- 3 jam yang lalu
- #emas
- #hargaemas
- #bankemas
JAKARTA, KOMPS.TV - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bilang, setidaknya masih ada 1.800 ton emas yang disimpan di bawah bantal masyarakat.
Sementara itu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menilai Bank Emas memiliki potensi strategis dalam mengoptimalkan kekayaan nasional. Keberadaan Bank Emas menjadi bagian dari upaya pemerintah agar komoditas emas Indonesia tidak berhenti pada aktivitas penambangan. Emas juga diharapkan dapat disimpan, diperdagangkan, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Imbal hasil atau keuntungan seperti apa yang membuat masyarakat mengalihkan emas di bawah bantal ke dalam sistem perbankan? Simak ulasan Ekonom Universitas Indonesia, Telisa Aulia, pada Rabu (26/8/2026) dalam program Kompas Bisnis.
Baca Juga Emas Ilegal Makin Marak, Guru Besar Kriminologi UI: Jangan-Jangan Sudah Ada Ekosistemnya | DIPO di https://www.kompas.tv/video/687325/emas-ilegal-makin-marak-guru-besar-kriminologi-ui-jangan-jangan-sudah-ada-ekosistemnya-dipo
#emas #hargaemas #bankemas
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/687455/full-emas-di-bawah-bantal-warga-tarik-ke-bank-ekonom-ui-ciptakan-ekonomi-baru-kompas-bisnis
Sementara itu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menilai Bank Emas memiliki potensi strategis dalam mengoptimalkan kekayaan nasional. Keberadaan Bank Emas menjadi bagian dari upaya pemerintah agar komoditas emas Indonesia tidak berhenti pada aktivitas penambangan. Emas juga diharapkan dapat disimpan, diperdagangkan, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Imbal hasil atau keuntungan seperti apa yang membuat masyarakat mengalihkan emas di bawah bantal ke dalam sistem perbankan? Simak ulasan Ekonom Universitas Indonesia, Telisa Aulia, pada Rabu (26/8/2026) dalam program Kompas Bisnis.
Baca Juga Emas Ilegal Makin Marak, Guru Besar Kriminologi UI: Jangan-Jangan Sudah Ada Ekosistemnya | DIPO di https://www.kompas.tv/video/687325/emas-ilegal-makin-marak-guru-besar-kriminologi-ui-jangan-jangan-sudah-ada-ekosistemnya-dipo
#emas #hargaemas #bankemas
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/687455/full-emas-di-bawah-bantal-warga-tarik-ke-bank-ekonom-ui-ciptakan-ekonomi-baru-kompas-bisnis
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:04Intro
00:21Sederhana Anda menyaksikan segmen Kompas Bisnis bersama saya Putri Oktaviani
00:25Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Erlangga Hartarto bilang
00:28Setidaknya masih ada 1.800 ton emas yang disimpan oleh masyarakat
00:38Emas itu setara dengan 252 miliar dolar AS atau sekitar 4.458 triliun rupiah
00:49Erlangga memiliki target bahwa emas di bawah bantal bisa berpindah ke instrumen keuangan atau bank emas
00:55Tujuannya mendorong pengembangan ekosistem bilion nasional
00:59Tidak semua emas yang beredar di masyarakat dibidik setidaknya 20% yang ada bisa beralih ke bank
01:12Pegadaian tercatat telah memiliki sekitar 153 ton emas dengan nilai kurang lebih 20 miliar dolar AS
01:22Sedangkan Bank Syariah Indonesia mengelola sekitar 20 ton emas
01:27Nilai tersebut dihitung sejak bulian bank dirismikan oleh Presiden Prabowo Subianto
01:32Jika dibandingkan dengan negara maju di dunia, emas Indonesia masih rendah
01:37Amerika punya stok emas 8.133 ton, kemudian Tiongkok 2.331
01:51Emas yang ada di bawah bantal ya Bu ya, itu ada 1.800 ton
02:00Nah kalau 1.800 ton itu nilainya juga luar biasa, 252 miliar dolar
02:11Jadi bagaimana tugasnya dari Pegadaian maupun BSI yang 252 bilion ini
02:21Mungkin 20%nya saja pindah dari ditaruh di bawah bantal
02:27Ditaruh ke instrumen keuangan ataupun instrumen perbankan di Syariah maupun Pegadaian
02:36Mulai dari pertambangan, refinery, manufaktur, lembaga jasa keuangan, produk keuangan termasuk kemarin ETF
02:44Pedagangan, industri perhiasan
02:48Industri perhiasan juga punya sentra sendiri di Jawa Timur, di Surabaya
02:53Dan juga infrastruktur pasar
02:57Hampir di semua kota besar, jalan pertama yang kita lewat, jalan yang sifatnya komersial pasar
03:04Pasti disitu ada toko emasnya
03:07Presiden Republik Indonesia Prabu Subianto menilai bank emas memiliki potensi strategis
03:12Dalam mengoptimalkan kekayaan nasional
03:14Keberadaan bank emas menjadi bagian dari upaya pemerintah
03:18Agar komunitas emas Indonesia tidak berhenti pada aktivitas penambangan
03:22Emas juga diharapkan dapat disimpan, diperdagangkan, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional
03:30Kita juga telah membangun bank emas Indonesia
03:35Kita ingin emas Indonesia tidak hanya ditambang di negeri ini
03:39Tapi disimpan, diperdagangkan, dan diberi nilai tambah di negeri orang lain
03:45Hari ini dengan adanya bank emas yang baru beroperasi satu tahun
03:54Bank emas kita di Pegadaian dan di Bank Syariah Indonesia
03:58Sudah mengelola 153 ton emas
04:04Dengan nilai sekitar 360 triliun rupiah
04:08Atau sekitar 20 miliar dolar Amerika Serikat
04:13Kekayaan Indonesia harus memperkuat tabungan, pembiayaan, dan perekonomian Indonesia
04:21Seberapa besar potensi bank bilion terhadap perekonomian Indonesia
04:25Imbal hasil atau keuntungan seperti apa
04:27Yang membuat masyarakat mengalihkan emas di bawah bantal ke dalam sistem perbankan
04:31Kompas Pisnis akan tanya ke Prof. Telisa Aulia Valianti
04:35Ekonom sekaligus guru besar Universitas Indonesia
04:38Selamat pagi Prof. Telisa
04:40Selamat pagi Mbak Oktah dan Pemirsa Kompas TV
04:43Prof. Telisa sebetulnya cara kerjanya bank bilion ini seperti apa sih?
04:50Jadi sebenarnya kan sudah disampaikan ya tadi oleh Pak Menko
04:53Bahwa di bawah bantal dengan masuk ekosistem bilion
04:57Jadi ketika di bawah bantal dia kan tidak beredar
05:00Sama dengan uang kas ya ketika kita uang tunai kita simpan di berangkas atau di ini
05:04Dia tidak beredar tidak bisa dipinjamkan
05:07Tapi kalau kita menabung di bank itu kan kemudian bisa diputar
05:10Nah itu konsepnya sama dengan di bank emas juga
05:12Jadi ketika emas itu ditaruh di berangkas atau di bawah bantal
05:17Itu tadi dia tidak akan berputar di dalam sistem keuangan
05:20Nah ketika bank ini masuk di dalam sistem keuangan
05:24Nanti ada gold lending dan sebagainya
05:26Nah itu akan sangat baik sekali seperti itu
05:29Nah itu akan menciptakan nilai kepada jasa keuangan itu sendiri
05:32Karena bisa dikreditkan kemudian bisa dari hulu sampai hilirnya
05:36Bisa menciptakan kegiatan-kegiatan ekonomi baru seperti itu
05:39Nah itu yang kenapa kalau dia masuk ke dalam ekosistem bilion bank
05:44Itu dia bisa menciptakan nilai tambah gitu
05:47Mulai dari hulu sampai hilir termasuk dari jasa keuangan
05:50Karena disitu bisa diciptakan produk-produk keuangan yang berbasiskan kepada emas
05:54Seperti contohnya kemarin ada ETF emas
05:57Nah itu kan ada pasar ETF untuk emas jadi berkembang
