Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan rencana pembatasan pembelian BBM jenis Pertalite bagi masyarakat kelompok desil 9 dan 10 masih dalam tahap kajian.

Bahlil mengatakan pemerintah terus mengecek data tersebut agar kebijakan subsidi tidak melenceng dari sasaran.

"Kita ingin subsidi itu harus tepat sasaran. Nah, salah satu cara untuk membuat tepat sasaran, data kita harus valid," ujar Bahlil di Gedung Nusantara I DPR, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2026).

Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM subsidi tidak akan dinaikkan hingga Desember 2026.

"BBM subsidi, khususnya subsidi itu tidak akan kita naikkan sampai dengan 2026 Desember sambil kita melihat perkembangan global," kata Bahlil.

Video Editor: Frashiva Rizaldi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/688366/bahlil-ungkap-nasib-pertalite-data-desil-jadi-kunci-penyaluran-bbm-subsidi
Transkrip
00:00Nah desilnya ini yang kita lagi mengecek terus, jangan sampai harapan kita baik,
00:06tapi ternyata dalam implementasinya karena datanya yang tidak valid,
00:09membuat sesuatu yang tidak sesuai harapan kita.
00:13Pak Bahlil!
00:14Pak Bahlil!
00:16Kenal ke dalamnya?
00:18Pak Bahlil menanya soal lifting yang naik jadi 612 ribu dong Pak, itu kayak gimana?
00:23Ya memang kita tahu bahwa proses untuk menuju ketahanan energi kita memang kita harus melakukan lifting.
00:32Di 2026 itu dalam APBN itu 610 ribu barel per day.
00:38Tapi teman-teman media kan tahu bahwa terjadi penurunan di Exxon Mobil di Cepu,
00:45yang tadinya bisa di peaknya 185 ribu barel per day, dia turun menjadi 140 ribu barel.
00:51Kemudian kita punya blok yang ada di Sumatera, itu terjadi treble listrik,
00:56sehingga kita kehilangan kurang lebih sekitar 4-5 juta barel.
01:00Nah itu kemudian membuat target terhadap lifting di 2026 itu masih belum tercapai di 610 ribu barel.
01:10Nah di 2027 kita memang ancang-ancang kita dalam nota pengantar APBN awal asumsi itu kan 605 sampai 620 ribu
01:23barel per day.
01:24Nah tadi kita sepakati menjadi 612 ribu 500 barel per day.
01:31Itu bakal ada tambahan dari sumur mana Pak?
01:33Kita memang sekarang kan di 2027 itu ada terjadi beberapa penambahan sumur,
01:39seperti Petronas yang ada di wilayah Madura.
01:42Terus ada beberapa penambahan sumur kita yang memakai teknologi EOR.
01:47Terus ada juga beberapa penambahan potensi sumur kita yang ada di Sumatera.
01:52Jadi saya pikir insya Allah doakan aja mudah-mudahan nggak ada treble di sektor listrik atau di pipa.
01:58Pipa itu kan juga bisa membuat problem ketika liftingnya naik tapi penyalurannya nggak bisa kita lakukan.
02:05Kemarin kan terjadi hambatannya di situ.
02:07Pak Pak Pak Pak, terkait pertalait kan ada prognosa, ada over quota tahun ini.
02:12Nah ini penanganan dari SDM sendiri bagaimana Pak?
02:14Kita lagi tetap menghitung potensi kelebihannya berapa.
02:19Memang kan waktu ketika terjadi kenaikan harga BBM dunia,
02:25itu ada sebagian yang RON 92 atau rakyat yang lain masuk untuk mengisi ke RON 90.
02:33Sehingga terjadi kenaikan.
02:35Tapi kenaikannya kita lagi menghitung.
02:38Tapi apapun yang terjadi, saya menyampaikan bahwa
02:40harga minyak atau harga BBM subsidi, khususnya subsidi,
02:45itu tidak akan kita naikkan.
02:47sampai dengan 2026 Desember, sambil kita melihat perkembangan global.
02:54Tetapi kalau untuk harga BBM non-subsidi,
02:57kita akan seserahkan kepada harga pasar.
03:00Apa yang terjadi dengan dinamika yang ada,
03:03itu yang akan kita lakukan penyusunan.
03:11Itu masih dieksersis.
03:14Karena apa?
03:15Kita ingin subsidi itu harus tepat sesaran.
03:18Nah salah satu cara untuk membuat tepat sesaran,
03:21data kita harus valid.
03:23Nah desilnya ini yang kita lagi mengecek terus.
03:26Jangan sampai harapan kita baik,
03:28tapi ternyata dalam implementasinya,
03:30karena datanya yang tidak valid,
03:32membuat sesuatu yang tidak sesuai harapan kita.
03:35Kalau Perpres 191-nya ada kemungkinan
03:38yang desilnya itu kan diatur di Perpres 191,
03:41ada kemungkinan revisi nggak Pak?
03:42Nanti kita cek ya.
03:44Nanti aku cek dulu.
03:45Kalau pembentukan BLU untuk Batubara Pak,
03:48BLU Energi itu Pak?
03:50Itu kemungkinan yang ada di sana?
03:51Oh itu bukan pembentukan.
03:53Itu BLU itu sudah ada.
03:56BLU di kementerian itu,
03:58di SDM itu kan kalau untuk Batubara,
04:01itu namanya Tekbira.
04:03Kalau di Migas,
04:05namanya Lemigas.
04:07Tinggal optimalisasi fungsinya saja.
04:10Tapi badannya sudah ada.
04:11Berarti nanti tugasnya PLN EPI
04:14berarti bakal dijadiin ke Tekbira?
04:15Nanti kita bicarakan.
04:17Makasih.
04:42Terima kasih, Pak.
04:45Kompas TV
04:46Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga.
Komentar

Dianjurkan