Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 menit yang lalu
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana semangat gotong royong diterapkan dalam kehidupan masyarakat. Di tengah persoalan banjir yang berulang, warga Pondok Labu, Jakarta Selatan, mengembangkan sirine pendeteksi banjir secara mandiri sebagai sistem peringatan dini agar masyarakat dapat bersiap lebih awal.

Sirine tersebut dibuat oleh anggota Karang Taruna RT 02/RW 10 dengan memanfaatkan kemampuan teknologi dan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar. Alat menggunakan radar yang ditempatkan di saluran air dan akan mengaktifkan sirine secara otomatis ketika air mencapai batas tertentu. Di wilayah tersebut, sirine berbunyi selama dua menit untuk memberikan waktu bagi warga melakukan persiapan.

Inovasi ini juga mendorong warga untuk semakin aktif menjaga lingkungan dan saling membantu saat banjir terjadi. Pemantauan dan evakuasi diprioritaskan bagi ibu hamil, lansia, dan anak-anak, sementara masyarakat terus bergotong royong merawat sistem peringatan dini tersebut.

Creative/Videografer/Video Editor: Jasmine/Amanda/Alin/Rayhan/Eby
==================================

Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram: https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:24Wajah kemerdekaan di tahun 2026
00:32Jika dahulu perjuangan adalah merebut kemerdekaan, hari ini perjuangan adalah melindungi kehidupan sesama
00:47Jadi kita nggak tahu mau banjirnya apa, kadang-kadang kan sudah tahu-tahu dah, air udah datang mendudak gitu
00:56Kan kita pada nggak tahu, tahunya hanya diituin kentong-kentongin yang listrik
01:03Jadi kita kan nggak bisa siap-siap gitu kalau itu
01:10Saya pernah dikendong, Kak, di sini sampai sambil nangis yang itu 2020
01:17Kan gede banget, Kak
01:21Rauh karet nggak bisa masuk kalau itu
01:24Jadi otomatis pakai tambang
01:27Jadi kita ntar dibantu karangkaruna pada membantuin nyebrangin gitu di pengungsian
01:37Mungkin ya dari warga sendiri pun emang nggak ngerti bagaimana dapat informasinya tuh gimana
01:45Sama badan berwenangnya tuh ya mungkin kurang ada follow up ya
01:51Follow up buat warga kita yang sering kena banjir
01:54Jadi tuh badan berwenang tuh biasanya tuh kayak dari pemerintah gitu
01:59Adanya tuh setelah kita kena banjir
02:01Jadi kayak ngasih baju bekas buat warga yang bajunya banyak yang hilang
02:09Ngasih peralatan sekolah buat anak-anak yang peralatan sekolahnya rusak karena banjir
02:14Ataupun kayak ngasih makanan
02:17Karena kan kita nggak ada listrik ya
02:19Kalau lagi banjir
02:21Jadi tuh masak nasi aja tuh nggak bisa
02:23Jadi pemerintah tuh ngasih makanan kayak nasi bungkus atau apapun itu
02:28Ya kalau misalnya ada banjir yang gede aja gitu
02:32Skalanya tuh besar
02:34Yang sampai listrik dimatiin sampai setengah hari gitu
02:37Biasanya sih kayak gitu
02:39Saat itu saya dikelat di badan penanggulangan bencana daerah
02:43Itu di Sentul
02:43Jadi setelah saya ikut dikelat selama lima hari di Sentul
02:49Saya mendapat banyak materi tentang kebencanaan
02:52Dan khususnya banjir
02:54Karena kebetulan memang wilayah saya ini rawan terhadap banjir
02:58Makanya saya aktif terkait penanganan banjir
03:02Jadi sebelumnya di sana itu juga saya sangat cukup kritis juga
03:08Menanyakan sistem peringatan apakah ada atau tidak
03:12Dan saat itu saya mendapatkan jawaban ada
03:15Namun dengan harga yang cukup fantastis ya
03:19Jadi sepertinya saya rasa juga itu tidak bisa direalisasikan di masing-masing rukun tetangga
03:25Ataupun rukun warga
03:26Karena harganya yang hampir 3 digit
03:28Seperti itu
03:30Jadi saya melihat peluang dari situ
03:32Kayaknya teman-teman karantaran RT 2020 bisa nih bikin yang 11-12 alatnya
03:38Kayak yang punya BNPB itu
03:40Awalnya tadi sebenarnya bukan warna abu-abu kayak gini
03:45Tadinya tuh karatan semuanya
03:46Kita amplas dulu
03:48Kita cat
03:49Bener-bener sedemikian rupa warnanya hampir sama
03:52Kayak yang baru
03:53Ya Alhamdulillah
03:54Dan kalau untuk sirinenya kita pinjem uang kas RT sebesar 350 ribu
04:00Itu buat beli sirine baru
04:03Masing-masing teman-teman di karantaran ini memiliki potensi pengetahuan teknologi yang sangat lumayan cukup
04:09Dan sayang kalau nggak kita kembangin melalui aksi nyata
04:13Ya inilah hasilnya
04:14Ya karena kita ya udah disini ya warganya saya
04:18Salutnya udah pada guyu perukunnya gotong royongnya
04:23Salut saya pokoknya disini tuh
04:26Daerah Haji Kamang Bawa
04:29Dari kita sih harapannya ya pemerintah bukan highlight dari sirine doang ya
04:35Tapi juga mungkin bisa dapat extensi lagi dari pemerintah tuh kayak bikin tanggulan di kali
04:43Untuk mengurangi tinggi air kalau misalnya meluap ke atas gitu
04:49Jadi lebih biar lebih nggak terlalu cepat
04:53Atau mungkin bisa juga nggak ngeluap sampai atas gitu
04:56Jadi nggak sampai menyebabkan banjir
04:58Sehingga 17 Agustus tidak hanya dimaknai sebagai seremonia lomba
05:04Tetapi bagaimana semangat perjuangan masih hidup dalam bentuk yang berbeda
05:09Bagi sebagian orang bunyi sirine adalah pertanda bahaya
05:13Namun bagi warga pondok labu suara itu justru menjadi harapan
05:18Harapan agar semua orang memiliki waktu untuk pulang
05:22Menyelamatkan keluarga dan bertahan dari banjir
05:29Terima kasih sudah menonton!
05:31Terima kasih sudah menonton!
05:32Terima kasih sudah menonton!
Komentar

Dianjurkan