06:01Itu adalah pasar derivatif untuk emas
06:03Nah itu jadi ada nilai tambah
06:04Nah kalau dia di bawah bantal dia kan tidak bisa di ETF-kan
06:07Kemudian tidak bisa juga dipinjamkan dalam bentuk gold bar atau apa yang membutuhkan
06:13Kan kalau perbankan kan kita ada deposito, ada kredit
06:18Nah kredit itu kan sumbernya dari deposito dari dana pihak ketiga
06:22Nah ini juga begitu
06:23Pelaku-pelaku industri perhiasan nanti bisa meminjam gold bar itu
06:28Untuk bahan baku dalam pembuatan emas perhiasan seperti itu
06:32Nah itu jadi disitu ada tercipta nilai tambah seperti itu
06:35Jadi makanya dan itu kemudian nanti akan menyerap lapangan kerja seperti itu
06:39Karena selama ini industri-industri perhiasan kita itu banyak minjem gold barnya itu dari Singapura
06:46Atau dari Hongkong, bank emas di Singapura dan di Hongkong
06:48Nah itu kan yang dapat nilai tambahnya berarti yang Singapura sama Hongkong gitu
06:52Nah Indonesia hanya dapat dari nilai ekspor bahan mentah seperti itu
06:56Nah oleh karena itu ini ingin kita kembangkan ekosistem ini agar gold lending dan gold saving ini
07:02Bisa berjalan secara simultan dan menciptakan nilai tambah tadi seperti itu
07:05Oke bisa menciptakan nilai tambah artinya bisa diputar di dalam negeri
07:10Nah kalau dari kacamata makroekonomi Prof. Telisa mekanisme bank bulian tadi mengubah status emas masyarakat yang pasif
07:17Itu tadi alias idle asset menjadi aset produktif seperti kredit
07:20Ini gimana untuk mempertahankan value-nya terutama?
07:24Ya benar sekali jadi ini kita harus bagaimana menjadi produktif ya
07:29Tapi masyarakat kan ada kekhawatiran ya jadi sebetulnya kalau dijelaskan mekanisme ekosistem ini
07:35Kan tadi target pemerintah 20% dari yang dibawa bantal itu bisa masuk ke dalam ekosistem
07:40Karena kan kita masih kekurangan nih dari sisi suplai emas yang untuk masuk ke dalam ekosistem ini
07:45Nah itu kan pasti butuh kepercayaan masyarakat
07:48Jadi masyarakat juga gak pengen misalkan sama aja kayak kita nabung di bank
07:51Kita gak pengen kan uang kita gak kembali seperti itu
07:54Nanti pada saat kita membutuhkan kita ingin uang kita kembali
07:57Nah salah satu kuncinya adalah memastikan ada jaminan bahwa ketika kita menyimpan di dalam ekosistem
08:02Sewaktu-waktu kita membutuhkan sama dengan sewaktu-waktu kita menarik kas di perbankan
08:06Saat kita membutuhkan itu ada
08:08Nah bagaimana memastikan bahwa saat kita membutuhkan itu nanti dia tetap tersedia
08:13Nah itulah yang namanya risk mitigation
08:15Nah makanya kebetulan saya terlibat dalam tim kajian untuk persiapannya dulu
08:20Membantu Kemenpo juga dan Kemenq ya
08:22Itu apa tuh namanya disitu tuh sudah disiapkan risk mitigation
08:27Jadi mitigasi resiko agar ketika masyarakat nanti membutuhkan kembali emas-emasnya itu
08:33Itu terjamin ada
08:35Nah makanya nanti di dalam ekosistem itu ada semacam lembaga penjamin simpanannya
08:40Kemudian ada resiko kredit, resiko operasional, resiko likuiditas itu semua sudah dipertimbangkan
08:46Sudah dipersiapkan bagaimana ekosistemnya
08:48Oleh karena itu kenapa yang baru muncul ini baru dua kan
08:52Dua lembaga yang diberikan perizinan yaitu BSI dan Pegadaian kalau tidak salah itu
08:57Nah itu dua lembaga dulu karena apa pilot
08:59Nanti ke depannya yang lembaga-lembaga yang memperoleh perizinan dari OJK itu bisa mendaftar jadi bank mas
