Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Pengamat Bedah Makna Tersirat di Balik Momen Mesra Jokowi dan Prabowo.

Link terkait : https://www.suara.com/news/2026/08/18/123603/jangan-terkecoh-visual-pengamat-ungkap-makna-di-balik-momen-mesra-jokowi-prabowo

Pernyataan Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, memberikan sudut pandang baru terkait momen hangat antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Istana Merdeka. Menurutnya, keakraban visual yang ditampilkan tidak bisa serta-merta dijadikan acuan tunggal untuk menyimpulkan peta politik keduanya.
Posisi Prabowo yang diapit oleh Jokowi dan Gibran Rakabuming Raka memang memiliki daya pikat simbolik tersendiri karena mempertemukan tiga figur kunci. Meski demikian, Arifki menilai masih terlalu dini untuk mengaitkan konfigurasi visual tersebut dengan dinamika koalisi atau persiapan Pilpres 2029.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak membaca sinyal politik secara hitam-putih atau menarik kesimpulan yang melompat terlalu jauh. Dalam dunia politik, komunikasi yang terjalin hangat dan cair adalah hal yang wajar tanpa harus selalu diartikan sebagai satu agenda politik yang sama.
Selengkapnya dalam video di atas.

#Prabowo #Jokowi #Pilpres2029

Creative/Video Editor: Lia/Michael
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Pengamat bedah makna tersirat dibalik momen mesra Jokowi dan Prabowo.
00:04Momen interaksi akrab Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ketujuh Jokowi Dodo di Istana Merdeka
00:10dinilai Direktur Eksekutif Aljabar Strategik Indonesia Arif Ki Caniago
00:15tak cukup mengambarkan relasi politik mereka.
00:18Menurutnya riwayat rivalitas pada Pilpres 2014 dan 2019
00:22membuktikan hubungan politik selalu dinamis mengikuti perkembangan kepentingan.
00:27Arif Ki menilai konfigurasi Prabowo-Jokowi-Gibran menjadi lebih menonjol secara visual
00:33akibat absennya Megawati Soekarno Putri dan Susilo Bambang Yudhoyono.
00:38Meski demikian ia mengimbau agar ketidakhadiran dua tokoh bangsa tersebut
00:42tidak ditarik menjadi sebuah pertarungan simbolik.
00:46Posisi Prabowo yang berada di antara Jokowi dan Gibran dinilai memiliki makna simbolik
00:51karena mempertemukan tiga posisi politik sekaligus dalam satu momentum.
00:55Namun Arif Ki menegaskan bahwa masih terlalu dini untuk menyimpulkan
01:00apakah momentum tersebut memiliki konsekuensi politik yang lebih jauh.
01:05Arif Ki mengingatkan publik untuk tidak mengaitkan momen keakrapan tersebut
01:09dengan indikasi koalisi maupun konfigurasi Pilpres 2029
01:13yang menekankan agar politik tidak dibaca secara hitam putih
01:17dan menyarankan publik cukup menikmati kode komunikasi yang baik
01:21tanpa menarik kesimpulan terlalu jauh.
01:24Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan