- 2 hari yang lalu
- #mentan
- #amransulaiman
- #mahasiswa
- #undip
SEMARANG, KOMPAS.TV - Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman, sempat menjawab sejumlah pertanyaan dari mahasiswa baru Undip saat menjadi pembicara dalam Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, pada Kamis (6/8/2026).
"Apakah keterlibatan instrumen militer ini murni strategi jangka pendek untuk mengejar target darurat pangan?" tanya salah satu mahasiswa.
"Kemarin tahu ada El Nino, kekeringan, tahu. Tahu ada pompa dikirim di seluruh Jawa Tengah, Jawa Timur, termasuk Semarang. Ini ada 80.000 unit. Kita berada di titik 4.000 unit dikirim satu kali, totalnya kita kirim semua 80.000. Dan itu dipikul oleh TNI. Tidak ada biaya pikulnya karena El Nino terdesak," jawab Mentan Amran.
"Sekarang TNI turun tangan, tidak ada gaji. Mau enggak, Nak, kamu gantikan?" sambung Mentan.
Mentan Amran juga sempat menyinggung praktik korupsi hingga mafia pupuk.
Baca Juga Mentan Amran Langsung Telepon Dirut Bulog! Dicurhati Mahasiswa Asal Alor Beras Mahal di Pedalaman di https://www.kompas.tv/nasional/684591/mentan-amran-langsung-telepon-dirut-bulog-dicurhati-mahasiswa-asal-alor-beras-mahal-di-pedalaman
#mentan #amransulaiman #mahasiswa #undip
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/684670/full-mentan-amran-jawab-cecar-tanya-mahasiswa-undip-singgung-tni-di-sawah-mafia-pupuk
"Apakah keterlibatan instrumen militer ini murni strategi jangka pendek untuk mengejar target darurat pangan?" tanya salah satu mahasiswa.
"Kemarin tahu ada El Nino, kekeringan, tahu. Tahu ada pompa dikirim di seluruh Jawa Tengah, Jawa Timur, termasuk Semarang. Ini ada 80.000 unit. Kita berada di titik 4.000 unit dikirim satu kali, totalnya kita kirim semua 80.000. Dan itu dipikul oleh TNI. Tidak ada biaya pikulnya karena El Nino terdesak," jawab Mentan Amran.
"Sekarang TNI turun tangan, tidak ada gaji. Mau enggak, Nak, kamu gantikan?" sambung Mentan.
Mentan Amran juga sempat menyinggung praktik korupsi hingga mafia pupuk.
Baca Juga Mentan Amran Langsung Telepon Dirut Bulog! Dicurhati Mahasiswa Asal Alor Beras Mahal di Pedalaman di https://www.kompas.tv/nasional/684591/mentan-amran-langsung-telepon-dirut-bulog-dicurhati-mahasiswa-asal-alor-beras-mahal-di-pedalaman
#mentan #amransulaiman #mahasiswa #undip
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/684670/full-mentan-amran-jawab-cecar-tanya-mahasiswa-undip-singgung-tni-di-sawah-mafia-pupuk
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Apakah keterlibatan instrumen militer ini murni strategi jangka pendek untuk mengejar target darurat pangan?
00:30Gak ada ampun, ini ada 77 masuk penjara, itu datanya dan boleh dicek, ini insya Allah saya pulang, ini ada
00:43izin 2000 kami cabut, kasus beras 48 yang masuk penjara dan didenda sampai 11 triliun termasuk pegawai kementan kami maaf
00:57dengan berat hati kami kirim ke penjara.
01:00Itu gak boleh, kenapa nanti yang melanjutkan perjuangan adalah kalian, kita tidak boleh bermain-main sebagai senior.
01:10Oke bertanya langsung nak, langsung saja, ya langsung saja tanya, apa yang ditanyakan langsung masuk ke inti.
01:19Oke baik, terima kasih atas kesempatan bertanya, jadi sebelumnya perkenalkan nama saya Irji Abdillah Amdar dari Fakultas Teknik.
01:25Oke.
01:27Jadi sebelumnya Pak Menteri terkait Kementerian Pertanian yang sebelumnya itu menargetkan kontrak cetak sawah rakyat yang seluas 101.503 hektare
01:40dengan melibatkan aktif personil TNI AD di lapangan dalam prosesnya.
