Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 10 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Kader Partai Gerindra sekaligus Anggota DPRD Kota Semarang, Herlambang Prabowo, meminta Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menegur Budi Arie Setiadi terkait pernyataannya soal percepatan pemilu 2029.

Herlambang menilai pernyataan tersebut tidak pantas disampaikan Budi Arie, terlebih ketika mantan Menteri Koperasi dan UKM itu berada dalam satu acara dengan Jokowi.

Menurutnya, kehadiran Jokowi dalam acara tersebut membuat pernyataan Budi Arie semakin berpotensi menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

"Saya rasa saya mohon untuk Pak Jokowi juga segera menegur, kepada Budi Arie sebagai orang Jawa, tidak pantaslah ngomong seperti itu," kata Herlambang.

Ia juga menyoroti sikap Jokowi yang disebut hanya diam ketika pernyataan tersebut disampaikan.

Menurut Herlambang, sikap diam itu dikhawatirkan membuat pernyataan Budi Arie berkembang menjadi isu liar di masyarakat.

"Kalau dibiarkan diam akan menjadi liar di masyarakat, digoreng ke sana kemari, yang tentunya akan membuat keadaan pemerintahan yang tidak baik," ujarnya.

Herlambang juga meminta Budi Arie meluruskan pernyataannya.

Jika memang merasa keliru, ia meminta Budi Arie menyampaikan permintaan maaf kepada kader Gerindra.

"Kalau Anda memang merasa bersalah, ya minta maaflah, karena Anda sudah menyakiti seluruh kader Gerindra. Tapi kalau Anda merasa benar, luruskan omongan Anda," tegasnya.

