Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 7 minggu yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Korban gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur terus diperbarui. Hingga hari keempat penanganan, tercatat 70 orang meninggal dunia dan 1.182 orang mengalami luka-luka berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

Sementara itu, data sementara menunjukkan sekitar 40.040 warga mengungsi, dengan ribuan rumah mengalami kerusakan di sejumlah kabupaten terdampak.



Tim SAR, BNPB, Kementerian Kesehatan, TNI, Polri, dan berbagai unsur terkait masih melakukan penyisiran serta penanganan di wilayah terdampak.

Basarnas menyebut operasi pencarian kini lebih difokuskan pada penyisiran dan dukungan pemulihan, termasuk penguatan layanan kesehatan serta evakuasi warga yang membutuhkan perawatan lebih lanjut.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/686292/update-bnpb-basarnas-soal-korban-gempa-ntt-bertambah-70-wafat-1-182-luka-luka-40-ribu-mengungsi
Transkrip
00:00Kami akan menyampaikan beberapa update penanganan bencana per hari ini,
00:05yaitu tanggal 18 Agustus 2026, pukul 16 waktu Indonesia bagian Barat.
00:14Kondisi gempa terkini adalah jumlah gempa susulan sebanyak 2.119 kali,
00:23sekali lagi, 2.119 kali, magnitude yang terbesar adalah 6,2, dan yang terkecil adalah 1,3.
00:35Di atas 5, ada 24 kali, sedangkan gempa susulan yang dirasakan sebanyak 70 kali.
00:46Aktivitas gempa masih fluktuatif, dan pola peluruhan belum terlihat jelas.
00:51Diperkirakan kondisi ini akan mulai stabil dalam 2-3 minggu ke depan.
01:00Terkait operasi pencarian korban, akan disampaikan oleh Bapak Laksamana Tekni Bramantio, saya persilahkan.
01:09Terima kasih, Bajabat Pelaksana Kabupaten BNPB.
01:13Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
01:15Selamat sore, salam sejahtera untuk kita semua.
01:18Saya, Direktur Operasi Badan Sarnasional, pertama-tama turut menyampaikan,
01:25atas nama lembaga, turut menyampaikan Bila Sungkawa,
01:29atas terjadinya musibah bencana gempa bumi yang dialami oleh saudara-saudara kita,
01:36Indonesia Tenggara.
01:37Pada hari keempat ini, kami, tim SAR, akan menyampaikan beberapa perkembangan terkait apa yang telah kami lakukan.
01:48Yaitu sampai dengan hari ketiga kemarin, pukul 23.30,
01:54setelah kami kompuler, total korban adalah 202 orang,
01:59kemudian meninggal dunia 70 orang,
02:03dan luka-luka 132 orang.
02:06Yang kami cat, kemudian luka berat 40, luka ringan 92.
02:12Sampai dengan hari ini, hari keempat, pagi tadi sampai dengan hari ini,
02:17dan kegiatan yang telah kami lakukan adalah
02:20melaksanakan penyisiran di wilayah-wilayah yang terdampak,
02:24karena pada sampai dengan hari kedua kemarin, hari ketiga,
02:29mohon maaf, itu relatif operasi yang kita laksanakan,
02:34hanya tinggal penyisiran,
02:36karena berdasarkan laporan atau masukan dan data dari para korban,
02:43tidak ada lagi saudara-saudara mereka,
02:45tetangga, rekan yang tercatat masih dalam pencarian.
02:51Sehingga tim SAR yang ada di lapangan,
02:54kami fokuskan untuk membantu penyisiran
02:57dan membantu proses-proses pelaksanaan kegiatan
03:03pencarian dan pemulihan yang dilaksanakan oleh BNPB.
03:10Kemudian perlu kami sampaikan juga,
03:12bahwa setelah mendampingi Bapak Kemendagri
03:17dua hari kemarin bersama Bapak Kabar Sarnas
03:22dan menerima beberapa masukan dari warga yang terdampak
03:26di beberapa wilayah, khususnya di Manggarai
03:31atau di Kecamatan Lambaleda
03:34terkait beberapa permasalahan kesehatan,
03:38dan kami hari ini khususnya cukup membantu
03:42pelaksanaan perkuatan tim kesehatan
03:47sesuai dengan arahan yang diminta oleh Bapak Menteri Kesehatan,
03:51khususnya di daerah yang terdampak cukup besar
03:58dan susah untuk dijangkau seperti kemarin di Lambalede.
04:06Jadi yang telah kami laksanakan malam kemarin
04:11KN Sar Puntadewa, eh kulangi kami kulangi,
04:14KN Sar Antarja 233 dari Kupang,
04:19dari Kansar Kupang kami gerakkan
04:22untuk menggantu pergeseran 40 tenaga medis
04:25dari Kodam 9 Udayana dan Sukarelawan dari Asadoma
04:30yang akan nanti kami drop di Manggarai, di Rio.
04:37Kemudian pagi tadi juga kami telah membantu
04:42rekan-rekan dari Kementerian Kesehatan,
04:45khususnya dinas kesehatan yang terdampak
04:47menggeser lima, satu sorte pergerakan alut
04:53dengan menggunakan heli Basarnas
04:56ke Lambaleda dengan mengirim lima personil tim kesehatan,
05:05kemudian kembali dari Lambaleda ke Labuan Bajo,
05:10kami mengevakuasi empat korban.
05:12Kemudian sorti kedua siang hari pada pukul 11.00,
05:18kami kembali menggeser dua tenaga kesehatan
05:21ke Lambaleda dan kembali kami turut membantu
05:25mengevakuasi empat warga yang harus dirujuk
05:29ke Rumah Sakit Umum Daerah di Labuan Bajo.
05:33Itu yang kami laksanakan kegiatan
05:36sampai dengan di hari keempat ini
05:37dan kami berharap, mungkin kita semua juga berharap
05:42agar korban tidak bertambah
05:45dan apa yang dialami saudara-saudara kita
05:48di tempat bencana ini
05:50cepat teratasi dan kembali pulih
05:54seperti sedia kalah.
05:56Itu mungkin kegiatan yang dapat kami lakukan
05:59jadi di hari keempat ke depan
06:04mungkin kami tinggal melakukan penyisiran
06:06dan membantu perkuatan khususnya di bagian
06:11kesehatan, membantu rekan-rekan kesehatan
06:13karena atas perimintaan dari binas kesehatan juga
06:16di Kabupaten-Babupaten.
06:17Demikian yang dapat kami sampaikan, kami kembalikan Bapak, silakan.
06:20Terima kasih Bapak Laksamanate,
06:22ini Ramianto yang sudah menyampaikan update
06:26tentang pencarian dan pertolongan untuk korban.
06:29Namun perlu kami jelaskan di sini bahwa
06:31akan ada sedikit perbedaan antara data luka-luka
06:34nanti yang kami sampaikan dan ini tidak menjadi polemik
06:37karena Basarnas mencatat orang-orang luka
06:42dari apa yang ditemukan.
06:44Sedangkan angka yang kami sampaikan ini
06:46dari Kementerian Kesehatan adalah
06:48di fasilitas kesehatan yang sekarang ini dilayani.
06:52Baik, kami lanjutkan bahwa jumlah korban luka-luka
06:56yang hari ini berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan adalah
07:011.182.
07:04Tadi kalau Basarnas tadi menyampaikan
07:06hampir.
07:071.132.
07:09Jadi ada perbedaan,
07:12namun demikian itu tidak perlu kita permasalahkan
07:14karena memang dasar perhitungannya yang berbeda.
07:18Di Kabupaten Manggarai Timur,
07:21sebanyak 442 luka berat
07:26dan 513 luka ringan.
07:29Di Kabupaten Manggarai,
07:3131 luka berat dan 88 luka ringan.
07:36Di Kabupaten Ngada,
07:37ada 14 luka berat,
07:431 luka sedang,
07:45dan 19 luka ringan.
07:47Kabupaten Nagikeo,
07:4913 luka berat,
07:519 luka ringan.
07:53Kabupaten Manggarai Barat,
07:5513 luka-luka.
07:57Kabupaten Sika,
07:5812 luka berat dan 7 luka ringan.
08:01Kabupaten Ende,
08:035 luka berat dan 15 luka berat.
08:0510 luka ringan.
08:06Data sementara pengungsi saat ini yang kami kumpulkan,
08:09ada 40.040 jiwa.
08:16Sekali lagi,
08:17data pengungsi itu sebesar 40.040 jiwa.
08:21Ini bukan menggambarkan kerusakan rumah,
08:25jadi perlu kita hati-hati untuk menerjemahkannya.
08:28namun ini karena banyaknya dampak psikologis yang dirasakan oleh warga.
08:34Dapat kami rinci bahwa pengungsi tersebut berada di Manggarai sebesar 6.487 orang.
08:45Manggarai Timur ada 966 orang mengungsi di posko BPPD,
08:53namun ada lebih kurang 14.000 jiwa yang mengungsi secara mandiri.
08:59Di Kabupaten Manggarai Barat ada 600 jiwa mengungsi,
09:04Kabupaten Nagikeo 6.221 jiwa,
09:09Kabupaten Sika 5.681 jiwa,
09:13Kabupaten Ende 3.666 jiwa,
09:17Kabupaten Ngada 1.920 jiwa.
09:21Sedangkan total rumah yang rusak sebanyak 11.925 unit dengan rincian,
09:32rusak berat sebanyak 5.516 unit,
09:38rusak sedang 1.916 unit,
09:41rusak ringan 4.493 unit,
09:46dengan daerah dengan rusak tertinggi adalah
09:52di Kabupaten Nagikeo,
09:55Kabupaten Manggarai Barat,
09:57dan Kabupaten Ngada.
09:59Hari ini,
10:00bantuan Bapak Presiden sudah terdistribusi ke wilayah-wilayah terdampak.
10:07Kami dapat sampaikan bahwa update penanganan infrastruktur saat ini,
10:11Balai Pelaksana Jalan Nasional telah menangani dampak gempa
10:17di sejumlah ruas jalan nasional maupun jembatan.
10:23Terdapat 33 titik longsor,
10:26dengan 32 titik telah ditangani sementara dan sudah fungsional.
10:33Terdapat 4 titik patahan jalan,
10:36dan seluruhnya telah fungsional.
10:38terdapat 4 titik kerusakan jembatan atau plat deukar,
10:44yang saat ini masih dapat dipungsikan.
10:49Untuk percepatan pemulihan akses,
10:53telah dimobilisasi 7 unit eskavator,
10:56dan 4 unit loader ke lokasi terdampak.
11:00Ruas Wolowaru menuju Maomere,
11:06kini telah dapat dilalui setelah penanganan dilakukan di lapangan.
11:11Jembatan WPC di Ruas Kedindi,
11:16terdapat celah pada expansion joint yang mengalami kerusakan telah ditutupi.
11:25Ada 7 lokasi penanganan dan dapat dilalui secara terbatas,
11:31yang dapat dilalui kendaraan secara bergantian.
11:38Kami mungkin akan menyampaikan juga dengan kondisi kelistrikan,
11:42kemarin kami sudah menyampaikan kondisi kelistrikan,
11:44sampai saat ini update per jam 5 waktu Indonesia bagian Barat,
11:54sebanyak 99,9 persen pelanggan telah kembali memperoleh layanan listrik,
12:02hanya terdapat satu gardu dengan distribusi untuk 296 pelanggan,
12:08yang hari ini masih dalam kondisi penanganan dan masih padan.
12:15Sedangkan jaringan komunikasi,
12:18pemulihan jaringan komunikasi telekomunikasi di wilayah yang terdampak,
12:22juga terus berlangsung dan telah mencapai 99,7 persen,
12:27yang menjadi atensi adalah
12:31Kabupaten Mangkara Timur mencapai 98,3 persen,
12:35di mana kemarin baru mencapai 76,3 persen,
12:39sehingga ada peningkatan yang signifikan.
12:41Sementara itu pemulihan jaringan di Kabupaten Inde sudah mencapai 98,6 persen.
12:48Sedangkan infrastruktur sumber daya air,
12:51kami memperoleh data dari BBWS Nusa Tenggara II,
12:57telah melakukan koordinasi dan asesmen kondisi infrastruktur sumber daya air
13:02serta gas di wilayah terdampak.
13:06Pengerahan 13 eskavator,
13:08yaitu 3 unit di Kabupaten Sika,
13:118 unit di Bendungan Mbai,
13:151 unit di Kabupaten Mangkara Barat,
13:17dan 1 unit di Nangaroro.
13:21Nangaroro, mohon maaf.
13:24BPS juga telah menyediakan 1 drill rig dan 2 unit truck drain.
13:31Selanjutnya kami akan menyampaikan dorongan BBM Pertamina sebanyak 2,5 ton
13:39telah untuk mendukung penanganan darurat di Kabupaten Mangkarai,
13:44dan untuk SPBU kami akan melaporkan di saat yang akan datang.

Dianjurkan