00:00Dibuang ke tempat sampah, naskah otentik proklamasi Bung Karno baru kembali setelah 46 tahun.
00:05Teks proklamasi kemerdekaan yang kita kenal hari ini bukan sekedar deretan kata yang dibacakan pada 17 Agustus 1945.
00:12Di balik dua paragraf singkat tersebut, tersimpan sebuah sejarah tentang keberadaan naskah otentik tulisan tangan Presiden Soekarno
00:18yang nyaris musnah di tempat sampah dan sempat menghilang selama 46 tahun.
00:23Peristiwa bersejarah ini bermula pada subuh 17 Agustus 1945 di kediaman Laksamana Tadashimaeda.
00:30Setelah perumusan kalimat proklamasi selesai disusun oleh Soekarno, Muhammad Hatta, dan Ahmad Subarjo,
00:35Bung Karno menyerahkan draft kasar tulisan tangannya kepada Sayuti Melik untuk diketik.
00:40Di ruang pengetikan, Sayuti Melik melakukan beberapa penyesuaian minor pada teks tersebut.
00:45Setelah versi ketikan selesai disiapkan untuk dibacakan,
00:48lembaran draft awal yang ditulis tangan oleh Bung Karno dianggap tidak lagi memiliki kegunaan praktis.
00:53Bung Karno dilaporkan meremas kertas tersebut dan membuangnya ke keranjang sampah yang berada di area dapur.
00:59Pada saat itu, fokus utama semua tokoh nasional adalah persiapan pembacaan teks di Pegangsaan Timur 56,
01:05sehingga keberadaan draft kertas bekas tersebut sama sekali tidak diraukan.
01:09Di tengah suasana tegang dan terburu-buru itu,
01:12seorang wartawan muda bernama Burhanuddin Muhammad Diyah atau BM Diyah
01:16yang hadir dalam penyusunan teks melihat langsung momen pembuangan naskah tersebut.
01:21Sebagai seorang jurnalis, BM Diyah memiliki intuisi yang berbeda.
01:24Ia menyadari betul bahwa meskipun naskah itu hanyalah selembar draft kasar tulisan tangan yang sudah diketik ulang,
01:30nilainya di masa depan akan sangat luar biasa bagi catatan sejarah bangsa.
01:34Tanpa ragu, BM Diyah mendekati keranjang sampah,
01:37mengambil kembali kertas yang sudah diremas tersebut,
01:40merapikannya kembali dengan hati-hati lalu melipatnya.
01:42Kertas itu kemudian ia simpan rapi di dalam kantong pribadinya.
01:46Selesai peristiwa proklamasi dan seiring terjadinya perang mempertahankan kemerdekaan,
01:51keberadaan draft asli proklamasi tersebut tidak pernah dipublikasikan.
01:55BM Diyah menyimpan lembaran kertas bersejarah itu secara pribadi di dalam dompetes selama dekade demi dekade.
02:01Selama 46 tahun, naskah tulisan tangan Bung Karno itu ikut menjelajahi berbagai babak sejarah Indonesia bersama BM Diyah,
02:08mulai dari era Orde Lama hingga era Orde Baru.
02:11Publik dan para sejarawan pada masa itu umumnya hanya mengenal naskah ketikan Sayuti Melik sebagai wujud fisik proklamasi.
02:18Proklamasi
02:20Kami, bangsa Indonesia,
02:25dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.
02:33Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan
02:38dan lain-lain diselenggarakan
02:42Misteri keberadaan naskah otentik ini baru terkuak pada awal dekade 1990-an.
02:48Pada tanggal 19 Mei 1992,
02:51BM Diyah memutuskan bahwa sudah saatnya dokumen berharga tersebut dikembalikan kepada negara.
02:56Ia mendatangi istana merdeka dan menyerahkan langsung naskah asli proklamasi tersebut kepada Presiden Soeharto.
03:02Setelah diterima oleh pemerintah, dokumen bersejarah itu kemudian diteruskan ke Arsip Nasional Republik Indonesia
03:08untuk dilestarikan secara resmi.
03:10Saat ini, naskah otentik tulisan tangan Bung Karno tersimpan aman di Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia atau ANRI di Jakarta.
03:18Mengingat usianya yang sudah tua dan sifat kertas yang rentan,
03:22ANRI melakukan standar preservasi yang sangat ketat.
03:24Aksi sederhana BM Diyah membuktikan betapa pentingnya kesadaran akan arsip dan dokumentasi.
03:30Berkat nalurinya untuk menyelamatkan selembar kertas dari keranjang sampah,
03:34generasi hari ini dan masa depan tetap bisa menyaksikan saksi bisu lahirnya Republik Indonesia.
03:42Terima kasih.
03:42Terima kasih.
03:49Terima kasih.
Komentar