Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 20 jam yang lalu
NTT, KOMPASTV - Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026), membuat sejumlah warga di Kabupaten Nagekeo memilih bertahan di luar rumah karena khawatir gempa susulan.

Seorang warga Nagekeo, Marcelus Lado, mengatakan warga di Kampung Adat Lambo, terpaksa mendirikan tenda darurat secara swadaya menggunakan terpal dan bahan seadanya.

"Memang untuk saat ini kami masyarakat yang terdampak dari gempa yang terjadi kehilangan tempat tinggal dan saat ini berada di tenda-tenda yang didirikan seadanya di halaman rumah masing-masing," ujar Marcelus. (timecode 00:50)

Marcelus juga mengaku hingga saat wawancara berlangsung, warga di wilayahnya belum menerima bantuan dari pemerintah maupun pihak swasta.

"Yang kami butuhkan saat ini adalah tenda-tenda yang lebih baik dari yang kami sediakan seadanya dari terpal-terpal bekas," katanya.

Marcelus mengatakan warga mengalami trauma dan takut kembali masuk ke rumah yang bangunannya telah terdampak.

Marcelus berharap pemerintah segera menjangkau warga di wilayah terpencil Nagekeo dan memberikan bantuan berupa tenda, logistik, serta kebutuhan dasar lainnya.

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Vila

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/685749/kesaksian-warga-nagekeo-bertahan-di-tenda-seadanya-pascagempa-m7-7-warga-trauma
Transkrip
00:01Intro
00:06Saudara, untuk mengetahui situasi dan juga kebutuhan masyarakat
00:13khususnya di wilayah Nagikeo sudah bergabung dengan Breaking News Kompas TV
00:17ada Bapak Marcelo Seladuh, selamat sore
00:21Selamat sore Ibu
00:23Pertama tentu saya sampaikan prihatin atas apa yang terjadi
00:30dan kami juga ingin mengetahui untuk saat ini
00:35apa yang paling Anda ataupun juga masyarakat di Nagikeo butuhkan
00:39Baik, terima kasih
00:41Memang untuk saat ini kami masyarakat yang kemudian terdampak dari gempa
00:48yang terjadi saat ini
00:50kehilangan pertinggal saat ini berada di tenda-tenda yang didirikan seadanya
00:57didirikan seadanya di halaman rumah masing-masing dan sampai dengan saat ini
01:04kami belum mendapat sentuhan bantuan dari pihak manapun saat ini
01:10sehingga yang kami butuhkan saat ini adalah tenda-tenda yang lebih baik
01:19dari yang saat ini yang kami sediakan seadanya
01:21dari terpel-terpel bekas maupun
01:25ada yang kemudian bernaung di bawah pohon kayu saat ini
01:28dan ini sangat memprihatinkan sekali Ibu
01:33Agar juga tergambar begitu bagaimana situasi terbaru di Nagikeo
01:38bisa Anda gambarkan Pak Marcelus situasi di sana seperti apa
01:43saya lihat di belakang Anda salah satu rumah yang nampak juga sudah rusak ya Pak ya
01:48baik ya ibu benar
01:50jadi saat ini masyarakat Nagikeo yang terdampak ini
01:56mengalami trauma yang sangat begitu besar
02:01dimulai pagi tadi gempa begitu besar
02:04dan sampai saat ini masih terjadi gempa susulan
02:07dan ini menjadi trauma yang sangat besar buat masyarakat
02:12dan sampai saat ini ada yang belum menikmati makan
02:16minum karena trauma
02:17mau kembali ke dalam rumah
02:20takut karena gempa susulan masih begitu intens
02:23bahkan dalam satu jam itu hampir dengan 3-4 kali
02:27ini saat ini yang kondisi real yang bisa kami sampaikan
02:30sesuai dengan fakta yang ada di lapangan
02:32boleh kami lihat bagaimana situasi di kiri dan kanan Anda
02:38apakah rumah yang lain juga mengalami kerusakan yang sama
02:42atau justru lebih parah Pak
02:44baik ini di belakang saya ini
02:47merupakan salah satu rumah yang bisa dilihat
02:50kondisinya sangat-sangat parah
02:52dan beberapa juga di sekitar kampung ini
02:57tepatnya di kampung Lambo, Desa Labolewa
03:00kampung adat Lambo di Desa Labolewa
03:03Kecamatan SSA Kabupaten Nagikeo
03:05di sekitaran ini Bu, memang rumahnya cukup berjarak
03:09satu sama lain
03:10tetapi rata-rata rumah yang ada di sini
03:14mengalami kerusakan yang cukup parah Bu
03:19di sekitar lokasi ini
03:21baik, tadi Anda sampaikan bahwa sampai dengan saat ini
03:25belum ada bantuan sama sekali
03:27yang sampai kepada masyarakat
03:30apakah tenda-tenda dari pemerintah daerah
03:33atau dari TNI, Polri, ataupun juga dari BNPB
03:38ini sudah ada yang dibangun di sana sebagai posko?
03:41baik, mungkin untuk di sekitaran Ibu Kota Kabupaten
03:45mungkin sudah bangun
03:46tetapi kami yang berada di kampung-kampung
03:49di desa-desa yang terpencil
03:50sampai saat ini belum ada sama sekali
03:53bantuan dari pihak manapun
03:54baik sebasta maupun pemerintah
03:56saat ini tenda-tenda yang ada
03:58ini merupakan swadaya dari masyarakat sendiri
04:01menggunakan terpal dan bahan lain yang seadanya
04:05bahkan ada sebagian yang harus bernaung di bawah pohon
04:08dan terjadi gempa susulan ini sangat berbahaya
04:11ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan
04:14jadi melalui kompositif ini
04:16kami minta supaya
04:18pemerintah menjangkau semua wilayah yang ada di Nagekeo ini
04:21kami yang berada di daerah kampung-kampung ini Bu
04:26sampai dengan detik ini
04:28belum ada pemerintah yang menyentuh kami di sini
04:32bahkan himbauan
04:35himbauan yang menyangkut dengan
04:37apakah itu dari BMKG atau apapun
04:39belum kami terima
04:40yang saat ini kami terima
04:42adalah isu-isu liar
04:43yang kemudian sangat mengkhawatirkan sekali Bu
04:45sangat mengkhawatirkan
04:47mengganggu psikologi kami
04:48dan trauma yang begitu sangat mendalam
04:51buat masyarakat yang ada di desa-desa
04:53dan kampung-kampung terpencil
04:54itu fakta Bu
04:57itu tentu saja mengganggu ya
05:00bagaimana kemudian informasi ini tidak berjalan juga dengan baik
05:03disampaikan kepada masyarakat dan menimbulkan kepanikan
05:07apakah tadi Anda sampaikan bahwa
05:09banyak yang kemudian menggunakan
05:12tenda seadanya
05:13dan ini swadaya masyarakat
05:14apakah salah satunya ada berada di dekat Anda Pak?
05:18ada Bu, ya bisa saya tunjukkan
05:22situasi saat ini
05:23yang terjadi
05:26boleh ditunjukkan dengan
05:28kamera belakang ponsel Anda?
05:31baik
05:36ini situasi saat ini Bu
05:38bisa saya laporkan dari
05:39kampung Adat Lambo
05:41Desa Labu
05:43Kecamatan SSA Kabupaten Nagi Keo
05:46ini bisa dilihat Bu
05:47rumah
05:49yang sebelumnya
05:50lantai 2
05:52saat ini
05:53sisa puing-puing saja Bu
05:55dan
05:56tenda-tenda darurat
05:57yang dibangun
05:58warga seperti ini Bu
05:59ini kondisi yang
06:00real saat ini
06:01yang kami rasakan
06:02dan
06:03sampai dengan detik ini
06:04memang belum ada
06:06bantuan dari pihak manapun
06:08baik swasta maupun
06:09pemerintah yang kami terima
06:11dan
06:11masyarakat
06:12lebih memilih untuk tinggal di luar
06:15dan
06:15kena gempa susulan yang terus-menerus terjadi ini
06:18sehingga membuat trauma
06:20untuk kembali ke dalam
06:21rumah Bu
06:23tadi sempat
06:24terganggu
06:25sinyalnya Pak
06:27boleh disampaikan sekali lagi
06:28tepatnya ada di
06:29daerah mana?