09:05Tapi ini kita pilot dulu supaya tadi bisa tahu bagaimana resiko-resikonya seperti itu
09:10Jadi intinya supaya itu bisa masuk dan menciptakan nilai tambah ada kepercayaan dari masyarakat dulu untuk menarik itu gitu
09:17Nah mereka bisa menyimpan ya menyimpan di bank emas itu
09:21Nah nanti ada jaminan bahwa simpanannya itu suatu saat bisa kembali
09:26Nah itu sistem yang harus diciptakan seperti itu agar masyarakat percaya
09:30Oke mempersiapkan bagaimana ekosistem termasuk juga dari segi keamanan dan juga ya kalau misalnya waktu-waktu mau ditarik ada gitu
09:36barangnya
09:37Nah potensi emas masyarakat di bawah bantal ini kan Prof. Talisa pemerintah memperkirakan mencapai 1.800 ton di bawahnya Amerika
09:43Serikat dan juga Tiongkok
09:45Skema kalau tadi bagaimana mengamankan tapi insentif keuangan atau imbal hasil seperti apa yang realistis untuk menarik emas under the
09:52mattress ini masuk ke sistem perbankan resmi itu tadi
09:56Nah benar sekali makanya ada bunga jadi sama dengan kita menyimpan deposito ketika kita menyimpan deposito di bank dalam bentuk
10:03cash dalam bentuk uang itu kita dapat bunga
10:06Nah ini pun demikian jadi di dalam sistem ekosistem sudah disiapkan kalau kita melakukan gold deposit itu kita akan dapat
10:12bunga
10:12Nah jadi bunga ini adalah salah satu insentif masyarakat mau menaruh dan kemudian juga dari sisi apa ya bisa ada
10:22halting penyimpanan
10:24Nah selama ini kalau kita nyimpan di safe deposit ada biayaan nah justru tapi kita nggak dapat return kita naruh
10:30di deposit kan nggak dapat return
10:32Nah dengan sistem ekosistem ini justru kalau kita menyimpan kita dapat bunga plus kita nggak harus bayar vaultingnya
10:39Karena kan kalau sudah sekian ton itu kan kita nggak mungkin ya naruh di berangkas rumah sendiri kayak gitu udah
10:44sekian ribu kilogram dan seterusnya
10:46Nah dengan fasilitas ini masyarakat bisa merasa tenang tidak was-was lagi karena kan kalau nyimpan di rumah kan kadang
10:53kita was-was ya ada pencurian dan sebagainya
10:55Nah kalau ini kan lebih aman gitu disimpan di vaulting yang dengan pengamanan yang luar biasa seperti beberapa lembaga bulian
11:02yang ditunjuk oleh pemerintah ini
11:03Itu sedang mengembangkan tuh vaulting jadi masyarakat Indonesia bisa tenang dalam menaruh emasnya karena vaultingnya pakai sistem keamanan yang berlapis
11:12ya
11:12Dari macem-macem dari kebakaran dari pencurian dari banjir dan seterusnya jadi itu sudah dipersiapkan vaultingnya penyimpanan
11:19Nah selama ini banyak orang-orang kayak kita vault people kita tuh naruh vaultingnya itu di Singapura
11:25Nah itu dan itu berbayar
11:27Nah dengan sistem ini kita nggak perlu bayar vaultingnya tapi malah kita dapat bunga
11:31Nah itu adalah insentif orang untuk masuk di dalam ekosistem bulian ini
11:35Oke Prof tadi kan juga sempat disinggung kalau misalnya dengan adanya bulian bank ini ya ada semacam LPSnya gitu
11:41Kemudian juga ada risk mitigation yang disiapkan
11:44Nah tapi kalau balik lagi kalau misalnya ada resiko likuiditas atau sistemik kalau misalnya nih Prof terjadi lonjakan pernaikan fisik
11:51emas oleh masyarakat saat kondisi ekonomi tidak stabil
11:53Ini gimana cara menjaganya atau cara apa ya supaya bisa tetap aman masyarakat tetap percaya tapi di satu sisi ya
12:01barangnya ada gitu
12:03Betul makanya itu butuh prudential regulation ada indikator-indikator sama dengan perbankan
