Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Perdebatan mengenai peran Kapolri dalam mendukung program strategis pemerintah menjadi sorotan dalam dialog yang menghadirkan Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Esa Unggul Juanda, Ketua Indonesia Risk Center Julius Ibrani, Komjen (Purn) Susno Duadji, serta Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia Djayadi Hanan.

Mereka mengulas apakah keterlibatan Polri dalam program pemerintah, seperti ketahanan pangan hingga program prioritas Presiden, masih berada dalam koridor tugas kepolisian atau justru berpotensi menggeser fokus institusi dari fungsi utamanya sebagai pelindung, pengayom, dan penegak hukum.

Dalam diskusi ini juga muncul perbedaan pandangan mengenai hubungan Kapolri dengan Presiden.

Baca Juga Debat Keras! Aryanto, Ray, dan Sugeng Teguh Bahas Peran Kapolri dalam Dukung Program Pemerintah di https://www.kompas.tv/video/684520/debat-keras-aryanto-ray-dan-sugeng-teguh-bahas-peran-kapolri-dalam-dukung-program-pemerintah

Ada yang menilai Kapolri sebagai bawahan Presiden wajib melaksanakan penugasan selama tidak bertentangan dengan hukum, sementara pihak lain berpandangan Kapolri seharusnya tetap mengedepankan profesionalisme dan berani mengingatkan apabila penugasan berada di luar mandat utama kepolisian.

Dialog ini juga membahas posisi Polri dalam sistem ketatanegaraan, loyalitas kepada Presiden, kepatuhan terhadap konstitusi, hingga potensi politisasi jabatan Kapolri di tengah menguatnya isu pergantian pimpinan Polri.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Lintang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/684522/jangan-potong-bicara-juanda-julius-susno-djayadi-debat-tugas-kapolri-bantu-program-presiden
Transkrip
00:01Ya Pak Juanda silahkan di respon tadi disampaikan, kalaupun memang membantu program strategis presiden itu bonus lainnya adalah tugas dasar
00:09dari kepolisian termasuk soal keamanan, silahkan.
00:12Jadi begini, saya sebagai akademisi biasa melihat sesuatu itu tidak hanya positis hukumnya, itu hak saya, kita berbeda-berat boleh,
00:26saya melihat itu secara luas, pelayanan masyarakat itu.
00:30Satu satu, itu termasuk sebenarnya, saya tanya sekarang, pelayanan masyarakat bukan pelayanan dalam arti di dalam undang-undang itu, saya
00:39tanya, yang dilakukan oleh Kapolri atau kepolisian itu membantu program pemerintah yang namanya Jagung tadi yang Bang Rai katakan, pelayanan
00:50masyarakat tidak?
00:50Bukan
00:53Pelayanan masyarakat, itu yang perlu kita kelirkan, menurut saya itu salah satu bentuk pelayanan masyarakat karena itu program presiden.
01:02Persoalan misalnya polisi, Kapolri itu menjalankan program presiden, jangan salahkan kepolisian dong.
01:13Jangan dianggap juga kepolisian tidak berhasil menjalankan tugasnya.
01:16Jadi kalau Mas Junus mau mempertanyakan, pertanyakannya ke siapa?
01:20Ya, ketanya presiden.
01:21Ke presiden.
01:21Kenapa presiden?
01:22Itu kemudian definisinya jadi berubah Bang Juanda.
01:25Silahkan, tidak masalah.
01:26Dari pelayanan masyarakat.
01:27Eh, Bang sudah selesai tadi ya, jangan dibatah lagi.
01:30Tolong, tolong.
01:31Jadinya presiden senang dengan dia.
01:32Silahkan, kan tadi sudah selesai kan?
01:34Nah, saya lagi giliran.
01:35Jadi kalau dipotong terus, tidak boleh.
01:38Boleh Bang, boleh Bang.
01:39Boleh, katanya boleh.
01:40Kita menimpali boleh katanya tadi.
01:41Boleh, tapi kan sudah tadi.
01:43Nah, kalau tidak seberdapat silahkan.
01:45Kan gitu ya?
01:46Nah, jadi saya berpendapat dalam arti melihat sesuatu hal makna konstitusi itu dalam arti luas.
01:54Jangan hanya letter-leg positifistik.
01:57Akhirnya apa adalah aliran-aliran yang legalistik.
02:01Padahal kita ini lebih luas untuk melihat, oh jangan melihat negatifnya saja.
02:06Kita lihat positifnya juga.
02:08Capaiannya apa? Pak, kasih contoh.
02:10Capaiannya, lah.
02:11Jagung, itu kan program presiden.
02:13Berhasil atau tidak?
02:14Soal berhasil saya tidak tahu.
02:16Oke.
02:16Tetapi, kalau itu berhasil Bang?
02:18Berhasil.
02:18Itu berhasil.
02:19Itu saya tidak tahu.
02:20Saya tidak bisa menilai.
02:21Jagung, SPPG, itu berhasil Bang?
02:23Saya tidak bisa menilai itu.
02:24Kan ditanya, bukan kehalian saya.
02:27Oke, silahkan lanjut.
02:28Oke.
02:28Nah, jadi yang penting menurut saya, ini ada program presiden.
02:34Reformasi.
02:34Terus diperintahkan oleh presiden kepada koepisien.
02:38Dia jalankan.
02:39Apa salah?
02:40Dan menurut saya, itu adalah salah satu pelayan.
02:43Karena ini program Pak Presiden untuk pelayanan masyarakat.
02:45Bukan dalam arti di dalam undang-undang itu tadi ya.
02:48Nah, ini sebagai akademisi, saya kira dalam cakrawala yang makro, ini berhasil.
02:55Tapi jangan disalahkan kepolisian.
02:57Kita harus objektif dong.
02:58Itu saja saya kira.
03:00Jangan sampai nanti semua kepolisian itu salah.
03:03Oke, baik.
03:03Coba saya tanya.
03:04Saya melihatnya mestinya ya.
03:07Kapolri yang menurut saya bagus itu adalah Kapolri yang mengatakan,
03:11Pak Presiden, saya sebetulnya sebagai Kapolri tidak punya kewenangan untuk ngurusin SPPG dan juga tanam jagung.
03:20Secara profesional kewenangan saya sudah diatur di undang-undang.
03:25Oleh karena itu, sebagai Kapolri, saya tidak menyatakan menolak,
03:29tapi baiknya Presiden memikirkan terlebih dahulu, apakah polisi harus dilibatkan ngurusin...
03:36Itu Kapolri di Amerika atau di Indonesia itu?
03:39...dan juga ngurusin SPPG.
03:40Mengingat tugas-tugas kami saat ini sangat berat.
03:43Begalnya makin merajalela, pencuriannya makin merajalela,
03:47apa namanya itu, korupsinya makin merajalela,
03:51lalu macam-macam hal yang ditangani.
03:54Itu pula yang harus kita sampaikan kepada TNI.
03:58TNI itu juga jangan ngurusin soal KDMP.
04:01Ngurusin hal masing-masing.
04:04Anggarannya gede Bang Reh.
04:05Itu dia, itu yang saya mau katakan.
04:07Kalau cara berpikir kita bahwa polisi boleh masuk ke jagung tentara masuk ke KDMP,
04:14ya kalau begitu, ngapain juga kita buat ada komisi tiga, ada komisi satu.
04:20Coba Pak Sisno, menurut pendapat Anda,
04:23tadi ini kita memperdebatkan ada program Proto Presiden.
04:26Harusnya ya jangan dibebankan,
04:28karena masalah angka kriminalitas juga masih tinggi.
04:31Baik, saya sekarang berbicara...
04:33Berbicara sebagai rakyat sekarang, karena saya sudah pensiun ya.
04:37Polri itu milik rakyat.
04:40Ini, digaji oleh rakyat.
04:44Diberi kewenangan oleh rakyat.
04:48Dipersenjatai oleh rakyat.
04:51Siapa pemilik Polri?
04:53Rakyat.
04:53Presiden digaji oleh rakyat.
04:57Dipilih oleh rakyat.
04:59Diberi kewenangan berdasarkan konstitusi yang dibuat oleh rakyat.
05:05Melalui perwakilan.
05:07Jadi karena ini milik rakyat semua,
05:09kita negara demokrasi,
05:10baik Presiden maupun Polri.
05:14Dan Kapolri ya.
