
08:53Saya selalu ya Pak.
08:54Sama-sama Sindi, selamat sehat.
08:56Sampai jumpa.
Komentar

Dianjurkan