Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV - Salah seorang warga sekaligus korban terdampak, Jack Mapa, menceritakan detik-detik dirinya bersama keluarga menyelamatkan diri saat gempa terjadi.

Jack mengatakan gempa terjadi sekitar pukul 05.58 WITA, ketika ia masih tertidur bersama istri dan anak bungsunya di rumah.

"Saat itu saya masih nyenyak, masih tertidur, belum bangun. Saya dikagetkan dengan guncangan gempa yang begitu hebat, yang belum pernah saya alami," kata Jack melalui sambungan virtual di Sapa Malam, Minggu (16/8/2026). (Timecode 2:33)

Menurutnya, guncangan yang sangat kuat membuat keluarganya panik.

Jack bersama istri dan anaknya bahkan sempat kesulitan menemukan jalan keluar rumah.

"Saking hebatnya gempa itu, sampai kita mencari pintu keluar pun kebingungan. Beberapa detik kemudian baru bisa mendapatkan pintu keluar," ujarnya.

Hingga hampir dua kali 24 jam pascagempa, Jack dan sejumlah warga masih bertahan di lokasi pengungsian yang dibangun secara swadaya.

"Sudah hampir dua kali 24 jam, masih terlalu banyak kebutuhan para pengungsi. Mereka memilih di dataran tinggi atau bukit-bukit sekitar dataran ibu kota ini, yang tempatnya tidak layak untuk pengungsi berteduh atau bermalam. Yang masih sangat dibutuhkan seperti tenda-tenda, selimut, lalu makanan dan juga susu bagi bayi atau balita," pungkasnya.

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Aqshal

#nagekeo #gempantt

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/685886/momen-kesaksian-warga-nagekeo-detik-detik-gempa-m7-7-di-ntt-guncangan-begitu-hebat
Transkrip
00:27SEDERA BASARNAS
00:30SEDERA BASARNAS
01:27SEDERA BASARNAS
01:29IMKG menyatakan setelah gempa utama, ada beberapa kali gempa susulan yang terjadi hingga Sabtu sore.
02:03SEDERA BASARNAS
02:05Jack Mapa, selamat malam Bung Jack.
02:09Selamat malam Pak Randi.
02:10Baik, Bung Jack bisa diceritakan bagaimana dampak gempa yang dirasakan masyarakat di sana termasuk Anda juga di sana?
02:45Siapa?
02:48Nah, di saat guncangan itu, di dalam rumah saya bersama istri dan satu anak bungsu saya, sambil berteriak, putra saya
02:58minta tolong saya keluar.
02:59Lalu, karena rumah saya itu berdampingan dengan salah satu gudang pengeringan padi atau vertical drill yang begitu tinggi, kurang lebih
03:1012 meter, kami harus berlari keluar rumah.
03:13Nah, dan memang saking hebatnya gempa itu sampai kita juga cari pintu keluar itu kebingungan kita.
03:20Beberapa detik baru bisa dapat pintu keluar.
03:24Nah, setelah kita keluar di luar, gempa masih terus mengguncang sangat hebat yang sekali lagi belum pernah saya alami seumur
03:32hidup saya.
03:32Nah, ketika di luar beberapa menit kemudian, gempa itu sedikit kurang dan berhenti sejenak, saya ambil HP sambil melihat jam,
03:46itu di 6 lewat 6 menit.
03:49Jadi, menurut saya, guncangan gempa itu berlangsung selama 8 menit.
03:55Sejak dari pukul 5, 5.8 sampai 6 menit.
03:59Dan disusul dengan gempa bumi susulannya.
04:04Pada saat itu juga, Pak Randi saya mau ceritakan bahwa ketika keluar, beberapa menit kemudian, dari BMKG rilis bahwa berpotensi
04:14tsunami.
04:14Dan saat itu juga, tanpa pikir-pikir panjang, saya beserta istri dan anak saya, kita hanya ambil mobil untuk harus
04:22menghindari daftaran.
04:24Karena di Nagekeo ini, wilayah ibu kota Nagekeo, Kabupaten Nagekeo Mbaik, itu dengan daftaran begitu luas, sampai di bibir pantai
04:32kurang lebih 7-8 kilo.
04:36Nah, ketika kita keluar rumah, itu warga.
04:39Ya, warga juga sudah berlarian dengan tangis, histeris.
04:44Ada yang berjalan kaki, ada yang lari, ada yang mobil, dan juga motor.
04:50Itu berdesakan di jalan raya menuju ke tempat atau dataran yang paling tinggi, Pak Randi, pada saat ini.
04:57Oke, kami turut prihatin dengan apa yang Anda alami dan keluarga alami juga.
05:02Dan saat ini, Bung Cek berada di pengungsian atau masih berada di rumah?
05:07Bagaimana kondisi rumah Bung Cek saat ini?
05:11Kalau kondisi rumah kita mengalami kertakan ringan, kertakan ringan, memang di wilayah saya, di desa Airamo,
05:22itu beberapa rumah warga, ada yang rusak berat dan rusak ringan.
05:26Dan kita juga, ya, ada yang juga hancur secara total 100%.
05:30Dan kita juga sampai dengan saat ini masih berada di kem pengungsi, yang kita inisiatif sendiri, kem pengungsi itu.
05:39Ya, bantuan apa yang paling dibutuhkan para pengungsi jika Anda mati di sana, Bung Cek?
05:45Ya, untuk bantuan saat ini, saya boleh ceritakan beberapa titik atau kem-kem pengungsi yang inisiatif oleh warga,
05:53termasuk saya salah satunya, yang juga, yang sampai dengan malam kedua pada malam hari ini,
05:59sudah hampir 2x24 jam, masih terlalu banyak kebutuhan para pengungsi,
06:04karena mereka memilih di daftaran tinggi atau bukit-bukit sekitar daftaran ibu kota ini,
06:11yang itu tempatnya tidak layak buat pengungsi berteduh atau bermalam.
06:16Dan itu masih sangat dibutuhkan seperti tenda-tenda, selimut, lalu makanan, dan juga susu bagi bayi atau belita.
06:25Seperti itu, Pak Randi.
06:26Baik, ini menjadi informasi juga untuk otoritas yang berwenang untuk menyampaikan bantuan,
06:33bahwa tadi banyak sekali kebutuhan yang diperlukan oleh para pengungsi,
06:36yang harus segera disampaikan, karena dengan kondisi darurat, sangat sekali membutuhkan bantuan di sana.
06:44Terima kasih informasinya, sekali lagi kami turut prihatin,
06:48dan semoga semuanya baik-baik saja di sana, segera pulih di kota Nagekeo.
06:52Terima kasih, sekali lagi Bung Jek Mapa, warga Nagekeo, sekaligus korban terdampak gempa yang berada di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
07:01Saudara, setelah jeda, Badan Geologi Kementerian SDM sebut ada potensi likuifaksi pasca gempa.
07:07NTT, kami akan bahas hal ini saat lagi di Sapa Indonesia Malam.
07:22Sampai jumpa di Sapa Indonesia Malam.
Komentar

Dianjurkan