06:31baik
06:33ini
06:34merupakan
06:36tempat yang namanya
06:37kampung Adat Lambo
06:38yang berada di
06:39Desa La Bolewa
06:40Kecamatan Aisesa
06:42Kabupaten Nagekeo
06:43yang radiusnya
06:45kurang lebih
06:4520
06:46kilometer
06:47menuju ke pusat
06:48ibu kota kabupaten Bu
06:49tetapi
06:50dengan radius yang
06:51kurang lebih
06:52cukup dekat
06:52menurut kami
06:53tetapi
06:54sentuhan pemerintah
06:55belum
06:55apalagi di daerah-daerah
06:57terisolir
06:58yang ada di
06:58Kabupaten Nagekeo
07:00lainnya
07:00misalnya di bagian
07:01Pantai Selatan
07:01dan lain-lain
07:02sedangkan kami yang
07:03kemudian radiusnya
07:04cukup dekat dengan
07:04ibu kota kabupaten saja
07:06sampai saat ini
07:07belum ada sentuhan pemerintah
07:08ini kondisi rilu
07:11sampai dengan
07:12saat ini
07:13artinya
07:13belum ada
07:14alas yang bisa
07:15kemudian dipakai
07:16untuk beristirahat
07:17ya Pak
07:17di sana
07:18hanya tenda
07:19dari terpal saja
07:21benar Bu
07:22ini
07:22ibu
07:22kami bisa laporkan
07:24dari
07:24lapangan
07:25sesuai fakta
07:25ini bisa dilihat
07:26bahwa
07:27masyarakat menggunakan
07:28alas
07:29dari terpal
07:30yang
07:30kemudian ini
07:32mempunyai gotong royong
07:33dari mereka
07:33untuk mengumpulkan bahan
07:34kemudian mendirikan
07:35tenda seadanya
07:37dan
07:37mereka
07:39saat ini
07:40enggan
07:41untuk kembali rumah
07:42karena memang
07:43gempa susulan itu
07:44terus terjadi
07:45sampai dengan detik ini
07:46di dalam satu tenda itu
07:49bisa berapa
07:50kepala keluarga Pak
07:51yang kemudian
07:52tinggal di sana
07:53baik
07:54ini salah satu contoh
07:56di salah satu tenda
07:57yang didirikan
07:57bersama-sama
07:58kurang lebih
07:59ada
07:59empat kakak
08:01mereka
08:02mendirikan
08:03satu tenda
08:04dan saat ini
08:04mereka bergabung
08:05dalam satu tenda itu
08:06kalau untuk
08:10akses
08:10menuju
08:11ke lokasi Anda
08:12yaitu
08:13di
08:13kampung adat
08:14Lambo
08:15apakah
08:15aksesnya terputus
08:17atau
08:17tidak bisa diakses
08:19karena ada
08:20gempa dan
08:20juga
08:21longsor
08:21di beberapa daerah Pak
08:23kalau untuk
08:24akses
08:25transportasi
08:26sampai saat ini
08:27tidak
08:27tidak masalah
08:28tetapi memang
08:29saat ini
08:29kami mengalami
08:30gangguan
08:31pemadaman listrik
08:32yang terjadi
08:33dan
08:35kalau ini
08:36hampir harus terjadi
08:37sampai di malam hari
08:38bu
08:38kemudian gempa susulan
08:40itu terus terjadi
08:40ini yang
08:41mengkhawatirkan bagi kami
08:43bu
08:43karena
08:43di tengah kegelapan
08:44kemudian
08:45rasa trauma
08:46psikis masyarakat
08:47yang masih terganggu
08:48ini yang
08:49sangat mengkhawatirkan
08:50bagi kami bu
08:54di tenda tersebut
08:56ada jumlah
08:58pria dewasa
08:59kemudian
08:59ibu dan juga
09:00anak
09:00ini kira-kira
09:01bisa disampaikan Pak
09:03jumlahnya ada berapa
09:04baik
09:05di tenda
09:07yang didirikan
09:07di kampung
09:08Lambo ini
09:09kurang lebih
09:10ada
09:11dua pria dewasa
09:12kemudian
09:13ada
09:13empat ibu-ibu
09:15dan
09:15saat ini
09:17ada
09:17kurang lebih
09:18lima anak-anak
09:19yang ada di dalam
09:20satu tenda
09:24kalau di
09:25secara keseluruhan
09:27untuk di kampung
09:28adat Lambo
09:29ada berapa
09:30kepala keluarga Pak?