12:08Di perbankan ada loan to deposit ratio, ada loan to value, ada indikator-indikator likuiditas misalkan harus terpenuhi liquidity coverage
12:18ratio
12:18Nah rasio-rasio ini sudah disiapkan waktu itu di dalam kajian sudah cukup lengkap
12:22Waktu itu kajian kita cukup lama 3 tahun untuk menyiapkan
12:253 tahun bahkan sampai sekarang masih terus berkembang
12:28Nah termasuk indikator dan di dalam best practice international juga sudah ada
12:32Jadi misalkan berapa persen sih maksimum emas yang dipinjamkan jadi itu seperti loan to deposit
12:37Jadi dari simpanan masyarakat berapa persen yang bisa maksimal di kreditkan
12:42Misalkan gak boleh lebih dari 70%
12:44Nah kalau di aturan OJK itu sudah disiapkan di POJKnya itu adalah misalkan kalau tidak salah sekitar 60% gitu
12:51Jadi di tahap awal bullion bank ini yang bisa dipinjamkan dari total simpanan itu 60%
12:56Supaya gak semuanya gitu supaya memastikan bahwa ketika ada kredit macet dan lain sebagainya itu tetap terjaga
13:03Nah terus kemudian dari sisi likuiditasnya itu ada ukuran-ukuran juga diciptakan ukuran likuiditas emas ini
13:09Nah nanti ada ukuran makanya diciptakan hedging derivatif produk seperti ETF itu juga adalah untuk menjaga likuiditasnya
13:15Kemudian ada sistem lender of the last resort tadi ada LPS-nya
13:19Nah apakah ini nanti oleh LPS atau lembaga lain itu sebenarnya memang di dalam best practice harus ada semacam LPS
13:25-nya
13:26Nah tapi ini belum tentu ya oleh LPS apakah mau menerima emas sebagai salah satu yang di cover gitu
13:31Nah kalau di dalam ekosistem yang waktu itu kita design itu LPS-nya itu bisa lembang Indonesia bersama dengan misalkan
13:39BPKH
13:40Misalkan dengan karena apa BPKH itu salah satu yang punya emas juga atau SYF kalau di luar negeri benchmarkingnya itu
13:47SYF
13:48Nah kalau di Malaysia dana haji karena mereka tuh dana haji ini banyak menyimpan dalam bentuk emas
13:52Si uang dari nasabah itu banyak disimpan dalam bentuk emas
13:56Nah itu jadi lembaga-lembaga keuangan besar yang punya emas yang punya portfolio emas itu kita arahkan nanti
14:03Di dalam ekosistem itu bergabung menjadi lender of the last resort
14:07Jadi sistem penjamin simpan yang menjamin supply emas itu kan berarti yang punya emas
14:12Yang punya emas itu siapa aja lembaga-lembaga besarnya
14:14Bisa Bank Indonesia tadi bisa BPKH atau kemudian bisa juga SYF
14:19Dalam hal ini dana antara ke depan juga seperti itu
14:21Kalau di luar negeri ya tapi kan ini belum di Indonesia
14:24Nah tapi di luar negeri perspektifnya ada SYF
14:26SYF yang punya banyak emas itu jadi penjamin simpanan juga
14:30Oke baik kami tangkap artinya memang tidak hanya soal bagaimana ada lembaga penjamin
14:34Tapi juga ada batasan tadi soal bagaimana bisa dipinjamkan dan lain sebagian
14:37Ya Prof nanti kita lanjutkan kembali dan saudara tetap bersama kami di Kompas Bisnis
15:11Saudara Kompas Bisnis kembali untuk Anda dan kita akan lanjutkan perbincangan
15:14Bersama dengan ekonom sekaligus guru besar Universitas Indonesia Prof. Telisa Alia Falianti Prof
15:19Kita lanjutkan kembali tadi kalau berbicara soal bagaimana angka yang dikejar 20% dari 1800 ton
15:26Kalau dibandingkan negara tetangga seperti Singapura atau negara BRICS yang gencar menumpuk cadangan emas resmi
15:31Ini ya bisa dikatakan masih agak rendah nih
15:33Mengapa cadangan emas Bank Indonesia relatif tertinggal dan apa dampaknya terhadap stabilitas rupiah Prof?
