Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) merilis data mengejutkan terkait eskalasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau. Sepanjang tahun 2026, total luas karhutla di Provinsi Riau telah meluas hingga mencapai 15.738,93 hektar.

Selain itu, Jikalahari mencatat setidaknya terdapat 3.672 titik panas (hotspot) yang tersebar di wilayah Riau. Dari total titik panas tersebut, fakta mencemaskan terungkap bahwa mayoritas titik api berada di dalam wilayah korporasi/konsesi:

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #Karhutla #riau

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Karhutlah Riau tembus 15.000 hektare, udara pekan baru tidak sehat.
00:03Karhutlah di Riau sudah mencapai lebih dari 15.000 hektare.
00:07Di tengah kondisi itu, kualitas udara pekan baru tercatat masuk kategori tidak sehat.
00:11Jika lahari mencatat, sepanjang 2026 luas kebakaran hutan dan lahan di Riau telah mencapai 15.738,93 hektare,
00:20dengan sedikitnya 3.672 titik panas.
00:24Dari jumlah tersebut, 748 titik berada di kawasan konsesi.
00:28Rinciannya, 539 titik di konsesi perkebunan kelapa sawit dan 209 titik di konsesi hutan tanaman industri atau HTI.
00:36Sementara itu, Karhutlah diduga memperburuk kualitas udara pekan baru.
00:40Dalam pantauan iku air pada 9 hingga 14 Agustus, kualitas udara tercatat konsisten berada dalam kategori tidak sehat.
00:47AQI pekan baru tercatat 175, dengan konsentrasi PM 2,5 sebesar 89,6 mikrogram per meter kubik.
00:54Sebelumnya, BMKG juga sempat mencatat PM 2,5 mencapai 199,6 mikrogram per meter kubik, atau kategori sangat tidak sehat.
01:04Paparan PM 2,5 tinggi secara terus-menerus disebut meningkatkan risiko gangguan pernafasan akut, terutama bagi anak-anak, balita, ibu
01:11hamil, dan lansia.
01:12Jikalahari mendesak pemerintah fokus pada pelayanan kemanusiaan, mulai dari penyediaan air bersih hingga perlindungan kelompok rentan.
01:19Masyarakat juga berharap ada pembagian masker, ruang evakuasi dengan penyaring udara, serta tindakan terhadap korporasi yang terbukti lahannya terbakar.
01:26Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan