Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengungkap cerita di balik kebijakan larangan ekspor bijih nikel di era Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

"Yang pertama saya ingat betul ketika saya dilantik tanggal 23 Oktober tahun 2019 sebagai Kepala BKPM. Di situlah awal mulanya Pak Presiden Jokowi dan Pak Luhut, empat hari kemudian, memerintahkan saya, Kepala BKPM, saya tidak mau tahu caranya larang ekspor nikel," ujar Bahlil di acara peluncuran buku dirinya yang juga dihadiri Presiden Prabowo pada Jumat (7/8/2026).

"Sebagai nyali orang Papua kan enggak boleh kecil di mata guru-guru besar. Maka kemudian saya memanggil seluruh pengusaha nikel, industri, penambang, eksportir. Kemudian kita rapat dan kita putuskan mulai tanggal 1 November tidak boleh lagi ada larang ekspor nikel," lanjutnya (time code 1:27).

Baca Juga Presiden Prabowo ke Bahlil: Bisa Bikin Pak Jokowi, Orang Solo Itu Susah Ketawa di https://www.kompas.tv/nasional/684443/presiden-prabowo-ke-bahlil-bisa-bikin-pak-jokowi-orang-solo-itu-susah-ketawa

#prabowo #bahlil #buku #breakingnews


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/684594/depan-presiden-prabowo-bahlil-ungkit-perintah-jokowi-luhut-larang-ekspor-nikel-nyali-orang-papua
Transkrip
00:00Saya ingat betul ketika pertama kali saya menginjakan kaki di Jakarta pada tahun 90-an sebagai aktivis, ikut melakukan pergerakan
00:10dalam dunia tahun 98, ya dipukul pentolan kepala kita, ya sempat disekolahin sekalipun tidak lama, saya pikir itu juga bagian
00:21dari para pengkaderan yang baik.
00:22Karena mungkin kalau saya tidak digituin opung, saya tidak bisa seperti sekarang ini. Jadi saya ucapkan terima kasih kepada semuanya.
00:32Bapak Presiden hadirin yang berbahagia, dalam kesempatan yang berbahagia ini izinkan saya, dari rangkaian tersebut saya ingin menyampaikan beberapa buku,
00:43isi buku dengan latar belakang yang ada.
00:46Buku ini sebenarnya bukan yang baru ditulis untuk nanti akan dibuat.
00:55Sebagian buku-buku ini adalah buku-buku yang dibuat di saat saya masih menteri investasi.
01:02Yang pertama, saya ingat betul ketika saya dilantik tanggal 23 Oktober tahun 2019 sebagai Kepala BKPM.
01:14Disitulah awal mulanya Pak Presiden Jokowi dan Pak Luhut empat hari kemudian memerintahkan saya.
01:22Kepala BKPM, saya tidak mau tahu caranya larang ekspor nikel.
01:29Tadi yang Pak Luhut sampaikan, saya berpikir yang punya kewenangan menarang ekspor nikel ini kan namanya dari SDM, bukan Kepala
01:39BKPM.
01:41Saya diperintahkan, saya ini seperti baru selesai taruna, tiba-tiba disuruh untuk perang di lapangan.
01:48Aturan pun kita belum tahu.
01:50Kemudian, saya datang ke guru saya, guru mentor birokrasi saya, yaitu Pak Mensesnik, waktu itu Pak Pratikno, ada Pak Pratik
02:00sama Pak Pram.
02:02Saya tanya kepada mereka, apakah ada aturan yang memungkinkan untuk sembelaran ekspor nikel ini?
02:09Kata beliau, ya itu pintar-pintar kamu saja.
02:13Jadi ini antara yang memerintah dengan saya tanya, kelihatannya sudah terjadi kompromi, kong kali kong.
02:19Bahwa Presiden, tapi sebagai nyali orang Papua kan gak boleh kecil di mata guru-guru besar.
02:27Maka kemudian, saya memanggil seluruh pengusaha nikel, industri penambang eksportir, kemudian kita rapat dan kita putuskan, mulai tanggal 1 November,
02:40tidak boleh lagi ada larang ekspor or nikel.
02:44Dan keputusan itu dilakukan tanpa ada keputusan menteri.
02:48Hanya hasil rapat yang dipimpin oleh Kepala BKPM.
02:52Itulah pertama kejadian ajaib menurut saya.
02:55Dan semua juga ikut untuk tidak melakukan ekspor or nikel.
02:59Jadi itu biar clear opung.
03:01Dan waktu itu kita dihajar terus, saya di demo satu setengah bulan.
03:05Kata opung, Lil, kau aja dulu hadapi lah.
03:07Kau aja dulu hadapi.
03:08Itu, udah Lil.
03:10Jadi memang, jadi junior ini paling tidak enak sekali.
03:14Satu setengah bulan saya di demo.
03:16Tapi karena kita menentukan demo, saya pikir ya mungkin ini bagian daripada olahan mereka kan gitu.
03:22Itulah kemudian, saya membuat buku yang namanya Hilirisasi Sumpah Daya Alam Indonesia sebagai transformasi mandat konstitusi.
03:30Itu judul buku pertama.
03:32Kenapa ini kita lakukan?
03:34Sampai ayam tumbuh gigi pun Bapak Presiden,
03:37tidak akan pernah bangsa kita untuk melakukan transformasi ekonomi
03:41dari ekspor komoditas menjadi ekspor hasil.
03:47Padahal pada tahun 1967,
03:50itu undang-undang penerbaan modal pertama dibentuk
03:54untuk melegalkan konsesi free port.
03:57Pada tahun 2010, 2009, 2010 di zamannya Pak SBY,
04:02merubah undang-undang menerba
04:03agar ada terjadinya industri.
04:06Tapi kemudian belum sempat dieksekusi peralihan kepimpinan.
04:09Di zaman Pak Jokowi 2016-2017,
04:14Opung melakukan itu.
04:16Kemudian kita patenkan di 2019 sampai dengan sekarang ini.
04:20Itulah kira-kira cerita buku itu.
04:23Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan