00:00Saudara pemerintah sedang membahas rencana pembatasan BBM bersubsidi
00:03sebab hingga kini masih banyak orang kaya yang menikmati BBM bersubsidi
00:08sehingga dinilai tidak tepat sasaran.
00:10Pemerintah akan merumuskan sistem penyaluran BBM bersubsidi.
00:14Indikator pembatasan akan dilakukan berdasarkan basis tingkat perekonomian seseorang.
00:24Pemerintah hingga kini masih menggulirkan BBM bersubsidi untuk masyarakat.
00:28Namun disinyalir penyaluran BBM bersubsidi masih belum tepat sasaran.
00:34Untuk itu Menteri ESDM Bahlil Hadalia menemui Menteri Keuangan Perubaya Yudhisa Dewa.
00:40Kedatangan Bahlil ini untuk membahas rencana pembatasan BBM bersubsidi.
00:44Keduanya mengaku pembatasan BBM bersubsidi dilakukan agar penerima tepat sasaran.
00:49Kedua menteri itu tengah membahas skema pembatasannya
00:52agar bantuan subsidi pemerintah menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
00:58Pola subsidi tepat sasaran.
01:02Selama ini kan kita tahu teman-teman sebagian subsidi tidak tepat sasaran.
01:07Masa orang kaya harus kita subsidi.
01:11Contoh perterlain.
01:13Desil 9, desil 10 masih kena, masih dapat subsidi.
01:18Nah ini yang kita mulai bahas sistemnya segala macam.
01:21Supaya apa angka subsidi yang ratusan triliun ini betul-betul diberikan kepada saudara-saudara kita yang berhak menerimanya.
01:32Senada dengan Bahlil, Menteri Keuangan Perubaya Yudhisa Dewa membocorkan
01:35kemungkinan pembatasan BBM bersubsidi untuk desil 9 dan 10 dalam beberapa bulan ke depan.
01:41Purubaya pun memastikan indikator pembatasan BBM subsidi berbasis tingkat perekonomian seseorang.
02:14Seperti diketahui, anggaran yang dikelontorkan pemerintah
02:17untuk BBM bersubsidi tahun 2026 mencapai Rp318 triliun.
02:23Menteri ESDM juga menegaskan, sesuai arahan presiden,
02:28pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi.
Komentar