01:44Jadi pertanyaan saya itu ada dua, yang pertama apakah keterlibatan instrumen militer ini murni strategi jangka pendek untuk mengejar target
01:52darurat pangan?
01:53Terus pertanyaan yang kedua adalah bagaimanakah roadmap atau transisi jangka panjang dalam pengelolaan ratusan ribu hektare sawah baru yang diresmikan
02:03ini nantinya bisa mandiri secara profesional di tangan petani yang murni sipil?
02:08Terima kasih.
02:42Terima kasih.
02:46Terima kasih.
02:47Terima kasih.
02:57Terima kasih.
02:58kayak embung atau danau gitu kok ada nggak ada yang jalan-jauh ada nggak gimana ada nggak itu
03:06ada tapi kurang memadai bapak gini disana dipakai irpom irigasi pompa sumur dalam bisa itu enggak
03:15sudah ada tapi enggak kalau digalikan mau siap mau bapak desa apa namanya desa Kabupan Kidul
03:29ambil nomornya kompanya dikirim perkenalkan dari selesai yang nomor 2 fakultas ilmu sosial dan
03:38ilmu politik saya ingin bertanya kepada bapak sebagai sini saya tidak mau kamu dibawa kamu
03:44naik semua di atas kenapa kamu terhormat kamu adalah orang-orang hebat ini Pak Rektor biar
03:52di samping sini oke izin Pak saya ingin bertanya kepada bapak sebagai pengusaha jika bapak kembali
03:58ke masa awal kuliah dengan pemikiran seperti sekarang apa hal pertama yang akan bapak lakukan
04:05dan mungkin bisnis apa yang akan bapak ambil terima kasih kalau saya kembali kalau saya kembali jadi mahasiswa
04:14oke terima kasih atas kesempatan saya jawab langsung ini biar cepat tahu enggak kalau saya kembali muda
04:26mobil terbaik aku kasih kepada orang yang mengembalikan saya menjadi muda karena kenapa rasanya ini hidup singkat
04:36kalau andaikan umur kita tukar umur semua jabatanku aku serahkan tapi bonusnya ya satu mobil mewah saya
04:44umur berapa nah 19 20 saya mau umur 20 kamu ambil umurku yang 50 kita tukar umur hari ini saya
04:53kasih
04:54mersi satu boleh tapi cuka rumur dulu dong ini langsung boleh ini sulap saya dan bisnis yang saya
05:02lakukan adalah sekarang itu bisnis yang bisa melebih digital tapi yang kalau sekarang ya zaman sekarang ya ya
05:17saya anak teknik ya IF jadi elektrik jadi mobil elektrik motor listrik itu nanti yang menguasai
05:26dunia dan bahan bakunya ada di Indonesia kalau saya kembali muda seperti anda tapi kalau anda bisa
05:32tiup saya kembali muda dapat bonus dari saya Oke berikutnya tinggal teknik yang belum saya jawab ya
05:39ya Bapak terima kasih kesempatannya nama saya juga Aditya dari Fakultas Hukum Bapak Fakultas Hukum Nah
05:44menurut BPS itu data bahwa petani itu umur saat ini rata-rata usianya 45-55 tahun Bapak jadi apa
05:51yang menjadi kebijakan Bapak bersama Bapak Presiden untuk mencapai suah sembada pangan sehingga anak-anak
05:56di masa depan bahkan bahwa kita tetap melihat petani sebagai pekerjaan yang sangat berharga
06:02sehingga suah sembada pangan ini oke hanya berhenti pada satu kabinet saja Bapak Oke udah berikutnya
06:09nak langsung pertanyaan pertanyaan saya izinkan saya dari Lombok Nusa Tenggara Barat saya orang tua saya
06:15bapak saya petani ibu saya petani dan saya hidup dan bisa kuliah di sini dengan pertanyaannya apa yang
06:21saya dengan lahan yang sedikit yang dipunya bapak saya bagaimana dia kelola agar bisa memberi manfaat
