Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Polda Metro Jaya mewanti-wanti agar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menjaga etika dan tidak merusak fasilitas saat demonstrasi.

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat konferensi pers di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

"Junjung tingi civitas akademis, jaga moril dan etika di dalam melakukan penyampaian aspirasi. Jaga fasilitas-fasilitas umum yang ada untuk tidak kita rusak," ujar Budi.

Baca Juga Sempat Bersitegang! Demo Mahasiswa UI Tuntut Hentikan Program Pemerintah Tertahan di UOB di https://www.kompas.tv/nasional/686278/sempat-bersitegang-demo-mahasiswa-ui-tuntut-hentikan-program-pemerintah-tertahan-di-uob

#demo #mahasiswa #breakingnews

Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/686279/polda-metro-wanti-wanti-bem-ui-jaga-etika-jangan-rusak-fasilitas-umum-saat-demo
Transkrip
00:11Ya, terima kasih kita dari Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya bersama Pemprov DKI sudah mempersiapkan tentang pertama arus lalu
00:22lintas.
00:22Kita bersama-sama hadir di sini melihat bagaimana kepadatan arus lalu lintas artinya sangat tinggi intensitas kegiatan dari warga masyarakat,
00:31baik itu kegiatan dunia pendidikan, kegiatan perekonomian, peribadatan, ataupun kegiatan aktivitas dalam keseharian dalam lahan pekerjaan.
00:42Tapi kita juga menyambut, menerima pemberitahuan dari adik-adik mahasiswa dalam pelaksanaan penyampaian aspirasi di hari ini.
00:52Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya sudah mempersiapkan beberapa titik yang menjadi tempat penyampaian aspirasi.
00:59Kami sudah mempersiapkan di lokasi duku atas depan UOB dan duku atas untuk bisa menjadi titik penyampaian aspirasi.
01:10Kembali disampaikan total personil untuk berusaha di wilayah, UOB dan sekitarnya ini untuk berusaha di rakyat pemerintah.
01:18Ya disini sudah tadi dari personil Polda Metro Jaya dan gabungan dari TNI termasuk dari Pemrof BKI, kita melihat tadi
01:26pagi kami sampaikan di Polda Metro Jaya, wilayah hukum Polda Metro Jaya ada 47 kegiatan, 31 penyampaian aspirasi di muka
01:36umum dan 16 kegiatan aktivitas masyarakat.
01:409.242 personil ini dipersiapkan di dalam memberikan kelancaran kehadiran dalam kegiatan aktivitas masyarakat, apakah itu penyampaian aspirasi ataupun kegiatan
01:53-kegiatan masyarakat lainnya.
01:55Ada kegiatan jambore yang dilaksanakan di wilayah Jakarta Timur, ada pelaksanaan penyampaian aspirasi di Kementerian ATR BPR di wilayah Jakarta
02:05Pusat yang kita lihat berada sekarang termasuk di wilayah Jakarta Selatan.
02:09Ada beberapa kegiatan perhelatan masih dalam rangkaian Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
02:15Jadi 9.242 ini tersebar, kita bisa melihat sendiri di sini hadir beberapa personil untuk kita memberikan kelancaran yang harus
02:27selalu lintas kepada warga masyarakat, kepada rekan-rekan yang akan menyampaikan aspirasi, kita juga mempercekan pola pengamanan agar aspirasi ini
02:37bisa tersampaikan dengan baik dan semua berjalan dengan lancar.
02:49Ya tentunya dengan adanya pemberitahuan, ini juga ada komunikasi ya dari Direkturat Intelkam kepada yang menyampaikan ataupun menjadi PIC dari
03:01pengiriman pemberitahuan.
03:03Untuk kita sama-sama melihat ada beberapa titik apabila menuju istana itu sudah disiapkan di Silang Mona Selatan, apabila ingin
03:13ke DPRM-PR RI sudah disiapkan beberapa titik di lokasi-lokasi yang ada, begitu juga dengan area parkir Senayan.
03:22Dan di wilayah Kementerian Kelembagaan yang ada beberapa aksi, dari Kementerian Kelembagaan juga mempersiapkan titik-titik yang sudah dikomunikasikan oleh
03:31Direkturat Intelkam dengan Kementerian dan Kelembagaan.
03:35Begitu juga dengan pada hari ini, Polta Mitro Jaya dan Kodam Jaya memberikan ruang sekitaran duku atas dan UOB untuk
03:44penyampaian pendapat dari rekan-rekan mahasiswa.
03:48Itu yang kita persiapkan saat ini.
03:51Ini ada terduga pelaku yang akan menikmati perusahaan, apakah ada yang sudah diamankan?
03:56Ya, Polta Mitro Jaya mulai dari beberapa hari lalu dan saat ini sampai dengan pagi hari telah mengamankan 21 orang
04:06yang diduga akan masuk ataupun berbaur dengan kelompok masa aksi.
04:1321 orang ini setelah didalami bukan merupakan dari mahasiswa yang akan menyampaikan aspirasi.
04:23Ada pun barang-barang temuan berupa flare, berupa petasan kembang api dan botol yang dipersiapkan untuk menjadi bom Molotov.
04:34Ini dipersiapkan. Kita masih mendalami apakah tujuannya kepada petugas pengamanan, apakah kepada peserta aksi ataupun kepada masyarakat sekitar.
04:43Kita bayangkan bersama, apabila ini terjadi aksi ataupun susupan dari orang-orang yang membawa barang-barang tadi,
04:58ini dapat mencederai penyampaian pendapat yang sudah dilindungi oleh undang-undang.
05:04Apabila itu mengenai petugas pengamanan, masyarakat sekitar, ataupun rekan-rekan mahasiswa yang menyampaikan aspirasi ini jangan mencederai penyampaian aspirasi di
05:15muka publik.
05:26Tadi saya ulangi kembali ya, kalau menyimak bahwa Bundaran H itu merupakan center of gravity, center of gravity-nya Jakarta
05:35dan Indonesia.
05:37Banyak perhotelan-perhotelan internasional, pusat perekonomian, moda transportasi umum bagi masyarakat.
05:44Begitu juga dengan aktivitas kegiatan-kegiatan lainnya masyarakat.
05:49Apabila aksi dilaksanakan di Bundaran HI, ini akan mengunci potensi arus lalu lintas kemacetan di berbagai simpul yang ada.
06:00Yaitu bisa menuju patung kuda, istana, dan harmoni.
06:04Begitu juga dengan wilayah-wilayah penyanggah lainnya seperti Semanggi, Sudirman, Kearah Slipi, maupun Gatot Subroto.
06:15Dan belum wilayah-wilayah lain yang berada di Tanah Abang maupun wilayah Menteng ini akan bisa terjadi peningkatan arus lalu
06:23lintas dan kepadatan.
06:24Dan bahkan mungkin bisa melumpuhkan arus lalu lintas.
06:27Apabila arus lalu lintas sudah lumpuh, artinya kita juga hadir dalam tidak berempati terkait tentang aktivitas masyarakat lainnya.
06:48Jadi kalau nanti terkait tentang pengalian arus ataupun rekayasa lalu lintas, itu bisa nanti akan kami update kembali.
06:56Jadi intinya situasi penutupan ataupun rekayasa lalu lintas ini, sifatnya situasional.
07:05Kita melihat bersama bahwa arus lalu lintas masih bisa berjalan, arus kepadatan ini masih bisa berjalan dan masih bisa diatur
07:12oleh petugas-petugas di lapangan.
07:14Tapi apabila itu situasional, eskalasinya meningkat, terjadi kepadatan, akan ada rekayasa ataupun pengaturan ulang dari Direkturat Lalu Lintas.
07:23Simpon bagi mahasiswa yang akan menyampaikan aspirasi agar tidak berbesar.
07:29Ya, kami mengimbau kepada rekan-rekan mahasiswa yang akan menyampaikan aksi.
07:33Yang pertama adalah perhatikan bahwa ada masyarakat sekitar juga yang sedang melakukan aktivitas kegiatan sehari-hari.
07:40Yang kedua, junjung tinggi, sipitas akademis, jaga moral dan etika di dalam melakukan penyampaian aspirasi.
07:49Jaga fasilitas umum, fasilitas umum yang ada untuk tidak kita rusak secara bersama-sama.
07:56Ini termasuk, yang terakhir adalah menjaga harta benda keselamatan bagi kita masing-masing.
08:03Pada saat aksi meninggalkan barang bawaan dan lain-lain, ini menjadi tanggung jawab pribadi dan kita semua.
08:10Saya rasa itu teman-teman sekalian ya. Sekali lagi terima kasih.
08:13Nanti akan kami update kembali situasi terkini kepada rekan-rekan.
08:17Terima kasih.
08:18Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan