Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Efisiensi anggaran yang berdampak pada berkurangnya dana ke daerah dinilai dapat memperbesar tekanan terhadap kepala daerah yang baru menjabat.

Pakar Otonomi Daerah Prof. Djohermansyah Djohan menyebut, beban ongkos politik yang tinggi menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai agar tidak berujung pada praktik korupsi.

Menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan hubungan antara efisiensi anggaran dan maraknya kasus korupsi kepala daerah, Prof. Djohermansyah mengatakan berkurangnya dana yang diterima daerah membuat sebagian kepala daerah berada dalam tekanan.

Menurutnya, banyak kepala daerah hasil Pilkada 2024 masih dibebani biaya politik yang besar.

Prof. Djohermansyah mengaku pernah mendengar langsung besarnya biaya yang dikeluarkan kandidat untuk memenangkan Pilkada.

Ia menilai, besarnya modal politik tersebut tidak sebanding dengan penghasilan resmi kepala daerah.

Kondisi inilah yang menurutnya dapat mendorong sebagian kepala daerah mencari pemasukan secara melawan hukum.

Meski perbaikan regulasi dinilai penting, Prof. Djohermansyah mengingatkan proses tersebut membutuhkan waktu. Karena itu, langkah yang lebih cepat dilakukan adalah memperkuat pengawasan terhadap pemerintah daerah.

Di sisi lain, Prof. Djohermansyah juga menyoroti wacana kenaikan gaji ASN di tengah kondisi fiskal daerah yang sedang kesulitan, termasuk membayar gaji PPPK.

Ia menilai pemerintah sebaiknya tidak memprioritaskan kenaikan gaji dalam situasi saat ini.

Menurutnya, kebijakan tersebut perlu mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat.

Bahkan, Prof. Djohermansyah mengusulkan langkah penghematan dimulai dari para pejabat negara.



Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/oBwtiU6GSeY



#kepaladaerah #kpk #korupsi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/684567/pakar-usul-gaji-kepala-daerah-dipotong-saat-efisiensi-anggaran-rosi
Transkrip
00:00Meskipun kata Apkasi, Kepala Daerah saat ini bebannya tidak hanya menjalankan fungsi pemerintahan dan pembangunan,
00:05tapi juga harus menghadapi persoalan sosial, lingkungan, hingga konflik pengelolaan sumber daya alam.
00:10Apakah ini sebanding dengan harus naiknya gaji Kepala Daerah?
00:12Itu sih, sudah dari dulu. Kepala Daerah kita itu memang harus menangani konflik.
00:17Memang tugasnya?
00:18Sudah kerjaannya. Jadi mengurus 32 urusan pemerintahan kita sebut gitu ya.
00:22Mengurus mulai ibu-ibu yang sedang hamil, stunting, sampai urusan pendidikan, kesehatan, urus jalan, konflik-konflik sosial,
00:35soal-soal yang terkait dengan aneka pelayanan publik lainnya, industri, perdagangan, itu sudah bagian dan tugas mereka.
00:42Jadi ketika mereka jadi Kepala Daerah, maka Kepala Daerah itu kan sebetulnya dia kerjanya mengurus rakyat.
00:50Dan dia sudah tahu itu, dia dedicated to the people, serving the people.
00:56Jadi kalau Kepala Daerah yang harusnya ketika dia sudah terpilih itu, dia betul-betul mengabdi kepada kepentingan ungu-urus rakyat
01:04itu.
01:05Jadi tidak pikirin soal gaji, tidak pikirin soal tunjangan, insentif secara berlebihan lah katakan gitu.
01:15Jadi ada banyak Kepala Daerah yang saya kasih contoh yang dedicated to the people itu.
01:20Misalnya?
01:21Ya misalnya itu Bupati Batang namanya Yoyok dulu.
01:24Ketika dia ngurusin daerah, dia nggak boleh lihat jamban yang ada di rumah-rumah itu tidak dimiliki.
01:34Nah Bupati ini juga humble sekali, sepatunya cuma dua pasang.
01:38Mobil mau diganti, mobil di dinas dengan kendaraan baru oleh sekdanya, dia nggak mau pakai aja mobil yang lama.
01:45Dan itu ada anggarannya pasti.
01:46Ya dia nggak mau, ya tetap aja pakai anggaran, tetap aja pakai kendaraan yang lama.
01:51Tapi dia, kita sebut dengan Bupati gila jamban lah.
01:55Ada lagi yang gila taman, wali kota.
01:57Dia peduli dengan urusan taman kota.
01:59Nah itu bisa kan, dia tidak hitung-hitung gaji.
02:03Dulu juga gajinya segitu-segitu aja, tapi tetap dia peduli dengan urusan membuat warga kota nyaman,
02:09punya taman yang bagus, bisa akses internet di tamannya, seperti itu.
02:14Nah ini wali kota gila taman.
02:15Kalau misalnya kenaikan ini bukan dari gaji, tapi pemberian insentif dari pendapatan asli daerah atau PAD,
02:24ini solusi yang bisa cepat atau tidak?
02:26Itu dimungkinkan asal memang dikaitkan dengan kinerja.
02:30Ukurannya gimana Pak?
02:31Ukurannya kinerja itu adalah target PAD-nya.
02:34Jadi PAD pendapatan asli daerah nih.
02:37Jadi kalau PAD-nya melampaui target, maka dia bisa mendapatkan insentif sekian persen dari peningkatan PAD tadi.
02:48Jadi itu ukurannya kinerja.
02:50Nah dan itu juga PAD yang bisa ditingkatkan itu berarti juga income yang masuk kepada kas daerah kan.
02:58Tapi income yang jangan juga sampai terjadi adalah pajaknya ditarik-tarikin itu yang dikhawatiran di publik.
03:04Dengan catatan juga jangan sampai terjadi berbagai macam protes masyarakat.
03:09Jadi itu hal yang lumperan dan wajar.
03:10Misalnya ada objek pajak yang tidak terpungut dengan efektif.
03:14Pajak hotel, restoran ya di Kabupaten Kota itu banyak hotel-hotel, restoran atau katakanlah restoran ya.
03:21Atau hotel-hotel yang kelas melatih itu, itu lolos, luput.
03:26Nah maka dia harus mencoba mengelola supaya yang demikian yang luput itu bisa ditingkatkan
03:34atau dimasukkan dalam daftar yang pembayar pajak katakan seperti itu.
03:38Tapi kesulitannya sejauh ini seperti apa sih Prof?
03:41Sampai harus dimunculkan wacana ini lagi, bukannya ini sudah berjalan dari tahun ke tahun semestinya.
03:47Iya, iya.
03:47Jadi memang kalau kesulitan dari segi pemerintah pusat, gaji kepala daerahnya kan gini.
03:56Wali kota bupati itu rata-rata sekitar 5 jutaan sebulan.
03:59Kemudian gaji gubernur itu sekitar 8 juta lebih atau hampir 9 juta.
04:04Nah mereka mengurus urusan pemerintahan yang banyak tadi, 32 urusan pemerintahan.
04:12Mengelola pegawai birokrasi yang ribuan.
04:16Lalu juga mengelola keuangan daerah yang sampai triliun rupiah.
04:21Nah itu dianggap beban tugas yang tidak sepadan dengan jumlah penghasilan yang diterimanya.
04:28Nah oleh karena itu maka ada cara untuk bisa meningkatkan penghasilan itu.
04:34Bagaimana caranya?
04:35Yang tidak mengganggu juga kemampuan keuangan negara.
04:38Nah sekarang ini persoalannya adalah selalu jadi alasan pemerintah pusat ini kemampuan keuangan negaranya terbatas.
04:46Sehingga ide untuk meningkatkan penghasilan kepala daerah yang tidak pernah terwujud selama ini.
04:53Oke.
04:54Nah bicara soal ini juga kan tugas kepala daerah harusnya bukan tolak ukurnya bukan sekadar PAD saja.
04:59Tapi bagaimana keberhasilan kepala daerah itu menyejah terlakan masyarakat.
05:04Itu yang harus dikejar.
05:05Itu dia.
05:05Jadi peningkatan kesehatan masyarakat, pelayanan publik di daerah itu bertambah lebih baik, meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat.
05:15Itu antara lain yang harus dia uruskan.
05:17Nah ini memang indikatornya harus misalnya gini.
05:22Yang untuk meningkatkan ekonomi ada indeks pembangunan manusia IPM.
05:26Nah itu kan rambang ukurnya.
05:28Jadi kalau terjadi peningkatan IPM berarti kepala daerahnya performenya baik ya.
05:35Sehingga dengan demikian dia bisa mendapatkan tambahan penghasilan.
05:39Kita kan katakan begitu.
05:40Jadi gak ada semata-mata PAD saja.
05:42Termasuk juga mungkin jadi ukuran kalau pusat ya.
05:45Inginnya juga program prioritas nasional dibantu oleh para kepala daerah ini.
05:50Kalau misalnya tadi solusi untuk berantas korupsi dengan menaikan gaji kepala daerah.
05:57Artinya bisa kita bislang ini bawa cacat logika.
06:00Gak nyambung.
06:01Iya, iya.
06:03Iya, iya.
06:04Gak bisa juga menyetop korupsi itu.
06:08Akarnya korupsi itu bukan soal penghasilan kan.
06:11Jadi kalau penghasilannya besar, kecil pun sama aja korupsi.
06:15Gak berhenti.
06:15Walau tadi saya sudah sebutkan angka yang sangat tinggi.
06:18Dari korupsi di dunia hampir menyentuh 500-an orang yang kena kasus hukum.
06:25Jadi itu bukan hanya soal penghasilan.
06:29Tetapi memang harus dari hulu hilir yang kita harus perbaiki.
06:34Mulai dari rekrutmen, seleksi, tata kelola, pemda, pengawasan dan pemindahan oleh pemerintah pusat.
06:40Pendagakan hukum juga harus dibadahi.
06:42Dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian juga tidak menampik bahwa ini adalah ekses.
06:47Adanya korupsi ini karena ekses dari biaya politik yang mahal, ongkos politik yang mahal.
06:52Itu dia.
06:52Kalau begitu yang matchnya apa?
06:55Kalau pemerintah pusat tahu bahwa ini adalah ongkos politik yang mahal.
06:58Tadi pemindahan sistem tapi itu kan butuh waktu yang panjang.
07:01Tapi dalam waktu pendek ini apa yang harus dilakukan Prof?
07:04Jadi kalau dalam waktu pendek ongkos politik yang mahal ini memang...
07:10Biar balik modal itu kan yang dikhawatirkan.
07:12Makanya harus pengawasan pemerintah pusat yang efektif.
07:16Nah pengawasan pemerintah pusat yang efektif itu tidak bisa pengawasan kepala daerah itu hanya oleh satu pemerintahan di nasional ini.
07:24Kita punya pemerintahan daerah itu 546.
07:28Ada 38 provinsi, 93 kota, 415 kabupaten.
07:34Lalu yang ngawasinya cuma daerah pusat.
07:36Kan lagi tadi bilang nggak sanggup.
07:38Nah oleh karena itu perbaikan sistem pengawasan harus hadir pemerintah pusat di daerah-daerah.
07:46Dengan cara apa?
07:47Membangun unit-unit pengawasannya sampai ke daerah yang independen dan mandiri.
07:52Jadi nggak dititipin sama gubernur maksud saya.
07:55Oke, tetapi adakah bisa kaitannya ini dengan efisiensi?
07:59Bisa dijadikan alasan atau tidak sih momentum korupsi ini karena kesulitan cari sumber biaya dengan efisiensi yang sedang dilakukan?
08:06Oh iya, ya karena makin ketatnya jumlah uang yang turun ke daerah.
08:13Sehingga kepala daerah ini kan panik nih.
08:18Yang hasil pada November 2024, padahal mereka kan punya ongkos politik yang besar.
08:27Nah, utangnya juga banyak.
08:30Jadi banyak itu kepala daerah yang utangnya banyak itu.
08:32Ya kan saya pernah ngobrol-ngobrol sama mereka karena modalnya gede.
08:35Ada kabupaten yang modalnya sampai 100 miliar untuk menang di kabupaten itu.
08:41Padahal gajinya seberapa?
08:43Gaji kan 5 jutaan.
08:43Gak mungkin 5 jutaan nutup 100 miliar, makanya 25 tahun.
08:47Makanya dia cari jalan untuk jual beli perizinan, kemudian dengan cara memeras pegawai, ISN, jual beli jawatan.
09:00Sampai ke pengadaan barang jasa itu juga harus ada fee atau swap yang diberikan kepada kepala daerah.
09:09Nah, itulah persoalan-persoalan lapangan kita yang harus kita rapikan atau benahi gitu Mbak Triska.
09:14Dan ini bisa kan dilakukan, sementara kan sudah running, anggaran juga sudah jalan, gak mungkin diubah di tengah-tengah.
09:21Tidak bisa. Memang kalau perbaikan mendasar kan regulasinya.
09:25Tapi kan tic-tac ya, waktu undang-undang Belkada dibetulin.
09:30Sementara kan OTT ini jalan terus.
09:33Nah, maka yang paling lebih feasible nih, itu yang saya usulkan tadi,
09:39perkuatan pengawasan oleh peminta pusat langsung hadir terhadap gubernur terhadap bupati dan wali kota.
09:46Dan wacana ini keluarnya di tengah-tengah bingung juga untuk membayar gaji ASN, terutama P3K di daerah.
09:56Artinya kalau gaji naik di tengah kondisi ini, gak match juga kan kondisinya, gak punya empati.
10:01Itu dia.
10:02Makanya kalau saya sih menyarankan tidak usah pikiran soal menaikin gaji dulu.
10:07Jadi gaji biar aja sementara keadaan ekonomi rakyat juga sulit, empati juga kita berarti miskin,
10:14dan juga mungkin itu juga bisa melukai hati masyarakat kan.
10:19Harusnya ke dalam keadaan efisiensi ini kan potong gaji.
10:23Potong gaji.
10:24Kepulau daerah, di pusat menteri, presiden, potong gaji.
10:29Ya kan? Karena efisien.
10:31Karena tanggung jawabnya ada di pejabat negara itu.
10:33Itu dia. Jadi mereka rame-rame menyebabkan hati kita potong gaji aja.
10:37Nah gitu ya.
10:38Cuma kan gaji udah kecil.
10:40Nah apa tega, mau potongin gaji tinggal 5 juta, tinggal 2,5 juta.
10:44Itu juga jadi persoalan yang tidak mudah diperbaiki.
10:49Jadi kalau soal gaji yang harus didahulukan adalah gaji ASN itu tetap harus dibayar.
10:58P3K harus tetap dibayar.
11:00Sementara kepala daerah harusnya menunggu keadaan kemampuan keuangan negara
11:05untuk bisa minta naik gaji itu.
11:07Itu yang lebih empati kepada publik.
Komentar

Dianjurkan