06:28tempat yang lebih banyak lagi maksudnya ada traktornya enggak enggak ada Pak Aos ini
06:33Ande Nur Dalam kasih interaktor satu kirim ke orang tua kenapa ini bukan bertanya untuk dirinya tapi
06:44dia ingat orang tuanya yang di kampung karena itu yang mengirimi uang nanti Oke kamu langsung nanti kirim
06:50ini ya ambil alamannya Hai nanti saya jawab juga petani umur 45 tahun lima langsung enggak tanya
06:58apa perkenalkan nama saya abyo saman saya dari sekolah vokasi izin bertanyakan sekarang tuh dunia
07:04pertanian dari segi biaya bibit makna makna rasanya saya terganggu jangan belakang hidup guru kita
07:10disini-sini saya terganggu sekali ah ya oke sekarang aduh di dalam dunia pertanian dimana bibit dan pupuk
07:19itu mengalami penaikan dan itu penaikannya juga seiring dengan penaikan biaya kebutuhan pokok kita
07:26sebagai manusia nah bagaimana caranya dan langkah-langkah dari Kementerian Pertanian agar kita
07:32sebagai masyarakat bisa membeli biaya kebutuhan pokok kita dengan harga yang murah tetapi petanginya
07:38yang tetap sejahtera 26 habis selesai ya Oh tinggal satu oh silakan apa baik perkenalkan
07:47nama saya novelinasi tohang dari fakultas hukum saya dari anak petani Oke tapi saya bukan mau bertanya
07:54Pak tapi kayak menyampaikan aja apa tuh jadikan tadi juga nyambung sama temen saya yang dari fakultas
08:00hukum bahwa para petani itu umumnya berusia 45-55 sama seperti orang tua saya juga saya mau bilang aja
08:11gitu Pak eh kalau akses jalan ke tempat untuk bertani di untuk Bapak saya itu kayak kurang bagus gitu
08:21terus terus jalan musatanya jelek Iya terus desa apa eh Astaraja desa Astaraja kampung alamannya
08:32iya Bandung Oke Oke Bandung Bandung lah nggak ada sama di Bandung kota Bandung ada sama Pak Oh di pinggiran
08:38itu Iya pinggir-pinggir gitu tapi kamu patahin aku Oke oke oke oke oke ya apa yang ditanyakan
08:45kan ke ruangnya ya akses jalan itu aja Pak suami saya khawatir juga sama Bapak saya
08:51uh cinta orang tua Oke Pak nanti pada jam ambil nomor teleponnya cek di sana lapangan mana pilih yang
09:02ada di tanganku atau yang dijanji pilih mana ini aku janji telur telurnya sudah ada daripada aku
09:10janji kambing tapi kambingnya belum pasti pilih mana jalannya aja langsung itu bukan ini anggarannya
09:18jalan aku belum cek ini ini apa ada tahun depan mungkin atau bisa tapi yang ada sekarang mau nggak
09:25yang ada sekarang yang ada sekarang Oh ya traktor aja kasih satu Oke jadi nanti traktor itu dipakai
09:31saya ngolak baru perbaiki jalan paham siap Iya kan Oke terakhir sebelumnya izin Bapak saya Ewid dari
09:44Bengkulu saya ingin bertanya tentang eh Bapak sama Ibu saya kan petani Pak jadi kadang tuh setiap tahunnya
09:58sama itu padi yang kami tanam itu sering kena hama gitu Pak sama apa sama tikus saya iya tikus sama
10:07yang serangga selada tikus ada apa nanti nanti aku sebut namanya kampung alamannya saya baca akan
10:14doa tikusnya hilang sama itu racun tikus tadi itu racun tikus nggak bisa kelihatan ya itu racun tikus
10:23saya ini nih satu malam itu ada 15.000 hektare selesai satu hari itu tiran tiran tikus di racun
10:32Amran makanya AS foundation jadi tiran grup itu singkatan alfosran alat tikus emposnya Amran jadi
10:41ada tujuh Oke nanti saya kirim racun tikus mau mau Pak sama ini Pak yang sudah daripada racun tikusnya
10:48terlalu jauh dari sul-sel pembeli racun tikus aja kasih deh nanti saya dari Bengkulu Pak Oh iya sama
10:56ini Pak yang serangga yang sering terbang-terbang gitu Pak saya kurang tahu sih namanya jurusan apa
11:01saya ilmu kelautan Pak bukan ilmu serangga bukan pertanyaan saya teliti itu selesaikan itu itu bagus tuh
11:10iya Pak sama saya mau berkelu kesat tentang eh batang sawit gitu Pak Oh kenapa yang batang sawit itu
11:20kan Pak bukan pohon Pak jadi eh saya sering melihat di permukiman warga itu airnya jadi jelek Pak sama bekas
11:33yang
11:33serabutnya itu Pak eh apa ya busuk Pak mengganggu penciuman di sekitar Iya soalnya nanti kita tanya
11:44sama Pak Rektor Pak Rektor kayaknya ilmu lingkungan ini nanti diteliti di sana kalau bisa Pak Rektor kerjasama
11:50sama dengan pertanian nanti dari saya BPDPA nanti kalau ada dosen biar dia pendampingan di lapangan
11:59betul itu nanti kita ada dana riset di di pertanian ya bisa Pak Rektor oke nanti dengan Pak Rektor
12:08Iya Pak ini harus dibagi biar ada Pak Rektor satu bubannya saya tuju Oke makasih ya makasih ya Pak
12:15saya jawab satu-satu bibit pupuk coba tunjukkan pupuk mana yang tadi tanya pupuk dia tahu pupuk
12:26tidak pernah turun harga pupuk selama Republik Merdeka kecuali pemerintahan Bapak Prabowo Subianto
12:32turun 20% dan itu seluruh Indonesia kemudian dibangun tujuh pabrik dan dulunya itu 45 regulasi yang
12:43mengatur ini 45 regulasi mengatur 145 sorry sekarang dari Menteri ke pabrik-pabrik langsung
12:52petani kemudian yang kita tangkap mafia pupuknya ini jadi mulai regulasi kebijakan turun harga 20%
13:01tidak pernah terjadi selama Republik Merdeka kemudian yang mafia pupuk kita tangkap 27 dan ada di penjara
13:09kita sekarang Hai dan itu tidak tersebut anak-anakku ini tanya pupuk tadi Hai Bapak Presiden perintahkan
13:18kami pamentan koruptor dan mafia bereskan siap Bapak Presiden 27 kami laporkan sebelum beliau terbang ke India
13:25Bapak Presiden ini ada mafia pupuk pupuk ini adalah tanah yang digali kemudian dikarungin nggak ada unsur-unsur hara
13:35dikarungin kami laporkan presiden katakan
13:40tangkap perintahkan
13:43langsung kami serahkan ke kepolisian diproses tersangka ah ini orangnya
13:51nggak boleh kita harus bela ini petani kita harus bela ini rakyat dan itu perintah Bapak Presiden yang
13:57tua harga pupuk turun 20% Republik Indonesia sudah berumur 80 tahun 81 ya sekarang ini 81 menuju 81 tanggal
14:0917 tahu tidak pernah harga pupuk turun kecuali pemerintahan Pak Prabowo 20% ini turun dan itu
14:18turunnya seluruh Indonesia kena kita melakukan efisiensi yang dia katakan efisiensi anggaran yang
14:25tidak penting kita pangkas ini tidak menambah PBN tapi harga turun 20% jadi itu dah selesai ya
14:33daerahnya Pak Pak Dirjen cek ini kalau tidak turun cabut izinnya disana Purwakarta ya bisa juga sambil
14:45telepon nanti yur tunggu saya disana nek saya cabut izinnya ini 2000 izin kami cabut Pak Pak Rektor kalau
14:53tidak seperti itu pertanian tidak maju sekarang ini lompat kita tertinggi lompatannya nomor dua dunia
14:58tapi tadi banyak yang minta bisnis jadi saya tidak cerita pertanian cerita bisnis oke cek disana kalau
15:07kalau memang harganya tinggi kita cabut izinnya kemudian tentara mana tadi teknik
15:15kemarin tahu ada El Nino kekeringan tahu tahu ada pompa dikirim di seluruh Jawa Tengah Jawa Timur termasuk
15:24Semarang ini ada 80 ribu unit nih kita berada di titik mana Jawa Tengah Jawa Barat Jawa Tengah ya
15:33itu pompa dikirim 4 ribu unit dikirim satu kali totalnya kita kirim semua 80 ribu dan itu dipikul oleh TNI
15:43tidak ada biaya pikulnya karena El Nino terdesak ingat nak kalau krisis ekonomi kita selamat krisis
15:50COVID-19 kita selamat tapi kalau krisis pangan melompat krisis politik negara ini bubar
15:57sekarang TNI turun tangan tidak ada gaji mau gak nak kamu gantikan 5 ribu mahasiswa jangan kuliah dulu
16:03urus pompa tapi enggak ada gaji tidak Pak sama pertanyaannya komisi empat komisi pamentan kok tentara
16:13turun PPL PPL saya tidak cukup hanya 37 ribu saya butuh 50 ribu orang kalau 5 ribu ini enggak
16:22cukup harus tambah nol satu inilah TNI kita dan itu TNI bukaian tempur babinsa paham maksudnya
16:29inilah yang membantu karena tidak punya PPL tidak ada jalan lain karena terjadi El Nino Godzilla yang
16:35dikatakan El Nino ini bisa mati keleparan orang tapi Alhamdulillah kita sosembada dan naiknya tertinggi
16:42sepanjang sejarah itu stok kita ini hasilnya 5 juta ton tidak pernah terjadi selama Republik ini
16:51yang berdeka mulai tahun 69 sampai hari ini memang banyak yang tidak senang kadang anak-anakku
17:00jangan mau diprovokasi yang tidak senang adalah importir yang tidak senang adalah negara lain
17:05pengekspor Thailand Vietnam Pakistan India itu yang mengekspor ke kita tentu tidak bahagia karena
17:12Indonesia pasarnya begitu kita hentikan semua seplecen mulai dari eksportir pengapalan sampai
17:21importir itu tidak bahagia karena untungnya triliunan tiba-tiba satu tahun janji Bapak Presiden
17:27empat tahun sosembada beras tiba-tiba Alhamdulillah satu tahun kita selesaikan dan bukan saja tentara terlibat
17:34undit terlibat dosen terlibat IPB terlibat UGM semua khas UGM Andalas terlibat TNI terlibat
17:43PPL terlibat polisi terlibat kenapa kita kepung ini karena kalau bermasalah pangan negara bubar
17:49mau nggak negara ini kuat dan ini tidak selamanya begitu ini selesai nanti sekarang tidak ada tentara
17:58satu lagi kan di Jawa yang bawa kompak yang lakukan adalah petaninya karena sudah pasang oke setuju ya setuju Pak
18:07ini anak-anak cerdas harus diberi pemahaman karena di medsos macam-macam
18:14banyak yang memfitnah saya bahkan orang terpandang dia doktor dia profesor ada yang telpon Pak Menteri
18:25sabar ya enggak inilah keberuntungan saya jadi Menteri karena saya hadir di fitnah di Hina dan itu
18:33Insya Allah dia menjemputku di akhirat kelak
18:37karena dia kirim amal-amalannya kepada saya
18:40ya oke nak sudah terakhir 45 tahun nih nanti kalau yuk yang mana tadi tanya petani
18:49mau nggak bertani kalau ini nih kami latih transformasi pertanian tradisional menuju modern
18:57anak muda tidak mau bertani kalau ini tidak teknologi modern kami ke Amerika kami ke China kami ke Brazil
