00:00Kita beralih ke informasi lain, saudara keluarga pegawai eks Jampitsus Almarhum Sutrimu di Bajumas, Jawa Tengah, resmi melapor ke Polresta
00:08Bajumas pada Sabtu malam.
00:10Laporan ini dilayangkan guna mengusut tuntas kejanggalan dan penyebab pasti kematian korban.
00:19Didampingi kuasa hukum, perwakilan keluarga mendatangi kantor polisi karena menilai informasi seputar kematian Sutrimu masih simpang siur.
00:28Langkah hukum ini juga diambil untuk menepis rumor tak sedap mengenai adanya penerimaan uang 1 miliar rupiah oleh pihak keluarga.
00:36Perwakilan keluarga Sutrimu menyatakan siap jika polisi harus melakukan proses ekshumasi dan keluarga menyerahkan sepuluhnya proses penyelidikan lanjutan kepada aparat
00:46pendagang hukum setempat.
00:52Terkait dengan dugaan, adanya dugaan di berita ya, karena kalau keluarga taunya sebenarnya pada saat itu tidak ada kejanggalan ya
01:00mas ya, tidak ada kejanggalan karena sudah bersih.
01:03Itu kan, pada saat yang tahu-tahu kan karena dari berita, karena simpang siur berita, begitu kan segala macam, apalagi
01:10mohon maaf ada tuduhan katanya keluarga itu tidak melapor gara-gara dapat uang 1 miliar ya.
01:17Artinya keluarga juga ingin tahu, ingin memastikan ya kepastian hukumnya seperti apa, apakah itu memang kematiannya wajar atau tidak.
01:25Itu saja, keluarga tidak punya siapa terlapornya dan lain-lain diserahkan semuanya kepada penyidik.
01:31Itu sudah ada kemungkinan untuk keluarga minta diatopsi ulang atau bagaimana?
01:36Kalau kami itu biar prosedur hukum, tapi pada prinsipnya kooperatif ya?
01:41Kooperatif.
01:41Iya, itu saja.
01:46Pemerintah desa menyebut jenazah Sutrimu langsung diselatkan dan dimakamkan saat tiba di desa Walahar.
01:52Kepala desa menyebut jenazah Sutrimu langsung dimakamkan karena makam sudah disiapkan.
01:58Sementara hingga saat ini pemerintah desa belum menerima surat pemberitahuan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimu.
02:04Hingga saat ini pun keluarga Sutrimu juga belum mengurus surat kematian Sutrimu.
02:17Malam itu juga dimakamkan karena disini itu kalau sudah lubang jenazah sudah siap langsung dimakamkan.
02:27Dan cuman disini disolati.
02:30Itu yang meminta langsung dimakamkan dari pihak keluarga atau pihak pengantar itu?
02:35Pihak keluarga itu yang mewakili keluarga itu Pak Tukim.
02:41Kakak Ipar Sutrimu.
02:46Nanti terjadi pemungkaran kembali makam seperti apa?
03:05Pertulis di dalam berita acara jam 6.39 yang ditandatangani oleh Febrio itu memang sudah ada keluhan.
03:16Pengantarlah yang mengisi langsung.
03:19Atas nama Febrio memang tertulis.
03:21Saudara empat orang terlihat mengantarkan Sutrimu dari klinik kecantikan Morden ke rumah sakit Muhammadiyah Taman Puri.
03:28Satu orang sebagai penanggung jawab menuliskan namanya Febrio Adiano sebagai kerabat.
03:34Siapakah Febrio Adiano?
03:37Dari empat sosok pengantar Sutrimu, pegawai eks Jampitsus ke rumah sakit,
03:41usai tak sadarkan diri di sebuah klinik kecantikan,
03:44nama Febrio Adiano muncul sebagai penanggung jawab di selembar formulir dari rumah sakit.
03:52Dari selembar formulir di rumah sakit, sosok Febrio menjadi krusial
03:56karena ia diduga menjadi orang pertama yang dihubungi Sutrimu saat ia mengeluh sakit.