15:40Ya waktu ini ini juga bagian dari yang kita diskusikan ya dalam persiapan ekosistem ini
15:44Jadi ini sebetulnya berdasarkan sejarah sih
15:47Jadi kenapa negara-negara itu tinggi?
15:50Karena mereka dulu di dalam sistem keuangan internasional tuh ada namanya gold system ya
15:54Makanya Inggris, Amerika, Jerman itu punya cadangan emas yang sangat tinggi
15:59Karena dulu transaksi internasional tuh kan banyak menggunakan emas
16:03Jadi secara historis mereka banyak menggunakan emas
16:05Nah kalau di Indonesia emas ini memang belum seberkembang di negara-negara tersebut ya karena histori
16:10Dan kemudian kalau kita lihat beberapa survei yang dilakukan kepada Central Bank juga
16:16Ya Central Bank masih menganggap emas itu masih mahal penanganannya
16:20Jadi karena ekonomi of scale jadi kan kalau belum banyak itu penanganannya memang seperti budangnya dan lain sebagainya itu
16:27Dan melihat itu resikonya itu masih cukup tinggi gitu
16:31Ya karena pasar ininya belum berkembang pasar derivatifnya
16:34Nah sedangkan di berbagai negara itu pasar derivatifnya sudah sangat berkembang sebagai hedging tadi ya
16:40Jadi pasar ETFnya sudah berkembang, manajemen resikonya juga sudah berkembang
16:44Karena di kita itu belum terlalu berkembang makanya mungkin Bank Central tuh cenderung konvensional konservatif
16:51Jadi tidak mau terlalu banyak menumpuk cadangan emas tersebut seperti itu
16:55Nah ini sejak adanya geopolitik dan pandemi ya
16:58Kita tahu beberapa negara tuh disangsi SWIFTnya
17:01Seperti China, Rusia itu banyak, maksudnya Rusia sih terutama yang banyak disangsi
17:06Dan China sendiri lebih banyak ingin mengurangi ketergantungan terhadap dolar
17:09Dan lebih banyak menggunakan emas dalam transaksi internasional
17:12Nah sejak itu mereka memborong banget negara-negara BRICS itu banyak sekali memborong emas
17:18Karena emas ini bisa digunakan dalam perdagangan internasional
17:21Karena sekarang itu ya dolar karena dolar sendiri rubi itu usah dapetnya ya
17:25Dengan kondisi geopolitik dan fragmentasi perang dagang Amerika-Cina dan perang teknologi
17:29Nah akhirnya mata uang ini ada gerakan didolarisasi
17:33Nah emas jadi makin booming gitu seperti itu
17:36Nah saya nggak tahu ya apakah nanti bisa dikonfirmasi sih ke Bank Central
17:39Apakah Bank Central di Indonesia akan lebih juga meningkatkan pembeliannya
17:43Karena memang kalau yang lain sudah meningkatkan
17:45Nah memang setahun dua tahun terakhir ini memang ada peningkatan itu cadangan gitu
17:49Karena memang relatif lebih serta dalam memanagenya seperti itu
17:52Karena kita belum berkembang ekosistemnya seperti itu
17:54Oke nah kalau gitu kalau secara historis memang masih bisa dikatakan kalah gitu
17:58Bisa nggak kita mengejar itu dan apa kuncinya?
18:00Kemudian sejauh mana keberadaan Bank Belian ini dapat membantu negara memperkuat cadangan devisa
18:04Berbasis emas itu tadi tapi tanpa perlu membebankan APBN secara langsung
18:09Betul kita tentu ingin mengurangi ketergantungan kita kepada APBN
18:13Justru harapannya dengan adanya Bank emas ini nanti bisa menciptakan kan tadi nilai tambah
18:18Kalau nilai tambah nanti ke pajak juga malah meningkat
18:21Jadi harapannya meningkatkan penerimaan negara
18:23Terus yang kedua menghemat devisa
18:25Jadi karena kita banyak impor tadi dari Bank Belian Singapura ya
18:29Untuk kepentingan bahan baku industri ataupun industri perhiasan di Indonesia
18:33Karena kita banyak impor itu bisa mengurangi impor gitu
18:36Sama dengan kita kasus B50
18:38Mengurangi ketergantungan pada diesel
18:40Nah ini juga sama
18:41Mengurangi ketergantungan pada impor emas batangan
18:43Nah kalau kita impor emas batangan itu
18:46Nah itu salah satu benefit bulian bank memang menambah cadangan devisa negara gitu
18:50Jadi untuk bank sentral sendiri lebih aman ke rupiahnya dan lain sebagainya
18:54Mengurangi kita ketergantungan terhadap dolar
18:56Nanti kalau ekosistem emas ini sudah semakin terbentuk
18:59Emas sebagai alat transaksi internasional itu juga bisa dikembangkan
19:03Nah itu jadi memang harus diciptakan ekosistem yang agar membuat ini menjadi efisien
19:10Cost of managingnya dari emas itu semakin rendah
19:13Kalau ekosistem ini sudah banyak berkembang
19:16Sehingga kepemilikan emas itu tidak membebani baik bank sentral ataupun kepada APBN
19:21Seperti itu sih makanya harus diciptakan ekosistem ini
19:24Nah makanya juga untuk masyarakat kita sendiri dengan nanti melakukan gold saving
19:29Menaruh yang tadinya di bawah bantal itu bisa ke dalam ekosistem
19:33Itu juga salah satu kontribusi untuk menambah devisa dan nanti meningkatkan nilai tambah
19:38Seperti itu sih
19:38Jadi nanti bank sentral juga akan semakin meningkatkan resursinya seharusnya
19:42Jadi emas menjadi lebih kompetitif sebagai portfolio pilihan aset dari bank sentral
19:47Nanti ke depannya seperti itu
19:48Oke ini menjadi kunci ya
19:49Dan makanya makin stabil juga ya emasnya juga makin stabil ya dari sisi harga acuan domestiknya ya
19:55Baik tentu ini menjadi kunci bagaimana tadi berkali-kali dikatakan soal bagaimana ekosistemnya aman
20:24Kasus tungsten itu ya yang berapa kilo di China ditemukan waktu itu impor dari China
20:29Nah itu memang harus jadi pemerintah pun harus ada jaminan terkait dengan keaslian emas gitu
20:33Oke balik lagi itu juga bergantung pada bagaimana nanti bisa berdapat pada bagaimana trust dari masyarakat
20:38Terima kasih ekonom sekaligus Grup Besar Universitas Indonesia
20:41Prof. Telisa Aulio Valianti sudah bersama di Kompas Bitnya Sehat Selalu Prof
20:45Ya terima kasih
20:46Terima kasih
Komentar