Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Ada momen menarik setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR-DPR, Jumat (14/8/2026). Prabowo yang turun dari mimbar dan berkeliling menyalami sejumlah mantan presiden dan wakil presiden tampak saling memberi hormat dengan Presiden ke-7 Joko Widodo. Jokowi kemudian memberikan gestur acungan jempol kepada Prabowo.

Gestur tersebut dinilai pengamat sebagai penegasan bahwa hubungan politik Prabowo dan Jokowi masih harmonis, di tengah isu kerenggangan hubungan kedua tokoh.

Isu tersebut sebelumnya kembali mencuat setelah Wakil Presiden Gibran Rakabuming terlihat duduk di jajaran para menteri koordinator dalam Sidang Kabinet pada 20 Juli lalu, sementara Prabowo duduk sendiri menghadap jajaran Kabinet Merah Putih.

Gestur Jokowi memberikan acungan jempol kepada Prabowo juga dikaitkan dengan pernyataan Jokowi di Solo yang menegaskan hubungan Prabowo dan putranya, Gibran, tetap harmonis.

Lantas, apa makna politis di balik gestur Jokowi kepada Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR-DPR? Benarkah momen tersebut menjadi penegasan bahwa hubungan politik keduanya tetap baik? Simak pembahasannya bersama Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro.

#prabowo #jokowi #gibran #politikindonesia #sidangtahunan #kabinetmerahputih

Baca Juga TEGAS! Prabowo Tegur TNI-Polri soal Tambang Ilegal: "Untuk Apa Negara Kasih Pangkat?" | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/685667/tegas-prabowo-tegur-tni-polri-soal-tambang-ilegal-untuk-apa-negara-kasih-pangkat-sapa-malam

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/685751/full-jempol-jokowi-untuk-prabowo-agung-baskoro-bahas-makna-politik-di-baliknya-kompas-petang
Transkrip
00:05Yang saya hormati Presiden ke-7 Republik Indonesia, Bapak Jokowi-Dodo.
00:16Ada momen menarik usai Presiden Prabowo menyampaikan pidato kenegaraannya dalam sidang tahunan MPR-DPR hari Jumat kemarin.
00:25Prabowo mendapat acungan jempol dari Presiden ke-7 Jokowi-Dodo.
00:30Momen itu terjadi saat Prabowo turun dari mimbar dan berkeliling menyalami sejumlah mantan Presiden dan Wakil Presiden.
00:38Prabowo dan Jokowi tampak saling memberi hormat dan barulah Jokowi memberikan kestur jempol.
00:48Momen acungan jempol Jokowi kepada Prabowo itu dinilai pengamat sebagai penegasan jika hubungan politik keduanya masih harmonis.
00:57Meski sebelumnya diisukan renggang, usai posisi duduk Gibran di sidang kabinet beberapa waktu lalu.
01:04Ini semakin menegakkan betapa hubungan politik antara Prabowo Subianto dan Jokowi pastilah baik-baik saja.
01:11Tidak seperti yang dispekulasikan oleh publik selama ini bahwa hubungan politik antara Jokowi dan Prabowo sudah mulai merenggang.
01:19Apalagi misalnya beberapa waktu yang lalu, salah satu indikasinya adalah soal posisi duduk Wakil Presiden yang tidak sejajar dengan Presiden.
01:28Ini tentu saja sebagai bentuk apresiasi dari Jokowi kepada Prabowo Subianto terkait dengan capaian-capaian kinerja selama ini.
01:35Bagaimana program-program prioritas terus akan dilanjutkan sebagai upaya untuk memberikan keberpihakan kepada rakyat secara signifikan.
01:45Isu hubungan kedua tokoh ini tak harmonis kembali mencuat, usai putra Jokowi Wapres Gibran Raka Buming terlihat duduk di jajaran
01:52para Menko di sidang kabinet 20 Juli lalu.
01:55Saat itu Prabowo duduk sendiri menghadap para jajaran kabinet merah putih.
02:00Menanggapi hal tersebut, Jokowi hanya tekankan agar aturan tentang protokoler harus diikuti.
02:06Ya secara kedudukan Wakil Presiden itu secara konstitusional jelas, sudah jelas.
02:19Dan ada undang-undang keprotokolan juga jelas semuanya, ya sudah.
02:26Karena sudah jelas semuanya kok.
02:29Jelas itu artinya seharusnya sejajar ya Pak ya?
02:32Ya coba dibaca aturannya.
02:36Adanya gestur Jokowi memberikan jempol ke Presiden Prabowo, kian mempertegas pernyataannya di Solo beberapa waktu lalu.
02:44Ia tegaskan hubungan antara Prabowo dan putranya Gibran tetap harmonis.
02:52Tim Liputan Kompas TV
02:59Lalu apa makna politis dibalik jempolan Jokowi ke Prabowo di sidang tahunan kemarin?
03:04Benarkah gestur keduanya sebagai penegasan jika memang hubungan politik Jokowi-Prabowo baik-baik saja?
03:11Kita bahas sore hari ini bersama Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro.
03:15Mas Agung, selamat sore.
03:17Sore Mbak Audrey, pemirsa semua.
03:19Mas Agung, kalau kita lihat kemarin gestur Pak Jokowi ke Pak Prabowo saling hormat.
03:24Kemudian juga memberikan jempol, satu jempol.
03:27Itu punya pesan politik apa sih, Mas?
03:29Iya, secara personal ini komunikasi politik non-verbal Mbak Audrey.
03:34Yang menurut saya apresiasi.
03:36Tapi ya sebatas oke saja gitu.
03:39Bukan oke banget.
03:40Kalau oke banget kan dua jempol gitu.
03:42Karena kita tahu di panggung depan semuanya positif, konstruktif.
03:46Tapi di panggung belakang nggak bisa kita mungkiri.
03:49Ada relasi yang cukup berubah dan berbeda dalam fase normalisasi.
03:54Sehingga Presiden Prabowo ingin memastikan relasi dengan Pak Jokowi, Ibu Mega, Pak SB, maupun dengan ex-presiden lainnya.
04:02Itu setara dan setimbang tanpa ada yang mengintervensi satu sama lain.
04:07Tanpa ada yang dalam tanda petik mengunci peluang-peluang politik yang mungkin saja bisa berubah dan berbeda dari periode sebelumnya.
04:14Ketika misalkan Prabowo Gibran maju di 2024.
04:18Karena kita lihat bahwa narasi Prabowo Gibran dua periode ini Mbak Audrey bertepuk sebelah tangan menurut saya.
04:23Dan ini yang kemudian masif digencarkan oleh Pak Jokowi ketika keliling ke Lampung bersama PSI, kemudian ke NTT.
04:30Ataupun nanti ke daerah-daerah lain dengan membawa narasi itu.
04:34Tapi sayangnya di pihak Pak Prabowo narasi itu belum direspon atau dijawab dengan seoptimal mungkin.
04:40Karena memang fokus pemerintah hari ini bekerja dan bekerja.
04:43Seperti itu sebagai pengantan Mbak Audrey.
04:45Oke, Mas Agung kalau dibilang tadi bertepuk sebelah tangan kemungkinan belum tentu bareng-bareng lagi di 2029.
04:50Momen apa yang Mas Agung paling lihat?
04:53Kok kayaknya tidak akan jalan bareng lagi nih?
04:56Ya presidennya historik ya.
04:57Belum ada wakil presiden yang diajak dua kali berturut-turut oleh presiden petahana ataupun terpilih.