05:15Polri.
05:16Harus menuruti apa maunya rakyat.
05:19Artinya, Pak Sigit sebagai Kapolri,
05:22bisa meminta yang tadi disampaikan oleh Bang Reh,
05:26ngomong, jawab Presiden.
05:27Pak Presiden, ini bukan, jangan kami.
05:31Kalau Presidennya orang Sumatera seperti saya,
05:35nggak bisa ngomong gitu.
05:36Pak, nggak boleh gitu Pak.
05:37Saya, dia nggak mau dah.
05:39Besok saya udah lengser.
05:42Mungkin Bang Reh ya.
05:44Dia Kapolri berani tuh.
05:46Mungkin gaya bahas aja, tidak begitu.
05:48Nggak dia, kabinet bayangan.
05:51Pak Arianto, yang diperdebatkan disini adalah harusnya,
05:55tugas dasarnya dulu,
05:56termasuk soal pelayanan masyarakat,
05:58kita lihat angka kriminal segitu.
05:59Harusnya kan boleh.
06:01Belum, sebentar dulu ya kalau gitu.
06:02Kesini dulu deh.
06:03Belum selesai, depan koma kan.
06:05Semua yang ada di Republik ini,
06:08diatur oleh peraturan perundang-undangan.
06:11Presiden diatur oleh konstitusi,
06:13Kapolri diatur oleh undang-undang tentang Polri,
06:16merupakan turunan daripada undang-undang dasar.
06:20TNI diatur juga demikian,
06:22termasuk kabinet kita.
06:24Jelas beliau ahli tata negara,
06:26ini adik saya ini.
06:28Dia diatur situ.
06:29Sepanjang kita melaksanakan,
06:30tugas dan tanggung jawab,
06:32keundangan sesuai itu,
06:34tidak menyimpang,
06:35insya Allah Republik ini akan mengalahkan Amerika.
06:42Masalah kriminalitas ataupun yang lain,
06:44masalah dasar yang harus diselesaikan itu sudah banyak, Pak.
06:47Bukankah harusnya,
06:48ini kan tugas prioritas Pak Presiden,
06:51dalam bidang ekonomi ini kan cukup berat juga.
06:53Bukankah harusnya Pak Listio,
06:54boleh gitu,
06:55ngomong begitu.
06:56Fokus saja ke keamanan,
06:57bukan saya menolak,
06:58tapi bolehkah saya menyelesaikan masalah keamanan dulu,
07:01ke Pak Presiden?
07:01Saya kira Pak Sikit sudah pernah ngomong gitu juga.
07:04Oh gitu?
07:05Ya pasti dong,
07:06tugas saya begini.
07:08Tetapi Presiden adalah atasan beliau,
07:09kalau dia ngasih tugas yang lain,
07:12ya dia sepanjang yang tugas ini tidak.
07:14Tidak bisa nolak?
07:15Ya tidak bisa nolak dong.
07:16Kan bosnya polisi rakyat.
07:18Bisa beliau nolak,
07:19bisa beliau nolak.
07:21Pak Presiden,
07:22kalau saya tetap dipaksa untuk menengani MBG,
07:25menengani Cikungan.
07:26Bisa seorang perempuan nolak tugas dari pimpinannya,
07:30ya diganti lah.
07:31Ya itu makanya,
07:32saya akan mundur.
07:33Karena itu tidak sesuai dengan tugas kepolisian.
07:36Nah itu makanya,
07:36itu Kapolri di dalam negara bayangan.
07:41Republik bayangan ini.
07:43Oke.
07:43Baik, Pak Jayadi.
07:45Jadi Kapolri itu,
07:47jabatan politik,
07:48sampai harus tunduk kepada Presiden?
07:50Atau sebenarnya jabatan profesional,
07:53yang tadi disampaikan oleh Pak Susno?
07:55Tuhan-Nya adalah rakyat.
07:56Ya seharusnya jabatan profesional.
07:57Konstitusi sudah jelas.
07:58Harusnya jabatan profesional.
08:00Jadi lebih patuh kepada rakyat.
08:01posisi Polri langsung dibawa Presiden.
08:04Jadi mau tidak mau,
08:05dia bersifat politis jadinya.
08:07Akibatnya proses kemungkinan politisasi
08:10menjadi sangat besar.
08:11Apalagi kan,
08:13mau tidak mau kan harus berhubungan dengan partai juga,
08:16harus berhubungan dengan DPR.
08:18Apalagi,
08:19dengan lembaga-lembaga yang lain.
08:22Jadi profesionalismenya menjadi sangat tergantung kepada usernya.
08:28Usernya itu adalah Presiden.
08:30Nah, sekarang apakah dia ingin tetap di posisi profesionalnya atau tidak,
08:37ketika berhadapan dengan usernya adalah menjadi Presiden,
08:40itu tergantung kepada jadinya si yang bersangkutan.
08:44Bukan hanya struktur jadinya.
08:47Kalau dia enjoy dengan posisi seperti itu,
08:50tidak masalah,
08:51ya akhirnya ikut kan.
08:52Maka muncullah tuduhan seperti parcok.
08:55Terusnya begini juga.
08:56Politisasi gitu.
08:57Dia pakai Pohri juga ya,
09:00saya bilang tadi kayak tong sampah,
09:02kalau dia bisa berhenti,
09:03saya rasa dia sudah berhenti ya.
09:05Oh, bisa.
09:05Sudah berhenti kalau dia bisa.
09:07Sudah, sudah.
09:07Sudah minta, enggak.
09:09Tunggu dulu, sebentar, sebentar ini.
09:11Tanggal 26 September,
09:12sudah mengatakan beliau ditanya.
09:15Katanya anggota-anggotanya.
09:16Ini kedua.
09:17Bukan ditanya, rakyat Indonesia.
09:19Ada juga gerbongnya yang mempertahankan dia.
09:21Gerbongnya mempertahankan dia.
09:22Jadi begini lho,
09:23ada satu situasi
09:25di mana
09:26kalau Kapolri diganti,
09:29gerbongnya tidak aman.
09:31Ada gejolak?
09:32Akan ada gejolak di tengah?
09:33Bukan gejolak,
09:34tersingkir lah.
09:35Tersingkir.
09:36Iya lah.
09:37Kan makin jelas ini kalau ke sini kan.
09:40Alasannya bukan alasan-alasan yang ideal.
09:42Ya maksudnya kemudian,
09:43ini banyak sekali faktornya.
09:45Tetapi yang pasti,
09:47Pak Kapolri sebagai instrumennya presiden,
09:49dia itu disukai presiden.
09:52Gitu lho.
09:53Dan dia dengan segala kelelahannya,
09:55saya melihat,
09:55iya dia jalankan.
09:57Mungkin dia mengorbankan diri juga ya,
09:59kalau menurut saya.
10:01Karena juga di sini,
10:02gerbongnya dia masih,
10:04supaya tetap bisa jalan,
10:07di sana presiden juga.
10:09Ya mengorbankan diri juga,
10:11sebetulnya.
10:11Kita dari aspek itu.
10:13Jadi kalau misalnya seperti yang Bang Rai bilang itu,
10:17nggak adalah Kapolri yang model begitu,
10:21saya tidak mau menjalankan.
10:22orang Satya Haprabu kok itu prinsip dasar.
10:26Dan ingat loh,
10:27dalam sejarah Republik ini,
10:30hanya institusi Polri yang tidak pernah berkhianat sama pimpinannya.
10:35Dalam perebutan-perebutan kekuasaan tidak pernah terlibat.
10:39Pak Sugeng,
10:40kalau Kapolri mengatakan saya mundur,
10:43misalnya kalau saya diminta mengerjakan yang bukan kewenangan saya,
10:47itu bukan berkhianat.
10:48Bukan.
10:50saya mau katakan,
11:03saya mau katakan ya,
11:09kalau beliau mundur atas nama konstitusi,
11:12dia akan lawan.
11:12Ya itu makanya,
11:14oleh karena itulah Pak Presiden,
11:15kalau kita baca di hundang-hundang Kapolri,
11:18dibaca di konstitusi,
11:20polisi itu tidak dihajakan.
11:22Oke, kita langsung ke lagi.
11:24Nanti tetap di bola, ya.
11:26Oke, kek.
11:35Spekulasi Kapolri akan diganti menjuang.
Komentar

Dianjurkan