- 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Prabowo membahas evaluasi kebijakan pembatasan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun.
Pemerintah mencatat sekitar 5 juta akun anak telah dinonaktifkan dan terus mengevaluasi dampaknya terhadap anak, orang tua, serta remaja.
Pemerintah juga menegaskan perlindungan anak harus tetap berjalan tanpa menutup akses mereka terhadap teknologi, perangkat pembelajaran, dan kecerdasan buatan (AI).
Baca Juga Bantu Trauma Healing! Wapres Gibran Ajak Mahasiswa UI Tinjau Korban Bencana Gempa NTT di https://www.kompas.tv/video/686542/bantu-trauma-healing-wapres-gibran-ajak-mahasiswa-ui-tinjau-korban-bencana-gempa-ntt
Dalam dialog ini, Angga Prabowo turut membahas kepatuhan Meta dan Google, potensi sanksi bagi platform digital yang tidak memenuhi aturan, hingga promosi produk vape di YouTube.
Pembahasan juga mencakup ambisi Indonesia membangun Sovereign AI, ketergantungan terhadap GPU dan teknologi Nvidia, peluang kerja sama teknologi dengan berbagai negara, serta target ekonomi digital Indonesia mencapai sekitar US$360 miliar pada 2030.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Joshua
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/686548/full-wamenkomdigi-angga-prabowo-soal-5-juta-akun-anak-dinonaktifkan-bahas-ai-sanksi-platform
Pemerintah mencatat sekitar 5 juta akun anak telah dinonaktifkan dan terus mengevaluasi dampaknya terhadap anak, orang tua, serta remaja.
Pemerintah juga menegaskan perlindungan anak harus tetap berjalan tanpa menutup akses mereka terhadap teknologi, perangkat pembelajaran, dan kecerdasan buatan (AI).
Baca Juga Bantu Trauma Healing! Wapres Gibran Ajak Mahasiswa UI Tinjau Korban Bencana Gempa NTT di https://www.kompas.tv/video/686542/bantu-trauma-healing-wapres-gibran-ajak-mahasiswa-ui-tinjau-korban-bencana-gempa-ntt
Dalam dialog ini, Angga Prabowo turut membahas kepatuhan Meta dan Google, potensi sanksi bagi platform digital yang tidak memenuhi aturan, hingga promosi produk vape di YouTube.
Pembahasan juga mencakup ambisi Indonesia membangun Sovereign AI, ketergantungan terhadap GPU dan teknologi Nvidia, peluang kerja sama teknologi dengan berbagai negara, serta target ekonomi digital Indonesia mencapai sekitar US$360 miliar pada 2030.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Joshua
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/686548/full-wamenkomdigi-angga-prabowo-soal-5-juta-akun-anak-dinonaktifkan-bahas-ai-sanksi-platform
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Kita tidak membatasi mereka untuk mengakses teknologinya,
00:03tapi bagaimana platform menyediakan fitur-fitur yang sesuai dengan usia anak itu.
00:10Jadi, sekali lagi saya ingin tegaskan,
00:13orang kadang-kadang mengira bahwa,
00:16oh anak usia 15 tahun nggak boleh menggunakan handphone, bukan itu.
00:22Mas Angga Raka Prabowo, terima kasih banyak untuk waktunya bersama Arti International untuk hari ini.
00:27Terima kasih Arti, Mas Indra, dan kawan-kawan.
00:30Nah, untuk Indonesia sendiri sudah melakukan, melaksanakan pembatasan
00:35atau menerapkan pembatasan untuk beberapa sosial media,
00:39beberapa platform untuk anak-anak di bawah usia 16 tahun.
00:44Nah, sejak selama berjalan ini, apa hasil yang telah dicapai?
00:48Dan apa yang diharapkan ke depannya?
00:50Betul, itu mengacu pada peraturan pemerintah nomor 17 tahun 2025
00:56yang di waktu itu langsung Bapak Presiden yang sampaikan.
01:00Kemudian, implementasinya dimulai di tanggal 28 Maret 2026 yang lalu.
01:08Kita kenal sebagai PP Tunas, tunggu anak siap.
01:12Peraturan ini bukan melarang anak untuk mengakses teknologi.
