Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Indonesia akan mengekspor beras premium dengan pecahan 5 persen ke Malaysia. Potensi pengiriman mencapai 200.000 ton dengan nilai ekspor Rp 3,39 triliun atau Rp 17.000 per kilogram.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjelaskan Indonesia akan mengekspor beras tersebut secara bertahap dengan pengiriman perdana sebanyak 1.000 ton.

Ekspor beras ke Malaysia merupakan bagian dari upaya Indonesia memperluas pasar ekspor setelah berhasil mencapai swasembada beras.

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #beras #ekspor
Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00200 ribu ton beras RI bakal diekspor ke Malaysia, nilainya 3,39 triliun rupiah.
00:06Indonesia akan mengekspor beras premium dengan pecahan 5 persen ke Malaysia.
00:10Potensi pengiriman mencapai 200 ribu ton dengan nilai ekspor 3,39 triliun rupiah atau 17 ribu rupiah per kilogram.
00:18Menteri Pertanian, Mentan, Andi Amran Sulaiman menjelaskan Indonesia akan mengekspor beras tersebut secara bertahap dengan pengiriman perdana sebanyak seribu ton.
00:27Ekspor beras ke Malaysia merupakan bagian dari upaya Indonesia memperluas pasar ekspor setelah berhasil mencapai suasembada beras.
00:34Mudah-mudahan kita bisa kirim secepatnya tetapi seribu ton, ini kita minta mudah-mudahan bisa dikapalkan dalam minggu ini karena
00:41berasnya ada.
00:42Nilainya 3,39 triliun rupiah kalau 200 ribu ton, kata Amran Sabtu, 15 Agustus 2026.
00:49Kesepakatan ekspor beras ke Malaysia ini ditandai dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding, MOU,
00:56antara Direktur Utama Perumbulok Ahmad Rizal Ramdhani dan General Manager Padi dan Beras Borneo SDNBHD, Jumaat Bin Ibrahim.
01:04Penandatanganan yang digelar di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan pada Jumat 14 Agustus 2026 tersebut juga disaksikan oleh Mentan Amran.
01:12Amran menuturkan, kebutuhan beras untuk Sarawak mencapai sekitar 200 ribu ton per tahun,
01:17sementara kebutuhan beras Malaysia secara keseluruhan berada di kisaran 1,5 juta hingga 1,7 juta ton per tahun.
01:24Sehingga dia berharap Indonesia juga bisa menjadi pemasok sebanyak 1,5 juta ton sampai 1,7 juta ton beras yang
01:30dibutuhkan Malaysia setiap tahunnya.
01:32Meskipun dia juga masih muanti-wanti akan adanya El Nino tahun ini.
01:36Tetapi harapan kita kalau bisa kita rebut yang 1 juta.
01:39Ini ada pertimbangan El Nino juga tapi sesuai hitungan di atas kertas insya Allah stok kita aman sampai bulan Mei
01:45tahun depan.
01:46Dan bulan Februari sudah panen puncak lagi, jelasnya.
01:50Amran memastikan ekspor tersebut tidak akan mengganggu kebutuhan beras di dalam negeri.
01:55Dia menyebut stok beras Indonesia saat ini mencapai 5,2 juta ton.
01:59Amran memastikan ekspor tersebut tidak akan mengganggu kebutuhan beras di dalam negeri.
02:03Dia menyebut stok beras Indonesia saat ini mencapai 5,2 juta ton.
02:08Berdasarkan perhitungan pemerintah, produksi beras hingga Oktober diperkirakan mencapai sekitar 30 juta ton.
02:14Amran juga mengatakan stok beras yang tersedia saat ini diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional hingga Mei 2027.
02:21Malaysia pilih beras RI karena kualitas dan selera serupa.
02:24General Manager Padi dan Beras Borneo SDNBHD, Jumaat bin Ibrahim mengatakan Malaysia sebelumnya juga sudah mendapatkan pasokan beras dari sejumlah
02:33negara,
02:33seperti Vietnam, Kamboja, dan Thailand.
02:37Namun, kini Malaysia melihat Indonesia sebagai salah satu sumber pasokan beras yang potensial.
02:42Menurut Jumaat, perkembangan sektor pertanian Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu pertimbangan Malaysia memilih beras dari Indonesia.
02:50Dia menilai produksi padi Indonesia saat ini telah berkembang pesat dan didukung surplus stok beras yang besar.
02:56Tradisionali, berasnya dari Vietnam, Chambodia, Thailand, dan sebagainya.
03:01Itu dulu.
03:02Sekarang ini, Indonesia sudah berkembang di bawah pemerintahan Paprabowo,
03:07di mana pertaniannya amat-amat advance, khasnya bagian penanam padi, katanya dalam kesempatan yang sama.
03:13Dia juga menilai kualitas beras Indonesia saat ini sudah dapat diterima pasar internasional.
03:18Selain itu, kesamaan selera masyarakat Indonesia dan Malaysia menjadi pertimbangan lain dalam memilih beras dari Indonesia.
03:25Apalagi Malaysia negara jiran.
03:28Lidahnya sama, cara masakannya sama.
03:31Jadi berasnya pun dapat diterima oleh orang Malaysia.
03:34Kualitas Indonesia sekarang sudah amat tinggi.
03:38Justru itu, kenapa tidak diimpor dari Indonesia ke Malaysia, katanya.
03:42Direktur utama perumbulok Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan secara teknis,
03:46pengiriman akan dimulai sebanyak seribu ton dalam waktu dekat.
03:49Insya Allah ekspor ini sebagai permulaan akan kita ekspor totalnya adalah seribu ton
03:53dan potensinya untuk bisa rawas sendiri sekitar 200 ribu ton, kata Rizal.
03:57Dari total seribu ton pengiriman awal, sebanyak lima kontener akan dikirim melalui perbatasan Antikong.
04:03Sementara sekitar 950 ton lainnya akan dikirim melalui jalur laut dari pelabuhan Tanjung Priok menuju pelabuhan Kucing.
04:10Untuk nilai sesuai dengan kesepakatan MOU harga berasnya per kilogramnya dihitung 17 ribu rupiah
04:16sehingga kalau seribu ton lebih kurang sekitar 17 miliar rupiah untuk pendahuluan, ujarnya.
Komentar

Dianjurkan