Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pasca ditemukan 996 Pucuk Senjata dan Narkoba di lingkungan Sekolah di Jakarta Selatan, memicu perhatian serius dari pihak yayasan.

Dalam rilis pada 9 Agustus 2026, salah satu pendiri sekolah menyampaikan keprihatinannya karena sekolah yang sejak awal didirikan untuk mencerdaskan anak bangsa justru dikaitkan dengan temuan senjata.

Pihak yayasan juga menyebut adanya dugaan sekolah telah dijadikan gudang dari bisnis-bisnis untuk kepentingan pribadi dan keluarga.

Pihak yayasan mendorong kepolisian segera melakukan sterilisasi terhadap seluruh area sekolah, termasuk ruangan yang masih tertutup dan dipasangi garis polisi.

Untuk menjamin keamanan siswa dan tenaga pendidik, kegiatan belajar mengajar pada 1014 Agustus 2026 dilaksanakan secara PJJ atau daring.

Yayasan juga berencana berkoordinasi dengan KPAI, pemerintah daerah, DPR, serta Kementerian Pendidikan untuk memastikan kepentingan dan keselamatan peserta didik tetap menjadi prioritas.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/684789/terungkap-pasca-temuan-996-senjata-narkoba-di-sekolah-yayasan-soroti-diduga-jadi-gudang-bisnis
Transkrip
00:01Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:06Terima kasih pada bahwa saya berkesempatan untuk sedikit menjelaskan visi dan misi daripada yayasan yang kita kirikan ini.
00:19Dahulu pada waktu tahun-tahun 1979, saya yaitu kami berlima, saya sendiri, Pak Mawardi Labai, sehaku pusat kami.
00:40Pak Mawardi Labai, awalnya itu dari pengajian, jadi kami pada waktu itu berguru kepada Pak Ustadz Mawardi Labai,
00:52kemudian beliau katakan bagaimana kalau kita bikin sekolah, kalau sekolah itu kan kita harus perlu dana, perlu modal,
00:59coba kita ke Pak Adam, kemudian kita sama-sama ke Pak Adam, sampai di sana, diarahkan oleh beliau bahwa beliau
01:07selaku wakil presiden pada waktu itu,
01:10dan diarahkan bahwa ada tanah kami di sana, di Kebayoran, di Pontok Pinang, nah itu bisa dimanfaatkan.
01:21Nah setelah itu mulailah kita buat yayasan itu, dengan visi dan misi untuk mencerdaskan anak-anak bangsa,
01:32dan kita berkeinginan agar anak-anak bangsa itu dapat betul-betul menjadi manusia yang sebetulnya,
01:39yaitu yang beragama, yang berbentikan, dan juga mudah-mudahan dapat menjadi pemimpin bangsa kemudian hari.
01:45Nah setelah kami mencerdikan pada waktu itu, visi dan misi yaitu untuk mencerdaskan anak-anak bangsa,
01:54dan kemudian berjalan waktu, sedikit demi sedikit kami mulai membangun,
02:00sedikit demi sedikit kami mulai membangun,
02:03memulailah pada waktu itu, satu, dua, terus akhirnya banyak juga siswa yang kami terima pada waktu itu.
02:13Dan pada hari ini, saat ini, hanya saya sendiri yang tinggal sebagai pendiri.
02:20Pendiri awal itu kami berlima, jadi yang berempat itu Ustaz Mawadilabai,
02:27Pak Mawadilabai, Pak Mawadilabai, Pak Hadidahlan Syafri,
02:31kemudian Pak Otomali, dan saya, hanya saya yang masih hidup saat ini.
02:38Dan Alhamdulillah, bahwa masih melihat sekolah yang kita didikan itu bisa berjalan dengan baik.
02:46Memang pada awalnya, pada waktu itu, siswa kami itu sampai sempat banyak juga.
02:52Mungkin sejumlah kurang lebih sampai 2.500 orang sempat sampai siswa itu.
02:58Alhamdulillah, mungkin ya sekarang ini, mungkin tinggal sekitar 500 orang sempat.
03:05Karena banyak juga sekolah sekolah.
03:09Nah, keinginan juga seperti yang tadi diutarakan oleh Yau,
03:15bahwa bagaimana perasaan kami pada saat ini mendengar adanya masalah yang terjadi di sekolah kita,
03:22memang sangat sedih sekali.
03:25Karena apa? Karena betul-betul kita mendirikan sekolah itu betul-betul dengan rasa keinginan untuk menjadikan anak-anak kita menjadi
03:35anak-anak bangsa yang soleh dan solehlah.
03:38Yang juga memimpin bangsa yang betul-betul menjadi,
03:43keinginan menjadi, tahu kan, menjadi harapan kita sekalian bangsa Indonesia.
03:48Dan juga saya dengar, juga adanya hal-hal yang kurang menarik di situ.
03:53Di samping adanya, ada senjata api juga, kemudian ada segera soft gun dan lain-lain gitu.
04:03Dan juga, ada juga, ditemui juga hal yang kurang menarik lah untuk diutarakan di sini.
04:12Ya, seperti misalnya, ada beberapa hal yang kurang menarik.
04:17Yang tidak baik, itu sekolah kita sebagai sekolah Islam.
04:21Ya, mudah-mudahan itu semua bisa diselesaikan dengan cara yang sebaik mungkin.
04:26Karena harapan kami, ya mudah-mudahan sekolah kita ini dapat kembali sesuai dengan tujuan daripada kami pada waktu itu untuk
04:34mendirikannya,
04:35yaitu ingin mencatat anak-anak daripada sekolah kita ini menjadi anak-anak yang soleh dan solehlah.
04:41Dan juga menjadi pemimpin-pemimpin bangsa di kemudian hari.
04:44Jadi, kami yakin pula mungkin diantara siswa-siswa itu mungkin ada yang juga sudah menjadi pemimpin saat ini.
04:51Ya, mudah-mudahan.
04:52Ya, semoga kita semua bergandang dan bertinginan agar mulai-mudahan seperti apa yang kami harapkan.
04:58Nah, kemudian tentunya kami selaku pendiri yang mendirikan sekolah ini merasa bersetih sekali dengan adanya hal seperti ini.
05:10Tetapi, seolah-olah seperti yang tadi saya utarakan, mudah-mudahan semua itu dapat diperbaiki dengan sebaik-baiknya.
05:17Sehingga kita akan kembali kepada tujuan awal daripada kami untuk mendirikannya,
05:24yaitu mencatat anak-anak siswa kita ini menjadi anak-anak murid yang soleh dan solehlah,
05:29dan juga seolah menjadi pemimpin bangsa di negeri yang kita cintai ini.
05:35Itulah Pak, sedikit.
05:36Terima kasih.
05:38Baik.
05:39Terima kasih Pak Yang Sofian, selaku salah satu pendiri.
05:43Selanjutnya silakan Pak Alfon Kurnia Palma.
05:50Baik, terima kasih teman-teman semua.
05:54Pada saat ini mungkin kami ingin menekankan beberapa hal yang perlu diklarifikasi gitu ya.
06:01Agar tidak adanya simpang siur terkait dengan permasalahan yang pada saat ini.
06:11Nah, pertama-tama tidak ada konflik dalam artian pendiri ya, dayasa itu sendiri.
06:22Itu terbukti pada saat ini sudah ada salah satu pendirinya.
06:26Selain dari Bapak Adam Malik, mantan Wapres, dan kemudian juga dengan Bapak Mawadilabai, beliau, dan kemudian Bapak Suru yang dituduh
06:40kemarin-kemarin itu.
06:43Tapi intinya pada saat ini kita mau bilang bahwa, bahwa IWD itu hadir dari konflik.
06:51Begitu.
06:52Tapi pada saatnya tidak ada konflik diantara pendiri itu sendiri.
06:55Nah, oleh sebab itu makanya kita ingin mengatakan bahwa visi, misi dari pendiri itu tetap.
07:08Bagaimana mencetak dari anak yang soleh sebagai suatu harapan.
07:15Itu visinya sebenarnya gitu.
07:17Nah, dalam konteks itu, makanya patut diduga apakah memang kehadiran orang yang lahir dari konflik itu memang akan mengacu kepada
07:32visi dan misi dari pendirian kelembagaan itu.
07:36Itu menjadi suatu pertanyaan sebenarnya gitu.
07:39Nah, pada saat ini yang perlu dielaborasi adalah bahwa tujuan pada saat ini untuk mengembalikan sebagaimana khidrohnya.
07:52Nah, kebetulan pada saat itu ditemukanlah sesuatu yang sebenarnya tidak diketahui.
08:01Ini yang perlu digasibu alahi gitu kan.