Video Editor: Vila

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/687412/gerindra-soroti-budi-arie-soal-pemilu-2029-jokowi-diminta-beri-teguran
Transkrip
00:00Saya rasa, saya mohon untuk Pak Jokowi juga segera menegur nih, untuk matur kepada Budi Ari sebagai orang Jawa,
00:09enggak pantas lah ngomong seperti itu.
00:12Ya, saya sebagai Kadul Gerindra, dengan ini sangat kecewa.
00:19Artinya kita berpikir bahwa di saat pemerintahan kita, Bapak Prabowo Subianto dengan jajarannya mencoba untuk memberikan pelayanan terbaik pada rakyat
00:34Indonesia
00:34dengan pembangunan-pembangunan di segala bidang, dengan adanya sekolah rakyat, dengan adanya nutrisi buat warga, MPG, dan lain-lain
00:46yang memang tentunya ini masih menjadi fokus dari pemerintahan kita.
00:51Tapi ada satu pernyataan yang menurut saya bisa menimbulkan efek sosial luar biasa dari seorang Budi Ari
01:02yang menyatakan bahwa pemerintahan ini tidak sampai 2029, kami semua Kadul Gerindra merasa kecewa.
01:11Karena apa? Pernyataan tokoh publik seperti itu merupakan pernyataan yang tidak benar dan tidak bagus menurut saya.
01:21Ada semacam tanda kutip provokatif di situ, bahwa seakan-akan membuat masyarakat merasa bahwa
01:29ini pemerintahan sedang dalam suasana yang cukup membahayakan,
01:33karena tidak akan pernah selesai sampai 2029.
01:37Dan itu dikatakan di sebelahnya mantan presiden, Pak Jokowi, yang dengan diam dan hanya diam melihat pernyataan itu.
01:48Menurut saya ini menjadi semakin terbuka dan menjadi semakin liar,
01:54manakala hal-hal itu tidak disikapi oleh seluruh elemen bangsa, termasuk kader Gerindra sendiri,
02:02yang fokus pada pembangunan yang sedang dilakukan oleh presiden kita, Bapak Prabowo Esbianto.
02:10Hanya pernyataan seperti itu kan menjadi sangat provokatif dan berbanding terbalik
02:17ketika kita melihat apa yang seharusnya diberikan oleh pemerintah untuk rakyat Indonesia.
02:23Dan itu sedang dipenuhi dengan tata kelola yang sedang diperbaiki.
02:28Sekali lagi, kami menghimbau kepada seluruh rakyat Indonesia, masyarakat yang ada di kota-kota.
02:37Coba dilihat berbagai pernyataan yang timbul belakangan ini.
02:41Apakah itu bersifat provokatif?
02:44Mencoba untuk mengadu devidetimbera?
02:48Mencoba untuk melakukan hal-hal yang tidak baik?
02:51Nah, itu perlu disikapi dengan benar dan dewasa.
02:55Karena menurut saya, Budiari juga bukan tokoh sekelas ketua RT atau ketua RW.
03:01Dia bicara mestinya sudah paham bahwa ada implikasi yang terjadi di situ.
03:07Tapi faktanya, dia bicara seperti ini.
03:11Nah, saya merasa bingung nih.
03:13Apakah seorang Budiari ini halusinasi kekuasaan, halus secara politik, halus secara kekuasaan?
03:21Karena dia sepertinya tidak ingat bahwa Gibran adalah bagian dari pemerintah sekarang yang ada.
03:28Atau mungkin dalam tanda kutip, kalau Pak Prabowo jatuh, siapa yang naik secara konstitusional?
03:36Itu merupakan sesuatu yang sangat berbahaya.
03:41Dan kami, sekali lagi, sebagai kader Gerindra, tentunya tidak akan tinggal dia.
03:47Kalau hanya berbicara siap, siap, siap, siap.
03:50Kami lebih siap mengawal Bapak Prabowo Subianto.
03:53Kami tekankan itu.
03:54Jadi, sekali lagi, kami kecewa, kami merasa pernyataan itu tidak pas, apalagi ada di samping Presiden ke-7 Republik Indonesia.
04:06Ini menurut saya sangat tidak benar dan tidak bagus dilontarkan oleh seorang tokoh semacam Budiari.
04:15Yang kita semua tahu, di pemerintah-pemerintahan sebelumnya kita juga paham situasionalnya yang ada.
04:23Dan seorang Budiari kita juga paham bagaimana dan seperti apa.
04:28Sehingga tidak pantas dia ngomong seperti itu.
04:31Saya jadi berpikir nih, bukan saya bicara atas nama orangnya begitu loh.
04:37Tapi ini pemikiran yang merupakan insting atau sinting sebetulnya ngomong seperti itu.
04:44Karena menurut saya Gibran adalah bagian dari pemerintahan ini.
04:47Saya rasa, saya mohon untuk Pak Sokowi juga segera menegur nih.
04:53Untuk matur kepada Budiari sebagai orang Jawa.
04:57Tidak pantas lah ngomong seperti itu.
04:58Karena kata-kata provokatif seperti ini.
05:01Kalau dibiarkan dia akan menjadi liar di masyarakat.
05:05Dikoreng ke sana kemari.
05:07Yang tentunya akan membuat keadaan pemerintahan yang tidak baik.
05:14Gitu mas.
05:16Pak, ada tentukan pasti nggak Pak Budiari?
05:19Mungkin untuk minta maaf atau seperti apa gitu?
05:21Ya kalau saya secara pribadi saya menyampaikan Anda yang berkata ya Anda harus meluruskan perkataan Anda.
05:27Kalau Anda memang merasa bersalah ya minta maaf lah.
05:31Karena Anda sudah menyakiti seluruh kader Gerindra.
05:34Anda menyakiti seluruh kader Gerindra.
05:37Dan Anda wajib meminta maaf.
05:38Tapi kalau Anda merasa benar, luruskan omongan Anda.
05:41Seperti apa sebetulnya yang Anda akan sampaikan di tengah-tengah kata yang Anda ucapkan.
05:47Kan seperti itu Pak?
05:48Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan