Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Dibuang ke Tempat Sampah, Naskah Autentik Proklamasi Bung Karno Baru Kembali Setelah 46 Tahun

Usai diketik Sayuti Melik, draf tulisan tangan Bung Karno sempat diremas & dibuang ke keranjang sampah. Beruntung, jurnalis B.M. Diah menyelamatkannya dan menyimpannya rapi selama 46 tahun di dalam dompet.

Naskah otentik tersebut akhirnya diserahkan ke negara pada tahun 1992 dan kini tersimpan aman di ANRI. Sebuah bukti nyata betapa berharganya kesadaran akan arsip sejarah.

#Proklamasi #HUTRI #ANRI

Creative/Video Editor: Icha/Evan
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Dibuang ke tempat sampah, naskah otentik proklamasi Bung Karno baru kembali setelah 46 tahun.
00:05Teks proklamasi kemerdekaan yang kita kenal hari ini bukan sekedar deretan kata yang dibacakan pada 17 Agustus 1945.
00:12Di balik dua paragraf singkat tersebut, tersimpan sebuah sejarah tentang keberadaan naskah otentik tulisan tangan Presiden Soekarno
00:18yang nyaris musnah di tempat sampah dan sempat menghilang selama 46 tahun.
00:23Peristiwa bersejarah ini bermula pada subuh 17 Agustus 1945 di kediaman Laksamana Tadashimaeda.
00:30Setelah perumusan kalimat proklamasi selesai disusun oleh Soekarno, Muhammad Hatta, dan Ahmad Subarjo,
00:35Bung Karno menyerahkan draft kasar tulisan tangannya kepada Sayuti Melik untuk diketik.
00:40Di ruang pengetikan, Sayuti Melik melakukan beberapa penyesuaian minor pada teks tersebut.
00:45Setelah versi ketikan selesai disiapkan untuk dibacakan,
00:48lembaran draft awal yang ditulis tangan oleh Bung Karno dianggap tidak lagi memiliki kegunaan praktis.
00:53Bung Karno dilaporkan meremas kertas tersebut dan membuangnya ke keranjang sampah yang berada di area dapur.
00:59Pada saat itu, fokus utama semua tokoh nasional adalah persiapan pembacaan teks di Pegangsaan Timur 56,
01:05sehingga keberadaan draft kertas bekas tersebut sama sekali tidak diraukan.
01:09Di tengah suasana tegang dan terburu-buru itu,
01:12seorang wartawan muda bernama Burhanuddin Muhammad Diyah atau BM Diyah
01:16yang hadir dalam penyusunan teks melihat langsung momen pembuangan naskah tersebut.
01:21Sebagai seorang jurnalis, BM Diyah memiliki intuisi yang berbeda.
01:24Ia menyadari betul bahwa meskipun naskah itu hanyalah selembar draft kasar tulisan tangan yang sudah diketik ulang,
01:30nilainya di masa depan akan sangat luar biasa bagi catatan sejarah bangsa.
01:34Tanpa ragu, BM Diyah mendekati keranjang sampah,
01:37mengambil kembali kertas yang sudah diremas tersebut,
01:40merapikannya kembali dengan hati-hati lalu melipatnya.
01:42Kertas itu kemudian ia simpan rapi di dalam kantong pribadinya.
01:46Selesai peristiwa proklamasi dan seiring terjadinya perang mempertahankan kemerdekaan,
01:51keberadaan draft asli proklamasi tersebut tidak pernah dipublikasikan.
01:55BM Diyah menyimpan lembaran kertas bersejarah itu secara pribadi di dalam dompetes selama dekade demi dekade.
02:01Selama 46 tahun, naskah tulisan tangan Bung Karno itu ikut menjelajahi berbagai babak sejarah Indonesia bersama BM Diyah,
02:08mulai dari era Orde Lama hingga era Orde Baru.
02:11Publik dan para sejarawan pada masa itu umumnya hanya mengenal naskah ketikan Sayuti Melik sebagai wujud fisik proklamasi.
02:18Proklamasi
02:20Kami, bangsa Indonesia,
02:25dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.
02:33Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan
02:38dan lain-lain diselenggarakan
02:42Misteri keberadaan naskah otentik ini baru terkuak pada awal dekade 1990-an.
02:48Pada tanggal 19 Mei 1992,
02:51BM Diyah memutuskan bahwa sudah saatnya dokumen berharga tersebut dikembalikan kepada negara.
02:56Ia mendatangi istana merdeka dan menyerahkan langsung naskah asli proklamasi tersebut kepada Presiden Soeharto.
03:02Setelah diterima oleh pemerintah, dokumen bersejarah itu kemudian diteruskan ke Arsip Nasional Republik Indonesia
03:08untuk dilestarikan secara resmi.
03:10Saat ini, naskah otentik tulisan tangan Bung Karno tersimpan aman di Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia atau ANRI di Jakarta.
03:18Mengingat usianya yang sudah tua dan sifat kertas yang rentan,
03:22ANRI melakukan standar preservasi yang sangat ketat.
03:24Aksi sederhana BM Diyah membuktikan betapa pentingnya kesadaran akan arsip dan dokumentasi.
03:30Berkat nalurinya untuk menyelamatkan selembar kertas dari keranjang sampah,
03:34generasi hari ini dan masa depan tetap bisa menyaksikan saksi bisu lahirnya Republik Indonesia.
03:42Terima kasih.
03:42Terima kasih.
03:49Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan