00:05Yang saya hormati Presiden ke-7 Republik Indonesia, Bapak Jokowi-Dodo.
00:16Ada momen menarik usai Presiden Prabowo menyampaikan pidato kenegaraannya dalam sidang tahunan MPR-DPR hari Jumat kemarin.
00:25Prabowo mendapat acungan jempol dari Presiden ke-7 Jokowi-Dodo.
00:30Momen itu terjadi saat Prabowo turun dari mimbar dan berkeliling menyalami sejumlah mantan Presiden dan Wakil Presiden.
00:38Prabowo dan Jokowi tampak saling memberi hormat dan barulah Jokowi memberikan kestur jempol.
00:48Momen acungan jempol Jokowi kepada Prabowo itu dinilai pengamat sebagai penegasan jika hubungan politik keduanya masih harmonis.
00:57Meski sebelumnya diisukan renggang, usai posisi duduk Gibran di sidang kabinet beberapa waktu lalu.
01:04Ini semakin menegakkan betapa hubungan politik antara Prabowo Subianto dan Jokowi pastilah baik-baik saja.
01:11Tidak seperti yang dispekulasikan oleh publik selama ini bahwa hubungan politik antara Jokowi dan Prabowo sudah mulai merenggang.
01:19Apalagi misalnya beberapa waktu yang lalu, salah satu indikasinya adalah soal posisi duduk Wakil Presiden yang tidak sejajar dengan Presiden.
01:28Ini tentu saja sebagai bentuk apresiasi dari Jokowi kepada Prabowo Subianto terkait dengan capaian-capaian kinerja selama ini.
01:35Bagaimana program-program prioritas terus akan dilanjutkan sebagai upaya untuk memberikan keberpihakan kepada rakyat secara signifikan.
01:45Isu hubungan kedua tokoh ini tak harmonis kembali mencuat, usai putra Jokowi Wapres Gibran Raka Buming terlihat duduk di jajaran
01:52para Menko di sidang kabinet 20 Juli lalu.
01:55Saat itu Prabowo duduk sendiri menghadap para jajaran kabinet merah putih.
02:00Menanggapi hal tersebut, Jokowi hanya tekankan agar aturan tentang protokoler harus diikuti.
02:06Ya secara kedudukan Wakil Presiden itu secara konstitusional jelas, sudah jelas.
02:19Dan ada undang-undang keprotokolan juga jelas semuanya, ya sudah.
02:26Karena sudah jelas semuanya kok.
02:29Jelas itu artinya seharusnya sejajar ya Pak ya?
02:32Ya coba dibaca aturannya.
02:36Adanya gestur Jokowi memberikan jempol ke Presiden Prabowo, kian mempertegas pernyataannya di Solo beberapa waktu lalu.
02:44Ia tegaskan hubungan antara Prabowo dan putranya Gibran tetap harmonis.
02:52Tim Liputan Kompas TV
02:59Lalu apa makna politis dibalik jempolan Jokowi ke Prabowo di sidang tahunan kemarin?
03:04Benarkah gestur keduanya sebagai penegasan jika memang hubungan politik Jokowi-Prabowo baik-baik saja?
03:11Kita bahas sore hari ini bersama Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro.
03:15Mas Agung, selamat sore.
03:17Sore Mbak Audrey, pemirsa semua.
03:19Mas Agung, kalau kita lihat kemarin gestur Pak Jokowi ke Pak Prabowo saling hormat.
03:24Kemudian juga memberikan jempol, satu jempol.
03:27Itu punya pesan politik apa sih, Mas?
03:29Iya, secara personal ini komunikasi politik non-verbal Mbak Audrey.
03:34Yang menurut saya apresiasi.
03:36Tapi ya sebatas oke saja gitu.
03:39Bukan oke banget.
03:40Kalau oke banget kan dua jempol gitu.
03:42Karena kita tahu di panggung depan semuanya positif, konstruktif.
03:46Tapi di panggung belakang nggak bisa kita mungkiri.
03:49Ada relasi yang cukup berubah dan berbeda dalam fase normalisasi.
03:54Sehingga Presiden Prabowo ingin memastikan relasi dengan Pak Jokowi, Ibu Mega, Pak SB, maupun dengan ex-presiden lainnya.
04:02Itu setara dan setimbang tanpa ada yang mengintervensi satu sama lain.
04:07Tanpa ada yang dalam tanda petik mengunci peluang-peluang politik yang mungkin saja bisa berubah dan berbeda dari periode sebelumnya.
04:14Ketika misalkan Prabowo Gibran maju di 2024.
04:18Karena kita lihat bahwa narasi Prabowo Gibran dua periode ini Mbak Audrey bertepuk sebelah tangan menurut saya.
04:23Dan ini yang kemudian masif digencarkan oleh Pak Jokowi ketika keliling ke Lampung bersama PSI, kemudian ke NTT.
04:30Ataupun nanti ke daerah-daerah lain dengan membawa narasi itu.
04:34Tapi sayangnya di pihak Pak Prabowo narasi itu belum direspon atau dijawab dengan seoptimal mungkin.
04:40Karena memang fokus pemerintah hari ini bekerja dan bekerja.
04:43Seperti itu sebagai pengantan Mbak Audrey.
04:45Oke, Mas Agung kalau dibilang tadi bertepuk sebelah tangan kemungkinan belum tentu bareng-bareng lagi di 2029.
04:50Momen apa yang Mas Agung paling lihat?
04:53Kok kayaknya tidak akan jalan bareng lagi nih?
04:56Ya presidennya historik ya.
04:57Belum ada wakil presiden yang diajak dua kali berturut-turut oleh presiden petahana ataupun terpilih.
05:03Untuk maju di periode keduanya Mbak Audrey.
05:06Sepanjang Republik ini berdiri semacam itu.
05:09Jadi ini sebuah tantangan politik yang cukup kompleks bagi Mas Gibran.
05:13Di tengah ya kita tahu approval rating beliau juga sedang turun bersama Pak Presiden.
05:19Seperti itu.
05:19Jadi mau gak mau Pak Presiden perlu mencari dalam tanda petik pendamping yang memang punya ya daya tempur,
05:26daya elektoral yang lebih kuat dari misalkan Mas Gibran hari ini secara kontemporer.
05:30Dan yang kedua yang paling utama ya Mas Gibran ini dalam tanda petik kinerjanya kan dalam beberapa hal belum tampak
05:38jelas.
05:39Walaupun kita tahu ini memang tergantung bagaimana arahan dari presiden itu sendiri.
05:43Jadi saya melihat memang duet ini bisa jadi hanya sebatas satu periode saja Mbak Audrey seperti itu.
05:49Kita kalau lihat lagi kemarin apa yang terjadi kalau kata Mas Agung bilang satu jumpal oke saja.
05:54Kalau dua jumpal baru oke banget.
05:56Nah kalau gitu kita melihat lagi ke belakang di minggu lalu juga kan Pak Jokowi sudah merespon nih dengan tegas
06:01soal posisi duduknya Mas Gibran.
06:03Yang waktu itu disejajarkan dengan mengkok.
06:04Meskipun memang pada saat itu responnya agak terlalu lama ya untuk Pak Jokowi ya.
06:09Dan tapi kalau kita lihat ternyata Pak Jokowi kali itu tegas bilang bahwa aturan tentang protokolnya sudah ada harus diikuti.
06:17Kedudukan Wapres juga sudah jelas.
06:18Nah apakah pertanyaannya soal posisi duduk Gibran ini mempengaruhi hubungan Pak Jokowi dan Pak Prabowo?
06:25Itu hanya bentuk klimaks di permukaan saja Mbak Audrey.
06:29Sebenarnya resistensi ataupun ya disharmoni relasi itu sudah tampak ya ketika misalkan dari waktu ke waktu Solo dan Hambalang ini
06:37relasinya hubungannya diuji terus-menerus dalam konteks misalkan kasus isyasa.
06:42Ya kemudian kasus pemakzulan.
06:44Ya kemudian ya tadi puncaknya ketika duduk saat taklimat di kabinet paripurna Mas Gibran bersama dengan para menteri.
06:52Sementara Presiden bersama teleproter semacam itu.
06:56Walaupun sebenarnya kalau alasannya teknis menurut saya nggak ada isu sebetulnya.
07:00Ya nggak ada masalah duduk bareng aja walaupun ada teleproter di situ seperti itu.
07:04Jadi ini memang akhirnya mencuat dan akhirnya memang dibaca oleh banyak pihak bahwa ada sesuatu di panggung belakang
07:11yang itu bisa ditelaah bentuk ya bahasa pun sinyal dalam terpetik minor dari Hambalang kepada Solo
07:19bahwa untuk 2029 nanti dulu semua masih terbuka siapapun bisa maju mendampingi Presiden Prabowo
07:26dan kita semua harus fokus bekerja seperti itu.
07:28Berarti artinya satu oke ini ada makna tersendiri ya?
07:31Karena kan Pak Jokowi ini selalu bermain dengan makna ya?
07:35Betul-betul walaupun memang kita tahu tangan yang satu memang sedang berpegangan dengan Pak Prabowo seperti itu
07:40tapi menurut saya gestur itu bisa diberikan selanjutnya semacam itu
07:45tapi kan akhirnya hanya berhenti satu jempol dan kemudian selesai seperti itu.
07:49Jadi saya melihat ini apresiasi iya tapi apresiasi biasa yang sebagaimana Pak Jokowi lakukan ke yang lain juga
07:55biasanya kan dua jempol tuh di berapa kesempatan seperti itu.
08:00Mas Agung seperti yang tadi disebutkan Mas Agung bahwa Pak Jokowi ini nampaknya sudah mulai gencar
08:04bersafari ke Lampung ke NTT meskipun memang membawa-bawa nama PSI
08:08tapi pertanyaannya seberapa besar sih sebenarnya safari politiknya Pak Jokowi ini bisa mengusik atau mengganggu Pak Prabowo?
08:15Kalau mengganggu mungkin tidak karena kan narasi yang dibawa Prabowo Gibran dua periode Mbak Audrey ya
08:21tapi memang sedikit banyak untuk memastikan Jokowi efek tetap berefek dan PSI punya posisi tawar ketika nanti di 2029
08:30nah memastikan itu semua kan dari sekarang dicicil karena pentahapan peserta pemilu untuk Pilek itu sudah dimulai tahun depan ya
08:40sepertengahan kurang dari satu tahun jadi mau gak mau PSI harus segera tancap gas supaya apa?
08:45supaya mereka lolos sebagai peserta pemilu
08:47yang kedua ya kita tahu magnet elektoral PSI maupun Pak Jokowi bisa mengendorse lagi apakah putranya Mas Gibran ataupun PSI
08:58itu sendiri
08:58dan di saat yang sama ini bisa mengembalikan posisi tawar beliau di hadapan mitra koalisi Presiden Prabowo dan pihak-pihak
09:05yang kemungkinan akan diajak untuk berkata sama
09:08tapi itu tidak mudah dan tidak sesedenahan itu karena partai-partai lain khususnya Gerindra juga akan melakukan hal yang serupa
09:14seperti itu
09:15oke terima kasih untuk ulasan dan pandangannya mengenai satu jempol yang diberikan Pak Jokowi kepada Pak Prabowo kemarin
09:21terima kasih Mas Agung Mas Koro
09:23sama-sama
09:23selamat menikmati
Komentar