01:18Tapi kita membatasi platform yang beroperasi di negara kita
01:25agar comply dengan aturan-aturan yang negara buat.
01:29Tujuannya apa?
01:30Tujuannya kita satu, kita ingin melindungi anak-anak kita
01:33dari dampak negatif dari teknologi,
01:37dampak negatif dari social media,
01:39dampak negatif dari platform-platform itu sendiri.
01:41Artinya, seperti namanya yang kita kenal,
01:44tunggu anak siap, sesuai dengan usianya.
01:46Makanya, 16 tahun ke bawah.
01:49Apa yang sudah kita capai?
01:52Alhamdulillah, hari ini platform yang beroperasi di Indonesia
01:57harus dan wajib mengikuti aturan yang kita buat.
02:03Kemudian, dukungan dan dampaknya sangat positif,
02:05terutama dari para orang tua,
02:08bahwa orang tua ingin juga anak-anaknya tidak larut begitu ya
02:14di dalam sebuah platform, terutama di social media.
02:18Dan kemudian, di dalam peraturan ini ada beberapa klasifikasi,
02:21yaitu platform beresiko tinggi, beresiko sedang, dan beresiko rendah.
02:26Nah, itu yang dilakukan.
02:28Kita memberikan satu semacam sekian item
02:32yang platform harus self-assessment terhadap list yang kita berikan.
02:39Nah, tadi ada tanggapannya positif dari orang tua.
02:42Apakah ada contoh kira-kira tanggapannya seperti apa?
02:44Dan kalau dari anak-anak sendiri, apakah ada tanggapannya seperti apa?
02:48Iya, oke.
02:49Benar sekali, Mas Indra.
02:51Jadi, ini pengalaman pribadi saya sendiri ya.
02:54Yang pertama, terhadap orang tua.
02:57Tanggal 28 Maret kita implementasi itu kurang lebih masih masuk di,
03:04apa namanya, setelah kita idul fitri waktu itu, Mas.
03:08Jadi, waktu itu saya sebagai Women Komdigi lagi keliling ke pelabuhan
03:12untuk mengecek, sebenarnya mengecek arus balik mudik.
03:16Nah, ketemu keluarga, ketemu orang tua,
03:18saya sampaikan bahwa per tanggal 28 Maret kemarin
03:22sudah berlaku peraturan ini,
03:25bahwa anak-anak di bawah 16 tahun
03:28tidak boleh lagi katakanlah bermain social media
03:31atau memiliki akun social media
03:34yang tidak sesuai dengan usianya
03:36atau tidak sesuai dengan aturannya.
03:38Orang tua sangat positif.
03:40Orang tua seperti, bagaimana ya,
03:42orang tua, terutama ibu-ibu nih,
03:45mereka bilang,
03:45waduh, saya setuju, Pak,
03:47bahwa aturan ini melindungi anak saya
03:49biar nggak main handphone terus.
03:51Tapi juga kami menyampaikan bahwa
03:54peraturan yang dibuat pemerintah ini
03:56bukan berarti anak-anak tidak boleh mengakses teknologi.
03:59Artinya kalau itu untuk edukasi,
04:01untuk pendidikan,
04:04untuk kebutuhan-kebutuhan yang sesuai
04:06dengan usia anak tersebut, silahkan.
04:08Bahkan di dalam peraturan ini kan juga
04:11menggugah atau mengajak orang tua
04:13melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya.
04:15Jadi, yes, kita ada teknologi,
04:19kemajuan teknologi,
04:20tapi bukan berarti kan take it for granted
04:21sebagai orang tua main kasih teknologi aja,
04:24main kasih gadget aja,
04:25seperti itu kepada anaknya.
04:26Kemudian kita tidak melakukan pengawasan.
04:29Terus kemudian dari anak-anak,
04:31ini yang ya boleh dibilang
04:36bukan pro dan kontra,
04:38tapi artinya ada,
04:39ya kami nggak bisa begini lagi dong,
04:41kami nggak bisa TikTokan.
04:42Saya bilang,
04:42kalau kamu seorang content creator,
04:44silahkan, berapa usia kamu,
04:47silahkan baca aturannya,
04:50ajak orang tua kamu.