19:05ini kita tidak kalah sekarang bertani pakai drone pertani pakai kombinasi teknologi modern ini
19:13anak muda kami rekrut sekarang sudah
19:1660 ribu ya
19:1760 ribu sekarang mahasiswa dan alumni ikut
19:23ini
19:25kami berikan alat itu gratis nilainya 3 miliar satu kelompok dan itu gratis
19:29pendapatannya berapa itu 20 juta per bulan di atas gaji Menteri
19:34dia dapat 15 20 juta bersih per hari
19:37kenapa menggunakan teknologi menggunakan drone menggunakan traktor tidak bahkan alat
19:43rice transplanter itu jalan sendiri ini alatnya jadi bisa dari undip bertani di daerahnya mana
19:51bisa bertani di riau tapi yuk tombol dari sini itu
19:54Hai jadi anak-anakku makanya anda sekolah supaya menciptakan teknologi baru
20:04oke inovasi baru itu yang bisa merubah Indonesia adalah itu kampus
20:11karena yang bisa membuat lompatan eksponensial adalah ide-ide baru inovasi baru dari kampus dan
20:17sumbernya adalah kampus makanya kami masuk kampus setelah suasana pada baru masuk kampus
20:24oke setuju ya itu drone-nya dia tanami 25 hektar satu hari kalau dulu satu 25 hari satu hektar ini
20:32ini drone dipakai Bapak Presiden ini kita yang buat oke terima kasih ya mau foto ayo ayo nah satu aja
20:41ya mana kameranya satu
20:49ini belakang saya
20:59oke terima kasih Bapak
21:27salam buat orang tua
21:31Pak Rektor
21:32Pak Rektor terima kasih para guru besar Bapak Ibu adalah
21:40manusia-manusia mulia
21:45gimana dek
21:54Pak Rektor
21:57Pak Rektor
22:00para dosen sahabat saya kami juga dosen
22:03Bapak adalah dosen guru bau surga
22:10kenapa anak-anak kita ini kalau jadi amal nyariahnya kita terima
22:13jadi
22:16bagaimana
22:17Pak Rektor
22:22Pak Rektor
22:40satu-satunya akses distribusi adalah menggunakan kapal namun saat musim hujan hujan itu mungkin
22:48karena kami dekat dengan samudera hujannya itu betul-betul sangat parah Pak nah masalahnya Pak kebutuhan
22:55harga beras kami itu sekitar 24 sampai 22 tahun per tahun sedangkan kemampuan kami cuma bisa 10% sehingga harga
23:04beras sering naik dan mahal Pak
23:07nah yang saya khawatirkan adalah banyak anak kecil yang terpaksa makan nunggu-umbian dan yang saya tahu adalah kalau mereka
23:15makan nunggu-umbian dari kecil maka perut mereka akan perlu dengan gas sehingga akan membesar dan mohon maaf tapi lubang
23:23pembuangan mereka akan mengecil dan itu betul-betul sangat menyakitkan Pak
23:26jadi kami cuma bisa mendiri 10%
23:30Kabupaten apa namanya?
23:32Kabupaten Alor
23:34Bulog?
23:34mana Bulog?
23:36sini
23:38dia
23:39dia tidak ada Bulog sana
23:45Kabupaten apa namanya?
23:50ini
23:52Pak Deku Bulog
23:55kabupaten Alor
23:56kabupaten Alor
24:02kabupaten Alor
24:03kabupaten Alor
24:05harga beras di sana berapa?
24:08harga beras kalau di kekotaan ya Pak
24:11kebetulan untung saya tinggalnya di area kota
24:14jadi sekitar 13 sampai 15
24:17tapi kalau untuk yang di pedalakan bisa 17 sampai 18 itu saat harga normal
24:22tapi kalau saat krisis yang di pedalaman itu bisa sampai 25 atau 30 ribu per kilo Pak
24:27dan pasti itu akan membuat terpaksa anak-anak
24:30Alor
24:31ya Alor
24:32kecematan?
24:34satu pulau ya
24:35semua ya
24:36iya satu pulau
24:37satu pulau ya
24:38berapa orang di sana?