09:33untuk kami
09:34di dalam
09:35satu
09:36kampung ini
09:37menjadi
09:38wilayah satu dusun
09:39kurang lebih
09:3986 kakak
09:41bu
09:42kurang lebih
09:4386 biji rumah
09:44dan 86 kakak
09:46yang ada di sini
09:46oke
09:47dan
09:47itu tersebar
09:49di berapa
09:50tenda Pak?
09:52rata-rata
09:53mendirikan tenda
09:553-4 rumah
09:56mereka mendirikan
09:57satu tenda
09:58bu
09:58saat ini
10:00kalau tadi
10:02disampaikan
10:03begitu ya
10:03listrik
10:04belum kemudian
10:05kembali beroperasi
10:06di sana
10:06untuk air bersih
10:08sendiri
10:08seperti apa Pak?
10:09apakah
10:09masih beroperasi
10:10secara normal
10:11atau juga
10:12masih
10:13padam di sana
10:14saluran airnya?
10:17baik
10:17untuk saluran air
10:18tidak kalau di tempat lain
10:19tapi kalau untuk di
10:20kampung adat
10:21kami
10:21masih
10:23lancar
10:23tetapi saat ini
10:24memang yang
10:25menjadi kendala itu
10:27di
10:27listrik saja Bu
10:29oke
10:30baik
10:31saya mau
10:31memastikan sekali lagi
10:33Anda sudah menunjukkan
10:34begitu ya
10:35kalau yang paling
10:36sangat dibutuhkan
10:36tentu saja tempat
10:37untuk beristirahat
10:38kemudian juga tempat
10:39yang aman
10:40untuk kemudian
10:42warga
10:43masyarakat ini
10:44mengungsi
10:45tapi selain itu
10:45apalagi yang paling
10:46dibutuhkan Pak?
10:47apakah
10:48makanan cepat saji
10:49atau juga
10:50obat-obatan
10:50apakah ada yang sakit
10:51di sana?
10:53baik Bu
10:54saya pikir
10:55selain tenda
10:56yang kami butuhkan
10:57makanan
10:58tentu saja
10:58karena memang
10:59saat ini
11:00masyarakat
11:00akan kembali
11:01ke dapur rumah
11:01masing-masing
11:02dan mereka
11:02mendirikan tenda
11:03dan situasi saat ini
11:05memang
11:05anginnya cukup kencang
11:06sehingga mereka
11:07tidak bisa
11:09mendirikan tungku
11:10untuk masak Bu
11:11di sekitar tenda ini
11:12jadi masyarakat
11:13sangat membutuhkan
11:14makanan
11:14kemudian
11:15obat-obatan
11:17karena memang
11:18ada
11:19sebagian masyarakat
11:21yang mengalami
11:22sakit
11:23dan sampai saat ini
11:23juga
11:24pihak pemerintah
11:25belum
11:25bahkan belum ada
11:27himboan
11:28kepada kami
11:29supaya
11:29misalnya
11:30informasi dari BMKG
11:33itu simpang siur
11:34yang terjadi
11:35isu disputer masyarakat
11:36tidak ada informasi
11:37resmi kepada kami
11:39mengenai
11:40gempa ini
11:40sehingga
11:41menjadi trauma
11:42bagi masyarakat
11:43itu yang paling penting
11:44penyebaran informasi
11:46yang secara pasti
11:47dari pihak
11:48yang berbewenang
11:49itu yang paling
11:49kami butuhkan juga
11:51saat ini
11:51sehingga tidak
11:52menimbulkan isu-isu liar
11:53yang terjadi
11:54di masyarakat ini
11:55sehingga menjadi trauma
11:57sama sekali
11:58trauma
11:58trauma sekali
11:59buat masyarakat
12:00di sini
12:00pasti
12:01pasti
12:02ketika informasi
12:03kemudian tidak bisa
12:04diakses
12:04tentu ini juga
12:05membuat
12:06masyarakat menjadi
12:07bingung
12:07dan tadi kami
12:10sempat mencoba
12:11berkomunikasi
12:11dengan beberapa
12:12kepala daerah
12:13begitu ya
12:14bupati yang menyampaikan
12:15bahwa sebetulnya
12:16poskop pengungsian itu
12:18ada di area-area
12:20kantor
12:22kecamatan
12:23begitu dan juga
12:24di kantor
12:26bupati
12:26kantor-kantor
12:27pemerintahan
12:28apakah informasi ini
12:29sudah sampai kepada
12:30masyarakat pak?
12:32terus terang
12:33soal informasi
12:34sampai dengan detik ini
12:35kami masyarakat
12:37tidak mendapatkan
12:37informasi yang pasti
12:38bahkan informasi
12:40dari pemerintah
12:40terdekat
12:42misalnya pemerintah desa
12:43itu belum
12:44tersampaikan kepada
12:44kami masyarakat
12:45tentang informasi ini
12:47ini sehingga
12:48yang terjadi saat ini
12:49adalah informasi
12:50simpeng siur
12:51yang diantara
12:52masyarakat bu
12:53yang kebenarannya
12:54sangat tidak pasti
12:54ini yang kami
12:56kecewakan
12:56dari pihak pemerintah
12:57oke baik
12:59dan kalau bicara
13:00soal akses
13:01dari kampung
13:02adat lambung
13:03menuju
13:04kantor pemerintahan
13:05terdekat
13:06itu jaraknya
13:07berapa jauh pak?
13:09kurang lebih
13:1020an kilometer
13:1125 kilometer
13:12menuju ke
13:13pusat ibu kota
13:14kabupaten bu
13:14tapi kami
13:15melihat dengan jarak
13:17itu cukup dekat
13:18sebenarnya
13:18tetapi saat ini
13:19tidak tersentuh
13:20apalagi yang
13:22terjadi di kampung-kampung
13:23yang ada di pedalaman
13:24Nagekeo
13:25yang aksesnya cukup sulit
13:26itu pasti sangat
13:28memprihatin
13:28kami saja yang
13:29aksesnya lebih dekat
13:30dengan ibu kota
13:31kabupaten
13:31sampai dengan detik
13:32ini tidak ada
13:33informasi resmi
13:34dari pemerintah
13:34apalagi yang
13:35berada di kampung-kampung
13:37terpencil bu
13:39artinya banyak
13:40juga wilayah-wilayah
13:42lain yang
13:42juga punya nasib
13:43serupa begitu ya
13:44dengan kampung
13:45adat Lambo
13:46saya juga ingin
13:47mengetahui
13:48dan melihat
13:49bagaimana
13:50akses
13:51jalan di
13:52kampung adat
13:53Lambo
13:54nanti mohon
13:54ditunjukkan
13:55tapi ditahan
13:55terlebih dahulu
13:56Bapak
13:57karena nanti
13:58kami akan jeda
13:59sejenak
14:00nanti kami
14:01memohon
14:01bantuan
14:02Bapak juga
14:03untuk kesediaannya
14:04menunjukkan bagaimana
14:05aksesnya
14:06kita akan kembali
14:06usai jeda
14:07di Breaking News
14:08Kompas TV
14:08kembali
14:11kembali
14:12kembali
14:13kembali
14:15Terjemahan
14:16kembali
14:16kembali
14:16kembali
14:16Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan