00:01Ya Pak Juanda silahkan di respon tadi disampaikan, kalaupun memang membantu program strategis presiden itu bonus lainnya adalah tugas dasar
00:09dari kepolisian termasuk soal keamanan, silahkan.
00:12Jadi begini, saya sebagai akademisi biasa melihat sesuatu itu tidak hanya positis hukumnya, itu hak saya, kita berbeda-berat boleh,
00:26saya melihat itu secara luas, pelayanan masyarakat itu.
00:30Satu satu, itu termasuk sebenarnya, saya tanya sekarang, pelayanan masyarakat bukan pelayanan dalam arti di dalam undang-undang itu, saya
00:39tanya, yang dilakukan oleh Kapolri atau kepolisian itu membantu program pemerintah yang namanya Jagung tadi yang Bang Rai katakan, pelayanan
00:50masyarakat tidak?
00:50Bukan
00:53Pelayanan masyarakat, itu yang perlu kita kelirkan, menurut saya itu salah satu bentuk pelayanan masyarakat karena itu program presiden.
01:02Persoalan misalnya polisi, Kapolri itu menjalankan program presiden, jangan salahkan kepolisian dong.
01:13Jangan dianggap juga kepolisian tidak berhasil menjalankan tugasnya.
01:16Jadi kalau Mas Junus mau mempertanyakan, pertanyakannya ke siapa?
01:20Ya, ketanya presiden.
01:21Ke presiden.
01:21Kenapa presiden?
01:22Itu kemudian definisinya jadi berubah Bang Juanda.
01:25Silahkan, tidak masalah.
01:26Dari pelayanan masyarakat.
01:27Eh, Bang sudah selesai tadi ya, jangan dibatah lagi.
01:30Tolong, tolong.
01:31Jadinya presiden senang dengan dia.
01:32Silahkan, kan tadi sudah selesai kan?
01:34Nah, saya lagi giliran.
01:35Jadi kalau dipotong terus, tidak boleh.
01:38Boleh Bang, boleh Bang.
01:39Boleh, katanya boleh.
01:40Kita menimpali boleh katanya tadi.
01:41Boleh, tapi kan sudah tadi.
01:43Nah, kalau tidak seberdapat silahkan.
01:45Kan gitu ya?
01:46Nah, jadi saya berpendapat dalam arti melihat sesuatu hal makna konstitusi itu dalam arti luas.
01:54Jangan hanya letter-leg positifistik.
01:57Akhirnya apa adalah aliran-aliran yang legalistik.
02:01Padahal kita ini lebih luas untuk melihat, oh jangan melihat negatifnya saja.
02:06Kita lihat positifnya juga.
02:08Capaiannya apa? Pak, kasih contoh.
02:10Capaiannya, lah.
02:11Jagung, itu kan program presiden.
02:13Berhasil atau tidak?
02:14Soal berhasil saya tidak tahu.
02:16Oke.
02:16Tetapi, kalau itu berhasil Bang?
02:18Berhasil.
02:18Itu berhasil.
02:19Itu saya tidak tahu.
02:20Saya tidak bisa menilai.
02:21Jagung, SPPG, itu berhasil Bang?
02:23Saya tidak bisa menilai itu.
02:24Kan ditanya, bukan kehalian saya.
02:27Oke, silahkan lanjut.
02:28Oke.
02:28Nah, jadi yang penting menurut saya, ini ada program presiden.
02:34Reformasi.
02:34Terus diperintahkan oleh presiden kepada koepisien.
02:38Dia jalankan.
02:39Apa salah?
02:40Dan menurut saya, itu adalah salah satu pelayan.
02:43Karena ini program Pak Presiden untuk pelayanan masyarakat.
02:45Bukan dalam arti di dalam undang-undang itu tadi ya.
02:48Nah, ini sebagai akademisi, saya kira dalam cakrawala yang makro, ini berhasil.
02:55Tapi jangan disalahkan kepolisian.
02:57Kita harus objektif dong.
02:58Itu saja saya kira.
03:00Jangan sampai nanti semua kepolisian itu salah.
03:03Oke, baik.
03:03Coba saya tanya.
03:04Saya melihatnya mestinya ya.
03:07Kapolri yang menurut saya bagus itu adalah Kapolri yang mengatakan,
03:11Pak Presiden, saya sebetulnya sebagai Kapolri tidak punya kewenangan untuk ngurusin SPPG dan juga tanam jagung.
03:20Secara profesional kewenangan saya sudah diatur di undang-undang.
03:25Oleh karena itu, sebagai Kapolri, saya tidak menyatakan menolak,
03:29tapi baiknya Presiden memikirkan terlebih dahulu, apakah polisi harus dilibatkan ngurusin...
03:36Itu Kapolri di Amerika atau di Indonesia itu?
03:39...dan juga ngurusin SPPG.
03:40Mengingat tugas-tugas kami saat ini sangat berat.
03:43Begalnya makin merajalela, pencuriannya makin merajalela,
03:47apa namanya itu, korupsinya makin merajalela,
03:51lalu macam-macam hal yang ditangani.
03:54Itu pula yang harus kita sampaikan kepada TNI.
03:58TNI itu juga jangan ngurusin soal KDMP.
04:01Ngurusin hal masing-masing.
04:04Anggarannya gede Bang Reh.
04:05Itu dia, itu yang saya mau katakan.
04:07Kalau cara berpikir kita bahwa polisi boleh masuk ke jagung tentara masuk ke KDMP,
04:14ya kalau begitu, ngapain juga kita buat ada komisi tiga, ada komisi satu.
04:20Coba Pak Sisno, menurut pendapat Anda,
04:23tadi ini kita memperdebatkan ada program Proto Presiden.
04:26Harusnya ya jangan dibebankan,
04:28karena masalah angka kriminalitas juga masih tinggi.
04:31Baik, saya sekarang berbicara...
04:33Berbicara sebagai rakyat sekarang, karena saya sudah pensiun ya.
04:37Polri itu milik rakyat.
04:40Ini, digaji oleh rakyat.
04:44Diberi kewenangan oleh rakyat.
04:48Dipersenjatai oleh rakyat.
04:51Siapa pemilik Polri?
04:53Rakyat.
04:53Presiden digaji oleh rakyat.
04:57Dipilih oleh rakyat.
04:59Diberi kewenangan berdasarkan konstitusi yang dibuat oleh rakyat.
05:05Melalui perwakilan.
05:07Jadi karena ini milik rakyat semua,
05:09kita negara demokrasi,
05:10baik Presiden maupun Polri.
05:14Dan Kapolri ya.
05:15Polri.
05:16Harus menuruti apa maunya rakyat.
05:19Artinya, Pak Sigit sebagai Kapolri,
05:22bisa meminta yang tadi disampaikan oleh Bang Reh,
05:26ngomong, jawab Presiden.
05:27Pak Presiden, ini bukan, jangan kami.
05:31Kalau Presidennya orang Sumatera seperti saya,
05:35nggak bisa ngomong gitu.
05:36Pak, nggak boleh gitu Pak.
05:37Saya, dia nggak mau dah.
05:39Besok saya udah lengser.
05:42Mungkin Bang Reh ya.
05:44Dia Kapolri berani tuh.
05:46Mungkin gaya bahas aja, tidak begitu.
05:48Nggak dia, kabinet bayangan.
05:51Pak Arianto, yang diperdebatkan disini adalah harusnya,
05:55tugas dasarnya dulu,
05:56termasuk soal pelayanan masyarakat,
05:58kita lihat angka kriminal segitu.
05:59Harusnya kan boleh.
06:01Belum, sebentar dulu ya kalau gitu.
06:02Kesini dulu deh.
06:03Belum selesai, depan koma kan.
06:05Semua yang ada di Republik ini,
06:08diatur oleh peraturan perundang-undangan.
06:11Presiden diatur oleh konstitusi,
06:13Kapolri diatur oleh undang-undang tentang Polri,
06:16merupakan turunan daripada undang-undang dasar.
06:20TNI diatur juga demikian,
06:22termasuk kabinet kita.
06:24Jelas beliau ahli tata negara,
06:26ini adik saya ini.
06:28Dia diatur situ.
06:29Sepanjang kita melaksanakan,
06:30tugas dan tanggung jawab,
06:32keundangan sesuai itu,
06:34tidak menyimpang,
06:35insya Allah Republik ini akan mengalahkan Amerika.
06:42Masalah kriminalitas ataupun yang lain,
06:44masalah dasar yang harus diselesaikan itu sudah banyak, Pak.
06:47Bukankah harusnya,
06:48ini kan tugas prioritas Pak Presiden,
06:51dalam bidang ekonomi ini kan cukup berat juga.
06:53Bukankah harusnya Pak Listio,
06:54boleh gitu,
06:55ngomong begitu.
06:56Fokus saja ke keamanan,
06:57bukan saya menolak,
06:58tapi bolehkah saya menyelesaikan masalah keamanan dulu,
07:01ke Pak Presiden?
07:01Saya kira Pak Sikit sudah pernah ngomong gitu juga.
07:04Oh gitu?
07:05Ya pasti dong,
07:06tugas saya begini.
07:08Tetapi Presiden adalah atasan beliau,
07:09kalau dia ngasih tugas yang lain,
07:12ya dia sepanjang yang tugas ini tidak.
07:14Tidak bisa nolak?
07:15Ya tidak bisa nolak dong.
07:16Kan bosnya polisi rakyat.
07:18Bisa beliau nolak,
07:19bisa beliau nolak.
07:21Pak Presiden,
07:22kalau saya tetap dipaksa untuk menengani MBG,
07:25menengani Cikungan.
07:26Bisa seorang perempuan nolak tugas dari pimpinannya,
07:30ya diganti lah.
07:31Ya itu makanya,
07:32saya akan mundur.
07:33Karena itu tidak sesuai dengan tugas kepolisian.
07:36Nah itu makanya,
07:36itu Kapolri di dalam negara bayangan.
07:41Republik bayangan ini.
07:43Oke.
07:43Baik, Pak Jayadi.
07:45Jadi Kapolri itu,
07:47jabatan politik,
07:48sampai harus tunduk kepada Presiden?
07:50Atau sebenarnya jabatan profesional,
07:53yang tadi disampaikan oleh Pak Susno?
07:55Tuhan-Nya adalah rakyat.
07:56Ya seharusnya jabatan profesional.
07:57Konstitusi sudah jelas.
07:58Harusnya jabatan profesional.
08:00Jadi lebih patuh kepada rakyat.
08:01posisi Polri langsung dibawa Presiden.
08:04Jadi mau tidak mau,
08:05dia bersifat politis jadinya.
08:07Akibatnya proses kemungkinan politisasi
08:10menjadi sangat besar.
08:11Apalagi kan,
08:13mau tidak mau kan harus berhubungan dengan partai juga,
08:16harus berhubungan dengan DPR.
08:18Apalagi,
08:19dengan lembaga-lembaga yang lain.
08:22Jadi profesionalismenya menjadi sangat tergantung kepada usernya.
08:28Usernya itu adalah Presiden.
08:30Nah, sekarang apakah dia ingin tetap di posisi profesionalnya atau tidak,
08:37ketika berhadapan dengan usernya adalah menjadi Presiden,
08:40itu tergantung kepada jadinya si yang bersangkutan.
08:44Bukan hanya struktur jadinya.
08:47Kalau dia enjoy dengan posisi seperti itu,
08:50tidak masalah,
08:51ya akhirnya ikut kan.
08:52Maka muncullah tuduhan seperti parcok.
08:55Terusnya begini juga.
08:56Politisasi gitu.
08:57Dia pakai Pohri juga ya,
09:00saya bilang tadi kayak tong sampah,
09:02kalau dia bisa berhenti,
09:03saya rasa dia sudah berhenti ya.
09:05Oh, bisa.
09:05Sudah berhenti kalau dia bisa.
09:07Sudah, sudah.
09:07Sudah minta, enggak.
09:09Tunggu dulu, sebentar, sebentar ini.
09:11Tanggal 26 September,
09:12sudah mengatakan beliau ditanya.
09:15Katanya anggota-anggotanya.
09:16Ini kedua.
09:17Bukan ditanya, rakyat Indonesia.
09:19Ada juga gerbongnya yang mempertahankan dia.
09:21Gerbongnya mempertahankan dia.
09:22Jadi begini lho,
09:23ada satu situasi
09:25di mana
09:26kalau Kapolri diganti,
09:29gerbongnya tidak aman.
09:31Ada gejolak?
09:32Akan ada gejolak di tengah?
09:33Bukan gejolak,
09:34tersingkir lah.
09:35Tersingkir.
09:36Iya lah.
09:37Kan makin jelas ini kalau ke sini kan.
09:40Alasannya bukan alasan-alasan yang ideal.
09:42Ya maksudnya kemudian,
09:43ini banyak sekali faktornya.
09:45Tetapi yang pasti,
09:47Pak Kapolri sebagai instrumennya presiden,
09:49dia itu disukai presiden.
09:52Gitu lho.
09:53Dan dia dengan segala kelelahannya,
09:55saya melihat,
09:55iya dia jalankan.
09:57Mungkin dia mengorbankan diri juga ya,
09:59kalau menurut saya.
10:01Karena juga di sini,
10:02gerbongnya dia masih,
10:04supaya tetap bisa jalan,
10:07di sana presiden juga.
10:09Ya mengorbankan diri juga,
10:11sebetulnya.
10:11Kita dari aspek itu.
10:13Jadi kalau misalnya seperti yang Bang Rai bilang itu,
10:17nggak adalah Kapolri yang model begitu,
10:21saya tidak mau menjalankan.
10:22orang Satya Haprabu kok itu prinsip dasar.
10:26Dan ingat loh,
10:27dalam sejarah Republik ini,
10:30hanya institusi Polri yang tidak pernah berkhianat sama pimpinannya.
10:35Dalam perebutan-perebutan kekuasaan tidak pernah terlibat.
10:39Pak Sugeng,
10:40kalau Kapolri mengatakan saya mundur,
10:43misalnya kalau saya diminta mengerjakan yang bukan kewenangan saya,
10:47itu bukan berkhianat.
10:48Bukan.
10:50saya mau katakan,
11:03saya mau katakan ya,
11:09kalau beliau mundur atas nama konstitusi,
11:12dia akan lawan.
11:12Ya itu makanya,
11:14oleh karena itulah Pak Presiden,
11:15kalau kita baca di hundang-hundang Kapolri,
11:18dibaca di konstitusi,
11:20polisi itu tidak dihajakan.
11:22Oke, kita langsung ke lagi.
11:24Nanti tetap di bola, ya.
11:26Oke, kek.
11:35Spekulasi Kapolri akan diganti menjuang.
Komentar