Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Eks Wamenlu Dino Patti Djalal menanggapi perubahan di tubuh Kementerian Luar Negeri. Sugiono digantikan dengan Arrmanatha Christiawan Nasir.

Hal ini disampaikan dalam keterangannya di Instagram pribadi dilihat pada Sabtu (4/10/2026).

Dino mengapresiasi kinerja Sugiono selama hampir dua tahun sebagai Menlu. Dino menyebut Sugiono menunjukkan sikap profesional menghadapi kritik.

Baca Juga Profil Arrmanatha Nasir, Dipomat Karier yang Gantikan Sugiono sebagai Menlu di https://www.kompas.tv/nasional/693657/profil-arrmanatha-nasir-dipomat-karier-yang-gantikan-sugiono-sebagai-menlu

"Walaupun sering mendapat kritik termasuk dari saya sendiri, beliau tidak pernah merasa tersinggung atau marah dan terus menjaga komunikasi dan dialog dengan saya," ujar Dino.

Dino menyampaikan pesan kepada Arrmanatha Nasir atau Tata dan berharap Indonesia menunjukkan politik luar negeri yang berani membela prinsip hubungan internasional.

Dino juga memberi pesan agar Indonesia aktif bangun dan perbaiki arsitektur kawasan dan global.

Video Editor: Vila Randita

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/694148/dino-patti-djalal-bicara-pergantian-menlu-oleh-prabowo-beri-pesan-ini
Transkrip
00:00Saya memandang ini sebagai keputusan yang bijak dan tepat
00:03karena selama ini Menlo Sugiono terlihat sulit membagi waktu dan atensi.
00:40Assalamualaikum, saya Dino Pati Jalal.
00:42Hari ini Presiden Prabowo Subianto telah melakukan reshuffle kabinet
00:46di mana Menteri Luar Negeri Sugiono digantikan oleh Armanata Nasir
00:51yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri
00:54sementara Bapak Sugiono dilantik menjadi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
01:01Saya memandang ini sebagai keputusan yang bijak dan tepat
01:04karena selama ini Menlo Sugiono terlihat sulit membagi waktu dan atensi
01:09antara tugas luar negeri di satu pihak dan di lain pihak tanggung jawab penting beliau
01:15sebagai petinggi partai yang tentunya menuntut waktu yang besar di dalam negeri.
01:20Atas nama Foreign Policy Community of Indonesia atau FPCI dan saya pribadi
01:26kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Sugiono
01:30atas dedikasi dan sumbangsi beliau sebagai Menteri Luar Negeri ke-18 Republik Indonesia.
01:37Dalam 23 bulan terakhir, Menlo Sugiono telah mengembang tugas
01:41dalam suasana dunia yang sangat dinamis dan penuh tantangan
01:44dan beliau telah menjadi pelopor masuknya Indonesia ke dalam BRICS
01:48terpilihnya Indonesia sebagai Presiden Dewan Hak Azasi Manusia PBB
01:53masuknya Indonesia sebagai pendiri Board of Peace
01:57walaupun ini mengundang banyak kontroversi di dalam negeri
01:59dan pemulangan WNI dari situasi bermasalah di luar negeri.
02:04Dan kami mengamati beliau terus berkembang dan beradaptasi sebagai Menteri Luar Negeri.
02:10Yang saya apresiasi walaupun sering mendapat kritik termasuk dari saya sendiri
02:15beliau tidak pernah merasa tersinggung atau marah
02:18dan terus menjaga komunikasi dan dialog dengan saya.
02:22Dan inilah esensi dari diplomasi
02:25yaitu walaupun berbeda pandangan
02:27namun terus menjaga hubungan
02:29dan bahkan menyesuaikan diri dengan kritik jikalau ada benarnya.
02:34Dan sikap profesional ini juga perlu ditiru oleh pejabat lainnya.
02:38Kepada sahabat saya Armanata Nasir
02:41atau yang akrab dipanggil sebagai Tata
02:43selamat atas penugasan baru sebagai Menteri Luar Negeri.
02:47Saya dan Tata ada satu kesamaan
02:49kami sama-sama merintis karir dari bawah
02:52yaitu sebagai lokal staff di perwakilan Indonesia di luar negeri
02:56dan kemudian masuk ke Departemen Luar Negeri
02:58dan mencapai posisi sebagai pimpinan Kementerian Luar Negeri.
