Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Presiden Prabowo Subianto terus mematangkan langkah pembaruan buku ajar nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi pendidikan Indonesia.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya ketika menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian terhadap pembaruan buku ajar berawal dari hasil peninjauan langsung Kepala Negara ke sejumlah sekolah.

Selain itu, terdapat buku dengan ukuran tulisan yang terlalu kecil sehingga membuat siswa, khususnya anak SD, harus membaca dalam jarak terlalu dekat.

"Jadi pada awalnya Bapak Presiden berkunjung ke beberapa sekolah, sudah sejak tahun lalu. Kemudian saat mengecek buku pelajaran, itu beliau lihat satu per satu. Kemudian kok ada yang bahannya mudah rusak, ada yang sudah rusak juga, kemudian tulisannya kecil-kecil, sehingga anak-anak SD, khususnya, bacanya sangat dekat," kata Teddy.

Mensesneg Prasetyo Hadi menyampaikan Presiden juga memberikan perhatian terhadap penguatan sains dan teknologi.

Matematika menjadi salah satu bidang yang menjadi perhatian.

"Kedua, mengejar ketertinggalan di bidang sains dan teknologi. Basic-nya adalah, salah satu concern beliau adalah matematika," ujarnya.

Video Editor: Frashiva Rizaldi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/684621/prabowo-cek-buku-pelajaran-siswa-minta-buku-ajar-sd-sma-dievaluasi-total
Transkrip
00:00Dicek dulu semuanya, beliau lihat satu-satu, nanti ada juga videonya
00:03Kalau Presiden ngecek satu-satu semua, beliau cek satu-satu
00:06Kemudian coba dibandingkan ke negara tetangga
00:48Terima kasih salah satu resep dari keluarga Bapak Presiden
00:53Jadi sejak usia belia, keluarga Pak Mitros selalu mewajibkan putra-putrinya
01:00Untuk setiap minggu membaca sekian buku
01:04Dan kemudian membuat rangkuman atau presensi
01:10Dan disampaikan kepada orang tuanya itu adalah juga cara mendidik
01:17Yang kami juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Dikdasmen
01:22Untuk itu juga mulai kita galakkan lagi, mulai kita giatkan lagi
01:28Gemar membaca buku dan wajib membaca buku bagi kita semua
01:34Jadi pada awalnya Bapak Presiden berkunjung ke beberapa sekolah
01:38Sudah setiap tahun lalu, kemudian saat mengecek buku pelajaran
01:44Itu beliau lihat satu persatu, kemudian kok ada yang bahannya mudah rusak
01:50Ada yang sudah rusak juga, kemudian tulisannya kecil-kecil
01:53Kemudian sehingga anak-anak SD khususnya itu bacanya sangat dekat begini
01:58Kemudian ya kalau dibaca kurang baik gitu ya
02:04Sehingga atas dasar itu beliau mau cek buku-buku dari SD sampai SFA semuanya
02:10Awalnya yang punya kita dulu, dicek dulu semuanya, beliau lihat satu-satu
02:15Nanti ada juga videonya, Pak Presiden ngecek satu-satu semua
02:18Beliau cek satu-satu, kemudian coba dibandingkan ke negara tetangga
02:25Pada awalnya seperti itu, sehingga ya ini, jadi Pak Presiden sampaikan
02:29Dicek nanti intinya akan diperbaiki untuk menjadi lebih baik
02:34Kira-kira Presiden sudah ngecek semuanya Mas, dari mulai buku SD sampai SFA
02:39Kemudian dibandingkan, sudah diwajak sama Presiden
02:41Sudah, sudah
02:42Ya tentunya tidak semua detail dibaca ya, beberapa yang tadi concernnya beliau tadi
02:48Catatan dari Presidennya apa?
02:50Ya tadi, yang pertama masalah masalah nasionalisme kebangsaan
02:55Nah ini kan kaitannya dengan national character building yang sejak usia dini itu harus kita tanamkan
03:04Salah satunya kan dalam bentuk buku
03:06Kedua, mengejar ketertinggalan di bidang sains dan teknologi
03:12Basicnya adalah, salah satu concern beliau adalah matematika
03:16Yang ketiga, untuk menghadapi kompetisi global
03:21Salah satu concern beliau adalah mengenai kemampuan berbahasa asing
03:26Salah satunya adalah bahasa Inggris
03:28Itu yang berkenan dengan masalah ininya ya
03:30Kalau tampilan tadi sudah kami jelaskan
03:32Pengennya besar, menarik, tulisan tidak kecil-kecil
03:38Bahannya pun juga yang bagus supaya itu bisa bertahan dalam sekian waktu
03:45Yang mungkin kadang-kadang dulu kan ada yang buku ini tidak dimiliki berbadi
03:51Ini kan kemudian bisa diwariskan atau dipakai oleh adik kelasnya
03:57Ini ada kaitannya dengan yang sedang disusun?
04:01Ya, yang berkenan dengan masalah sejarah dikoordinasikan juga dengan kementerian kebudayaan
04:07Karena sejarah-sejarah kita memang sejarah yang luar biasa
04:10Yang itu tidak boleh kemudian generasi penerus
04:15Tidak mengerti sejarah perjuangan bangsa kita
04:19Harap-harapnya
04:20Terima kasih
04:23Terima kasih
04:24Terima kasih
Komentar

Dianjurkan