00:00Kuasa hukum keluarga Sutrimo mengungkap jejak transfer yang diberikan ex-jampit sus kepada Sutrimo.
00:06Mutasi rekening itu akan jadi salah satu bukti dalam rangkaian peristiwa sebelum kematian Sutrimo.
00:16Kurulah karena ketakutan ya, karena banyak proses penggeledahan dan lain-lain,
00:21dia pakai celana pendek, tidak bawa tas, hanya bawa hape dan dompet dia gitu kan, pulang ke Jawa.
00:34Keluarga Sutrimo melalui pengacaranya, Aan Roheni mengungkap kondisi Sutrimo saat pulang ke rumahnya di Banyumas, Jawa Tengah,
00:41sepekan sebelum ia ditemukan tewas di depan klinik kecantikan di dekat rumah ex-jampit sus.
00:47Aan menyebut Sutrimo saat itu takut karena penggeledahan di kafe dan money changer hingga penjagaan ketat di rumah ex-jampit
00:54sus,
00:55sehingga sehari setelah penggeledahan, Sutrimo langsung pulang tanpa membawa barang-barang pribadinya.
01:02Sutrimo pulang ke rumahnya di desa Llahar Banyumas pada 9 Juli 2026.
01:07Sepekan kemudian, pada tanggal 15 Juli 2026, Sutrimo ditelepon oleh ex-jampit sus Febri Adriansyah untuk pulang ke Jakarta.
01:16Usai ditelepon, ia pun mendapat transferan uang sebesar 5 juta rupiah dari staff ex-jampit sus,
01:23hingga dijemput oleh dua orang suruhan ex-jampit sus di stasiun.
01:28Sepekan setelah kembali ke Jakarta, Sutrimo ditemukan tewas di depan sebuah klinik kecantikan,
01:33sehari sebelum ex-jampit sus ditahan oleh kejagung.
01:37Kuasa Hukum Keluarga Almarhum Sutrimo A. Anroheni mengungkap,
01:41sudah meminta bukti transferan uang sebesar 5 juta rupiah pada tanggal 15 Juli ke pihak bank
01:47untuk membantu penyidik menelusuri rangkaian peristiwa sebelum Sutrimo kembali ke Jakarta.
01:53Ada transferan uang 15 Juli ya, transferan uang sebesar 5 juta.
01:59Sebagaimana memang yang disampaikan Sutrimo kepada saksi ya, adiknya yaitu Anis dan juga Soim.
02:06Ternyata kami cek tadi memang betul, ada uang masuk 5 juta.
02:12Namanya pengirimnya perempuan, inisialnya YLD, yang kami ketahui itu adalah salah satu anggota dari ajudannya Pak FA.
02:24Sebelas, kalau menurut keterangannya Sutrimo ditelepon oleh Pak FA.
02:28Intinya disuruh pulang, tiketnya sudah disediakan,
02:32dan nanti ada orang yang menemani berangkat dari stasiun Purwokerto.
02:37Jadi sudah disiapkan itu jam 2, jam setengah 3 langsung jalan.
02:41Sebelumnya Firman Wijaya, kuasa hukum Ex-Jampitsus,
02:44membantah jika Sutrimo punya jabatan dan peran penting di rumah Febri sebagai kepala rumah tangga.
02:51Sutrimo disebut sebagai asisten rumah tangga lepasan yang tidak tetap di rumah Ex-Jampitsus.
02:58Ada klarifikasi dari pihak keluarga, kalau tidak salah, soal status posisi almarhum.
03:04Itu sebenarnya bukan karugah.
03:06Jadi ini bagian dari klarifikasi, bukan kepala rumah tangga.
03:10Beliau hanya bertugas membersihkan saja rumah dan sebagainya.
03:14Dan ada jeda-jeda waktu almarhum itu bekerja di situ, jadi tidak tetap cipat.
03:21Tapi kalian adat kenal langsung dengan Pak Sutrimo?
03:25Saya sejauh ini memang belum pernah bertanya, menanyakan itu.
03:30Nah kita konsentrasi sementara ini kepada kasus yang sekarang dihadapi.
03:37Sementara hampir 3 minggu setelah jasad Sutrimo dieksumasi,
03:41polisi belum juga mengumumkan apakah ada unsur dugaan pembunuhan
03:45di balik kematian pegawai Ex-Jampitsus ini lewat hasil pemeriksaan yang dilakukan.
03:50Tim Liputan, Kompas Sivi.
03:57Kuasa hukum keluarga Sutrimo mengungkap jejak transfer yang diberikan Ex-Jampitsus kepada Sutrimo.
04:02Bukti mutasi rekening ini akan dibawa jadi salah satu bukti dalam rangkaian peristiwa sebelum kematian.
04:08Kita bahas bersama pengamat kepolisian Isis Bambang Rukminto.
04:12Pak Bambang, selamat petang.
04:13Selamat petang, sindi.
04:14Pak Bambang, ini kan sudah mau tiga pekan sejak ekshumasi.
04:18Kalau menurut Anda pengungkapan kasusnya sudah on the track atau bisa lebih cepat lagi?
04:22Ya seharusnya bisa lebih cepat ya.
04:24Karena ekshumasi itu hanya salah satu poin saja dalam upaya mencari alat bukti.
04:32Pencarian penyelidikan pengumpulan alat bukti yang lain terkait dengan forensik, digital,
04:36kemudian transaksi keuangan ini seharusnya sudah juga sudah menemukan titik-titik terang.
04:46Pengumpulan alat bukti terkait itu seharusnya sudah dilakukan oleh kepolisian seperti itu.
04:51Makanya pertanyaannya mengapa kok begitu lambat terus kemudian hasil dari penyelidikan terkait dengan forensik, digital,
05:00di mana HP Sutrimo misalnya, terus kemudian yang sekarang diungkapkan terkait ada transaksi rekening Sutrimo sebelum kembali ke Jakarta.
05:13Ini kan juga menarik untuk dicermati.
05:15Karena saya melihat ada kontradiksi sih pernyataan penasihat hukum keluarga Sutrimo dengan penasihat hukum Febri Ardiansa.
05:28Kalau kita melihat tadi di prolog, penasihat hukum Febri Ardiansa mengatakan bahwa Sutrimo ini bukan tidak memiliki jabatan kepala rumah
05:43tangga,
05:43hanya berkala saja, tapi ketika kemudian ada transfer 5 juta, ini malah memunculkan pertanyaan.
05:51Dan apakah sebegitunya transport yang uang yang diberikan kepada Sutrimo ini sebagai seorang yang pegawai lepas lah,
06:00pembantu rumah tangga lepas yang hanya berkala saja datang, kemudian diberikan transfer sebesar 5 juta,
06:06terus setiap bulan itu Sutrimo ini mendapatkan gaji berapa seperti itu,
06:12sehingga diberikan transport yang relatif lebih besar bagi seorang pembantu seperti itu.
06:18Pak Bapak, kalau gitu apakah mutas rekening ini akan bisa jadi bukti kuat untuk semakin mengungkap,
06:23bisa jadi alat bukti petunjuk untuk mengungkap kematian Pak Sutrimo?
06:27Ya, harusnya bisa jadi alat bukti petunjuk, karena ada kontradisi-kontradiksi yang saya sampaikan tadi di awal,
06:355 juta itu untuk apa saja, terus kemudian setiap bulan Sutrimo itu mendapat honor berapa, honor berapa, gaji berapa.
06:43Tentunya hal seperti itu bisa ditanyakan kepada keluarga almarhum ya,
06:50dan harapannya sih semuanya bisa dibuka gitu.
06:53Status Sutrimo ini di rumah tangga Febri Ardiansa seperti apa?
06:59Sampai sekarang kan tidak jelas, masih supang siur.
07:01Pengacara Febri Ardiansa mengatakan bahwa ini pekerja lepas, tidak memiliki jabatan,
07:07tapi faktanya juga mendapatkan transfer uang yang relatif sangat besar bagi seorang yang dinyatakan tidak memiliki status.
07:17Oke, Pak Bapak tapi juga berarti apakah pengirim uang itu kepada Sutrimo harus segera diperiksa juga?
07:24Kan kita juga tahu ada Febrio, pegawai Kejaksaan Agung yang diduga membawa jenazah pas Sutrimo saja belum diperiksa sampai sekarang.
07:31Ya ini yang menjadi pertanyaan publik ya,
07:35mengapa penyelidik kepolisian di Polda Metro Jaya tidak segera melakukan pemeriksaan pada yang bersangkutan,
07:43karena kaitannya mereka ini adalah diantara saksi-saksi kunci terkait dengan kematian Sutrimo sendiri seperti itu.
07:53Febrio misalnya, sebagai seorang yang membawa korban ke rumah sakit tentunya memiliki informasi-informasi yang sangat kuat terkait kronologi kematian
08:07tersebut.
08:08Tentu hal itu tentu juga harus dicocokkan dengan hasil forensik CCTV di lokasi,
08:20dan untuk kemungkinan pemeriksaan di rumah kediaman Febrio Ardiansah di mana Sutrimo terakhir berada sebelum ditemukan pingsan dan kemudian dibawa
08:36ke rumah sakit seperti itu.
08:37Oke berarti singkatnya seharusnya tidak selama ini ya Pak Bapak untuk mengukap kasusnya?
08:41Harusnya tidak selama ini bila tidak ada pesan-pesan atau kepentingan-kepentingan di luar penegakan hukum seperti itu.
08:49Oke, Pak Bapak terima kasih sudah berbagi pandangan bersama kami di Kompas Petang.
08:53Saya selalu ya Pak.
08:54Sama-sama Sindi, selamat sehat.
08:56Sampai jumpa.
Komentar