04:51Jadi, pakai akun orang tuanya,
04:53didampingi orang tuanya,
04:54silahkan, katakanlah anak ini
04:56seorang content creator
04:57atau seorang sudah,
05:00ya artinya content creator lah,
05:02membuat,
05:04apa namanya,
05:05membuat konten-konten
05:05di berbagai platform gitu
05:07yang sudah memiliki banyak pemirsanya,
05:10dan itu untuk edukasi,
05:11dan itu untuk entertainment mungkin,
05:14tapi yang sesuai dengan usia anak itu,
05:17diawasi oleh orang tuanya,
05:18silahkan.
05:19Anak, correct me if I'm wrong,
05:21tapi 5 juta akun anak-anak
05:23telah ditangguhkan.
05:24Nah, kelihatannya 5 juta
05:26masih di bawah target nih.
05:28Berapa target untuk pemerintah
05:29dan butuh waktu kira-kira berapa lama
05:31untuk sampai target ini bisa tercapai?
05:34Kami tidak,
05:36jujur,
05:37kami tidak berapa besaran angkanya,
05:40tapi kita tahu ada sekian ratus juta
05:42pengguna internet di Indonesia,
05:44dan mungkin 80% di antaranya adalah
05:47di antara rentan usia
05:50yang boleh dibilang 16 tahun ke bawah.
05:53Yang kita minta adalah bahwa
05:56aturan ini,
05:59platform adalah komplit
06:01dalam aturan ini.
06:02Artinya, kita tidak membatasi mereka
06:05untuk mengakses teknologinya,
06:06tapi bagaimana platform menyediakan
06:08fitur-fitur yang sesuai dengan
06:10usia anak itu.
06:12Jadi, sekali lagi saya ingin tegaskan,
06:17orang kadang-kadang mengira bahwa
06:19oh, anak usia 15 tahun tidak boleh
06:23menggunakan handphone.
06:25Bukan itu.
06:26Anak usia 15 tahun
06:27bisa menggunakan gadget atau handphone
06:30untuk kepentingan apa?
06:32Dia mau buka bagaimana caranya
06:34membuat sebuah art craft,
06:38atau bagaimana caranya dia membelajar
06:40rumus matematika yang baik?
06:43Silahkan, didampingi oleh orang tuanya.
06:46Kita saat ini lagi hidup di zamannya
06:49perkembangannya AI,
06:51teknologi sudah beyond.
06:52Bagaimana dari pemerintah sendiri
06:54membimbing untuk anak-anak
06:56untuk menjadi pelajar dari masa depannya
06:58pelajar tenaga kerja
07:00atau seorang inovator yang sadar untuk AI
07:03atau perkembangan teknologi?
07:05Dan apakah ada program atau platform
07:08untuk mendukung kebutuhan tersebut?
07:11Oke, baik.
07:12Tentu negara hari ini
07:13kami membuat regulasi,
07:15seperti di PPTunas.
07:16Tentunya kemudian dari sisi pendidikan,
07:19kita literasi digital.
07:21di era digital,
07:22literasi yang kita bangun.
07:24Ya, dari anak-anak usia sekolah
07:27sampai kepada orang tuanya juga
07:30harus kita memberikan literasi.
07:31Dan lagi-lagi,
07:33penggunaan teknologi ini
07:34harus ada kesadaran
07:35terutama dari para pengguna
07:37dan menurut saya orang-orang dewasanya.
07:40Artinya, seperti saya sebagai orang tua,
07:42karena saya sadar saya sebagai bapak,
07:45saya memiliki anak,
07:47ya saya sewajarnya
07:49dan bagaimana saya bisa mengajarkan anak saya
07:51memberikan rambu-rambu
07:53sesuai dengan aturan,
07:54sesuai dengan norma,
07:55sesuai dengan etika,
07:56apa yang harus dilakukan.
07:58Kembali tadi,
08:00bahwa negara,
08:01seperti di KomDigi sendiri,
08:02kita ada program literasi digital.
08:05Itu bukan cuma bagaimana
08:06menggunakan teknologi,
08:07tapi sudah beyond daripada itu.
08:09Bahwa ada aturan,
08:12bahwa hari ini sudah sampai AI.
