THAILAND, KOMPAS.TV - Kepanikan melanda Sekolah Debsirin Nonthaburi, Thailand, setelah seorang remaja berusia 14 tahun melakukan penembakan massal pada pagi hari.
Berdasarkan laporan, pelaku lebih dulu menembak kakek dan neneknya sebelum menuju sekolah dan melepaskan tembakan secara membabi buta.
Para siswa berlarian menyelamatkan diri, bersembunyi di bawah meja, hingga melompat keluar jendela demi menghindari serangan. Sedikitnya 7 orang dilaporkan tewas, terdiri dari siswa dan guru, sementara lebih dari 30 lainnya mengalami luka-luka.
Baca Juga Kuasa Hukum Sebut Febrie Kooperatif Jalani Pemeriksaan, Bakal Hadirkan Saksi Meringankan di https://www.kompas.tv/nasional/684505/kuasa-hukum-sebut-febrie-kooperatif-jalani-pemeriksaan-bakal-hadirkan-saksi-meringankan
Polisi Thailand masih menyelidiki motif penembakan serta bagaimana pelaku memperoleh senjata api yang diketahui terdaftar atas nama anggota keluarganya. Insiden ini kembali memicu perdebatan mengenai pengawasan kepemilikan senjata api di Thailand, terutama setelah sederet tragedi serupa dalam beberapa tahun terakhir.
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menyebut penembakan sekolah yang menewaskan banyak orang di Nonthaburi pada hari Jumat sebagai 'benar-benar mengerikan', dan mengatakan kepada wartawan bahwa hal itu 'seharusnya tidak pernah terjadi' saat ia dikelilingi oleh pers.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Lintang
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/684509/ngeri-detik-detik-siswa-14-tahun-lakukan-dugaan-aksi-tembak-di-sekolah-siswa-berlarian
Komentar