05:03Untuk maju di periode keduanya Mbak Audrey.
05:06Sepanjang Republik ini berdiri semacam itu.
05:09Jadi ini sebuah tantangan politik yang cukup kompleks bagi Mas Gibran.
05:13Di tengah ya kita tahu approval rating beliau juga sedang turun bersama Pak Presiden.
05:19Seperti itu.
05:19Jadi mau gak mau Pak Presiden perlu mencari dalam tanda petik pendamping yang memang punya ya daya tempur,
05:26daya elektoral yang lebih kuat dari misalkan Mas Gibran hari ini secara kontemporer.
05:30Dan yang kedua yang paling utama ya Mas Gibran ini dalam tanda petik kinerjanya kan dalam beberapa hal belum tampak
05:38jelas.
05:39Walaupun kita tahu ini memang tergantung bagaimana arahan dari presiden itu sendiri.
05:43Jadi saya melihat memang duet ini bisa jadi hanya sebatas satu periode saja Mbak Audrey seperti itu.
05:49Kita kalau lihat lagi kemarin apa yang terjadi kalau kata Mas Agung bilang satu jumpal oke saja.
05:54Kalau dua jumpal baru oke banget.
05:56Nah kalau gitu kita melihat lagi ke belakang di minggu lalu juga kan Pak Jokowi sudah merespon nih dengan tegas
06:01soal posisi duduknya Mas Gibran.
06:03Yang waktu itu disejajarkan dengan mengkok.
06:04Meskipun memang pada saat itu responnya agak terlalu lama ya untuk Pak Jokowi ya.
06:09Dan tapi kalau kita lihat ternyata Pak Jokowi kali itu tegas bilang bahwa aturan tentang protokolnya sudah ada harus diikuti.
06:17Kedudukan Wapres juga sudah jelas.
06:18Nah apakah pertanyaannya soal posisi duduk Gibran ini mempengaruhi hubungan Pak Jokowi dan Pak Prabowo?
06:25Itu hanya bentuk klimaks di permukaan saja Mbak Audrey.
06:29Sebenarnya resistensi ataupun ya disharmoni relasi itu sudah tampak ya ketika misalkan dari waktu ke waktu Solo dan Hambalang ini
06:37relasinya hubungannya diuji terus-menerus dalam konteks misalkan kasus isyasa.
06:42Ya kemudian kasus pemakzulan.
06:44Ya kemudian ya tadi puncaknya ketika duduk saat taklimat di kabinet paripurna Mas Gibran bersama dengan para menteri.
06:52Sementara Presiden bersama teleproter semacam itu.
06:56Walaupun sebenarnya kalau alasannya teknis menurut saya nggak ada isu sebetulnya.
07:00Ya nggak ada masalah duduk bareng aja walaupun ada teleproter di situ seperti itu.
07:04Jadi ini memang akhirnya mencuat dan akhirnya memang dibaca oleh banyak pihak bahwa ada sesuatu di panggung belakang
07:11yang itu bisa ditelaah bentuk ya bahasa pun sinyal dalam terpetik minor dari Hambalang kepada Solo
07:19bahwa untuk 2029 nanti dulu semua masih terbuka siapapun bisa maju mendampingi Presiden Prabowo
07:26dan kita semua harus fokus bekerja seperti itu.
07:28Berarti artinya satu oke ini ada makna tersendiri ya?
07:31Karena kan Pak Jokowi ini selalu bermain dengan makna ya?
07:35Betul-betul walaupun memang kita tahu tangan yang satu memang sedang berpegangan dengan Pak Prabowo seperti itu
07:40tapi menurut saya gestur itu bisa diberikan selanjutnya semacam itu
07:45tapi kan akhirnya hanya berhenti satu jempol dan kemudian selesai seperti itu.
07:49Jadi saya melihat ini apresiasi iya tapi apresiasi biasa yang sebagaimana Pak Jokowi lakukan ke yang lain juga
07:55biasanya kan dua jempol tuh di berapa kesempatan seperti itu.
08:00Mas Agung seperti yang tadi disebutkan Mas Agung bahwa Pak Jokowi ini nampaknya sudah mulai gencar
08:04bersafari ke Lampung ke NTT meskipun memang membawa-bawa nama PSI
08:08tapi pertanyaannya seberapa besar sih sebenarnya safari politiknya Pak Jokowi ini bisa mengusik atau mengganggu Pak Prabowo?
08:15Kalau mengganggu mungkin tidak karena kan narasi yang dibawa Prabowo Gibran dua periode Mbak Audrey ya
08:21tapi memang sedikit banyak untuk memastikan Jokowi efek tetap berefek dan PSI punya posisi tawar ketika nanti di 2029
08:30nah memastikan itu semua kan dari sekarang dicicil karena pentahapan peserta pemilu untuk Pilek itu sudah dimulai tahun depan ya
08:40sepertengahan kurang dari satu tahun jadi mau gak mau PSI harus segera tancap gas supaya apa?
08:45supaya mereka lolos sebagai peserta pemilu
08:47yang kedua ya kita tahu magnet elektoral PSI maupun Pak Jokowi bisa mengendorse lagi apakah putranya Mas Gibran ataupun PSI
08:58itu sendiri
08:58dan di saat yang sama ini bisa mengembalikan posisi tawar beliau di hadapan mitra koalisi Presiden Prabowo dan pihak-pihak
09:05yang kemungkinan akan diajak untuk berkata sama
09:08tapi itu tidak mudah dan tidak sesedenahan itu karena partai-partai lain khususnya Gerindra juga akan melakukan hal yang serupa
09:14seperti itu
09:15oke terima kasih untuk ulasan dan pandangannya mengenai satu jempol yang diberikan Pak Jokowi kepada Pak Prabowo kemarin
09:21terima kasih Mas Agung Mas Koro
09:23sama-sama
09:23selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan