00:00Saya memandang ini sebagai keputusan yang bijak dan tepat
00:03karena selama ini Menlo Sugiono terlihat sulit membagi waktu dan atensi.
00:40Assalamualaikum, saya Dino Pati Jalal.
00:42Hari ini Presiden Prabowo Subianto telah melakukan reshuffle kabinet
00:46di mana Menteri Luar Negeri Sugiono digantikan oleh Armanata Nasir
00:51yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri
00:54sementara Bapak Sugiono dilantik menjadi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
01:01Saya memandang ini sebagai keputusan yang bijak dan tepat
01:04karena selama ini Menlo Sugiono terlihat sulit membagi waktu dan atensi
01:09antara tugas luar negeri di satu pihak dan di lain pihak tanggung jawab penting beliau
01:15sebagai petinggi partai yang tentunya menuntut waktu yang besar di dalam negeri.
01:20Atas nama Foreign Policy Community of Indonesia atau FPCI dan saya pribadi
01:26kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Sugiono
01:30atas dedikasi dan sumbangsi beliau sebagai Menteri Luar Negeri ke-18 Republik Indonesia.
01:37Dalam 23 bulan terakhir, Menlo Sugiono telah mengembang tugas
01:41dalam suasana dunia yang sangat dinamis dan penuh tantangan
01:44dan beliau telah menjadi pelopor masuknya Indonesia ke dalam BRICS
01:48terpilihnya Indonesia sebagai Presiden Dewan Hak Azasi Manusia PBB
01:53masuknya Indonesia sebagai pendiri Board of Peace
01:57walaupun ini mengundang banyak kontroversi di dalam negeri
01:59dan pemulangan WNI dari situasi bermasalah di luar negeri.
02:04Dan kami mengamati beliau terus berkembang dan beradaptasi sebagai Menteri Luar Negeri.
02:10Yang saya apresiasi walaupun sering mendapat kritik termasuk dari saya sendiri
02:15beliau tidak pernah merasa tersinggung atau marah
02:18dan terus menjaga komunikasi dan dialog dengan saya.
02:22Dan inilah esensi dari diplomasi
02:25yaitu walaupun berbeda pandangan
02:27namun terus menjaga hubungan
02:29dan bahkan menyesuaikan diri dengan kritik jikalau ada benarnya.
02:34Dan sikap profesional ini juga perlu ditiru oleh pejabat lainnya.
02:38Kepada sahabat saya Armanata Nasir
02:41atau yang akrab dipanggil sebagai Tata
02:43selamat atas penugasan baru sebagai Menteri Luar Negeri.
02:47Saya dan Tata ada satu kesamaan
02:49kami sama-sama merintis karir dari bawah
02:52yaitu sebagai lokal staff di perwakilan Indonesia di luar negeri
02:56dan kemudian masuk ke Departemen Luar Negeri
02:58dan mencapai posisi sebagai pimpinan Kementerian Luar Negeri.
03:02Bagi saya, Menelut Tata adalah diplomat karir yang humble,
03:06steady, bertangan dingin, selalu kalem
03:09dan mempunyai track record yang dihormati
03:12baik di kalangan internal Kementerian Luar Negeri
03:14dan juga di kalangan negara-negara sahabat.
03:17Indonesia's foreign policy is in good hands under foreign minister Tata.
03:21Kepada Menelut Tata, kami dari komunitas hubungan internasional
03:25nitip tiga hal.
03:26Pertama, dalam dunia yang sedang sangat semrawut
03:30kami berharap politik luar negeri Indonesia
03:33bisa menunjukkan watak bangsa kita
03:36yang berani membela prinsip hubungan internasional
03:40dan tidak akan pernah tunduk pada tekanan bangsa manapun
03:43betapapun besarnya mereka.
03:46Dan juga agar Indonesia tidak menjadi bangsa
03:48yang hanya peduli dan mengurus diri sendiri
03:50tapi juga aktif membangun dan memperbaiki
03:54arsitektur kawasan dan global
03:57dalam menyongsong the next world order.
04:00Kami juga sangat berharap
04:02agar tradisi diplomatic excellence
04:04terus dijaga dalam praktek politik luar negeri Indonesia.
04:09Kedua, kami berharap Menelut Tata
04:12dapat memberi perhatian pada anggaran Kementerian Luar Negeri
04:16yang menurut saya masih dalam kondisi yang prihatin.
04:19Saya melihat adanya ironi yang kontras
04:22di mana tamu negara yang datang di Jakarta
04:25diperlakukan dengan kemegahan protokoler yang luar biasa.
04:29Namun perwakilan diplomat kita di luar negeri
04:33tidak ada anggaran bahkan untuk melakukan resepsi diplomatik
04:37hari kemerdekaan Indonesia, padahal itulah hari satu-satunya
04:43yang sangat membanggakan kita sebagai diplomat di luar negeri.
04:47Silahkan cek.
04:48Dan ada juga kontras di mana Presiden sangat aktif melakukan perjalanan ke luar negeri
04:54namun para diplomat kita di lapangan tidak punya anggaran untuk berinisiatif
04:59atau untuk melakukan promosi terhadap Indonesia
05:02atau melakukan follow-up terhadap kesepakatan-kesepakatan yang dicapai oleh Presiden.
05:08Jadi ada kesenjangan yang besar antara anggaran dan kebutuhan operasional
05:14yang perlu segera diperbaiki apalagi kalau kita menganggap diri sebagai pemimpin ASEAN
05:19sebagai pendiri G20 bahkan sebagai macan Asia.
05:24Ketiga, kami berharap Menlu Tata dapat tekun menjaga kerjasama dengan masyarakat sipil
05:30termasuk dengan FPCI.
05:32Dewasa ini semakin banyak gesekan bahkan friksi antara pemerintah dengan ormas di akar rumput
05:39dalam berbagai hal.
05:40Namun paling tidak dalam bidang politik luar negeri
05:43dialog dan saling percaya antara pemerintah dan akar rumput dapat dijaga dan bahkan ditingkatkan.
05:50Politik luar negeri dimanapun tidak akan berhasil kalau tidak ada dukungan di dalam negeri.
05:56Dan dalam kaitan ini, partisipasi Menlu dan bahkan Presiden
05:59dalam konferensi politik luar negeri terbesar di dunia di Jakarta tanggal 21 November nanti
06:06yang merupakan inisiatif independen rakyat Indonesia
06:09akan menjadi salah satu tolak ukur apakah pemerintah menganggap penting
06:14untuk berdialog atau justru akan menghindar dari konstituen politik luar negeri
06:19dalam membahas berbagai masalah politik luar negeri Indonesia.
06:23Demikian, saya Dinokati Jalal, salam diplomasi.
06:26Speak truth to power, speak truth to the people, wisdom without fear.
06:30Terima kasih.
06:53Cara baru nonton di Smart TV, nonton live streaming,
06:57dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
07:02Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
07:06Cari Kompas TV melalui pencarian.
07:09Pilih aplikasi, lalu install.
07:12Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
07:17Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga.