Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Peran Kapolri dalam mendukung program pemerintah menjadi salah satu pembahasan utama dalam dialog yang menghadirkan Irjen (Purn) Aryanto Sutadi selaku Penasehat Ahli Kapolri, Ray Rangkuti selaku Direktur Eksekutif Lingkar Madani, serta Sugeng Teguh Santoso selaku Ketua Indonesia Police Watch.

Baca Juga Wacana Ganti Kapolri Menguat, Ray Rangkuti hingga Susno Duadji Soroti Evaluasi Kepemimpinan Listyo di https://www.kompas.tv/video/684519/wacana-ganti-kapolri-menguat-ray-rangkuti-hingga-susno-duadji-soroti-evaluasi-kepemimpinan-listyo

Ketiganya mengupas soal bagaimana posisi Polri sebagai institusi negara dalam menjalankan tugas penegakan hukum sekaligus mendukung kebijakan pemerintah yang dipimpin Presiden, tanpa mengabaikan prinsip profesionalisme, netralitas, dan supremasi hukum.

Dalam diskusi ini juga dibahas pandangan mengenai hubungan antara Polri dan pemerintah, batasan dukungan institusi kepolisian terhadap program-program nasional, serta harapan terhadap sosok Kapolri yang dinilai mampu menjaga keseimbangan antara penegakan hukum, pelayanan kepada masyarakat, dan keberhasilan agenda pembangunan nasional.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Lintang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/684520/debat-keras-aryanto-ray-dan-sugeng-teguh-bahas-peran-kapolri-dalam-dukung-program-pemerintah
Transkrip
00:01Ya, jadi Pak Jayadi, menurut Anda kasus exam pesos pebri adrian sahlah yang menimbulkan rumor pergantian kapolri sehingga menjadi bola
00:09liar di masyarakat?
00:10Ya, yang menimbulkan pertanyaan soal atau rumor ya, pergantian kapolri itu ada dua hal.
00:17Satu, faktor-faktor struktural. Nah yang saya sebut yang pertama tadi dua, itu ada faktor struktural.
00:22Masa jabatannya yang dianggap sudah lama, yang kedua ini bukan tidak ditunjuk oleh Presiden Prabowo.
00:30Itu dua masalah, itu akan selalu menjadi alasan orang untuk bertanya atau menimbulkan isu soal pergantian kapolri.
00:37Yang kedua peristiwa-peristiwa seperti yang kita sebut itu, seperti kata Bang Rai kan peristiwa Agustus,
00:43ternyata peristiwa Agustus tidak dijawab dengan pergantian kapolri kan, dijawab dengan Komite Reformasi kan, Reformasi Polri.
00:49Yang nasibnya kata Bang Rai entah kemana kan gitu.
00:53Itu yang kedua.
00:54Lalu sekarang, apa namanya, ya itu tadi, isu FA termasuk gitu.
01:00Termasuk?
01:01Termasuk, jadi setiap kali ada, jadi ada dasar fundamentalnya tuh, dua soal tadi.
01:05Kemudian ada peristiwa-peristiwa yang muncul kan, timbul tenggelam, yang selalu kan menjadi dasar untuk menimbulkan bola liar ini soal
01:14pergantian kapolri kan gitu.
01:16Nah yang berikutnya adalah momentum.
01:18Sekarang kan momentum mau menjelang dua tahun pemerintahan.
01:22Sementara kan menurut sejumlah hasil survei, apa namanya, approval rating presiden kan sedang turun, ekonomi tidak baik.
01:31Jadi ada alasan untuk melakukan evaluasi menyeluruh dari tim dan alat kerja presiden itu termasuk kapolri kan gitu.
01:41Nah dengan adanya, apa namanya, dua faktor dasar atau faktor struktural, peristiwa-peristiwa seperti peristiwa FA, lalu kemudian momentum menjelang
01:51dua tahun pemerintahan.
01:53Maka ketika dimunculkan isu pergantian kapolri itu menjadi sesuatu yang masuk akal gitu.
01:58Dua tahun itu kelamaan atau nggak berdanda?
02:00Untuk konsolidasi politik?
02:04Kan setelah ini akan ada pemilu 2029 kan.
02:07Jadi kita tanya Pak Susno nih, kan nggak cukup waktunya kalau cuma satu setengah gitu kan.
02:13Karena kan pemilu itu perlu waktu yang cukup untuk mempersiapkan segala sesuatunya termasuk tugas untuk tugas-tugas polisi.
02:21Oke baik, saya ke Bang Reh. Bang Reh, tidak digantinya Pak Sigit apakah menurut Anda karena Pak Prabowo segan terhadap
02:27Jokowi karena Jokowi yang milih Sigit dulu?
