00:00Nah desilnya ini yang kita lagi mengecek terus, jangan sampai harapan kita baik,
00:06tapi ternyata dalam implementasinya karena datanya yang tidak valid,
00:09membuat sesuatu yang tidak sesuai harapan kita.
00:13Pak Bahlil!
00:14Pak Bahlil!
00:16Kenal ke dalamnya?
00:18Pak Bahlil menanya soal lifting yang naik jadi 612 ribu dong Pak, itu kayak gimana?
00:23Ya memang kita tahu bahwa proses untuk menuju ketahanan energi kita memang kita harus melakukan lifting.
00:32Di 2026 itu dalam APBN itu 610 ribu barel per day.
00:38Tapi teman-teman media kan tahu bahwa terjadi penurunan di Exxon Mobil di Cepu,
00:45yang tadinya bisa di peaknya 185 ribu barel per day, dia turun menjadi 140 ribu barel.
00:51Kemudian kita punya blok yang ada di Sumatera, itu terjadi treble listrik,
00:56sehingga kita kehilangan kurang lebih sekitar 4-5 juta barel.
01:00Nah itu kemudian membuat target terhadap lifting di 2026 itu masih belum tercapai di 610 ribu barel.
01:10Nah di 2027 kita memang ancang-ancang kita dalam nota pengantar APBN awal asumsi itu kan 605 sampai 620 ribu
01:23barel per day.
01:24Nah tadi kita sepakati menjadi 612 ribu 500 barel per day.
01:31Itu bakal ada tambahan dari sumur mana Pak?
01:33Kita memang sekarang kan di 2027 itu ada terjadi beberapa penambahan sumur,
01:39seperti Petronas yang ada di wilayah Madura.
01:42Terus ada beberapa penambahan sumur kita yang memakai teknologi EOR.
01:47Terus ada juga beberapa penambahan potensi sumur kita yang ada di Sumatera.
01:52Jadi saya pikir insya Allah doakan aja mudah-mudahan nggak ada treble di sektor listrik atau di pipa.
01:58Pipa itu kan juga bisa membuat problem ketika liftingnya naik tapi penyalurannya nggak bisa kita lakukan.
02:05Kemarin kan terjadi hambatannya di situ.
02:07Pak Pak Pak Pak, terkait pertalait kan ada prognosa, ada over quota tahun ini.
02:12Nah ini penanganan dari SDM sendiri bagaimana Pak?
02:14Kita lagi tetap menghitung potensi kelebihannya berapa.
02:19Memang kan waktu ketika terjadi kenaikan harga BBM dunia,
02:25itu ada sebagian yang RON 92 atau rakyat yang lain masuk untuk mengisi ke RON 90.
02:33Sehingga terjadi kenaikan.
02:35Tapi kenaikannya kita lagi menghitung.
02:38Tapi apapun yang terjadi, saya menyampaikan bahwa
02:40harga minyak atau harga BBM subsidi, khususnya subsidi,
02:45itu tidak akan kita naikkan.
02:47sampai dengan 2026 Desember, sambil kita melihat perkembangan global.
02:54Tetapi kalau untuk harga BBM non-subsidi,
02:57kita akan seserahkan kepada harga pasar.
03:00Apa yang terjadi dengan dinamika yang ada,
03:03itu yang akan kita lakukan penyusunan.
03:11Itu masih dieksersis.
03:14Karena apa?
03:15Kita ingin subsidi itu harus tepat sesaran.
03:18Nah salah satu cara untuk membuat tepat sesaran,
03:21data kita harus valid.
03:23Nah desilnya ini yang kita lagi mengecek terus.
03:26Jangan sampai harapan kita baik,
03:28tapi ternyata dalam implementasinya,
03:30karena datanya yang tidak valid,
03:32membuat sesuatu yang tidak sesuai harapan kita.
03:35Kalau Perpres 191-nya ada kemungkinan
03:38yang desilnya itu kan diatur di Perpres 191,
03:41ada kemungkinan revisi nggak Pak?
03:42Nanti kita cek ya.
03:44Nanti aku cek dulu.
03:45Kalau pembentukan BLU untuk Batubara Pak,
03:48BLU Energi itu Pak?
03:50Itu kemungkinan yang ada di sana?
03:51Oh itu bukan pembentukan.
03:53Itu BLU itu sudah ada.
03:56BLU di kementerian itu,
03:58di SDM itu kan kalau untuk Batubara,
04:01itu namanya Tekbira.
04:03Kalau di Migas,
04:05namanya Lemigas.
04:07Tinggal optimalisasi fungsinya saja.
04:10Tapi badannya sudah ada.
04:11Berarti nanti tugasnya PLN EPI
04:14berarti bakal dijadiin ke Tekbira?
04:15Nanti kita bicarakan.
04:17Makasih.
04:42Terima kasih, Pak.
04:45Kompas TV
04:46Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga.
Komentar