08:14AI juga kita bukan hanya sebagai pengguna.
08:18Indonesia itu,
08:19bagaimana kita bisa bikin sovereign AI,
08:22bagaimana kita sebagai negara
08:24yang banyak dengan sumber daya alam,
08:26terutama dengan critical mining,
08:31mineral-mineral kritis
08:32yang sebagai bahan baku
08:34buat chipset dan sebagainya.
08:36kita tahu ada program hilirisasi,
08:40kita ingin mineral-mineral kritis ini
08:43diolah di Indonesia
08:46sampai sekian tahap,
08:48katakanlah bisa menjadi microchip,
08:51semi-mic,
08:51dan kita membuka kerjasama
08:53dari berbagai negara
08:54yang memiliki keunggulan itu.
08:56Kembali ke awal 2006
08:59atau di Maret 2026,
09:01saat itu pemerintah memanggil
09:03Google dan Meta
09:04atas dugaan ketidakpatuhan
09:06untuk batasan usia.
09:08Apa yang terjadi pada pertemuan tersebut
09:10dan apa yang menjadi bahasannya
09:13dan tanggapan dari Meta dan Google sendiri
09:15seperti apa?
09:17Yang pertama,
09:18kita melakukan selalu klarifikasi,
09:21kemudian komunikasi,
09:24kita tanyakan terhadap pelanggaran-pelanggaran yang terjadi,
09:28kenapa mereka tidak comply,
09:30dan kenapa aturan ini,
09:31dan mereka menyeberikan jawaban itu.
09:32Semua, seperti yang kita tahu,
09:36Meta dan Google dalam hal ini,
09:38Meta terutama,
09:40kalau tidak salah,
09:41mereka sudah lebih dulu,
09:42sudah melakukan self-assessment,
09:44dan sudah menyatakan ke kita,
09:47men-declare kita bahwa sudah comply.
09:49Google ada beberapa tahap lagi,
09:51tapi selama ini kita hargai juga
09:54niat-niat baik mereka,
09:56karena mereka tahu,
09:57mereka beroperasi di negara kita,
09:59mereka harus comply dengan aturan yang kita buat.
10:03Kalau dari platform yang tidak mematuhi untuk batasan usia tersebut,
10:08ada kemungkinan dikenakan sanksi potensial untuk tidak operasional di Indonesia?
10:14Bisa dijelasin kebijakan tersebut seperti apa,
10:17dan langkah konkret apa yang telah diambil,
10:19bila ada platform yang tidak melakukan...
10:22Ya, tadi,
10:24klarifikasi,
10:25kemudian kita investigasi,
10:27kita lakukan lagi rechecking,
10:29apakah mereka akan memperbaiki,
10:32yang mau saya sampaikan bahwa,
10:35katakanlah penutupan,
10:36itu adalah opsi terakhir,
10:38kalau memang mereka berulang-ulang kali melakukan pelanggaran dan tidak comply.
10:43Bukan berarti negara tidak berani,
10:45ya kita akan melakukan enforcement tentunya terhadap peraturan yang sudah kita buat.
10:52Karena apa?
10:53Karena ini kan untuk melindungi anak-anak kita.
10:54Tapi sejauh ini,
10:56dari semua assessment atau semua klarifikasi atau semua pemanggilan yang kita lakukan,
11:01platform rata-rata umumnya mereka melakukan perbaikan terhadap itu.
11:08Nah, kita bicara sedikit tentang tata kelola AI.
11:12Di Asia Economic Summit,
11:13Indonesia mendorong ASEAN untuk mengadopsi tata kelola AI bersama.
11:18Nah, saat bersamaan di Zancore AI Factory,
11:22sudah mulai berjalan,
11:23it's on its way.
11:24Bagaimana pengembangan proyek itu sendiri
11:27dan tata kelola AI bersama,
11:29bagaimana pembahasannya sejauhnya?
11:31Baik.
11:32Yang pertama,
11:33kita selalu mengapresiasi atau mendukung setiap inisiatif industri,
11:42apalagi perusahaan anak bangsa,
11:44apalagi anak-anak bangsa kita,
11:46yang ingin mendevelop AI beyond,
11:49artinya yang lebih dari apa yang sudah ada sekarang.
11:53Apalagi untuk di dalam negeri dan untuk kepentingan negara kita.
11:57Kemudian yang mau saya sampaikan bahwa negara hari ini sedang,
12:01sudah di tahap akhir,
12:02sudah proses hearing,
12:04dan sebagainya sudah di meja presiden.
12:07Kita akan meminta untuk sebuah peraturan,
12:12di mana itu untuk mengatur etik penggunaan AI di Indonesia,
12:16bagi seluruh stakeholder,
12:18seluruh ekosistem yang ada penggunanya,
12:20dan roadmap juga.
12:22Artinya gini,
12:23penggunaan AI is for humanity.
12:26AI itu bukan hanya dikuasai oleh satu negara.
12:30AI digunakan untuk kebaikan,
12:32AI itu adalah tanggung jawab kita bersama.
12:35Beberapa waktu lalu juga,
12:37Mas Indra,
12:38saya hadir di Shanghai, China,
12:41bersama Pak Menko Perekonomian,
12:44Indonesia gabung di WAIKO,
12:46World AI Cooperation Organization.
12:49Itu organisasi antar negara,
12:53terutama negara-negara di Global South,
12:55yang itu diwadahi oleh PBB,
12:58yang mendepankan bahwa
13:00AI ini adalah tanggung jawab kita bersama.
13:02Kita sebagai makhluk hidup,
13:05sebagai umat manusia,
13:06sebagai negara-negara yang ada di dunia ini,
13:12tidak boleh memonopoli AI
13:15hanya sebagai kepentingan satu negara saja.
13:18AI ini harus dibuat untuk kebaikan,
13:21AI ini harus dibuat untuk kemasalahan,
13:25dan terutamanya adalah inklusivitas,
13:28dan AI ini adalah for humanity,
13:29untuk kemanusiaan.
13:30AI bukan buat sebuah,
13:34buat untuk hal-hal yang negatif,
13:37seperti itu.
13:38Di bulan April kemarin,
13:41Google mendapat peringatan
13:42untuk aturan perlindungan anak.
13:45Baru-baru ini, di bulan Agustus ini,
13:47Google mendapat lagi peringatan
13:48untuk ada promosi babe yang viral di Youtubenya.
13:53Nah, rangkaian kasus tersebut,
13:55apakah kepatuhan Google bersifat administratif dan prosedural,
14:02atau ada substantifnya enggak sih dari kepatuhan mereka ini?
14:06Tentu aturan-aturan yang kita buat,
14:09ada level dan tingkatannya,
14:10dan kita sudah melakukan pemanggilan,
14:12sudah ada klarifikasi,
14:13dan sudah ada sanksi juga terhadap
14:16konten kreator atau akun
14:18yang menggunakan anak-anak begitu
14:22untuk melakukan promosi terhadap
14:28babe itu sendiri.
14:29Artinya, kita harus juga fair,
14:34dalam arti melihat di mana letak kasusnya.
14:36Kita juga tentu minta,
14:38tadi, Mas,
14:39karena kita membuat aturan,
14:41kita minta platform-platform itu juga
14:42jangan seenaknya juga,
14:46artinya penggunanya kan bukan kami.
14:48Iya, iya, tapi kan
14:50users ini kan menggunakan
14:52platform mereka.
14:54Bagaimana platform itu
14:56harusnya dengan teknologi yang ada,
14:58setelah,
14:58katakanlah ya,
15:00dia tahu,
15:01oh ini kontennya melanggar,
15:03harus ada teknologi yang kita minta untuk
15:06bisa,
15:07apa ya,
15:08seketika untuk menghentikan konten tersebut,
15:10mungkin karena melanggar,
15:12contoh misalnya,
15:13sekarang,
15:14marak DFK,
15:17disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian
15:19di sosial media.
15:21Kami juga meminta,
15:22tidak hanya Google,
15:24kita meminta kepada semua platform,
15:25terutama di sosial media,
15:27untuk kita bicara,
15:29katakanlah kita bicara demokrasi,
15:31demokrasi,
15:32kalau isinya tentang ujaran kebencian,
15:34tentang kebohongan,
15:35tentang disinformasi,
15:36it is not a demokrasi.
