Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan atau KontraS bersama Tim Advokasi untuk Demokrasi atau TAUD menyoroti dugaan penggunaan kekuatan secara berlebihan oleh aparat kepolisian dalam pengamanan demonstrasi 27 Agustus 2026.

KontraS menilai terjadi pengerahan pasukan secara berlebihan. Berdasarkan riset dan pemantauan TAUD, jumlah personel gabungan yang diturunkan dalam demonstrasi 27 Agustus mencapai 18.504 personel. Jumlah tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan aksi BEM UI sebelumnya yang melibatkan 9.500 personel gabungan.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri menyebut belum menerima laporan resmi terkait organisasi kemasyarakatan yang diduga terlibat kericuhan saat demonstrasi 27 Agustus. Pemerintah masih memantau informasi melalui pemberitaan media.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menyebut, jika ditemukan dugaan pelanggaran oleh ormas, proses penindakan harus didahului pembuktian.

Terkait dugaan penggunaan jammer atau pemblokir sinyal ponsel saat demonstrasi, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah M. Qodari menyerahkan penjelasan teknis kepada Kementerian Komunikasi dan Digital. Qodari menyebut Bakom tidak memiliki fungsi menangani aspek teknis telematika.

Pascaaksi demonstrasi, Komnas HAM meminta Polda Metro Jaya mengusut dalang kericuhan, termasuk penyelidikan terkait meninggalnya satu orang dalam peristiwa tersebut. Persoalan dugaan pelanggaran HAM dalam pengamanan demonstrasi dibahas bersama Staf Ahli Kapolri Irjen Purnawirawan Aryanto Sutadi dan Ketua Komnas HAM Anis Hidayah.

#kontras #demonstrasi #komnasham #polri #dpr #ham

Baca Juga Disorot Komnas HAM! Kericuhan Pascademonstrasi 27 Agustus Dibahas dengan Polri | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/regional/688375/disorot-komnas-ham-kericuhan-pascademonstrasi-27-agustus-dibahas-dengan-polri-kompas-malam

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/688530/full-komnas-ham-vs-staf-ahli-kapolri-saling-lempar-pandangan-soal-demo-27-agustus-sapa-malam
Transkrip
00:00Intro
00:01Kembali di Sampai Indonesia Malam bersama saya Friska Klarissa
00:05Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan atau Kontras
00:08bersama tim advokasi untuk demokrasi
00:11menyoroti dugaan penggunaan kekuatan secara berlebihan oleh aparat kepolisian
00:15dalam penggamanan demonstrasi 27 Agustus lalu
00:19Kontras menilai terjadi pengerahan pasukan berlebihan
00:23dimana dari riset dan pemantauan yang dilakukan oleh tim advokasi untuk demokrasi atau taut
00:29jumlah personel yang diturunkan pada aksi demonstrasi 27 Agustus lalu
00:34berjumlah 18.504 personel gabungan
00:39jumlah ini naik hampir 2 kali lipat
00:43dibandingkan aksi yang digelar oleh BEM UI sebelumnya
00:47yang ini sebanyak 9.500 personel gabungan
00:51Assalamualaikum Wr. Wb
00:52Selamat sore
00:54kami juga menekankan bahwa aksi yang terjadi tanggal 27 Agustus
01:00mengulang kembali perahara tragedi yang kemudian menewaskan satu orang warga sipil
01:06jadi kami rasa ini ada bentuk keberulangan yang tentu masih menjadi pekerjaan rumah dari negara
01:13sampai kemudian terjadi atau terulang kembali peristiwa naas yang kemudian mengorbankan warga negara
01:19telah terjadi beberapa dugaan tindakan penggunaan kekuatan secara berlebihan
01:24atau excessive use of force berupa penggunaan senjata pengendali masa
01:28penangkapan sonang-onang, penganiayaan, hingga penyiksaan yang berkontribusi terhadap eskalasi situasi
01:37Kementerian Dalam Negeri menyebut belum menerima laporan resmi
01:40terkait organisasi kemasyarakatan yang diduga terlibat kericuhan saat demonstrasi 27 Agustus
01:46pemerintah masih memantau informasi yang beredar melalui pemberitaan media
01:51Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menyebut
01:54jika ditemukan dugaan pelanggaran oleh Ormas
01:56proses penindakan harus didahului pembuktian
02:03secara rasmi belum ada, kami hanya memonitor lewat media saja
02:08untuk Ormas yang resmi itu Pak, misalnya bisa dibatalkan
02:11insinnya itu pekatnya sepertinya luar-sepertinya?
02:13ya ada di situ, prosesnya kan nanti di Kementerian Hukum
02:17tapi tentu harus ada pembuktian dulu
02:19apakah melanggar dasar negara, konstitusi, lain-lain
02:24prosesnya kita harus cek dulu, apakah Ormas yang terdaftar atau berbeda lukum
02:35dan terkait dugaan penggunaan jammer atau pemblokir sinyal ponsel
02:40saat demo 27 Agustus lalu
02:42Badan Komunikasi Pemerintah menyerahkan hal tersebut kepada Kementerian Komunikasi dan Digital
02:47Kepala Bakom, M. Kodari menyebut
02:50penjelasan lebih lanjut terkait persoalan teknis jaringan menjadi kewenangan KomDigi
02:55Kodari bilang, Bakom tidak memiliki fungsi untuk menangani aspek teknis telematika
03:01karena itu klarifikasi terkait ada atau tidaknya penggunaan jammer diserahkan kepada KomDigi
03:08Soal jaringan komunikasi mungkin nanti bisa ditanyakan dengan KomDigi ya
03:13karena Bakom tidak pada posisi atau pada fungsi untuk bisa mengetahui yang teknis-teknis terkait dengan telematika
03:23Pasca aksi penyampaian pendapat di depan gedung DPR-MPR Jakarta 27 Agustus lalu kericuhan kembali terjadi
03:31Komnas HAM meminta Polda Metro Jaya mengusut dalam kericuhan termasuk penyelidikan terkait meninggalnya satu orang dalam peristiwa tersebut
03:39Dan apakah Komnas HAM menemukan adanya unsur pelanggaran HAM dalam penanganan pengamanan demo?
03:47Kita akan mengulas bersama dengan staf ahli Kapolri
03:51Arianto Sutadi dan Ketua Komnas HAM Anies Hidayah
03:55Selamat malam Mbak Anies, Pak Arianto
03:59Selamat malam
04:00Saya ke Mbak Anies dulu
04:02Sebenarnya kalau dari laporan terkait rusuh demo kemarin apakah sudah diterima oleh Komnas HAM
04:09atau apa update yang diterima Komnas HAM sejauh ini terkait dengan rusuh usai demo saat itu?
04:15Ya jadi Komnas HAM juga melakukan pemantauan turun ke lapangan pada tanggal 27 dan setelahnya tanggal 28 kami melakukan koordinasi
04:25dengan pihak kepolisian
04:26dalam hal ini adalah Polda Metro Jaya
04:28Selain itu tentu kami melakukan monitoring terhadap apa yang diberitakan di media dan media sosial gitu ya
04:36Jadi informasi awal sudah kami dapatkan dan saat ini tentu Komnas HAM tengah melakukan penyelidikan terkait dengan aksi pada tanggal
04:4527 yang mengakibatkan setidaknya ada 49 orang ditetapkan sebagai tersangka
04:51Satu orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka-luka
04:54Jadi saat ini kami tengah menyiapkan berbagai langkah yang sedang kami susun
05:01Tetapi antara lain kami sudah bertemu dengan Polda seperti yang saya sampaikan di awal
05:06Kemarin kami juga sudah melakukan koordinasi dengan Waka Polri ya
05:10Terkait dengan kami meminta agar kepolisian memiliki komitmen yang serius
05:16bagaimana melakukan pengusutan tuntas, menindak siapapun yang terlibat apakah individual atau ormas yang diduga terlibat gitu ya
05:24dalam kerucuhan sehingga mengakibatkan satu nyawa meninggal dunia dan satu orang mengalami luka-luka
05:31Dan kalau kontras di berita sebelumnya yang kami sampaikan bahwa ada dugaan penggunaan kekuatan secara berlebihan atau excessive use of
05:41force
05:41dari aparat kepolisian dugaannya
05:44Nah kalau investigasi Komnas HAM terkait ini seperti apa Mbak Anies?
