Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 10 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Basarnas menghentikan operasi penyelaman dalam pencarian dan pertolongan (SAR) korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang belum ditemukan hingga hari ke-21, Sabtu (3/10/2026).

Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyampaikan, hal tersebut dilakukan karena kondisi jasad korban yang terjebak dalam bangkai kapal sudah berubah dibandingkan hari-hari awal operasi SAR.

"Pada saat beberapa hari pertama, kondisi korban ini masih dalam kondisi yang sangat memungkinkan untuk mengapung, dari dalam memang ada kesulitan untuk mengeluarkan (jasad), pada saat begitu dikeluarkan saat itulah dilepas baru diterima di atas dengan komunikasi yang dia miliki," kata Syafii.

Baca Juga Basarnas: Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Diperluas ke Kalteng dan Kalbar di https://www.kompas.tv/nasional/694111/basarnas-pencarian-korban-kmp-virgo-transport-8-diperluas-ke-kalteng-dan-kalbar



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/694113/basarnas-hentikan-penyelaman-kmp-virgo-transport-8-ini-alasannya
Transkrip
00:00Terima kasih. Saya sampaikan bahwa operasi ini kita sesuaikan, bahkan bisa dikatakan diperluas dengan dasar-dasar yang saya sampaikan.
00:13Adanya temuan sebarang korban yang sampai di wilayah Kalimantan Tengah, bahkan ditemukan perahu karet ada di wilayah Kalimantan Barat.
00:26Dan juga korban yang ada di, sudah masuk dari perbatasan Kalimantan Tengah, Palangkar Raya, ke wilayahnya Kalimantan Barat.
00:43Karena itu operasi tetap terpusatnya ada di Banjarmasin ini, tapi dalam pengerahan kekuatan, tidak mungkin kita mengerahkan dari sini, kita
00:58menuju ke sana.
00:59Karena itu kita melibatkan kantor SAR yang ada di wilayah-wilayah tersebut.
01:04Soal nanti ada potensi yang akan dilibatkan di sana, tentunya kantor SAR yang ada di wilayah tersebut, selaku OEC akan
01:14melibatkan potensi yang ada di wilayah.
01:17Kemudian memang kalau kita melihat ke depan seperti apa, saya sampaikan ini hanya secara visual operasi yang kita laksanakan bahwa
01:36Tentunya dalam kurun waktu yang sekian lama dari medis menyampaikan bahwa struktur tubuh itu ada masanya kapan korban itu akan
01:48terapung di permukaan dan sekian lama dia juga akan tenggelam kembali.
01:54Kenapa korban-korban ini ditemukan?
01:57Karena memang posisinya itu sudah dari mungkin ombak atau arus sampai akhirnya korban ini berada di dalam, termasuk kapalnya itu
02:12sendiri, dalam kondisi yang sangat labil.
02:15Dalam satu hari perubahan kemiringan itu sangat ekstrim dari kondisi normal.
02:21Karena itu ada bagian-bagian tertentu yang memang belum kita sentuh atas dasar, itu tadi, safety.
02:32Karena itu kita mengharapkan salvage inilah untuk bisa membuat bahwa korban-korban yang masih berada itu nanti benar-benar ada
02:44di situ.
02:45Soal bagaimana kondisinya tentunya nanti bagaimana.
02:49Dan itu yang sangat mungkin kita lakukan.
02:55Terakhir juga pernah kita laksanakan evakuasi.
03:01Pada saat beberapa hari pertama itu, kalau misalkan teman-teman melihat, karena memang kondisi korban ini masih dalam kondisi yang
03:13sangat memungkinkan untuk ngakung, dari dalam memang ada kesulitan untuk bisa mengeluarkan.
03:18Pada saat begitu dikeluarkan, saat itulah dilepas baru diterima di atas dengan komunikasi yang dia miliki.
03:25Nah sekarang sudah berubah struktur itu.
03:29Kalau yang hari-hari sebelumnya bisa naik dengan sendirinya, ini pada saat kita keluarkan terurai, itu sempat ada kondisi seperti
03:40itu.
03:40Karena itu tidak efektif kalau operasi underwater ini kita teruskan dalam kondisi sekarang.
03:47Jadi itu sebenarnya rapat evaluasi inilah melibatkan semuanya, termasuk dari teman-teman penyelam yang memimpin di TNIAL, kemudian kita di
04:00DSG juga melakukan evaluasi utuh.
04:04Seperti itu.
04:36Bapak, izin Pak, mungkin ini untuk DVI Pak, mengingat kondisi yang menurut ini, apakah 5.5 korban lagi masih belum
04:43ketentukan oleh makhluk berdasarkan secara negris.
04:46Seperti apa nanti kemungkinan-kemungkinan kondisi korban-korban ini, apakah itu memungkinkan masih untuk direkterasi, apakah kemungkinan nanti banyak jendara
04:55-jendara yang dihadapi oleh tim dokus ini,
04:58Seperti apa, pokok berdasarkan identifikasi nanti, terlebih, sebelum pergi sampaikan tadi, proses salvek bisa memakan maksimal sampai 180 hari.
05:06Jika kemungkinan waktu terlamanya nanti bisa sampai 180 hari, kemungkinan korban yang bisa dilakukan dalam kondisi itu masih bisa teridentifikasi
05:15dalam muda.
05:15Kita juga terima kasih.
05:18Terima kasih.
05:31Terima kasih.
05:59Terima kasih.
06:30Terima kasih.
07:00Terima kasih.
07:15Terima kasih.
07:18Terima kasih.
07:44Terima kasih.
07:46Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
07:48Selamat malam.

Dianjurkan