24:39sekitar 300 ribuan Pak
24:41300 ribu ya
24:44telepon Pak Dirut
24:45maaf Pak Rektor
24:45ini penting
24:47maaf Pak Rektor saya ambil waktunya dikit
24:49Bu Prof
24:53Pak sudah
24:54Pak Dirut
24:55Pak Dirut
24:57itu Kabupaten Alor
25:05kalau tidak
25:09bisa bangun satu gudang sana ya
25:13oke harga beras di sana cukup tinggi
25:15oke
25:18nah kirim utusannya kirim beras di sana dulu
25:22oke
25:23hari ini ya
25:24oke
25:28oke nak
25:28saya nanti ini Dirut tadi
25:31kalau tidak ada gudang
25:33bangun gudang di sana
25:35gudang bulau
25:36kemudian hari ini
25:37minta Dirut
25:39sudah Dirut
25:40kirim beras di sana
25:42dan insya Allah harganya cuma 12.500 ya
25:46merata sampai daerah seluruh pulau kita penuhi
25:48ya
25:49dan nanti aku pantau
25:51ambil
25:52ambil
25:53ambil nomor telfonnya
25:54kamu pantau nak disana
25:56eh Bupatinya tau
25:57ada Bupati di sana tau apa
26:02enggak usah wakilnya aja
26:05wakilnya ada
26:06enggak ada
26:07oh iya wakilnya aja
26:08kasih nomor wakilnya aku selesaikan
26:11nanti tanya nak
26:12kalau pun nak
26:13eh enggak nak nanti aku cari
26:14nanti aku cari
26:15kamu monitor aja
26:16lapor sama saya lagi ambil nomornya
26:18ambil nomornya
26:21opini nilain tt
26:22maaf Pak Rektor
26:24saya harus selesaikan
26:25jangan
26:25ini saudara kita 300.000 nih
26:28butuh beras murah
26:30kita kirim hari ini
26:44tapi kamu nak dari desa
26:47tinggal dimana kalau disini
26:49kalau disini
26:50bahkan bukota kami mungkin kayak mirip desa pak
26:53enggak tinggal disini di koskosan
26:56oh iya sudah
26:57berapa bayar koskos
26:58per bulan
26:59per tahun
27:03oke
27:15saya selesaikan nak
27:16saya selesaikan dirutnya sudah telepon
27:18bangun gudang disana
27:19beras dikirim hari ini
27:21aku pastikan dikirim hari ini
27:25sudah
27:28tidak
27:28oke
27:28saya selesaikan dirutnya
27:30ini
27:32ini
27:33ini
27:34ini
27:37koskosanmu dua tahun lah ya
27:38udah
27:40ya
27:41nah
27:41ya
27:44ya
27:45ya
27:50udah nanti aku turun
27:52aku turun aku selesaikan
27:53saya selesaikan turun selesaikan
27:55saya selesaikan
27:56tidak
27:58ini
27:58ini
27:59ini
27:59minggu
28:00sudah
28:00pinwheelnya
28:07Pak Pinwheel
28:10tahu
28:11itu Alor
28:11Pulau Alor
28:14sudah ada perintah
28:15bawa beras hari ini
28:16ada gudang gak disana
28:19ada gudang
28:20isi disana
28:21jangan harga
28:22sesuai perintah Bapak Presiden
28:2412.500 ya
28:27oke
28:28yuk berangkat sekarang
28:29berangkat sekarang ya
28:30hari ini
28:31antara hari ini
28:31oke
28:32yuk yuk aku cek foto
28:34kiri ini
28:35oke
28:38ya
28:40ya
28:41ya
28:42ya
28:42ya
28:43ya
28:43ya
28:44ya
28:44ya
28:44ya
28:45ya
28:45ya
28:45ya
28:48ya
28:49ya
28:57ya
29:07ya
29:07ya
29:08ya
29:10ya
29:10nanti ikut nak
29:11ikut sama saya
29:13ya
29:13ya ini
29:14enggak apa-apa
29:15langsung Pak Rektor
29:16biar saya bawa sambil keluar
29:17tiga orang jalan ya
29:21nanti nanti
29:21nanti nak ikut sama saya
29:23ini
29:24kasihan ada acara berikutnya ya
29:26tapi empat orang ikut sama saya
29:28ikut keluar
29:28Makasih Pak Rektor, makasih Ibu Getua Senat, Guru Besar, makasih anak-anakku, aku harus melanjutkan perjuangan, kamu harus sukses, kamu
29:41harus sukses.
29:42Ya, ini adalah momentum emas hari ini, Anda dipilih oleh Allah dari 4% menjadi mahasiswa undip hari ini.
29:58Jangan sia-siakan, jangan sia-siakan, kedua orang tuamu siang malam berdoa untuk kalian, untuk melihat kalian sukses sebelum ajal
30:11menjemputnya.
30:12Dan itu harapan orang tua kita semua, jangan sia-siakan, itu pesanku, anak-anakku, selamat berjuang, muliakan ibumu, kedua orang
30:23tuamu, muliakan seluruh dosen kita yang ada di sini.
30:25Insya Allah, kesuksesan kamu akan rebut 10-15 tahun kemudian.
30:32Terima kasih, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Komentar