05:47Ya penyelidikan kami masih terus berlangsung dan kami belum sampai pada pengambilan kesimpulan
05:54karena masih mengumpulkan sejumlah informasi dan tentunya nanti juga akan memanggil mengundang para pihak gitu ya
06:01untuk memberikan informasi penjelasan dan lain-lain
06:04sehingga kami belum sampai ada pada satu kesimpulan apakah terjadi excessive use of force gitu
06:10atau ada tindakan berlebih gitu ya dari aparat keamanan dalam mengamankan aksi pada tanggal 27 Agustus kemarin
06:19Soal pasca demo ini Pak Arianto kita sempat berbincang sebelumnya ya pasca demonstrasi
06:25Nah tapi sekarang kan ada beberapa peristiwa yang harus dibuka
06:28soal penangkapan sejumlah orang
06:31lalu juga ada meninggalnya seorang warga
06:34lalu siapa-siapa saja pihak yang diduga memicu kericuhan
06:37Dari mana harus mengurai ini Pak Arianto?
06:42Tolong di unmute Pak Arianto masih belum terdengar suaranya
06:49Baik
06:51Halo
06:52Tampaknya masih belum terdengar suara Pak Arianto
06:55Kami akan bantu lagi untuk mengomunikasikannya ke Pak Arianto ya Pak
07:00Tapi sebelumnya saya ke Mbak Anies
07:02Sebenarnya dalam kasus ini mana sih sebenarnya yang harus diurai satu persatu Mbak Anies
07:07Apakah soal meninggalnya salah seorang warga yang tidak terkait dengan demonstrasi
07:12Atau adanya siapa yang menyebabkan kericuhan dibalik demonstrasi ini?
07:18Ya tentu saja semuanya menjadi ranah aparat penegak hukum
07:23Untuk melakukan penyelidikan secara profesional, transparan, dan akuntabel gitu ya
07:29Karena sekali lagi dalam konteks hak asasi manusia
07:32Hak hidup itu merupakan non-dergable rights
07:35Atau hak yang tidak bisa dikurangi dalam kondisi apapun
07:38Dijamin di dalam konstitusi, undang-undang hak asasi manusia
07:42Dan Indonesia juga sudah meratifikasi kovenant tentang hak sipil politik
07:46Dimana hak hidup juga dijamin
07:48Untuk itu tentu saja negara memiliki kewajiban untuk memastikan penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak hidup gitu
07:54Nah dalam konteks terjadinya satu nyawa yang hilang dalam kericuhan kemarin
08:02Maka tentu saja kami mendorong aparat penegak hukum untuk bekerja
08:06Sekaligus juga melakukan penyelidikan terhadap satu orang yang mengalami luka-luka
08:11Dan kami juga tengah melakukan pemantauan penyelidikan terhadap sejumlah orang
08:17Yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka pasca aksi pada tanggal 27 Agustus kemarin
08:24Oke saya ke Pak Arianto, Pak Arianto sudah bisa terdengar lagi suaranya?
08:30Oke tampaknya Pak Arianto masih bisa mendengar suara saya tapi suaranya belum terdengar disini
08:35Mungkin ada kendala komunikasi atau mungkin di earphone yang digunakan Pak Arianto
08:40Oke saya coba lagi cek suaranya Pak Arianto
08:46Ya tampaknya belum bisa terdengar
08:49Mohon maaf Pak Arianto nanti kita akan lanjut lagi setelah jeda
08:53Saya ingin menegaskan lagi
08:55Jadi dalam pasca demonstrasi ini mana yang harus didahulukan
08:59Termasuk juga kalau ada dalang dibalik demonstrasi ini kan yang biasanya sulit untuk diungkap
09:05Biasanya anarkonya ketahuan siapa tapi siapa dibalik ini itu yang selalu sulit
09:10Kita akan bahas di Sapa Indonesia Malam sesaat lagi
09:20Terima kasih Anda masih bersama dengan Sapa Indonesia Malam
09:23Saya lanjutkan ke Pak Arianto
09:24Pasca demonstrasi ini banyak yang harus kita bahas
09:27Tapi pintu masuknya mana yang harus lebih dulu diungkap
09:29Satu meninggalnya wargakah ada sejumlah warga yang ditangkap atau bahkan terluka
09:34Atau justru siapa yang menyebabkan kerusuhan dibalik demonstrasi ini
09:38Ya semuanya itu menjadi sasaran publisi ya
09:41Jauh sebelum demo itu dilakukan
09:44Karena sekarang ini orientasi daripada kita itu kalau mengadar di demo itu
09:49Sudah pasti selalu berasumsi bahwa
09:51Kalau demonya besar pasti ditunggangi oleh kelompok-kelompok lain-lain
09:55Nah kemarin itu kan kita sudah agak lega ya tahun 27 itu
09:59Maka Boris Indonesia mengatakan
10:01Terima kasih yang demo sudah ini dan sudah pulang
10:04Tapi tiba-tiba kan ada yang datang malam itu yang datang
10:08Sehingga dan kemudian kabarnya itu
10:10Yang datang ke sana juga
10:12Ada masyarakat yang rame-rame gitu
10:16Sehingga kelasnya itu tidak dengan aparat lagi
10:19Tapi justru dengan masyarakat itu sendiri
10:21Nah memang ini selama ini kita sudah menjadi orientasi kita Ibu ya
10:25Bahwa kita selalu dikritik
10:27Bahwa kita itu eksesif melakukan tindakan yang berlebihan gitu
10:31Tadi saya juga mendengar kaget juga dengan ulasan adik
10:33Mahasiswa kontras tadi yang mengatakan bahwa
10:36Penggunaan yang eksesif yang berlebihan gitu
10:38Kemudian pengerahan yang berlebihan
10:41Kalau saya pribadi
10:42Kalau pengerahan yang berlebihan pasukan itu
10:44Itu bukan menandakan penggunaan yang berlebihan pasukan itu
10:47Tetapi sebagai deteran
10:49Supaya kita tidak terlalu banyak menghadapi kerusuhan gitu
10:52Karena dengan ada efek yang banyak pasukan itu
10:55Maka pasti yang mendemo juga akan berkurang gitu ya
10:59Tetapi kalau untuk tindakan yang eksesif itu
11:02Sebetulnya kita sudah berusaha juga untuk mencegah
11:06Agar anggota-anggota yang terdepan itu selalu dilengkapi dengan CCTV
11:11Sehingga kita bisa mengatakan
11:12Apakah memang betul-betul yang terdepan itu melakukan tindakan yang eksesif atau tidak
11:17Kan semua ada rekaman daripada yang masing-masing bodi CCTV yang ada situ
11:23Sayangnya itu sampai sekarang baru rencana dan belum dilengkapi secara utuh
11:27Sehingga polisi sendiri tidak bisa melihat di lapangan itu
11:31Mana yang dianggap eksesif itu
11:33Dan kemudian korban itu tadi meninggal juga karena apa
11:36Apa karena tindakan polisi atau karena tindakan anarkisme gitu
11:40Nah yang satu korban meninggal ini warga kan jadi sorotan publik
11:45Karena bukan anggota orang yang demonstrasi bukan peserta demo
11:49Dia ada di satu wilayah di pejompongan begitu saja tiba-tiba meninggal dunia
11:54Diserang oleh warga yang sampai sekarang belum diungkap
11:57Pak Arianto apa sulitnya mengungkap kasus ini sejauh ini yang Anda lihat?
12:01Ya kalau saya kira ya kita itu ya polisi biasanya
12:04Tidak bisa mengungkap apa yang terjadi di lapangan itu
12:07Karena kurangnya alat bukti yang ada di sana gitu
12:09Jadi saksi-saksi yang ada di sekelilingnya itu yang kita jaring
12:13Tidak bisa memberikan pecerahan pada kita siapa yang pelakunya itu
12:16Nah ini saya pikir itu bisa terjadi
12:19Karena ini saksi yang meninggal di lapangan itu bukan daripada pendemo menurut saya sih ya
12:25Jadi kalau pendemo pasti itu kan sasaran daripada petugas gitu
12:28Tapi ini orang umum
12:29Kami berasumsi ya itu pasti martir yang diciptakan oleh para penunggang itu tadi
12:35Untuk menimbulkan kerusuhan yang lebih besar
12:37Seperti yang contoh yang dulu itu ya
12:39Ojol itu kan kayak gitu jadi besar sekali
12:42Nah kemarin-kemarin itu saya sendiri ya
12:45Sudah bersyukur sampai malam itu sudah tidak ada apa-apa
12:48Tapi masih was-was kan waktu itu saya bilang
12:50Nah ternyata ada juga ini temuan kayak gini
12:52Ya ada korban bernama Bambang itu Pak seorang warga ya
12:55Nah kalau dari kondisinya sebenarnya bisa atau tidak
12:58Dilacak CCTV dalam waktu dekat
12:59Belum lagi juga kan ada keterangan dari warga sekitar
13:02Itu bisa tidak menuju ke bukti yang dibutuhkan untuk mencari siapa pelakunya
13:07Kalau melihat posisinya di sana yang banyak CCTV gitu ya
13:11Mungkin masih ada bisa ya
13:13Tetapi saya dengar kabar itu
13:14Perusak-perusak itu juga merusak CCTV yang ada di sekitar itu juga kan
13:18Itu yang mengambat gitu
13:20Jadi kita sekarang memang berhadapan dengan apa
13:23Kalau usahnya kira-kira ya
13:25Suatu yang menggelurakan provokator yang di belakang itu
13:31Mereka makin canggih gitu ya
13:33Sehingga mereka makin berhati-hati
13:34Untuk sulit supaya polisi itu mendeteksi
13:38Ini penyebab kematian siapa bagaimana
13:41Sehingga para perusuhnya itu
13:43Dalangnya juga susah untuk ditangkap
13:46Kondisinya mungkin yang di lapangan sekarang ini
13:49Sementara mungkin seperti itu
13:50Mbak Anies apa yang bisa dilakukan?
13:54Karena meninggalnya seorang warga yang tidak terkait dengan demonstrasi
13:57Tapi sampai sekarang belum diketahui siapa pelakunya
14:00Bagaimana aparat harus bergerak cepat untuk ini?
14:04Ya tentu saja dalam kasus meninggalnya warga sipil
14:07Itu negara punya kewajiban untuk memastikan meninggal karena apa
14:12Dan siapa yang terlibat gitu ya
14:14Dalam hal ini kan kemarin diindikasikan karena kericuhan ya
14:18Pasca demonstrasi gitu
14:20Jadi itulah yang harus diungkap
14:22Nah bagaimana mengungkapnya?
14:24Tentu kan ada scientific crime investigation ya
14:27Alat bukti apa yang bisa digunakan
14:29Tadi Pak Arianto juga sudah menyampaikan
14:31Ada sejumlah CCTV yang bisa diakses
14:34Keterangan dari Pak
14:39Mbak Anies?
14:41Oh tampaknya ada
14:43Ya
14:46Dan lain-lain gitu
14:48Jadi saya kira ini juga diminasi keterangan gitu
14:51Ada banyak cara saya kira bagaimana kemudian
14:53Polisi melakukan upaya-upaya penyelidikan gitu
14:56Lalu yang kedua tentu saja kami juga sedang melakukan penyelidikan
15:01Tetapi berbeda dengan apa yang dilakukan pihak kepolisian
15:04Karena kalau dari kami itu kan mengungkap
15:06Sejauh mana terjadi pelanggaran hak asasi manusia ya
15:10Karena ada satu nyawa yang meninggal
15:11Tentu saja ada indikasi kuat gitu
15:13Terjadinya pelanggaran hak asasi manusia ya
15:15Ada nyawa meninggal, ada yang korban luka gitu
15:18Sehingga penyelidikan ini juga terus kami lakukan
15:22Mudah-mudahan nanti bisa
15:24Apa bisa secara tidak terlalu lama gitu
15:28Bisa disampaikan kepada publik
15:29Apa hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Komnasam
15:32Sambil mendorong bagaimana aparat kepolisian juga bisa bergerak lebih cepat gitu
15:37Termasuk warga yang ditangkap
15:39Juga harus segera ditelusuri siapa dia
15:42Apa perannya
15:43Dan harus transparan begitu ya Mbak Anies
15:45Betul, betul
15:46Itu saya kira ada di kepolisian ya
15:49Yang memiliki kewenangan untuk
15:50Menyelidikan proses penyelidikannya
15:52Oke, Pak Arianto
15:54Sebenarnya penyelidikan yang dilakukan oleh Komnasam
15:56Juga Koalisi Masyarakat Sipil
15:57Kan memantau apa yang terjadi pasca demonstrasi
16:00Bagaimana sinergi ini atau penyelidikan yang dilakukan polisi
16:04Ini juga bisa dibantu dengan data-data yang diberikan
16:07Dari Komnasam maupun Koalisi Masyarakat Sipil
16:09Saya kira penyelidik selama ini ya
16:12Sudah pengalaman bukan kali ini aja
16:14Sudah bertahun-tahun yang lalu
16:16Penyelidik dan penyelidik itu
16:18Di dalam mencari keterangan di lapangan itu
16:20Tidak sendiri, Bu
16:21Dia sudah menggunakan
16:23Banyak sekali informan yang di lapangan
16:25Baik yang dibina sejauh sebelum ada kejadian
16:28Ataupun yang seketika itu juga
16:30Kemudian kita mencari bukti-bukti di lapangan
16:33Kita sudah melibatkan itu
16:37Dari pihak-pihak semua itu
16:39Apalagi Komnasam, kemudian Kompolna
16:41Semua kan kita ajak gitu
16:42Supaya untuk menepis bahwa kita itu
16:46Tugasnya tidak pilih-pilih gitu
16:48Dan kemudian kita memang betul-betul bertanggung jawab
16:51Harus bisa memberikan penerangan yang sesungguhnya
16:54Apa yang terjadi gitu
16:55Saya lihat selama tadi dikatakan kan
16:57Harus segera diusut itu
16:59Polisi kan sudah kemarin begitu menangkap kan
17:02Ada dinamika kan
17:03Menangkap 300
17:05Kemudian tapi ternyata setelah diianum
17:07Jadi ada 6 kelompok
17:08Dan kemudian alat buktinya sudah
17:10Semua ditangkepin dan sebagainya
17:12Cuman
17:13Belum sampai bisa menjelaskan
17:15Kenapa ada korban yang meninggal
17:16Itu tadi
17:17Saya sendiri juga tidak tahu
17:19Karena selama ini melihat
17:20Pertanyaan pada penyintik juga
17:21Belum mendapatkan keterangan
17:22Mengapa sampai sekarang belum ada keterangan
17:25Kenapa sebab meninggalnya
17:27Apa ada yang di lapangan itu
17:29Padahal kalau menurut saya
17:31Kewajiban daripada penyintik ya
17:33Kalau menghadapi demo yang anarkis seperti ini
17:35Ini harus dia cepat-cepat bisa memberikan keterangan kepada publik
17:39Bahwa ini karena ini
17:40Ini sebabnya ini
17:41Sehingga bisa tidak
17:42Berapriori bahwa itu hanya kesalahan tindakan
17:45Tapi bisa betul-betul menjelaskan apa yang terjadi di lapangan
17:48Sehingga antisipasinya juga
17:50Masyarakat bisa ikut tahu
17:52Kalau apa
17:52Ikut melantu untuk mengungkap itu
17:54Kira-kira begitu
17:55Yang terjadi
17:56Dan kalau dalam
17:58Pasca demo ini
17:59Komnas HAM juga kan meminta
18:00Polda Metro Jaya
18:01Mendalami dugaan keterlibatan Ormas
18:03Dalam kericuhan
18:05Bagaimana
18:05Sejauh ini
18:06Komnas HAM menemukan indikasi itu
18:08Dan harus bagaimana
18:10Polda bergerak