02:29Atau mungkin dipertahankan karena seperti yang tadi sampaikan bahwa memang berprestasi?
02:34Ya kalau prestasinya hal yang berhubungan dengan yang disebutkan oleh Julius itu sih oke gitu.
02:40Ini kan persoalannya prestasinya kok nggak ada hubungannya dengan tugas kepolisian.
02:44Itu justru yang membuat saya mengatakan harus diganti.
02:47Jadi karena beliau itu dianggap berprestasi pada pekerjaan yang sebetulnya nggak menjadi kewajiban dia.
02:55Jadi Pak Prabowo nggak ganti karena segan ke Pak Jokowi atau apa?
02:57Mungkin ada faktor itu.
02:59Dan kenapa juga Pak Sigit bertahan gitu?
03:01Jangan disebut bahwa Pak Sigit itu nggak pernah berpikir untuk tidak mundur loh ya.
03:0626 September 2025, beliau udah mengatakan, saya bertanya kepada bawahan-bawahan lah ya.
03:13Kolega istilahnya, istilah beliau itu anggota PORI yang lain, pejabat utama dan anggota PORI yang lain.
03:20Tapi umumnya keberatan.
03:21Ya dengan sendirinya keberatan, ketua minta apakah saya akan berhenti atau tidak mundur atau tidak berhenti keabawahan.
03:28Ya semua bahan mengatakan jangan Pak gitu loh.
03:31Tapi kalau beliau mengatakan saya sudah meminta izin kepada masyarakat apakah saya mundur atau tidak, saya yakin beliau akan mendapat
03:40jawabannya mundur Pak Sigit gitu loh kira-kira itu.
03:44Ini ditanya bawahan dan oleh karena itulah beliau mengatakan saya nggak mundur karena bawahan mengatakan saya jangan mundur dulu.
03:51Kan itu alasan apa gitu, itu yang kedua.
03:54Yang ketiga ini bagi saya juga nih kasus soal FA yang tiba-tiba kasus ini di entah itu namanya dilimpahkan
04:03atau diberikan atau apalah namanya kekejaksaan justru itu harus dipertanyakan oleh Kompolnas.
04:11Hei Kapolri, berdasar apa Anda melimpahkan ya kalau kita sebut melimpahkan atau apa namanya lah ya, kasus itu diserahkan kepada
04:20kejaksaan.
04:21Kenapa Anda tidak lanjutkan?
04:23Paling mungkin kasus ini Anda serahkan kepada KPK.
04:26Oleh karena itulah keminggu kemarin kita berdebat.
04:29Saya mempertanyakan kenapa polisi kalau merasa bahwa kasus ini rentan, ada hubungan yang tidak bagus antara kejaksaan dengan kekepolisian, nggak
04:38menyerahkan kasus ini kepada KPK.
04:40Sebab dengan pelimpahan kasus ini kepada kejaksaan, ya otomatis ada persoalan yang disebut tadi ketegangan.
04:48Yang kedua, kemudian sekarang orang mulai tidak percaya apakah kasus FA ini akan ditangani dengan baik atau tidak.
04:54Karena yang menangani orang kejaksaan sendiri.
04:56Nah inilah mestinya yang dipertanyakan oleh Kompolnas.
04:59Tapi karena Kompolnas nggak bertanya, Komunis Tidak bertanya, kitalah setidaknya di dalam porumbolaria ini yang mempertanyakan mengapa Kapolri menyerahkan kasus
05:11itu kepada kejaksaan.
05:13Dan bukankah karena itu mestinya Presiden ya mengatakan mengganti Kapolri.
05:19Oke baik, Pak Rianto salah satu hal yang membuat Presiden belum juga mengganti Pak Sigi tadi disampaikan.
05:25Bahwa ada faktor segan kepada Pak Jokowi.
05:27Ada yang itu?
05:28Saya tidak bisa menjawab itu.
05:31Itu kan masalah politik ya.
05:33Saya bukan orang politik.
05:34Saya hanya melihat kenyataan apa yang saya lihat sehari-hari gitu.
05:39Jadi seperti tadi saya mengatakan bahwa Pak Presiden itu tidak akan mengganti Pak Sigi karena menurut saya, di mata Pak
05:48Presiden itu Pak Sigi itu yang paling berhasil sama memimpin kapolri.
05:51Kalau kata Bang Rai tadi prestasinya tidak berkaitan dengan tugas kepolisian.
05:54Itu kan menilanya bukan Presiden.
05:57Itu kan bukan Presiden ini Presiden yang menilai.