15:38demokrasi bagi kami,
15:40dalam melindungi rakyat kita,
15:42bagaimana rakyat kita bisa hidup tenang,
15:44bisa hidup sejahtera,
15:45bagaimana pendidikannya baik,
15:47bagaimana orang miskin bisa dapat makan yang baik,
15:50bagaimana orang bisa mendapat pekerjaan yang baik.
15:55Mas, tadi sempat disampaikan sedikit,
15:58tentang kekayaan sumber daya alam di Indonesia,
16:00yang bisa digunakan,
16:01untuk mungkin microchip,
16:03atau mungkin GPU,
16:04bagaimana pemerintah membangun ekosistem digital yang lebih mandiri,
16:09dan tidak terlalu bergantungan kepada salah satu,
16:13tadi kan disebutkan,
16:14jangan sampai AI itu hanya untuk satu negara,
16:17at the same time,
16:18bagaimana supaya Indonesia sendiri,
16:20saat ini pengembangan AI,
16:23tergantung berat sama Nvidia,
16:26apa sih langkah-langkah yang sudah pemerintah ambil atau lakukan,
16:30dan termasuk untuk proyek dari Zankore AI Factory itu sendiri?
16:36Yang pertama,
16:37kalau dibilang tadi,
16:39bagaimana kita tidak bergantung,
16:40kita,
16:41saya harus sampaikan bahwa Indonesia adalah non-ally country,
16:45kita tidak,
16:46ada blok kanan,
16:47blok kiri,
16:48kita non-ally,
16:48kita tidak,
16:49ikut blok manapun,
16:51dan Indonesia tidak,
16:53bergantung kepada,
16:55teknologi manapun,
16:56kita sebenarnya,
16:57negara yang sangat terbuka,
16:59terhadap sebuah teknologi,
17:00kita,
17:00terbuka terhadap investasi,
17:02karena kita menghormati semua negara-negara yang ada,
17:05kita hormat terhadap Rusia,
17:07kita hormat terhadap China,
17:08kita hormat terhadap Amerika,
17:10kita hormat kepada negara-negara di sekeliling kita,
17:13makanya Bapak Presiden juga,
17:15garisnya Pak Presiden kan,
17:17dalam kebijakan luar negeri adalah good neighbor policy,
17:20sebagai tetangga yang baik,
17:23ya,
17:24nah,
17:25di mana peran kita di sini,
17:27tadi saya sudah sampaikan,
17:28kita punya sumber daya yang sangat kaya,
17:31dan di situ kita mendapat kelebihan,
17:34bagaimana critical mining kita banyak sekali,
17:37mineral-mineral kritis kita banyak sekali,
17:39dan itu adalah bahan baku dari,
17:41boleh dibilang,
17:43ya,
17:43GPU hari ini,
17:44chipset hari ini,
17:46semiconductor hari ini,
17:49Presiden sudah sampaikan,
17:50kita bikin hilirisasi,
17:52hilirisasi apa?
17:54Artinya mengolah proses critical mining ini,
17:57menjadi tingkat satu,
18:00tingkat dua,
18:00tingkat tiga,
18:01sampai menjadi sebuah bahan,
18:03kita,
18:04apa kita bisa sendiri?
18:05Tentunya belum bisa sendiri,
18:07kita harus bekerja sama,
18:08oleh karena itu,
18:08kita bekerja sama dengan berbagai pihak,
18:10kita membuka,
18:11kita bisa kerja sama dengan negara-negara yang sudah maju,
18:13misalnya di dalam hal ini,
18:15ada,
18:16dan Indonesia sendiri,
18:17melalui dana antara,
18:19sudah kerja sama dengan ARM di Inggris,
18:21ARM itu kalau nggak salah ya,
18:23adalah salah satu perusahaan,
18:24license untuk membuat semiconductor,
18:28kemudian,
18:29ada lagi beberapa kemarin,
18:31ketika kami bersama Kemenko Ekonomi,
18:34perusahaan-perusahaan dari Jepang,
18:35perusahaan-perusahaan dari China,
18:38juga tertarik untuk,
18:39artinya apa?
