00:00Kita keserotan berikutnya peringatan hari ulang tahun ke-81 kemerdekaan Republik Indonesia
00:05berlangsung meriah di Tunisia.
00:08Kedudukan besar Republik Indonesia untuk Tunisia menggelar kegiatan malam gembira bersama
00:12di piramid Tamtam Stadium Lactunis.
00:18Ratusan warga negara Indonesia mulai dari mahasiswa, diaspora hingga ekspatriat
00:24mengikuti berbagai perlombaan yang diselenggarakan.
00:28Panitia menghadirkan sejumlah permainan tradisional seperti lari karung, makan kerupuk,
00:35main kelereng dan joget balok, serta pertandingan futsal dan tenis meja.
00:40Kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan dan menumbuhkan semangat kebangsaan
00:46di tengah masyarakat Indonesia yang tinggal di Tunisia.
00:51Lebih lengkap terkait perayaan Hood Republik Indonesia,
00:55kita telah terhubung dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia,
00:59Suhairi Misrawi melalui sambungan SU.
01:02Selamat siang.
01:03Pak Dubas, bagaimana apa penglihatan antusiasmu warga negara Indonesia di Tunisia
01:08dalam merayakan Hood ke-81 Republik Indonesia, Pak?
01:15Dirga Hayu, Indonesia ku yang ke-81, Indonesia berdaulat, adil dan makmur
01:21untuk seluruh warga Indonesia di tanah air dan doa kami untuk Nusa Tenggara Timur tercinta,
01:28mudah-mudahan pulih dan mendapatkan penanganan yang terbaik dari pemerintah dan masyarakat.
01:37Kami sampaikan bahwa Alhamdulillah di Tunisia kami melaksanakan banyak sekali agenda
01:46hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 ini
01:50dari Merdeka Samaran, Clean the City, Malam Bergembira,
01:57ada forum bisnis kerjasama Indonesia-Tunisia juga,
02:00lalu hari ini, pagi ini, sekarang masih pukul 6 lewat 35 menit,
02:07sekitar 20 menit lagi kami akan melaksanakan upacara pengibaran bendera merah putih.
02:15Nanti malam puncaknya ada Semarak 17 Agustusan di Wisma Duta Besar.
02:21Alhamdulillah kami sampaikan bahwa antusiasme sangat luar biasa,
02:24seperti terlihat dari video di Kompas TV bahwa ada sekitar kurang lebih 400 warga negara Indonesia di Tunisia ini,
02:35yang sebagian besar adalah mahasiswa kita di berbagai kampus di Tunisia,
02:39sangat meriah menyambut hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 ini.
02:46Oke, baik Pak. Merayakan kemerdekaan HUT ke-81 dari jauh.
02:52Sebenarnya warga negara Indonesia di sana seperti apa sih Pak memaknai kemerdekaan tahun ini, Pak?
02:58Ya, seperti biasa, kami merasakan api perjuangan dari para pendiri bangsa,
03:07para pahlawan kita, khususnya Bapak Proklamator Bung Karno, Soekarno Hatta,
03:13dan tentu kami juga merefleksikan bagaimana memaknai kemerdekaan dalam konteks membangun di masa depan,
03:23karena para mahasiswa kita di sini ini diperkirakan dalam 10-20 tahun yang akan datang,
03:31mereka akan menjadi pemimpin di negeri kita,
03:35maka kami meminta supaya setiap warga mahasiswa di sini merefleksikan
03:40bagaimana Indonesia 10 tahun, 20 tahun yang akan datang,
03:43apa saja peran yang mereka lakukan untuk membangun peradaban Indonesia di berbagai sektor,
03:51baik itu ekonomi, kebudayaan, politik, terutama juga di pendidikan,
03:56karena nanti banyak dari mahasiswa kita yang mendirikan pondok pesantren,
04:02bahkan di antara mereka mungkin akan menjadi guru besar,
04:05menjadi dosen di berbagai kampus di tanah air,
04:08maka di sinilah makna kemerdekaan adalah bagaimana membangun Indonesia di masa yang kandatau.
04:18Oke, Pak, kita juga tahu ini juga selain menjadi momentum perayaan kemerdekaan,
04:23bagaimana KBR Indonesia ini kemudian memanfaatkan HUD Republik Indonesia
04:27untuk kemudian memperkuat hubungan Indonesia dan juga Tunisia, Pak?
04:32Ya, maka kami laksanakan forum bisnis,
04:38kerjasama memperkuat kerjasama ekonomi Indonesia-Tunesia,
04:42kami mengundang kurang lebih 100 pengusaha
04:46untuk hadir dalam Trade Expo Indonesia pada bulan Oktober nanti.
04:52Ini bagian dari bagaimana kerjasama ekonomi dan perdagangan
04:58di masa yang kandatau mengalami peningkatan.
05:00Saya sampaikan bahwa dalam 5 tahun saya menjabat sebagai ruta besar
05:05beli Indonesia untuk Tunisia ini,
05:07ada peningkatan kerjasama ekonomi yang luar biasa.
05:10Pada tahun pertama, yaitu 2022,
05:13kerjasama sekitar 70 juta USD,
05:15sekarang kerjasama ekonominya sudah mencapai 400 juta USD.
05:19Kami terus berusaha supaya kerjasamanya bisa meningkat
05:23minimal 500 juta USD hingga 1 miliar USD.
05:28Jadi kemerdekaan artinya adalah membangun diplomasi,
05:32terutama diplomasi ekonomi secara lebih intens,
05:36lebih signifikan di masa-masa yang akan datang,
05:39terutama pada sektor bisnis to bisnis.
05:42Karena peluangnya sangat besar sekali,
05:44di mana para pengusaha Tunisia di Tunisia ini
05:48mempunyai konektivitas dengan negara-negara Eropa,
05:54dengan negara Arab, dan negara-negara Afrika.
05:57Sebaliknya kita Indonesia juga menjadi kekuatan besar
06:00di Asia Tenggara, bahkan di Asia.
06:02Di sinilah kemudian kemerdekaan kita,
06:05hari ulang tahun kemerdekaan yang ke-81 ini,
06:08kita gunakan untuk meningkatkan kerjasama ekonomi
06:11di antara kedua negara.
06:12Di samping itu juga kita melihat bahwa hubungan diplomasi
06:16sangat baik di bidang pendidikan, seperti saya katakan.
06:19Tunisia sangat welcome, sangat membuka
06:22kedatangan para mahasiswa Indonesia di Tunisia
06:25untuk berbelajar di berbagai kampus.
06:28Saya kira ini untuk pertama kalinya di kawasan Timur Tengah ini,
06:35mahasiswa kita bisa belajar di semua kampus
06:37dengan semua jurusan, termasuk kedokteran,
06:40termasuk ekonomi, termasuk psikologi, termasuk kimia.
06:44Kita punya mahasiswa geopolitik,
06:47kita mahasiswa jurusan hubungan internasional.
06:50Tentu juga kita di sini punya jalan Soekarno,
06:53kita resmikan tahun 2024 untuk menunjukkan
06:57betapa besar jasa Bung Karno dalam kemerdekaan Tunisia.
07:01Oke, tidak hanya merayakan ke dalam,
07:03tapi juga ini tentunya menjadi momentum membangun diplomasi
07:05bersama dengan negara sahabat, salah satunya Tunisia.
07:08Terima kasih Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia,
07:11Suhairi, Misrawi, sudah berbagai cerita bersama KPD Kompas.
07:16Selamat siang, sehat selalu Bapak.
Komentar