06:00Setidaknya Presiden menyampaikan kepada Pak Sigi bahwa Pak Sigi akan diberi penghormatan karena berhasil nanam jagung.
06:09Bukan karena berhasil nangkap begal, bukan karena berhasil nangkap koruptor, bukan karena berhasil untuk melakukan pendekatan keamanan.
06:17Itu disampaikan oleh Presiden.
06:20Kalau menangkap tersangka korupsi berhasil dia.
06:21Itu korupsi besar tuh.
06:24FI itu korupsi besar bro.
06:26Iya, sebelumnya Presiden menyatakan akan memberi, sebelum kasus FI ini, akan memberi penghargaan kepada Pak Sigi ya kan karena berhasil
06:38nanam jagung.
06:39Bukan berhasil seperti yang disebutkan oleh Bu Julius.
06:42Karena dia punya program.
06:43Itu menegakkan apa tadi, pasar.
06:45Dia punya program.
06:4630.
06:47Dia punya program ya, jadi kalau dibantu dia senang-senang saja kok orang lain repot gitu.
06:53Itu yang mestinya harus kita cegah Pak Sigi.
06:54Itu istilahnya begini misalnya menangkan ya Pak.
06:56Harus mengingatkan kepada Presiden agar institusi polisi ini jangan ditarik-terarik kepada pekerjaan yang tidak kewenangannya.
07:04Oke, coba Pak Rianto silahkan.
07:06Aneh tadi mau merespon, silahkan.
07:07Bicara itu tadi kan menyalahkan Presiden.
07:10Di, apa ya, Kapolri itu ya yang belakang ini penonjolannya adalah dia tidak hanya fokus kepada peningkatan tugas pokok polis.
07:21Tetapi juga menyukseskan program pemerintah.
07:26Kenapa begitu?
07:27Karena polisi itu seperti tadi Pak Sukeng, dia adalah pembantu Presiden.
07:31Presiden maunya apa, itulah yang paling dikerjakan dia.
07:35Otomatis dia, walaupun itu bukan tugas pokoknya ya, tapi sepanjang tugas pokok yang lain masih bisa berjalan normal dan itu
07:41bisa bagus, ya pasti tindakan yang bagus dong.
07:43Boleh saya tahu, Pak.
07:45Itu memang, saya hanya mengatakan begitu ya, ini yang menilai itu Presiden.
07:51Jangan nyalahkan Presiden, nyalahkan Kapolri, nyalahkan kenapa kok mau ikut MBG dan sebagainya itu.
07:57Nah perintah saya Presiden kayak gitu kok, bosnya beliau kan nomor satu kan di atas.
08:02Itu, itu ya terjemahan daripada polisi.
08:06Saya melihat dari...
08:07Satya Habrabu, setia kepada pimpinannya kan gitu kan.
08:11Pimpinan yang sah, mana?
08:13Itu yang diturutin.
08:14Itu salah satu ciri daripada polisi.
08:16Baik, silahkan Pak Jonah.
08:17Saya masih melihat dalam raka konstitusi ya, ada kaitan dengan Bang Rai tadi, dibaca tadi pasal 30 ayat 4, alat
08:29negara bidang kantip mas, pelayanan, perlindungan, pengayuman masyarakat.
08:35Saya menafsirkan agar luas, program Presiden Nanam Yagung, misalnya.
08:42Memang dipercaya kepada polisi dalam rangka pelayanan masyarakat.
08:47Ini tafsir saya ya.
08:48Tidak salah itu.
08:49Tidak salah.
08:50Tidak salah.
08:51Jadi tidak hanya penegakan hukum, disitu ada empat hal di dalam pasal 30 ayat 4, diturunkan dalam undang-undang.
08:59Saya pikir itu keliru, itu keliru kalau menafsirkan pelayanan masyarakat.
09:03Silahkan keliru, tapi menurut saya kan Anda yang...
09:06Karena penterjemahan pelayanan masyarakat itu, itu ada di undang-undang Polri.
09:10Iya.
09:11Yang mas itu isinya tentang apa sih, tentang administrasi kependudukan, SKC, KDNL, lalu lintas, dan segala macam.
09:18Saya pikir itu keliru, saya harus tegaskan, program-program pemerintah itu, itu anggap bonus.
09:24Keliru itu dalam konteks, Bang Yulius mengatakan begitu, dalam konteks makro, dalam esistikus situasi.
09:33Definisi, definisi masyarakat itu, ada di undang-undang Polri.
09:35Ya silahkan dalam undang, tapi sebagai akademisi, saya berhak untuk menafsirkan secara ontologis, impistemologis, dan aksiologis.
09:43Itu yang saya sebut salah, dan itu tidak boleh dilanjutkan, Bang.
09:45Kalau undang-undang Polri, itu harus dianggap sebagai kitab suci-nya Polri, kecuali kita ubah definisi pelayanan masyarakat itu.
09:53Silahkan.
09:53Nanti saya sudah bilang, apa sih yang diharapkan masyarakat, pelayanan masyarakat, bukan Anam Jagung, bukan MBG, tapi yang diharapkan masyarakat
10:00itu pelayanan masyarakat seperti apa?
10:02Lalu lintas semua digitalisasi, kita sudah lihat CCTV dan segala macam, lalu sistem SKCK dan segala macamnya.
10:08Nah ini yang harusnya dikedepankan menjadi penilaian bagi presiden, mengurangi human error, digital system, dan segala macamnya.
10:17Improvement yang dicari gitu loh, bahwa tadi betul mendukung program pemerintah, pasti presiden senang, tapi itu nilai bonus.
10:25Jangan jadikan itu indikator utama, karena itu bukan mandat konstitusi dan bukan mandat undang-undang.
10:29Nah kalau saya mau bilang begini, my sister, kita keluar deh dari soal maruah Polri ini institusional, jadi bukan maruah
10:40Polri ini bukan di tangan Listio Sigit Prabowo.
10:42Dari tadi kita berdebatkan namanya itu, jangan-jangan besok beliau ngajuin penetapan pengadilan, saya ganti nama deh jadi Rai Rangkuti,
10:49gitu kan.
10:50Jadi gini ya.
10:50Gak ada masalah.
10:51Nah jadi saya mau bilang gini Bang, sebentar Bang Juwanda, saya mau katakan bahwa sekarang yang dibutuhkan institusi Polri apa?
10:59Yang dibutuhkan masyarakat apa?
11:02Kalau butuh regenerasi segala macam, indikatornya apa?
11:05Kalau kinerjanya belum bagus, aspirasinya apa?
11:08Saya pikir di bawah, salah satu yang saya soroti waktu perpanjangan masa usia RUU Polri adalah talent pool.
11:15Kita gak punya Bang Juwanda itu.
11:17Talent pool siapa, prestasi apa, ditempatkan di mana, naik bintang satu, bintang dua, segala macam.
11:22Itu PR utama bicara regenerasi.
11:24Apakah itu terjawab kalau Kapolri-nya diganti Rai Rangkuti?
11:27Gak akan terjawab karena sistemnya belum terbangun.
11:30Jadi makanya saya katakan, jangan pernah perdebatkan institusi dengan perspektif by person.
11:38Tapi perspektifnya by system.
11:40Sistem apa yang mau kita bangun?
11:41Kalau ini banyak kesalahan, saya setuju dengan Bang Rai.
11:43Jangan memaknai ketertiban umum, keamanan nasional dengan menangkap 4.000 aktivis.
11:50Itu salah.
11:51Itu pelanggaran.
11:52Itu harus dievaluasi.
11:53Tapi tangkap teroris.
11:55Kan gitu ya.
11:56Tangkap yang punya hampir 1.000 puncak senjata.
11:58Tangkap juga, ya kalau mau pakai istilah aknum silahkanlah.
12:01Anggota TNI atau anggota Bais yang merusuh di Agustus kemarin dan akan merusuh lagi dalam waktu dekat.
12:07Nah ini yang diharapkan masyarakat.
12:09Sampaikan kepada masyarakat.
12:10Jadi kita siap-siap gitu loh.
12:12Tahun 40-an aja kita bisa siap-siap Bang Rai ya melawan Belanda ya.
12:15Masa tahun ini kita gak bisa mempersiapkan diri bersama Polri untuk menjaga keamanan?
12:19Lawan siapa?
12:20Ya kita tahu Agustus lawan siapa Bang.
12:21Saya di lapangan hujan-hujanan dan melihat semua anggota-anggota itu begitu terlatih untuk merusuh.
12:27Apakah itu diperdebatkan sekarang?
12:29Enggak Bang Rai.
12:30Apakah itu diperdebatkan kebutuhan masyarakat?
12:33Enggak juga.
12:33Ingat Lombok udah panas.
12:36Jangan sampai dia datang ke ibu kota ke Jakarta.
12:39Karena Jakarta ini adalah ring satu kekuasaan negara yang jadi simbol kedaulatan.
12:44Bisa gak foling gitu?
12:45Dijawab nanti Pak Juwanda.
12:46Dijawab nanti.
12:48Tetap di pola liar.
12:49Dijawab nanti.
Komentar

Dianjurkan