00:00Saya ingat betul ketika pertama kali saya menginjakan kaki di Jakarta pada tahun 90-an sebagai aktivis, ikut melakukan pergerakan
00:10dalam dunia tahun 98, ya dipukul pentolan kepala kita, ya sempat disekolahin sekalipun tidak lama, saya pikir itu juga bagian
00:21dari para pengkaderan yang baik.
00:22Karena mungkin kalau saya tidak digituin opung, saya tidak bisa seperti sekarang ini. Jadi saya ucapkan terima kasih kepada semuanya.
00:32Bapak Presiden hadirin yang berbahagia, dalam kesempatan yang berbahagia ini izinkan saya, dari rangkaian tersebut saya ingin menyampaikan beberapa buku,
00:43isi buku dengan latar belakang yang ada.
00:46Buku ini sebenarnya bukan yang baru ditulis untuk nanti akan dibuat.
00:55Sebagian buku-buku ini adalah buku-buku yang dibuat di saat saya masih menteri investasi.
01:02Yang pertama, saya ingat betul ketika saya dilantik tanggal 23 Oktober tahun 2019 sebagai Kepala BKPM.
01:14Disitulah awal mulanya Pak Presiden Jokowi dan Pak Luhut empat hari kemudian memerintahkan saya.
01:22Kepala BKPM, saya tidak mau tahu caranya larang ekspor nikel.
01:29Tadi yang Pak Luhut sampaikan, saya berpikir yang punya kewenangan menarang ekspor nikel ini kan namanya dari SDM, bukan Kepala
01:39BKPM.
01:41Saya diperintahkan, saya ini seperti baru selesai taruna, tiba-tiba disuruh untuk perang di lapangan.
01:48Aturan pun kita belum tahu.
01:50Kemudian, saya datang ke guru saya, guru mentor birokrasi saya, yaitu Pak Mensesnik, waktu itu Pak Pratikno, ada Pak Pratik
02:00sama Pak Pram.
02:02Saya tanya kepada mereka, apakah ada aturan yang memungkinkan untuk sembelaran ekspor nikel ini?
02:09Kata beliau, ya itu pintar-pintar kamu saja.
02:13Jadi ini antara yang memerintah dengan saya tanya, kelihatannya sudah terjadi kompromi, kong kali kong.
02:19Bahwa Presiden, tapi sebagai nyali orang Papua kan gak boleh kecil di mata guru-guru besar.
02:27Maka kemudian, saya memanggil seluruh pengusaha nikel, industri penambang eksportir, kemudian kita rapat dan kita putuskan, mulai tanggal 1 November,
02:40tidak boleh lagi ada larang ekspor or nikel.
02:44Dan keputusan itu dilakukan tanpa ada keputusan menteri.
02:48Hanya hasil rapat yang dipimpin oleh Kepala BKPM.
02:52Itulah pertama kejadian ajaib menurut saya.
02:55Dan semua juga ikut untuk tidak melakukan ekspor or nikel.
02:59Jadi itu biar clear opung.
03:01Dan waktu itu kita dihajar terus, saya di demo satu setengah bulan.
03:05Kata opung, Lil, kau aja dulu hadapi lah.
03:07Kau aja dulu hadapi.
03:08Itu, udah Lil.
03:10Jadi memang, jadi junior ini paling tidak enak sekali.
03:14Satu setengah bulan saya di demo.
03:16Tapi karena kita menentukan demo, saya pikir ya mungkin ini bagian daripada olahan mereka kan gitu.
03:22Itulah kemudian, saya membuat buku yang namanya Hilirisasi Sumpah Daya Alam Indonesia sebagai transformasi mandat konstitusi.
03:30Itu judul buku pertama.
03:32Kenapa ini kita lakukan?
03:34Sampai ayam tumbuh gigi pun Bapak Presiden,
03:37tidak akan pernah bangsa kita untuk melakukan transformasi ekonomi
03:41dari ekspor komoditas menjadi ekspor hasil.
03:47Padahal pada tahun 1967,
03:50itu undang-undang penerbaan modal pertama dibentuk
03:54untuk melegalkan konsesi free port.
03:57Pada tahun 2010, 2009, 2010 di zamannya Pak SBY,
04:02merubah undang-undang menerba
04:03agar ada terjadinya industri.
04:06Tapi kemudian belum sempat dieksekusi peralihan kepimpinan.
04:09Di zaman Pak Jokowi 2016-2017,
04:14Opung melakukan itu.
04:16Kemudian kita patenkan di 2019 sampai dengan sekarang ini.
04:20Itulah kira-kira cerita buku itu.
04:23Terima kasih telah menonton!
Komentar