00:00Sidang kasus pembunuhan seorang notaris di Polewali, Mandar, Sulawesi, Barat pada Senin Siang diwarnai kericuhan.
00:06Keluarga kecewa karena fonis yang dijatuhkan hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa.
00:17Luapan emosi keluarga korban tak dapat ditahan lagi.
00:21Ketika terdakwa kasus pembunuhan seorang notaris memberikan gesur provokatif kepada keluarga
00:26saat memasuki ruang sidang di pengadilan negeri Polewali, Sulawesi, Barat.
00:31Suasana jelang sidang pun memanas karena keluarga korban tak terima dengan aksi terdakwa yang sengaja memancing emosi.
00:40Kemarahan keluarga pun semakin meledak.
00:43Usai hakim memberikan fonis 19 tahun penjara terhadap terdakwa.
00:48Keluarga tak terima karena fonis itu lebih rendah dari tuntutan jaksa
00:52yang sebelumnya menuntut Ahmad dihukum penjara seumur hidup.
00:56Keluarga menilai tindakan yang dilakukan Ahmad merupakan aksi pembunuhan berencana.
01:01Kami dari keluarga besar pada dasarnya menginginkan hukuman seribatnya yakni
01:06hukuman mati ataupun seumur hidup fonisnya.
01:10Mudah-mudahan pihak kejaksaan dalam hal ini banding.
01:17Karena jujur sekali lagi kami sangat kecewa dan tidak menerima hasil fonis yang diputuskan oleh pihak hakim.
01:25Pasarnya seperti dengan hasil fakta persidangan.
01:29Kami menganggap bahwa perlakuan yang dilakukan oleh Ahmad dan anaknya ini merupakan
01:35tindakan yang terencana.
01:37Kasus pembunuhan ini terjadi pada November 2025 lalu.
01:42Korban dianiaya hingga tewas oleh dua terdakwa yang merupakan tetangganya,
01:46Ahmad dan juga anaknya yang masih di bawah umur.
01:50Peristiwa ini dipicu teguran korban kepada terdakwa
01:53karena membakar sampah di belakang rumah korban.
01:56Teguran tersebut berujung cekcok hingga terjadi pembunuhan.
Komentar