Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah hingga kini masih menggulirkan BBM bersubsidi untuk masyarakat. Namun, disinyalir, penyaluran BBM bersubsidi masih belum tepat sasaran.

Untuk itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menemui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Kedatangan Bahlil ini untuk membahas rencana pembatasan BBM subsidi.

Keduanya mengaku, pembatasan BBM subsidi dilakukan agar penerima tepat sasaran. Kedua menteri itu tengah membahas skema pembatasannya agar bantuan subsidi pemerintah menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Senada dengan Bahlil, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membocorkan kemungkinan pembatasan BBM bersubsidi untuk desil 9 dan 10 dalam beberapa bulan ke depan.

Purbaya pun memastikan, indikator pembatasan BBM subsidi berbasis tingkat perekonomian seseorang.

Seperti diketahui, anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk BBM bersubsidi tahun 2026 mencapai 318 triliun. Menteri ESDM juga menegaskan, sesuai arahan Presiden, pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi.

Baca Juga Pemkab Bandung Pecat ASN yang 'Bully' Pasien BPJS Yurizal, Ini Kata Dadang Supriatna | JMP di https://www.kompas.tv/regional/685232/pemkab-bandung-pecat-asn-yang-bully-pasien-bpjs-yurizal-ini-kata-dadang-supriatna-jmp

#bbm #bbmsubsidi #menkeupurbaya #bahlil

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/685233/bbm-subsidi-bakal-dibatasi-bahlil-dan-purbaya-bahas-skema-agar-tepat-sasaran-jmp
Transkrip
00:00Saudara pemerintah sedang membahas rencana pembatasan BBM bersubsidi
00:03sebab hingga kini masih banyak orang kaya yang menikmati BBM bersubsidi
00:08sehingga dinilai tidak tepat sasaran.
00:10Pemerintah akan merumuskan sistem penyaluran BBM bersubsidi.
00:14Indikator pembatasan akan dilakukan berdasarkan basis tingkat perekonomian seseorang.
00:24Pemerintah hingga kini masih menggulirkan BBM bersubsidi untuk masyarakat.
00:28Namun disinyalir penyaluran BBM bersubsidi masih belum tepat sasaran.
00:34Untuk itu Menteri ESDM Bahlil Hadalia menemui Menteri Keuangan Perubaya Yudhisa Dewa.
00:40Kedatangan Bahlil ini untuk membahas rencana pembatasan BBM bersubsidi.
00:44Keduanya mengaku pembatasan BBM bersubsidi dilakukan agar penerima tepat sasaran.
00:49Kedua menteri itu tengah membahas skema pembatasannya
00:52agar bantuan subsidi pemerintah menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
00:58Pola subsidi tepat sasaran.
01:02Selama ini kan kita tahu teman-teman sebagian subsidi tidak tepat sasaran.
01:07Masa orang kaya harus kita subsidi.
01:11Contoh perterlain.
01:13Desil 9, desil 10 masih kena, masih dapat subsidi.
01:18Nah ini yang kita mulai bahas sistemnya segala macam.
01:21Supaya apa angka subsidi yang ratusan triliun ini betul-betul diberikan kepada saudara-saudara kita yang berhak menerimanya.
01:32Senada dengan Bahlil, Menteri Keuangan Perubaya Yudhisa Dewa membocorkan
01:35kemungkinan pembatasan BBM bersubsidi untuk desil 9 dan 10 dalam beberapa bulan ke depan.
01:41Purubaya pun memastikan indikator pembatasan BBM subsidi berbasis tingkat perekonomian seseorang.
02:14Seperti diketahui, anggaran yang dikelontorkan pemerintah
02:17untuk BBM bersubsidi tahun 2026 mencapai Rp318 triliun.
02:23Menteri ESDM juga menegaskan, sesuai arahan presiden,
02:28pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi.
Komentar

Dianjurkan