18:11Untuk mendalami keterlibatan dari Ormas
18:15Ya kepolisian ini kan dilengkapi dengan sejumlah
18:19Instrumen ya
18:20Dalam bekerja
18:21Ada intel dan lain-lain
18:23Jadi saya kira sudah
18:24Banyak fasilitas yang
18:27Diberikan kepada negara
18:28Agar kepolisian bisa bekerja secara
18:30Efektif dan akuntabel
18:32Tentu kami berharap
18:35Kepolisian bisa secara terbuka ya
18:37Mengungkap siapa misalnya yang
18:40Diduga terlibat gitu ya
18:41Di balik ada sejumlah orang yang diturunkan
18:45Pada hampir tengah malam
18:46Yang kemudian itu memunculkan
18:48Kerusuhan dan lain-lain gitu
18:50Jadi
18:50Ini ditunggu masyarakat gitu ya
18:52Sehingga
18:53Trust publik kepada aparat penegak hukum
18:55Ini juga mengalami
18:57Perbaikan gitu
18:58Jadi saya kira publik menunggu
19:00Bagaimana
19:01Kinerja
19:02Aparat negara gitu ya
19:04Dalam hal ini kepolisian itu bisa
19:06Lebih cepat
19:08Dan memberikan kepastian hukum gitu
19:10Terutama
19:11Kurban keluarganya itu mendapatkan
19:14Atas keadilan gitu
19:16Oke secara perangkat kan tadi
19:18Disampaikan oleh Mbak Anies
19:19Ya kepolisian punya
19:21Perangkat itu
19:22Nah Pak Arianto
19:23Tapi dalam praktiknya di lapangan
19:25Apa
19:25Kendala yang biasa ditemui di lapangan
19:28Untuk mengungkap
19:28Apakah ada keterlibatan orang
19:30Atau tidak
19:30Siapa yang memicu kericuhan
19:32Atau tidak
19:34Ya
19:35Gini
19:35Kalau kendala yang di lapangan itu
19:39Itu banyak
19:40Ada kendala-kendala yang teknis
19:43Ada kendala yang non teknis
19:44Ada kendala yang taktis
19:46Biasanya ya
19:47Makanya di dalam suatu kerusuhan yang seperti ini
19:50Biasanya kan
19:51Kemudian
19:52Ada tuntutan
19:53Untuk tim mencari fakta kan gitu kan
19:55Itu karena
19:55Tidak percayaan pada polisi
19:57Karena seakan-akan menutup-nutupi
19:58Apa
19:59Misalkan dia sudah tahu bahwa ini ada rumah setentu
20:02Atau institusi tertentu yang ada di belakang ini
20:04Tapi
20:04Ewoh-pegewoh gak berani ngomong gitu
20:06Makanya itu
20:07Dibutuhkan tim mencari fakta
20:09Itulah yang saya selama ini juga menjadi
20:11Apa
20:11Resah ya Bu ya
20:12Karena
20:13Setahu saya
20:14Di setiap suatu
20:16Demo yang gede itu ya Bu ya
20:18Itu
20:18Kebanyakan itu
20:19Sampai aktor yang di belakangnya itu
20:21Gak bisa diungkat gitu
20:23Apalagi kalau ada indikasi
20:25Ada institusi tertentu yang masuk ke situ
20:27Sehingga
20:27Karena kan
20:28Polisi tidak mampu untuk menguak itu
20:30Karena
20:30Enggak toh
20:31Karena apa ya gitu ya
20:32Makanya saya
20:33Sangat berterima kasih
20:34Apabila di dalam setiap pengusutan
20:36Demo yang besar kayak gini
20:38Di dalam mencari siapa aktor yang di belakangnya itu
20:40Keterlibatan daripada semua institusi itu
20:43Masuk ke situ
20:44Sehingga
20:45Polisi bisa diawasi
20:46Dan dia betul-betul objektif
20:47Segitulah kemampuan yang bisa disampaikan
20:50Pada publik
20:50Nah ini yang harus dilakukan
20:52Untuk mengungkap
20:53Siapa yang dibalik
20:55Dalam kericuan yang
20:56Pada praktiknya
20:57Sulit diungkap
20:58Tapi jadi tugas
20:59Untuk mengungkapnya
20:59Terima kasih
21:00Staf Ahli Kapolri
21:02Erjen Purnawirawan
21:02Arianto Sutadi
21:03Terima kasih Mbak Anies
21:04Anies Hidayah
21:04Ketua Komnas HAM
21:05Sudah dari Sapa Indonesia
21:07Malam
21:07Terima kasih
21:09Selamat malam
Komentar

Dianjurkan