Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 19 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan permintaan maaf karena tidak bisa menghadiri Sidang Tahunan dan pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto.

"Saya secara pribadi meminta maaf tidak bisa ikut merayakan di tanah air, tidak juga bisa menghadiri pidato Kenegaraan Presiden Prabowo, sekaligus juga dalam memperingati detik-detik proklamasi kemerdekaan di Istana Merdeka, sebagaimana yang saya lakukan tahun-tahun kemarin," kata SBY dilansir dari tayangan Youtube Susilo Bambang Yudhoyono.

SBY mengatakan, dirinya berada di Rochester untuk menjalani medical check-up di Mayo Clinic hingga akhir Agustus.

Ia berharap dapat kembali ke Indonesia pada September mendatang.

Meski berada di Amerika Serikat, SBY mengaku tetap mengikuti pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto.

"Saya melihat bahwa arah, blueprint, dan agenda pembangunan yang akan dijalankan pemerintah di tahun depan, menurut saya makin baik, makin jelas, dan memberikan harapan baru bagi kita semuanya," ujar SBY.

SBY juga menyoroti target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen, bukan sesuatu yang mustahil untuk dicapai.

"Saya tahu sasaran pertumbuhan ekonomi misalkan 6 persen itu cukup tinggi, ambisius. Meskipun ambisius tidak berarti tidak bisa dicapai," ujarnya.

SBY pun menitipkan pesan kepada jajaran pemerintah agar tetap konsisten dalam menjalankan agenda pembangunan.

"Yang penting do your best, pemimpin dan pemerintahan kita, agar yang disampaikan di hadapan rakyat melalui mimbar di Senayan kemarin bisa diwujudkan dengan baik," ujarnya.

Video Editor: Aqshal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/685850/dari-amerika-serikat-sby-beri-pesan-untuk-pemerintahan-prabowo
Transkrip
00:00Do your best, pemimpin dan pemerintahan kita, agar yang disampaikan di hadapan rakyat melalui mimbar di Senayan kemarin bisa dibujudkan
00:11dengan baik.
00:12Teman-teman yang ada di tanah air, saya ingin menggunakan kesempatan yang baik ini di hari yang bersejarah dan membahagiakan
00:26bagi bangsa Indonesia.
00:27Saya ingin mengucapkan dirgahayu di Indonesia.
00:33Kita bersama-sama bersyukur kehadirat Tuhan yang Maha Kuasa Allah SWT karena kembali kita merayakan hari kemerdekaan 17 Agustus tahun
00:482026 ini.
00:50Saya secara pribadi meminta maaf tidak bisa ikut merayakan di tanah air, tidak juga bisa menghadiri pidato kenegaraan Presiden Prabowo,
01:02sekaligus juga dalam memperingati detik-detik proklamasi kemerdekaan di Istana Merdeka.
01:10Sebagaimana yang saya lakukan tahun-tahun kemarin.
01:16Karena saat ini, bulan Agustus ini saya berada di Rochester, Amerika Serikat untuk melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan atau medical check
01:30-up.
01:30Dan saya akan selesai melakukan pemeriksaan kesehatan di Mayo Clinic pada akhir Agustus ini.
01:43Insya Allah bulan September saya sudah kembali ke tanah air.
01:46Dan tim dokter kepresidenan yang merawat kesehatan saya, menganjurkan di samping pemeriksaan di dalam negeri, juga dilaksanakan di Mayo Clinic.
01:57Karena saya pernah menjalani operasi pengangkatan prostat pada tahun 2021 yang lalu dan setiap tahun dilakukan pemeriksaan.
02:08Saya juga mengikuti pidato kenegaraan Presiden Prabowo, teman-teman di tanah air menyampaikan kepada saya substansi dari pidato beliau.
02:20Saya menilai bahwa berbicara tahun 2027 dan sekaligus menandai berlakunya APBN.
02:32Untuk tahun 2027, saya melihat bahwa arah blueprint dan agenda pembangunan yang akan dijalankan pemerintah di tahun depan,
02:43menurut saya makin baik, makin jelas dan memberikan harapan baru bagi kita semuanya.
02:53Saya tahu bahwa tantangan yang dihadapi oleh bangsa kita masih cukup kuat, baik faktor domestik maupun faktor internasional.
03:07Tetapi apa yang digagas dan direncanakan oleh pemerintah menurut saya tepat,
03:16karena isu-isu itu memang menjadi harapan rakyat Indonesia.
03:22Memastikan bahwa ekonomi tetap tumbuh, kemudian pengangguran dan kemiskinan berkurang,
03:28pelayanan kesehatan dan pendidikan makin meningkat, infrastruktur dan sebagainya.
03:34Menurut saya itu agenda yang sangat penting.
03:38Saya tahu sasaran pertumbuhan ekonomi misalkan 6% itu cukup tinggi, ambisius,
03:45meskipun ambisius tidak berat, tidak bisa dicapai.
03:48Karena pengalaman sama mimpin dulu dengan 10 tahun rata-rata 6%,
03:53memang Alhamdulillah kemiskinan turun secara tajam, pengangguran juga begitu,
03:58utang negara juga menurun drastis, tetapi GDP termasuk income per kapita meningkat secara tajam.
04:08Oleh karena itu 6% andai kata bisa diraih, kembali oleh pemerintah Indonesia akan baik dampaknya bagi rakyat kita.
04:17Nah dari semuanya itu dengan harapan baru ini saya hanya ingin berpesan ke teman-teman yang mengembang tugas di pemerintahan
04:26agar tetap konsisten, jaga betul kesehatan fiskal kita, kemudian implementasinya yang bagus,
04:37jangan ada penyimpangan di sana-sini, setiap saat dilakukan evaluasi kebijakan.
04:42Karena begitulah manajemen pemerintahan.
04:45Dan itulah yang ingin saya sampaikan, great hope, tetapi tantangannya juga tidak ringan,
04:52yang penting do your best pemimpin dan pemerintahan kita
04:56agar yang disampaikan di hadapan rakyat melalui mimbar di Senayan kemarin bisa diwujudkan dengan baik.
05:04Saya kira itu saja yang ingin saya sampaikan sekali lagi selamat hari kemerdekaan kita
05:12dan kita semua punya tanggung jawab sejarah, tanggung jawab moral
05:16untuk memastikan bangsa kita, negara kita makin ke depan makin baik, makin maju, makin adil dan makin sejahtera.
Komentar

Dianjurkan