04:02Informasi dari ketua RT setempat, Febrio sempat menelpon ambulans
04:07untuk meminta mengantarkan Sutrimu ke rumah sakit.
04:11Jurnalis Kompas TV Rahma Piliang dan juru kamera Andini Anissa
04:15menelusuri siapa sosok Febrio secara digital.
04:18Untuk membuktikannya, kami melakukan verifikasi dan juga mencari tahu secara digital
04:23siapakah Febrio Adiano.
04:25Kami menggunakan data dari rumah sakit Muhammadiyah Taman Puring,
04:29di situ tertera nomor telepon di data tersebut,
04:33dan kami mencoba mencarinya melalui dua aplikasi pencari nomor atau aplikasi pencari kontak.
04:40Datanya dan juga apa yang kami temukan cukup mencengangkan, sodara.
04:44Dari aplikasi pertama, kami mendapatkan bahwa profil ini tidak bisa ditampilkan.
04:51Artinya, dari pemilik nomor ini melakukan privasi terhadap nomornya sendiri.
04:55Tapi di aplikasi kedua, sodara, ini cukup mencengangkan.
04:58Muncul nama ADC Jampitsus Febrio.
05:02Artinya, nomor yang tertera di formulir rumah sakit tersebut benar.
05:08Nomornya Febrio Adiano.
05:11Dan kita ketahui bahwa sebelumnya Febrio Adiano ini disebutkan bahwa
05:16ADC dari ex Jampitsus Febri Adriansia.
05:21Kapus Bengum Kejagung, Anang Supriyatna menyebut,
05:25Febrio Adiano adalah staff di Kejaksaan Agung.
05:28Namun Anang membantah, kalau Febrio Adiano adalah seorang Jaksa.
05:33Anang menyebut, Febrio sempat bekerja sebagai staff dari ex Jampitsus Febri Adriansia.
05:40Terhadap yang istilahnya karungga saya tidak kenal sama sekali dan bukan warga Kejaksaan.
05:45Jadi saya tidak berhak mengomentari.
05:47Tapi yang namanya sodara Febrio yang kami tahu memang dia pegawai Kejaksaan.
05:54Tapi bukan Jaksa, pegawai Kejaksaan.
05:56ADC-nya biasa, Pak.
05:58Staffnya, ya.
05:58Staffnya, Pak.
05:59Oke, iya.
06:00Ada pember bekerja, Pak Febrio itu di Kejaksaan sekarang?
06:03Masih.
06:04Masih.
06:05Kejaksanya sekarang sudah tidak ADC, sekarang apa, Pak?
06:07Ya staff biasa.
06:08Staff biasa.
06:08Mengundang tinggi siapa mungkin, Pak?
06:10Enggak.
06:10Dia administrasi biasa saja.
06:13Sementara terkait kematian sutrimu pegawainya, di saat penyidikan kasus korupsi dan TPPU, pihak ex Jampitsus Febri Adriansia lewat kuasa hukumnya
06:23menyatakan, belum mendapatkan panggilan pemeriksaan dari polisi.
06:28Kaitan dengan konfirmasi, ya, posisi almarhum, itu sebagai pribadi, sebagai kuasa hukum, dan maksudnya keluarga, ya, apa, menyampaikan, apa, duka
06:41yang mendalam, gitu, ya.
06:42Namun, pada sisi ini belum ada, apa, pemeriksaan atau permintaan keterangan kaitan dengan kematian Bapak Sutrim.
06:51Berarti polisi belum pernah meminta konfirmasi secara langsung?
06:55Belum, belum pernah.
06:58Sudah lebih dari dua pekan, penyebab kematian sutrimu pegawai ex Jampitsus masih menjadi teka-teki.
07:05Polisi sudah melakukan olah TKP dan memeriksa taksi dari kluster kejadian awal sutrimu ditemukan tak sadarkan diri di klinik kecantikan.
07:14Salah satunya adalah supir ambulans dan orang yang melihat sutrimu di lokasi.
07:19Namun, polisi belum menentukan apakah ada unsur pidana dalam kasus ini.
Komentar