18:41Dalam pengembangan teknologi ke depan,
18:43tentunya kita,
18:46meng-merkuat SDM kita,
18:48agar terus berinovasi,
18:49tapi kita juga tetap belajar,
18:52dan juga membuka,
18:53peluang-peluang untuk transfer of technology,
18:55dari negara-negara lain.
18:58Bicarakan tentang transfer teknologi dari negara lain,
19:02bagaimana pemerintah menyeimbangkan,
19:03memanfaatkan teknologi dari sebuah negara,
19:06seperti,
19:07dengan satu persamaan,
19:08tetap terus mendorong,
19:09kemandiran dan kedaulatan teknologi,
19:11selain Amerika lagi,
19:14tadi mungkin ada Inggris,
19:16apakah Indonesia,
19:16tadi sampaikan ada China,
19:19sebagai Jepang,
19:21apakah ada negara lain,
19:22termasuk Rusia,
19:23untuk infrastruktur AI secara nasional?
19:27Kembali,
19:28tadi saya sampaikan,
19:30sovereign di sini,
19:32adalah,
19:34bukan berarti kita anti terhadap,
19:37teknologi dari luar,
19:39sovereign di sini adalah kedaulatan,
19:40apa yang kita perjuangkan,
19:42adalah perjuangkan,
19:43our core national interest,
19:46kepentingan nasional kita yang paling utama.
19:48Tadi,
19:49kita terbuka,
19:50kita,
19:50jelas Indonesia terbuka,
19:52kita ada kerjasama dengan US,
19:54kita ada kerjasama dengan China,
19:56kita juga ada kerjasama dengan Rusia,
19:57artinya,
19:58kita sebagai negara,
20:00sangat terbuka,
20:01terhadap,
20:03kerjasama,
20:05baik itu,
20:07investasi,
20:07baik itu,
20:08kerjasama teknologi,
20:10transverse teknologi,
20:11kita selalu bilang kepada,
20:13para mitra kita,
20:15para negara-negara,
20:16kita adalah negara yang,
20:17tidak memihak kepada blok manapun.
20:21Jadi,
20:23hebatnya,
20:23founding founders kita sebenarnya,
20:25dulu,
20:27karena kita tidak memihak,
20:28akhirnya kita,
20:30enak untuk,
20:31berhubungan dengan,
20:33negara-negara lain,
20:36katakanlah,
20:37kita masih,
20:38ada agak sedikit ketertinggalan,
20:40kita bisa belajar,
20:41dengan negara-negara lain manapun,
20:43kalau kita tidak bisa ke sini,
20:44kita masih punya alternatif ke sini,
20:45kalau kita tidak bisa ke sini,
20:46kita alternatif ke sini,
20:47dan,
20:49sejauh ini,
20:50yang saya rasakan juga,
20:51bahwa negara-negara lain pun,
20:52nyaman,
20:53bekerjasama dengan Indonesia,
20:55karena,
20:56sekarang mas,
20:58misalnya kita bicara,
21:00AI data center,
21:02AI lah,
21:02ke depan,
21:04menurut saya,
21:05Indonesia adalah negara yang,
21:07paling nyaman,
21:09untuk,
21:09bagaimana mereka,
21:11berinvestasi,
21:11dan membangun,
21:13infrastrukturnya di Indonesia,
21:14kenapa?
21:15karena,
21:15satu,
21:16kita memiliki,
21:17lahan yang cukup baik,
21:19mempunyai,
21:20power yang cukup,
21:22ada,
21:23kemudian,
21:23air yang,
21:24berkecukupan,
21:25karena AI,
21:26kalau kita,
21:27boleh,
21:29pelajari,
21:30AI menggunakan,
21:31harus,
21:32membutuhkan,
21:33tiga hal itu,
21:34menggunakan,
21:36lahan,
21:36nomor satu,
21:37kemudian,
21:38power,
21:39dalam hal ini adalah listrik,
21:41entah itu dari renewable,
21:42atau dari yang,
21:43sudah ada,
21:44ketiga adalah,
21:45air untuk cooling systemnya,
21:47bagaimana,
21:47karena GPU-nya kan,
21:48terus bergerak,
21:50bagaimana cooling system itu,
21:51bisa bekerja,
21:53Mas Angga,
21:54ngomongin soal ekonomi digital,
21:56di Indonesia,
21:57diperkirakan,
21:57pengembangannya,
21:59akan sampai,
22:00100 miliar USD,
22:02menjadi,
22:03360 miliar USD,
22:05nah,
22:06saat proyek seperti,
22:07Zencore AI,
22:08mendapat dukungan internasional,
22:09investor barat sendiri,
22:11masih,
22:12kurang responsif,
22:14kendalanya apa,
22:16dan,
22:17di,
22:18aslinya negara mana,
22:19yang,
22:19bisa menunjukkan hasil dari,
22:22hasil nyata,
22:23untuk pengembangan AI,
22:24kira-kira bisa,
22:26gak harus mirroring sih,
22:27tapi maksudnya,
22:28we can look into,
22:29atau transformasi seperti apa.
22:33Tadi,
22:34sebenarnya saya udah,
22:34udah sampai bahwa,
22:37kalau dibilang,
22:38di Indonesia belum dilihat,
22:40kalau,
22:41saya sendiri,
22:42di hari ini di Komdigi,
22:43kemarin bersama teman-teman,
22:45di,
22:47Kemenko Ekonomi,
22:47bahkan di,
22:49kementerian investasi,
22:51hari ini,
22:52yang ngantri,
22:53urusan,
22:54pembukaan data center,
22:56di Indonesia,
22:57itu banyak banget.
22:59Banyak banget,
23:00dan,
23:01artinya apa,
23:01itu tanda bahwa,
23:04Indonesia adalah tempat,
23:05yang hari ini,
23:06menjadi tempat yang,
23:07kalau boleh saya boleh dibilang,
23:08seksi.
23:09Nah,
23:09untuk investor tuh,
23:11apa sih?
23:11satu,
23:12adalah jaminan regulasi,
23:14adalah kepastian hukum.
23:15Kedua,
23:16aman gak tempat ini?
23:18Indonesia,
23:19hari ini,
23:20di bawah pemerintahan,
23:21Bapak Presiden Prabowo,
23:22kita melakukan,
23:24banyak sekali,
23:25terobosan-terobosan,
23:26di dalam hal,
23:27regulasi.
23:28Banyak,
23:29hal,
23:30di mana,
23:30regulasi-regulasi,
23:31yang sebelumnya,
23:32boleh dibilang,
23:34sangat,
23:35amat,
23:37mungkin,
23:38apa ya,
23:38bahasa Indonesia,
23:39misalnya,
23:39sangat ribet,
23:40gitu.
23:41Hari ini,
23:42bagaimana,
23:43itu dibuat terobosan,
23:44agar,
23:46regulasi itu,
23:47satu,
23:48our core national interest,
23:50tidak boleh,
23:51dikorbankan,
23:52masyarakat,
23:52tidak boleh dikorbankan,
23:53tapi,
23:53keuntungan,
23:54sebesar-besar untuk negara,
23:55dan,
23:56negara yang bermitra,
23:57dengan kita,
23:58harus juga,
23:58mendapatkan keuntungan.
23:59kedua,
24:01aman,
24:01di tengah konflik,
24:04geopolitik dunia hari ini,
24:06Indonesia adalah negara yang aman,
24:08banyak kan kajian di luar,
24:09bahwa,
24:11Timur Tengah,
24:12bagaimana,
24:13Eropa,
24:14bagaimana,
24:15Amerika,
24:16bagaimana,
24:16Indonesia,
24:18di kawasan,
24:19Asia Tenggara,
24:22atau di kawasan ASEAN,
24:24gitu,
24:24salah satu negara yang,
24:25yang aman,
24:27gitu.
24:28Mas Angga,
24:29sekali lagi,
24:30terima kasih,
24:30untuk kuatunya bersama Arti,
24:32semoga kita ada kesempatan lain.
24:33Terima kasih.
24:54Pilih aplikasi,
24:56lalu install.
24:57Selesai,
24:58kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
25:02Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga.
25:06Terima kasih.
25:07Terima kasih.
25:07Terima kasih.
25:08Terima kasih.
Komentar