Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Seorang penyintas menceritakan detik-detik mencekam saat gempa magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur.

Korban sempat tertimbun puing bangunan akibat gempa sebelum akhirnya berhasil diselamatkan.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu kisah penyintas di tengah upaya tim SAR mengevakuasi warga yang terdampak gempa di sejumlah wilayah NTT.



#gempaNTT #NTT #puing

Baca Juga Basarnas Evakuasi Lansia Korban Gempa NTT dengan Helikopter ke Labuan Bajo | BERITA UTAMA di https://www.kompas.tv/regional/686447/basarnas-evakuasi-lansia-korban-gempa-ntt-dengan-helikopter-ke-labuan-bajo-berita-utama



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/686452/full-tertimbun-puing-saat-gempa-ntt-begini-cerita-penyintas-yang-berhasil-selamat
Transkrip
00:00Sudara gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur menyisakan duka dan cerita bagi para penyintas.
00:05Bagaimana mereka harus bertahan ketika tertimpa puing reruntuhan rumah.
00:10Kita saat ini sudah bersama dengan Mahathir, salah satu penyintas bencana gempa Nusa Tenggara Timur.
00:16Selamat malam, Mas Atir.
00:22Mas Atir, pertama-tama kami ucapkan turut berbelas sungkau atas musibah gempa yang menimpa NTT.
00:29Mas Atir, kami ingin tahu bagaimana saat ini kondisi Anda dan juga keluarga Anda, anak istri Anda, seperti apa kondisinya,
00:35Mas Atir?
00:38Untuk kondisi istri, kakinya belum ini, Mas. Belum begitu pulih, belum bisa bergerak sama sekali, Mas Ibrahim.
00:46Kalau untuk saya sendiri, ya Alhamdulillah lumayan kering lah lukanya yang dijahit sama di telinga sama kepala.
00:55Tapi istri juga sudah mendapatkan perawatan medis, Mas Atir?
01:00Sudah, Mas Ibrahim. Sudah mendapatkan perawatan medis, tapi untuk bagian kakinya belum bisa digerakkan sama sekali, Mas.
01:06Untuk obat-obatan aman sejauh ini?
01:09Kalau untuk obat-obatan sejauh ini aman, Mas.
01:12Mas Atir, tadi kita sempat menyimak cerita Anda ketika bertahan saat gempa terjadi.
01:20Bisa diceritakan seperti apa saat itu kondisinya, Mas Atir?
01:26Setelah itu waktu sekitar jam 5 lewat, kita dan ketidur saya, istri, sama anak, Mas.
01:36Pas guncangan mulai terjadi, saya bangun, ngendong yang kecil sama yang istri saya, suruh rangkul saya, Mas Ibrahim.
01:44Nah, kita terpental di dalam kamar waktu itu.
01:48Pada saat mau keluar pintu, dua kali kita terpental, Mas Ibrahim.
01:52Nah, setelah itu selang beberapa detik rumahnya langsung rubuh dan tidak sempat keluar dari kamar kita, Mas.
02:02Saat rumah langsung rubuh, itu puing-puing semua menimpa badan Mas Atir dan anak istri, Mas?
02:10Ya, betul. Semuanya tertutup sama puing-puing rumah kita.
02:17Itu bagaimana, Mas Atir, Anda bisa bertahan menguatkan istri, menguatkan anak dengan kondisi seperti itu, Mas?
02:28Waktu itu juga kebetulan ya, syukurnya yang kecilnya itu pada saat gempa itu, dia terpentalnya di pintu kamar.
02:36Jadi yang kecilnya tidak terlalu parah dia, karena tertahan sama runtuhan tembok yang jatuh, Mas.
02:42Saya sama istri lah yang ada di bagian bawah runtuhan itu.
02:46Oh, jadi anak Mas Atir sudah bisa keluar lebih dulu?
02:53Sudah, saya diovokasi sama warga setempat, Mas Ibrahim.
02:57Waktu itu warga setempat masih berada di depan lokasi kejadian.
03:02Mas Atir, berapa lama bertahan di tengah timbunan puing-puing rumah, Mas?
03:11Setelah 3 menitan, Mas Ibrahim. Kita masih berada di dalam peruntuhan itu.
03:18Tapi langsung bisa komunikasi? Masih dalam keadaan sadar saat itu istri Anda juga?
03:25Tidak maunya, paksa harus berdiri lagi kita.
03:28Karena kan waktu itu, Mas Ibrahim, ada isu katanya tsunami.
03:32Jadi ya dengan ininya ya, harus kuat bangun lagi, angkat istri lagi, Mas.
03:40Sangat, ini sulit dibayangkan, Mas Atir, bagaimana saat itu perjuangan Anda untuk bisa menyelamatkan keluarga.
03:47Jadi Anda, badan yang tertimpa runtuhan, dengan sekuat tenaga Anda bisa angkat lagi untuk bisa menyelamatkan istri keluar dari rumah.
04:02Mas Atir.
04:06Halo, Mas Atir.
04:10Jadi tadi ketika Anda tertimpa runtuhan, Anda dengan sekuat tenaga berupaya menyelamatkan istri Anda untuk segera keluar dari rumah.
04:19Iya, saya waktu kejadian itu, pas mau dievakuasi, semua warga kan pada kabur, Mas Ibrahim.
04:28Jadi dengan sekuat tenaga ya, angkat istri lagi, harus bisa lari ke dataran tinggi lagi, Mas Ibrahim.
04:35Kalau kita lihat, Mas Atir, di visual yang kami peroleh, itu ada beberapa orang juga yang berupaya untuk membantu, mengevakuasi.
04:43Jadi saat itu ada keluarga lain yang juga ikut membantu, Mas Atir?
04:48Kebetulan warga setempat yang di depan rumah itu masih ada di depan lokasi kejadian itu, Mas Ibrahim.
04:58Jadi segera waktu setelah kejadian itu langsung dievakuasi oleh warga setempat.
05:05Bagaimana itu mengevakuasinya? Apakah menggunakan alat-alat seadanya?
05:10Atau seperti apa seingat Anda, Mas Atir, saat itu warga mengevakuasi Anda dan keluarga?
05:16Itu warga mengevakuasi masih, ya masih ada goyangan guncangan ininya masih ada, Mas Ibrahim.
05:23Ya dengan seadanya, dengan cara ngangkat batanya, ngambil saya sama istri, pakai pikun.
05:34Sementara untuk anak Anda itu berada di dekat pintu itu lebih mudah bagi warga untuk mengevakuasinya, Mas Atir?
05:43Karena waktu itu anak langsung keluar di bagian atas, jadi waktu itu kebetulan ada tante saya yang ngeliatnya waktu itu
05:52diambil sama dia.
05:53Dan dibawa lari langsung saja, karena waktu itu isunya kan mau tsunami masih baik.
05:59Oke, jadi ada kurang dari 10 menit ya, Mas Atir, Anda harus berjuang untuk bisa segera keluar dari runtuhan rumah,
06:06Mas Atir?
06:10Mas Atir, ketika sudah berhasil keluar dari rumah, apakah langsung ke tempat evakuasi?
06:16Dan kapan keluarga langsung mendapatkan perawatan, Mas Atir?
06:22Itu kita dibawa ke tempat evakuasi pada saat sore hari, karena kita waktu itu kan lagi panik-paniknya, jadi kita
06:33dibawa lari dulu ke dataran tinggi.
06:38Sekitar, jaraknya sekitar 3 kilo-an dari tempat evakuasi.
06:42Dari pagi sampai sore, jadi Anda dan juga anak istri Anda harus menahan luka yang diderita, Mas Atir ya?
06:51Ya, ya.
06:53Baik.
06:54Untuk sekarang, bantuan sudah diterima, Mas Atir? Keperluan logistik anak istri keluarga, Mas Atir?
07:02Alhamdulillah, beberapa sudah diterima, Mas Ibrahim.
07:04Baik. Mas Atir, terima kasih telah berbagi cerita.
07:09Tentu kami doakan, semoga Mas Atir dan keluarga segera pulih, sehat kembali.
07:14Terima kasih untuk ceritanya di program Kewas Malam, Mas Atir.
07:17Baik.
07:18Baik.
07:20Baik.
07:20Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan