00:00Sudara gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur menyisakan duka dan cerita bagi para penyintas.
00:05Bagaimana mereka harus bertahan ketika tertimpa puing reruntuhan rumah.
00:10Kita saat ini sudah bersama dengan Mahathir, salah satu penyintas bencana gempa Nusa Tenggara Timur.
00:16Selamat malam, Mas Atir.
00:22Mas Atir, pertama-tama kami ucapkan turut berbelas sungkau atas musibah gempa yang menimpa NTT.
00:29Mas Atir, kami ingin tahu bagaimana saat ini kondisi Anda dan juga keluarga Anda, anak istri Anda, seperti apa kondisinya,
00:35Mas Atir?
00:38Untuk kondisi istri, kakinya belum ini, Mas. Belum begitu pulih, belum bisa bergerak sama sekali, Mas Ibrahim.
00:46Kalau untuk saya sendiri, ya Alhamdulillah lumayan kering lah lukanya yang dijahit sama di telinga sama kepala.
00:55Tapi istri juga sudah mendapatkan perawatan medis, Mas Atir?
01:00Sudah, Mas Ibrahim. Sudah mendapatkan perawatan medis, tapi untuk bagian kakinya belum bisa digerakkan sama sekali, Mas.
01:06Untuk obat-obatan aman sejauh ini?
01:09Kalau untuk obat-obatan sejauh ini aman, Mas.
01:12Mas Atir, tadi kita sempat menyimak cerita Anda ketika bertahan saat gempa terjadi.
01:20Bisa diceritakan seperti apa saat itu kondisinya, Mas Atir?
01:26Setelah itu waktu sekitar jam 5 lewat, kita dan ketidur saya, istri, sama anak, Mas.
01:36Pas guncangan mulai terjadi, saya bangun, ngendong yang kecil sama yang istri saya, suruh rangkul saya, Mas Ibrahim.
01:44Nah, kita terpental di dalam kamar waktu itu.
01:48Pada saat mau keluar pintu, dua kali kita terpental, Mas Ibrahim.
01:52Nah, setelah itu selang beberapa detik rumahnya langsung rubuh dan tidak sempat keluar dari kamar kita, Mas.
02:02Saat rumah langsung rubuh, itu puing-puing semua menimpa badan Mas Atir dan anak istri, Mas?
02:10Ya, betul. Semuanya tertutup sama puing-puing rumah kita.
02:17Itu bagaimana, Mas Atir, Anda bisa bertahan menguatkan istri, menguatkan anak dengan kondisi seperti itu, Mas?
02:28Waktu itu juga kebetulan ya, syukurnya yang kecilnya itu pada saat gempa itu, dia terpentalnya di pintu kamar.
02:36Jadi yang kecilnya tidak terlalu parah dia, karena tertahan sama runtuhan tembok yang jatuh, Mas.
02:42Saya sama istri lah yang ada di bagian bawah runtuhan itu.
02:46Oh, jadi anak Mas Atir sudah bisa keluar lebih dulu?
02:53Sudah, saya diovokasi sama warga setempat, Mas Ibrahim.
02:57Waktu itu warga setempat masih berada di depan lokasi kejadian.
03:02Mas Atir, berapa lama bertahan di tengah timbunan puing-puing rumah, Mas?
03:11Setelah 3 menitan, Mas Ibrahim. Kita masih berada di dalam peruntuhan itu.
03:18Tapi langsung bisa komunikasi? Masih dalam keadaan sadar saat itu istri Anda juga?
03:25Tidak maunya, paksa harus berdiri lagi kita.
03:28Karena kan waktu itu, Mas Ibrahim, ada isu katanya tsunami.
03:32Jadi ya dengan ininya ya, harus kuat bangun lagi, angkat istri lagi, Mas.
03:40Sangat, ini sulit dibayangkan, Mas Atir, bagaimana saat itu perjuangan Anda untuk bisa menyelamatkan keluarga.
03:47Jadi Anda, badan yang tertimpa runtuhan, dengan sekuat tenaga Anda bisa angkat lagi untuk bisa menyelamatkan istri keluar dari rumah.
04:02Mas Atir.
04:06Halo, Mas Atir.
04:10Jadi tadi ketika Anda tertimpa runtuhan, Anda dengan sekuat tenaga berupaya menyelamatkan istri Anda untuk segera keluar dari rumah.
04:19Iya, saya waktu kejadian itu, pas mau dievakuasi, semua warga kan pada kabur, Mas Ibrahim.
04:28Jadi dengan sekuat tenaga ya, angkat istri lagi, harus bisa lari ke dataran tinggi lagi, Mas Ibrahim.
04:35Kalau kita lihat, Mas Atir, di visual yang kami peroleh, itu ada beberapa orang juga yang berupaya untuk membantu, mengevakuasi.
04:43Jadi saat itu ada keluarga lain yang juga ikut membantu, Mas Atir?
04:48Kebetulan warga setempat yang di depan rumah itu masih ada di depan lokasi kejadian itu, Mas Ibrahim.
04:58Jadi segera waktu setelah kejadian itu langsung dievakuasi oleh warga setempat.
05:05Bagaimana itu mengevakuasinya? Apakah menggunakan alat-alat seadanya?
05:10Atau seperti apa seingat Anda, Mas Atir, saat itu warga mengevakuasi Anda dan keluarga?
05:16Itu warga mengevakuasi masih, ya masih ada goyangan guncangan ininya masih ada, Mas Ibrahim.
05:23Ya dengan seadanya, dengan cara ngangkat batanya, ngambil saya sama istri, pakai pikun.
05:34Sementara untuk anak Anda itu berada di dekat pintu itu lebih mudah bagi warga untuk mengevakuasinya, Mas Atir?
05:43Karena waktu itu anak langsung keluar di bagian atas, jadi waktu itu kebetulan ada tante saya yang ngeliatnya waktu itu
05:52diambil sama dia.
05:53Dan dibawa lari langsung saja, karena waktu itu isunya kan mau tsunami masih baik.
05:59Oke, jadi ada kurang dari 10 menit ya, Mas Atir, Anda harus berjuang untuk bisa segera keluar dari runtuhan rumah,
06:06Mas Atir?
06:10Mas Atir, ketika sudah berhasil keluar dari rumah, apakah langsung ke tempat evakuasi?
06:16Dan kapan keluarga langsung mendapatkan perawatan, Mas Atir?
06:22Itu kita dibawa ke tempat evakuasi pada saat sore hari, karena kita waktu itu kan lagi panik-paniknya, jadi kita
06:33dibawa lari dulu ke dataran tinggi.
06:38Sekitar, jaraknya sekitar 3 kilo-an dari tempat evakuasi.
06:42Dari pagi sampai sore, jadi Anda dan juga anak istri Anda harus menahan luka yang diderita, Mas Atir ya?
06:51Ya, ya.
06:53Baik.
06:54Untuk sekarang, bantuan sudah diterima, Mas Atir? Keperluan logistik anak istri keluarga, Mas Atir?
07:02Alhamdulillah, beberapa sudah diterima, Mas Ibrahim.
07:04Baik. Mas Atir, terima kasih telah berbagi cerita.
07:09Tentu kami doakan, semoga Mas Atir dan keluarga segera pulih, sehat kembali.
07:14Terima kasih untuk ceritanya di program Kewas Malam, Mas Atir.
07:17Baik.
07:18Baik.
07:20Baik.
07:20Terima kasih.
Komentar