03:02Bagi saya, Menelut Tata adalah diplomat karir yang humble,
03:06steady, bertangan dingin, selalu kalem
03:09dan mempunyai track record yang dihormati
03:12baik di kalangan internal Kementerian Luar Negeri
03:14dan juga di kalangan negara-negara sahabat.
03:17Indonesia's foreign policy is in good hands under foreign minister Tata.
03:21Kepada Menelut Tata, kami dari komunitas hubungan internasional
03:25nitip tiga hal.
03:26Pertama, dalam dunia yang sedang sangat semrawut
03:30kami berharap politik luar negeri Indonesia
03:33bisa menunjukkan watak bangsa kita
03:36yang berani membela prinsip hubungan internasional
03:40dan tidak akan pernah tunduk pada tekanan bangsa manapun
03:43betapapun besarnya mereka.
03:46Dan juga agar Indonesia tidak menjadi bangsa
03:48yang hanya peduli dan mengurus diri sendiri
03:50tapi juga aktif membangun dan memperbaiki
03:54arsitektur kawasan dan global
03:57dalam menyongsong the next world order.
04:00Kami juga sangat berharap
04:02agar tradisi diplomatic excellence
04:04terus dijaga dalam praktek politik luar negeri Indonesia.
04:09Kedua, kami berharap Menelut Tata
04:12dapat memberi perhatian pada anggaran Kementerian Luar Negeri
04:16yang menurut saya masih dalam kondisi yang prihatin.
04:19Saya melihat adanya ironi yang kontras
04:22di mana tamu negara yang datang di Jakarta
04:25diperlakukan dengan kemegahan protokoler yang luar biasa.
04:29Namun perwakilan diplomat kita di luar negeri
04:33tidak ada anggaran bahkan untuk melakukan resepsi diplomatik
04:37hari kemerdekaan Indonesia, padahal itulah hari satu-satunya
04:43yang sangat membanggakan kita sebagai diplomat di luar negeri.
04:47Silahkan cek.
04:48Dan ada juga kontras di mana Presiden sangat aktif melakukan perjalanan ke luar negeri
04:54namun para diplomat kita di lapangan tidak punya anggaran untuk berinisiatif
04:59atau untuk melakukan promosi terhadap Indonesia
05:02atau melakukan follow-up terhadap kesepakatan-kesepakatan yang dicapai oleh Presiden.
05:08Jadi ada kesenjangan yang besar antara anggaran dan kebutuhan operasional
05:14yang perlu segera diperbaiki apalagi kalau kita menganggap diri sebagai pemimpin ASEAN
05:19sebagai pendiri G20 bahkan sebagai macan Asia.
05:24Ketiga, kami berharap Menlu Tata dapat tekun menjaga kerjasama dengan masyarakat sipil
05:30termasuk dengan FPCI.
05:32Dewasa ini semakin banyak gesekan bahkan friksi antara pemerintah dengan ormas di akar rumput
05:39dalam berbagai hal.
05:40Namun paling tidak dalam bidang politik luar negeri
05:43dialog dan saling percaya antara pemerintah dan akar rumput dapat dijaga dan bahkan ditingkatkan.
05:50Politik luar negeri dimanapun tidak akan berhasil kalau tidak ada dukungan di dalam negeri.
05:56Dan dalam kaitan ini, partisipasi Menlu dan bahkan Presiden
05:59dalam konferensi politik luar negeri terbesar di dunia di Jakarta tanggal 21 November nanti
06:06yang merupakan inisiatif independen rakyat Indonesia
06:09akan menjadi salah satu tolak ukur apakah pemerintah menganggap penting
06:14untuk berdialog atau justru akan menghindar dari konstituen politik luar negeri
06:19dalam membahas berbagai masalah politik luar negeri Indonesia.
06:23Demikian, saya Dinokati Jalal, salam diplomasi.
06:26Speak truth to power, speak truth to the people, wisdom without fear.
06:30Terima kasih.
06:53Cara baru nonton di Smart TV, nonton live streaming,
06:57dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
07:02Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
07:06Cari Kompas TV melalui pencarian.
07:09Pilih aplikasi, lalu install.
07:12Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
07:17Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga.

Dianjurkan