08:03Sesuatu yang tidak diketahui itu apa?
08:05Ya, ini salah satu tentang menjata.
08:08Nah, concern kami pada saat ini adalah ini kan sekolah.
08:15Karena ini sekolah, kepentingannya itu adalah untuk anak-anak atau the best interest of the child sebenarnya.
08:22Bukan malah memasukkan senjata kepada sekolah, ke dalam sekolah.
08:28Nah, apabila itu dilakukan, apakah memang itu sesuai dengan visi misi dari seorang pendiri atau seorang pendidik?
08:37Enggak juga.
08:39Nah, oleh soal itu makanya ini menjadi sesuatu sesuatu yang penting.
08:45Kedepan, dan ini juga harus menjadi perhatian.
08:47Tidak hanya oleh aparat penggang hukum, kita dorong, kita support gitu ya, untuk bisa memastikan anak-anak itu bisa belajar
08:59dengan aman.
09:01Dan kemudian juga itu bisa mendorong dari, ya, dalam artian pemerintahan di daerah pada saat ini.
09:13Ya, kemarin kan gubernur sudah mengatakan, tidak boleh yang namanya sekolah ditempatkan senjata.
09:23Itu suatu aplikasi kita sebenarnya kepada pemintaan daerah.
09:29Dan seharusnya begitu juga dengan dinas-dinas, dia harus mendukung untuk itu.
09:33Nah, dengan demikian, jaminan kepentingan terbaik bagi anak itu bisa terpenuhi.
09:41Di samping ada persoan-persoan lainnya sebagaimana adanya laporan-laporan kepolisian yang kami duga.
09:47Yang kami duga ada penggelapan dalam jabatan di situ.
09:52Dan kemudian juga ada beberapa, apa ya, diduga terkait dengan ada semacam persetujuan secara fiktif di situ.
10:05Nah, ini beberapa hal yang perlu kami sampaikan.
10:09Bahwa di sini, yang melatuk belakang ini bukan karena adanya persetujuan.
10:16Bukan.
10:17Tapi lebih kepada bagaimana memastikan bahwa sekolah ini kembali sesuai dengan kitonya.
10:24Itu saja sebenarnya.
10:25Dan kebetulan setelah ini, apa, dikembalikan, ditemukanlah beberapa persoalan-persoalan yang kami nilai bertentangan dengan hukum.
10:37Patutlah bagi kami untuk mengatakan bahwa ini ada persoalan.
10:41Patutlah bagi semua orang untuk mengungkap ini.
10:44Patutlah bagi negara untuk memastikan bahwa namanya siswa-siswa itu mendapatkan pendidikan yang aman di situ.
10:52Nah, itu satu soal.
10:53Nah, kemudian yang kedua, terkait dengan ekstrakulikuler, sebagaimana di sini gitu ya, dapat dikatakan bahwa orang yang mengatakan itu harus
11:10membuktikan.
11:11Apakah memang benar yang namanya ketua pembina lama, Pak Suryo yang dikatakan waktu itu ya, itu memang sudah mendapatkan persetujuan.
11:22Nah, perlu diketahui bahwa ketika itu Pak Suryo sudah berumur 104 tahun, bukan menafikan kemampuan, tetapi pada saat itu untuk,
11:40Pak Suryo sendiri ya, untuk memahami, memahami, mengetahui, dan mengetahui suatu usulan, itu ada persoalan.
11:50Ada keterbatasan ketika itu, makanya ketika ada yang mengatakan bahwa ini merupakan kegiatan ekstrakulikuler, dan itu sudah setujui, tolong dibuktikan.
12:01Tolong dibuktikan.
12:03Jangan sampai ini menjadi sesuatu hal-hal yang melegitimasi sesuatu hal yang sebenarnya tidak benar.
12:09Ini menurut kami jadi penting.
12:13Jangan mencari alasan-alasan yang sebenarnya tidak ada.
12:17Nah, dengan demikian, makanya,
12:20tolong dibuktikan nantinya.
12:25Dan kemudian, yang keempat,
12:30kami juga ingin mengatakan, perlu disampaikan juga kali ya, tentang PJJ itu sekarang.
12:37Iya, sekali, atau nanti dibacakan.
12:39Sekarang aja.
12:41Nah, atas kondisi itu,
12:43pada hari Jumat yang lalu,
12:46mungkin ya beberapa teman-teman juga ke sana gitu ya,
12:50orang tua itu meminta kepada sekolah gitu kan.
12:55Dan kita semua sebenarnya memiliki konser,
12:58bahwa untuk menjamin keaman bagi anak-anak,
13:03sementara waktu,
13:05sekolah itu di PJJ.
13:06Atau pendidikan jarak jauh.
13:09Apa tujuannya?
13:11Lebih kepada memastikan,
13:13anak-anak itu belajar secara aman.
13:16Nah, seiring dengan ini sebenarnya ya,
13:20seiring dengan ini,
13:21kami sangat mendorong,
13:23sangat mendorong,
13:25agar apar kepolisian,
13:26itu untuk segera,
13:29bisa melakukan sterilisasi kepada tempat-tempat,
13:35yang mungkin kami tidak ketahui.
13:39Tapi memang secara umum,
13:41itu sudah diketahui,
13:45bahwa di mana saja ada persoalan-persoalan,
13:49misalnya kemarin kayak contohnya adalah senjata gitu ya.
13:52Tapi kita tidak tahu.
13:53Kami tidak tahu.
13:55Ada tempat-tempat yang lain.
13:57Nah, untuk menjamin dan memberikan kepastian,
14:00nah, kami mendorong tuh,
14:01kepada apar kepolisian,
14:02khususnya Polres Jakarta Selatan,
14:04apa Ketupel,
14:05apa Polda,
14:06atau Timur Despori,
14:08itu kan terkait dengan keamanan ini sendiri.
14:09Terutama yang berkaitan dengan Intel Cup.
14:13Jangan sampai ini dikait-kaitkan,
14:15dan kemudian memberikan suatu image yang negatif kepada anak-anak.
14:19Itu makanya dari awal kami sangat menjaga.
14:22Sangat menjaga.
14:24Agar ini tidak tersangkut dengan anak.
14:28Karena yang sangat penting bagi kita pada saat ini adalah
14:32bagaimana anak-anak itu bisa mendapatkan pendidikan
14:36aman, layak,
14:39dan tidak ada ketakutan
14:42di ruang-ruang sekolah.
14:45Nah, oleh sebab itu makanya pada saat ini
14:48sangat baik sekali ya.
14:50Kalau semisal ke depan,
14:52dalam jangka waktu proses PJJ ini,
14:55apar kepolisian yang memang memiliki kekomendian,
14:57kewenangan itu untuk menetralisir,
15:01menesterilisasi.
15:02Karena itu adalah kewenangannya.
15:04Berdasarkan undang-undang kepolisian.
15:07Nah, jadi,
15:08bagi kami sebenarnya pada saat ini
15:10ingin mengklarifikasi beberapa hal tersebut
15:13agar tidak terjadi kesimpang siuran.
15:17Agar tidak lagi terjadi suatu
15:19hal-hal yang sebenarnya
15:21tidak ada, tetapi diadakan.
15:25Nah, mungkin itu dari saya.
15:27Terima kasih.
15:28Bilahi Tafiq walidahya.
15:29Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
15:30Saya akan kembalikan kepada Pak Hermawanto.
15:36Baik, terima kasih.
15:38Tadi sudah disampaikan oleh Pak Iyan Sofyan,
15:41disampaikan oleh Pak Alfon,
15:42itu adalah fakta bahwa
15:44betapa mulianya
15:46tentang jayasan ini didirikan
15:49untuk ikut serta mencerdaskan
15:51anak-anak bangsa.
15:53Agar ke depan anak-anak menjadi
15:55anak-anak yang soleh dan soleha.
15:56Namun fakta hari ini
15:58sudah menunjukkan bahwa
16:01ada penyalahgunaan
16:03yayasan
16:05yang dilakukan oleh IWD
16:07yang potensial
16:09itu hanyalah untuk kepentingan pribadi
16:11dan kepentingan keluarganya.
16:14Fakta penemuan senjata
16:16adalah fakta yang tidak bisa dibantah
16:18bahwa sekolah telah dijadikan sebagai
16:21gudang
16:22dari bisnis-bisnis mereka
16:25yang kemudian merugikan sekolah,
16:28merugikan misi mulia,
16:30merugikan marwah pendiriannya.
16:32Sehingga patut
16:33kami juga ikut bersedih
16:35ketika pendiri hadir hari ini
16:37menyampaikan kesedihannya
16:38dan kami ikut turut prihatin
16:41atas fakta tersebut.
Komentar

Dianjurkan